Indonesia
NovelToon NovelToon
Cermin Yang Retak

Cermin Yang Retak

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Aisyah pernah percaya bahwa pernikahannya dengan Raka akan bertahan selamanya. Selama lima belas tahun, mereka membangun keluarga sederhana dari nol, melewati susah dan senang hingga dikaruniai dua anak yang menjadi sumber kebahagiaan mereka.

Sampai suatu hari, suaminya mengaku telah jatuh cinta pada Nabila, sahabat Aisyah sendiri, dan meminta izin untuk menikahinya. Dengan hati yang hancur, pada akhirnya Aisyah mengizinkannya.

Namun, Aisyah tidak ingin menjadi.lemah. Demi anak-anaknya, dia mulai menyusun strategi. Hasil keringatnya bertahun-tahun, ia tak rela dinikmati oleh wanita lain yang sama sekali tak ikut berjuang.

Setelah Aisyah pergi, barulah Raka menyadari tak ada yang lebih baik dari Aisyah. Raka menyesal dan ingin kembali.

Namun, mampukan Aisyah melupakan luka ketika lelaki yang paling ia cintai pernah memilih wanita lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

.

Sementara itu, di rumah Nabila...

Raka lagi-lagi mendengus kesal karena Nabila tidak membangunkan dirinya. Pria itu langsung meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja samping tempat tidur. Dan seketika itu juga matanya membesar ketika melihat waktu yang sudah menunjukkan hampir pukul sepuluh.

"Lagi-lagi kesiangan!" gerutunya kesal. Tapi sedetik kemudian pria itu mengerutkan keningnya merasa aneh. Tidak biasanya dia bangun sesiang itu.

“Kenapa aku merasa aneh ya? Aku ini tidur apa pingsan? Masa iya gak dengar suara apa pun gitu yang bikin aku terjaga?” gumamnya dalam hati.

"Ah, sudahlah." Tak mau ambil pusing, Raka segera bangkit dari tempat tidur dengan mata menyapu ke seluruh kamar. Tidak ada Nabila di sana. Di mana wanita itu?

Pria itu segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai mandi, lalu menyambar handuk untuk mengeringkan badan, pria itu kembali menghela nafas. Handuk itu begitu lembab dan sedikit berbau tak sedap karena sudah berhari-hari dipakai.

“Apa handuk ini gak pernah dicuci?” gerutunya kesal. Biasanya di rumah Aisyah tidak pernah seperti ini. Semua selalu bersih dan wangi. Tapi sekarang…

Beberapa menit kemudian, Raka sudah turun ke lantai bawah. Namun, pria itu seketika menghentikan langkahnya ketika sampai di ruang makan.

Di atas meja ia bisa melihat berbagai macam makanan sudah tersaji di sana. Ada nasi putih, ayam goreng, sayur bening, sambal, telur dadar, dan beberapa lauk lainnya. Raka mengerjapkan mata untuk memastikan bahwa dirinya tidak salah melihat.

Raka mengedarkan pandangannya dan tampak olehnya Nabila yang baru saja datang dari dapur kemudian bergerak menata sendok dan piring di atas meja.

Nabila yang melihat keberadaan Raka langsung menoleh dan tersenyum.."Mas sudah bangun?" tanyanya lembut.

Raka masih berdiri di tempatnya. Suara Nabila yang begitu lembut dan senyumnya yang secerah mentari pagi mengikis habis kekesalan yang sebelumnya sempat meluap akibat terlambat bangun. Pria itu pun menganggukkan kepalanya pelan. "Iya,” jawabnya singkat.

Nabila berjalan mendekat sambil menarik kursi untuk Raka. "Ayo duduk. Mas pasti lapar," ucapnya lalu mendekat ke arah Raka dan menarik lengan pria itu supaya duduk di atas kursi yang ia siapkan.

Raka menatap meja makan sekali lagi. Sejak semalam, sikap Nabila memang sedikit berubah. Wanita itu tidak lagi banyak menuntut. Bahkan sebelum tidur, Nabila mengatakan bahwa ia akan mulai belajar memasak untuknya.

Dan sekarang ketika dirinya baru bangun, di meja makan benar-benar sudah ada makanan yang terhidang. Pria itu kemudian mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Rumah juga terlihat jauh lebih rapi daripada sebelumnya.

Raka membiarkan saja ketika tangannya ditarik pelan oleh Nabila. Pria itu perlahan duduk dengan pikiran yang masih berkecamuk boleh berbagai pertanyaan.

Nabila dengan sikapnya yang begitu lembut membuka piring untuk Raka kemudian menuang secentong nasi ke atas piring.

"Mas Raka mau makan lauk apa?" tanyanya sambil menatap wajah suaminya.

"Sayur aja, sama sambelnya sedikit,” jawab Raka yang merasa penasaran bagaimana kira-kira hasil masakan Nabila pertama kali.

Nabila mengambilkan sayur dan sedikit sambel ditambah dengan sepotong ayam ke piring Raka.

"Coba deh Mas icipi. Tapi nanti jangan diketawain ya? Aku kan baru belajar… nanti kalau nggak cocok dengan selera Mas Raka aku akan belajar lagi,” ucap wanita itu dengan begitu lembutnya.

Raka merasa senang melihat perubahan sikap istri keduanya itu. Wanita itu telah kembali seperti dulu sebelum mereka menikah, begitu pengertian dan perhatian. Jika Nabila terus seperti ini, pasti tidak akan sulit membuat kedua istrinya hidup rukun. Setidaknya begitulah yang ada dalam angan-angan Raka saat ini.

Raka menganggukkan kepala lalu dengan gerakan yang tidak begitu yakin pria itu perlahan memasukkan sesendok makanan ke dalam mulut. Dalam hatinya ia berjanji apapun hasil makanan Nabila dia akan menghargainya. Sudah baik istrinya mau berubah dan belajar.

Dan begitu makanan itu benar-benar masuk ke dalam mulutnya, satu kunyahan, dua kunyahan… pria itu menghentikan gerakan mulutnya lalu mengangkat wajahnya menatap ke arah Nabila.

“Bagaimana rasanya Mas?” tanya Nabila penuh harap.

Namun Raka sama sekali tidak menjawab. Pria itu hanya terus melanjutkan kunyahannya kemudian mengambil lauk lain menggunakan sendok yang ia pegang untuk diicipi, lalu mengambil yang lain lagi.

“Lumayan,” ucapnya kembali mengangkat wajah menatap istrinya.

“Syukurlah…” wajah Nabila terlihat begitu senang mendengar pujian suaminya. “Nanti aku akan belajar cari resep masakan yang lain,” ucapnya meyakinkan.

Namun tiba-tiba Raka menghentikan kunyahannya. "Kamu belajar masak sama siapa?” tanya Raka.

Nabila sempat terdiam sepersekian detik sebelum akhirnya menjawab, *Aa… eng… itu… aku lihat video di YouTube,” jawabnya mencoba menghilangkan raut gugup yang tiba-tiba hadir.

Wanita itu kemudian tersenyum selembut mungkin dan meraih sebelah tangan Raka yang berada di atas meja, menggenggamnya dengan lembut.

"Aku kan sudah bilang semalam. Aku mau belajar menjadi istri yang lebih baik,” ucapnya sambil menatap wajah Raka.

Raka terdiam mendengar kata-kata Nabila, dan hatinya sedikit tersentuh. Mungkin memang benar. Nabila butuh belajar, sudah bagus wanita itu mulai menyadari kesalahannya. Mungkin memang ada hikmah di balik pertengkaran kemarin.

Raka akhirnya tersenyum tipis. “Itu bagus, aku senang mendengarnya.”

Nabila tersenyum semakin manis. “Maafin sikapku kemarin ya, Mas. Aku janji gak akan egois lagi. Aku nanti akan menemui Mbak Aisyah dan minta maaf sama Fatimah sama Rangga.”

Ia kemudian melepaskan tangan Raka dan kembali mengambilkan lagi untuk suaminya. "Mas makan yang banyak. Setelah ini kan Mas harus kerja untuk bisa menghidupi dua keluarga. Mas harus sehat.”

Raka mengangguk dan mulai melanjutkan makannya. Walaupun tidak seenak masakan Aisyah, tapi cukup enak untuk ukuran orang yang baru belajar.

Suasana di antara mereka terasa begitu tenang. Bahkan ada senyum di bibir Raka. Namun, Nabila sama sekali tidak tahu apa yang ada dalam pikiran suaminya.

Wajah Aisyah. Itu yang tak pernah hilang dari benak Raka. Bahkan saat makan bersama Nabila, yang ia ingat wajah istri pertamanya itu.

Raka menggelengkan kepala pelan. Tidak seharusnya ia membandingkan Nabila dengan Aisyah. Aisyah sudah mahir, sementara Nabila sedang berusaha. Dan sebagai suami, ia seharusnya memberikan kesempatan.

Raka kembali menyuapkan makanan ke mulutnya. "Kalau kamu benar-benar berubah seperti ini," katanya kemudian sambil menatap Nabila, "Aku juga lebih tenang cari uang.”

Nabila tersenyum puas. Sekarang ia sudah tahu bagaimana caranya menaklukkan hati Raka. Bukan dengan bertengkar dan berkonfrontasi dengan Aisyah. Tapi bersikap bagai perempuan penurut. Setidaknya sampai ia bisa mendapatkan semua yang ia inginkan.

Nabila menatap Raka yang sedang makan dengan senyum sambil berhitung dalam hati. Rumah sudah ada, selanjutnya mobil, kemudian perhiasan, setelah itu liburan. Ia hanya perlu bersabar sedikit lagi.

“Lihat, Aisyah! Suamimu takluk di hadapanku. Sebentar lagi aku akan menyingkirkan mu lalu menjadi istri Raka satu-satunya.”

1
〈⎳ FT. Zira
up nya mana ini miii
Ayuk Witanto
bagus Aisyah
Patrick Khan
rangga aja sadar dan paham kelakuan bapaknya yg gila itu..apa lg ponakan q yg keluarga nya jg gitu..milih nekat😭😭😭
vania larasati
lanjut
ahs@
tunjukan,kamu mampu tanpa bantuan suamimu..wow pasti iri lagi tuch madu mu jika madumu tahu kamu membuka usaha baru 🤣🤣🤣
Ilfa Yarni
bagus aisyah ber usaha lah sendiri dgn uangmu sendiri walaupun itu kau dpt kan Dr menyisihkan Dr uang belanjamu itu adalah hak km Dan semoga usaja km sukses melebihi dua usaha yg kalian bangun bersama
〈⎳ FT. Zira
baru nyadar??
Muft Smoker
skraaang waktu ny km berdiri dg kaki mu sndri aisyah ,,
demi kedua ank mu ,,
kalo msh ngandelin raka ,, tkut nenek kebayan d sebrang sana jd tantrum🤭🤭😒😒😒😒
Muft Smoker: duuh kak si Anu lgi sibuk ,,
🤭🤭🤣🤣
total 7 replies
Hary Nengsih
semangat aisyah💪
falea sezi
cpet cerai sat set g sabar liat laki doyan selingkuh kena karma🤣🤣
ahs@
percuma Raka,kamu telah menyakiti hatinya Aisyah begitu dalam,apa mungkin Aisyah mau menerima kamu kembali seperti sebelum kamu menikah dengan Nadila...
Ayuk Witanto
Rangga sudah mengerti ayahnya tak seperti dulu lagi
vania larasati
lanjut
Ilfa Yarni
kok aku ga sabar liar raka hancur ya Dan aisyah bahagia bisa ga ya begitu ceritamya aku paling benci liat laki2 baru jadi orang kaya Udah mendua
Aditya hp/ bunda Lia: sama aku juga biasa laki2 ada uang pasti nyari yang lain
total 2 replies
Hary Nengsih
rangga dh ngerti klo ayah nya dh berubah
ahs@
ya, untuk jaga" siapa tahu nanti keuntungan rumah makan itu mengalir ke Nadila 🤣🤣
ahs@
Nadila pasti gigit jari 🤣🤣🤣
ahs@
apakah kamu akan bertahan Nadila,kalau tahu Raka tidak punya apa-apa... wkwkwk
Nabila belum tahu aja semua surat-surat berharga harta Raka selama perkawinan dengan Aisyah sudah di amankan Aisyah...
ahs@
PD banget tuch laki...sama" gak tahu dirinya sama c Nadila...
ahs@
wow luar biasa,Raka berani memakai tabungan untuk resepsi pernikahan yang ke 2 memakai uang hasil usaha bersama Aisyah..apa sich keistimewaan Nabila......
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!