Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Yang Diremehkan: Istri Sah CEO

Istri Yang Diremehkan: Istri Sah CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Nikahmuda / CEO
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Rohimah II

Wanita desa menjadi tulang punggung keluarga, semenjak Bapaknya meninggal dunia. Hanum tinggal bersama sang ibu. Ibu yang setiap hari menjual sayuran keliling untuk mencukupi hidupnya.

Usai penderitaan Hanum, tapi ia masih berdiri tegar agar ibunya senang.

Namun jalan tak begitu mulus, kini Hanum tengah di nikahi oleh seorang lelaki yang amat ia cintai, seorang anak pengusaha sukses sebagai CEO.

Namun takdir berkata lain, lelaki yang justru di idamkan oleh Hanum tak sesuai harapan.

Menikah hanya sebuah terpaksa, Arkan enggan menyentuh Hanum karena dari keluarga miskin.

Tapi percayalah kedua orangtua pihak lelaki lebih menyayangi menantu dari anak sendiri.

Riswan akan mengangkat derajat Hanum sebagai CEO, setelah apa yang di perbuat anaknya.

Akankah Arkan mengetahui hal tersebut, apakah ada kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Rohimah II, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegaduhan Di Perusahaan

Arkan dibuat bingung, semua menyalahkan Arkan seolah tak ada kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahannya.

Yusuf hanya bisa diam, seolah ia Ingin membantu tetapi ia malah menjadi bentakan keras para karyawan.

"Pak, tolong bayar gaji kami, masa Bapak bisa lupa dengan gaji kami, bayar Pak."

"Ini gimana, Pak?" Saya juga butuh makan, kalau kayak gini kami berhenti bekerja, Pak."

"Kalau, Pak Arkan tidak ingin mengaji kami, kami akan tuntut kantor PT Mega Utama di tutup."

"Jangan biasanya hanya di pakai uang untuk foya-foya dengan Riana dong, Pak."

Semakin banyak pertanyaan, nama seorang wanita muncul. Yusuf mengingat nama tersebut, tapi ia tak tau siapa Riana? Kemunculan nama wanita itu menjadi pembicaraan topik mereka.

"Dipakai untuk berfoya-foya, jadi selama ini Pak Arkan ada disembunyikan selama ini," batin Yusuf ia juga hampir ia ingin marah, tapi tak punya nyali seolah hanya membisu.

Jika tak ada pergerakan dari pengakuan Arkan, ia sudah di tugaskan untuk mengawasi keluarga Bos nya. Sekarang kepercayaan itu harus tetap di jaga. Tetapi masalahnya, para karyawan justru membuat kegaduhan sehingga mengancam nyawa Bos nya.

Arkan hanya bisa sedih, ia juga tak sadar apa yang selama ini ia lakukan. Mengingat Riana sudah lama tidak mengabari. Dan baru saja, ia menghubungi ingin 300M.

Arkan mengingat sesuatu, pada hari sama, Ia melihat juga ada seorang wanita tua tengah berkunjung ke rumahnya dengan alasan ingin menjadi sebagai IRT. Tapi, Papanya mendengar jika Arkan tak mampu menjamin kebahagiaan untuk istrinya.

Arkan sudah hancur, ada tangisan didalam hatinya. Berbisik lirih, seolah ini pertama kejadian ia mendalami kasus korupsi yang melibatkan dirinya sendiri.

Salah satu karyawan pria bertubuh tinggi, mancung, putih, mata sipit seperti orang bule menampar ingin wajah Arkan rusak, tapi langsung di tangkis oleh Yusuf.

Memang suasana lagi berduka, Yusuf sudah ditugaskan sebagai amanah. Tapi ia tidak terima jika orang yang dianggap keluarga justru menerima tamparan dari seorang Karyawan.

Yusuf maju ke depan, awalnya takut ia tak mungkin tidak patuh kepada semua perintah dari Arkan. Mendengar hal itu, jika Papanya tidak salah memilih sekretaris bagus kepada dirinya.

"TAMPAR SAYA, JIKA KALIAN INI BERAKHIR DENGAN SEBUAH PENYIKSAAN, KEKERASAN, KALIAN BOLEH TAMPAR SAYA. KAMI AKAN MEMBAYAR GAJI, KALIAN. MOHON, BAPAK, IBU HARAP TENANG. KAMI AKAN SELESAIKAN MASALAH INI, MOHON JANGAN ADA YANG BERANI MEMBANTAH SAYA, MOHON TERTIB," Tegas Yusuf, seolah ia sanggup bisa menyelesaikan hal tersebut. Tapi ia tetap percaya diri dengan wibawanya.

"Oke! " Kami semua akan menunggu itikad baik, Anda. Tapi itu tidak sesuai yang kami harapkan, jangan salahkan kami."

Tak lama kemudian, semua karyawan kantor bubar. Arkan memeluk Yusuf. Sungguh tak pernah percaya, sosok Yusuf bisa melakukan ini semua dengan tertib.

Apa kah niat Arkan bersungguh-sungguh ingin menjadi lebih baik, di lihat wajahnya sungguh tapi ada sedikit celah yang membuat orang tersipu dengan sifat tamaknya.

"Terimakasih sudah banyak membantu saya, Yusuf. Kamu pantas mendapatkan ini semua, terimakasih banyak udah membantu saya, kalau ga ada kamu, pasti saya sudah bisa hidup, mungkin sudah ada di RS tengah di gebukin oleh mereka," ucapnya merendahkan diri, seolah apa kalimat yang disembunyikan oleh Arkan.

"Sama-sama, Pak Arkan. Saya sudah ditugaskan untuk melindungi, Pak Arkan."

Keduanya masuk ke dalam ruangan kantor, Arkan yang menyudahi hal tersebut. Ia tak pulang kerumah, tapi ia juga merindukan sosok wanita tersebut.

"Maafkan saya, Pak!" Bukan saya ingin merusak perusahan, Bapak. Tapi saya hanya mempelajari perintah atas perintah dari Pak Riswan," batin Yusuf yang tak bermaksud kearah lain, tapi Yusuf memang benar jika senyum palsu Arkan akan sementara saja.

Atas kejadian di kantor, ia sampai lupa dengan gaji mereka. Takut diarak oleh Papanya, padahal ia tahu sendiri jika kemarin baru saja diberi peringatan.

"Arghhh, ini semua ide siapa?"Apakah ide Hanum, ga mungkin dia juga lagi di RS. Senang banget bisa buat saya emosi, kalau kamu pelakunya, Num. Saya benar-benar tidak akan memaafkan mu, dasar istri payah."

Arkan seolah menyebut nama istri, rahang Yusuf panas. Tapi ia tidak boleh gegabah. Hanya diangkat seorang Aspri, tapi ia mendengar Bosnya menjelek-jelekkan nama wanita yang ia sukai.

"Bapak beruntung bisa mendapatkan wanita sebaik dan secantik, Bu Hanum. Beliau itu adalah wanita berjasa, Pak. Kalau Bapak tidak mengenali dari awal, Bapak akan menyesal, ingat Pak, jika Bapak menyiakan istri, Bapak. Kemungkinan rezeki Bapak akan diseret oleh sang pencipta," ucap lembut terdengar keras, seolah tempat peringatan kepada Arkan. Apa hal Yusuf tengah menyebutkan nama istrinya.

"Yaudah, Pak. Saya permisi dulu, assalamualaikum."

"Wassalam."

Yusuf mengusap dadanya penuh lembut, apa Yusuf lancang dengan menyebut nama istri. Tapi Yusuf justru tak terima jika ia menjelekan wanita yang bersamanya.

...----------------...

Rina takut, tidak ada kemunculan anaknya. Sampai ia di kurung didalam gudang.

"Riana, kenapa kamu tidak menyelamatkan, ibuk. Kenapa membiarkan ibu disini, Nak. Ibu sangat takut, Nak?"

Mengingat waktu lalu, jika Rina lebih mengutamakan Riana daripada Chandra. Disaat suaminya tengah mabuk, Chandra juga mengingat jika suami harus berhenti minum keras. Tapi Rina meremehkan hal tersebut dan lebih masuk ke rumah dengan Riana.

"Chan, ibu rindu kamu. Dimana kamu, Chandra. Ibu pengen peluk kamu, maafkan ibu udah kasar dan memperlakukan kamu sangat rendah," lirih seolah mengingat bahwa anak kandung sendiri malah di perlakukan kasar, seolah ini semua peringatan dari sang pencipta.

Tangisan Rina tidak terdengar dari luar, gudang tersebut sangat kedap suara. Bahkan ia sendiri menyesal sudah mengikuti kemauan Riana. Tapi, ia tetap percaya jika Riana ingin membantu ibunya agar keluar dari tempat gudang tersebut.

Memang gudang tersebut sangat rapi, tak ada debu bermunculan. Bahkan tak ada sawang di atas tembok. Tiba-tiba perutnya mendadak lapar.

Rina tengah lapar, ia sedih menahan lapar. Tapi tak ada jalan lain, selain hanya bisa tertidur di dalam gudang. Jika teriak pun, mana ada orang lain yang membantu Rina.

Selain itu, Riana pulang ke rumah yang tak layak pakai. Riana yang berbadan dua, tengah menjadi bahan perbincangan tetangga sebelah.

"Ya ampun, dari mana saja anak Bu Rina, suka kali keluyuran."

"Issh, emang ga ada malunya. Jalan berdua sama bini orang. Emang ga malu, itu kenapa dia gemukan, atau jangan-jangan sedang hamil."

Riana masa bodoh, mendengar suara tertawa dan menjelekan Riana. Salah satu dari ibu-ibu tengah ngerumpi dan malah mengelus perut Riana.

Tak terima dengan perlakuan ibu tersebut, Riana mendorong tubuh ibu tersebut hingga terjatuh. Riana yang muak terusan mendengar seorang menjelekan dirinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!