Pernikahan yang didasari cinta belum tentu selamanya akan abadi. Akan ada badai yang akan menghampiri, apakah sang nahkoda bisa mengatasinya atau tidak tergantung kesiapan diri.
Begitu juga dengan rumah tangga Ima, kebahagian yang ia nikmati hancur lebur saat suaminya punya Wanita lain dan lebih menyakitkan mertuanya ikut andil atas pengkhianatan putranya.
Ima yang sakit hati bertekad dalam hati akan membalas semua pengkhianatan suami dan mertuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Hari yang sial bagi Fina. Ia merasa dipermalukan di depan teman - temanya. Pujian yang selama ini di sematkan padanya berubah jadi memalukan. Fina yang terkenal kaya dan royal tidak sanggup membayar makanan dan minuman yang sudah dipesan dirinya dan teman temannya.
"Ini pasti gara - gara mama. Dasar pelit." umpat Fina sepanjang jalan. Fina diantar oleh temanya karna mabuk. Mereka tak tega juga melihat Fina menyetir sendiri saat dalam kondisi teler.
"Nona Fina kenapa?" tanya satpam rumah pada teman Fina.
"Fina mabuk pak, saya mau anter Fina ke dalam." satpam membiarkan teman Fina memapah Fina masuk kekamarnya.
"Pak ini kunci mobil Fina. Saya pamit dulu." teman Fina menyerahkan kunci mobil Fina dan bergegas masuk ke mobil yang sudah menunggunya di depan gerbang.
Bu Ambar mengintip dari jendela kamarnya. Tak ada niat ingin menghampiri Fina di kamarnya. Ia sudah biasa melihat putri sambungnya itu pulang dalam keadaan mabuk.
Keesokan paginya Fina terbangun dengan kepala terasa berat. Fina memijit pelipisnya berharap rasa sakit itu berkurang. Dengan sekuat tenaga Fina turun dari ranjang dan dengan langkah pelan menuju kamar mandi. Berendam air hangat membuat tubuhnya jauh lebih segar.
"Pagi, non." sapa bibik yang sudah jadi pengasuhnya dari kecil.
"Mama udah berangkat ?" tanya Fina.
"Udah non. Non Fina mau sarapan?" tanya bibik.
"Hmm..." angguk Fina.
"Di kamar apa di bawah?"
"Di bawah aja, bik." Fina mengikuti bibik turun kebawah.
"Baru bangun kamu?" tanya Leo yang ternyata sudah duduk menunggu Fina di meja makan.
"Kak Leo. Tumben pagi - pagi udah di sini? Mau cari mama ya? Mama udah berangkat. " ujar Fina sambil menikmati sarapannya.
"Semalam katanya kamu baut ulah?" tanya Leo.
"Tau dari mana kak?"
"Ga perlu kakak sebutin, kamu kapan berubah sih? Jangan selalu merepotkan orang lain."
"Aku merepotkan? Emang pernah kak Leo bantuin aku? Aku telpon aja ga di angkat. Itu yang di bilang merepotkan. Kak Leo itu hanya peduli dengan istri kak Leo sendiri." cerca Fina kesel dengan Leo.
"Ga udah bawa - bawa istri kakak, kita lahi ngomong masalah kamu. Kamu itu selalu saja foya - foya ga jelas, kamu kira nyari duit itu gampang? Kami sadar ga kalau kamu itu hanya di manfaatkan oleh teman teman kamu itu." Baru kali ini Leo semarah ini pada Fina. Biasanya ia tak pernah mau tau apa yang di perbuat adiknya tapi kali ini sang mama yang menyuruhnya untuk mengatur hidup Fina yang berantakan.
Bu Ambar merasa lelah dengan kedua anak sambungnya, tidak seperti Ima yang bisa di andalkan. Ima mewarisi sifatnya yang ambisius, tak salah resto putrinya itu cepat berkembang.
Sementara itu Leo yang di tugaskan untuk mengelola perusahaan milik almarhum papanya sama sekali tak membuahkan hasil. Jangankan maju perusahaan malah terancam gulung tikar.
Setelah menceramahi adiknya Leo pergi dari rumah utama menuju perusahaan. Ia harus membereskan masalah perusahaan agar bisa bangkit seperti dulu lagi.
Sebenarnya bukan Leo yang tak becus mengurus perusahaan tapi ia terlalu mengikuti apa yang istrinya katakan sehingga perusahaan jadi kacau.
...****************...
Assalamualaikum kk terimakasih supportnya dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya 😘🙏🙏