Alexa Lily, gadis yang di Adopsi oleh salah satu ketua klan mafia sejak usia enam bulan. Alexa hidup di dalam kemewahan dan di kelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.
Tapi dibalik itu, Alexa tidak pernah tahu siapa orang tua kandungnya. Hingga suatu hari Alexa mendapatkan misi dari ayah angkatnya, dan misi itu berhasil ia selesaikan dengan mulus. Terlepas dari itu, Alexa mendapatkan sebuah informasi tentang siapa ayah kandungnya.
Berawal dari Informasi yang ia dapatkan, Alexa mendatangi kediaman ayah kandungnya itu.
Apakah ayah kandungnya itu akan menerima dan mengakui Alexa sebagai anak kandungnya? Atau justru ayahnya hanya menjadikannya sebagai pion untuk keuntungan pribadinya sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11 : Masuk Ke Dalam Jebakannya
Alexa berjalan di taman samping rumah mewah kediaman keluarga Zayn. Udara hari ini begitu sangat cerah. Daun-daun di taman itu berguguran oleh hembusan angin. Alexa dengan gaun indahnya itu terlihat sangat elegan.
Gukk gukk gukk.
Suara gonggongan anjing terdengar di telinga gadis itu. Alexa tetap berjalan ke arah dimana anjing itu menggonggong.
Dua ekor anjing Doberman yang sangat ganas berada di taman itu. Anjing itu sengaja dibawa oleh Anya dan Zionathan untuk membuat Alexa celaka.
Anjing itu semakin menggonggong ganas ketika melihat Alexa berjalan di taman itu. Air liur anjing itu mengalir dari mulutnya. Tiba-tiba saja anjing itu berlari kencang ke arah Alexa.
Anjing itu hendak melompat ke arah gadis cantik itu. Alexa menoleh dengan tatapan tajam.
"TURUN!!" Ucap Alexa tegas.
Tentu saja anjing itu langsung menurut mendengar ucapan gadis itu. Seketika kedua anjing itu begitu sangat jinak kepada Alexa. Alexa berjongkok mengelus kepala kedua anjing itu.
"Pintar." ucapnya sambil tersenyum.
Dari belakang terdengar langkah kaki. Alexa menoleh dan melihat ke arah suara itu. Ia melihat Anya dan Zionathan berjalan ke arahnya. Zionathan memegang sebuah mangkuk berisi sup daging sapi.
"Kakak, hebat banget sih kamu. Bisa menjinakkan dua ekor anjing sampai menurut begini padamu." puji Alexa.
Dua ekor anjing itu pun berlari pergi. Alexa berdiri, dan berbalik ke arah Anya dan Zionathan. "Kalau kalian kesini cuman mau menjilat. Mending cepat pergi! Lihat kamu rasanya bikin aku muak." tegas Alexa dengan wajah malas berurusan dengan kedua orang itu.
Zionathan merasa geram mendengar ucapan Alexa, tetapi di tahan oleh adik angkatnya itu. Anya mengambil mangkuk berisi sup yang dipegang oleh Zionathan.
Anya tersenyum manis kepada Alexa. "Kakak, Aku datang bawa sup daging untuk minta maaf." Anya menyodorkan mangkuk berisi sup itu kepada Alexa.
"Kamu mau pakai trik apalagi?" Alexa menatap curiga kepada Anya yang sifatnya tiba-tiba berubah begitu saja.
Anya terdiam sejenak. Mangkuk yang berisi sup itu masih ia pegang. "Kakak. Kakak sama ayah akhir-akhir ini,,, mereka khawatir kita bertengkar terus. Aku tidak mau mereka susah lagi. Aku tulus datang untuk mengalah padamu. Sup ini untuk berdamai." Anya kembali menyodorkan sup itu kepada Alexa.
Alexa terdiam dan memikirkan sesuatu. Tatapannya masih tidak lepas dari gadis yang berdiri di depannya itu. "Capek juga setiap hari harus ngeladenin si licik ini. berdamai juga tidak buruk." batin Alexa.
Zionathan yang tadinya diam, tangannya ia masukkan ke saku celananya pun angkat bicara. "Alexa, ini sup dagingnya,,, Anya masaknya sepuluh jam loh. Jangan nggak tahu diri kamu!" Zionathan menunjuk Alexa dengan tatapan tidak suka.
Alexa memutar bola matanya, jelas sekali terlihat di wajahnya kalau Alexa beneran malas ngeladenin mereka berdua. "Pasti ada udang di balik batu. Aku tidak percaya kalian!"
Zionathan melotot kepada Alexa. Wajahnya sangat kesal melihat gadis itu.
Sementara itu, Anya masih berlagak sok manis di depan Alexa. "Terus gimana caranya biar kakak bisa percaya sama aku?" Anya berusaha keras untuk membuat Alexa yakin dan masuk ke dalam jebakannya.
Alexa mendorong mangkuk yang dipegang Anya. "Minum setengahnya." tegas Alexa.
Anya tersenyum dan menoleh ke arah Zionathan yang dari tadi berdiri di sampingnya. "Kak, tolong ambilin mangkuk satu lagi." Anya menyuruh Zionathan mengambilkannya mangkuk.
Tidak perlu menunggu lama, Zionathan kembali dengan membawa sebuah mangkuk di tangannya. Mangkuk itu ia berikan kepada Anya. Anya membagi dua sup daging itu ke mangkuk yang satunya lagi. Ia hendak meminumnya, namun tiba-tiba di hentikan oleh Alexa.
"Tunggu!" Alexa mengambil mangkuk berisi sup yang hendak di minum Anya tadi. "Aku yang ini."
"Kamu,,,, seenaknya ya!" Zionathan semakin kesal.
Anya hanya tersenyum manis. "Nggak apa-apa kak. Kakak,,,, baik, sup ini ku habiskan dan kita baikan." Mereka berdua pun bersulang. Anya meminum sup yang dipegangnya itu dalam sekali tegukan sampai habis.
Alexa pun juga meminum sup daging itu dalam sekali tegukan. Anya dan Zionathan yang melihat Alexa meminum sup itu sampai habis pun tersenyum licik. Sepertinya kali ini Alexa berhasil masuk ke perangkapnya.
Setelah Alexa meminum habis sup itu, tiba-tiba saja penglihatannya buyar. Kepalanya sangat pusing. Ia tidak bisa mengendalikan dirinya.
BRUUKK.
Mangkuk yang dipegang Alexa pun terjatuh. Daging sapi yang masih tersisa di mangkuk itu pun berhamburan di rerumputan hijau. Tubuh Alexa sempoyongan. penglihatannya semakin tidak jelas.
"Kalian,,,, kalian berani kasih aku obat? kalian mau apain aku?" Alexa menunjuk kedua orang yang sedang tertawa licik di depannya itu. Ia berusaha untuk tetap sadar. Tapi pengaruh obat itu sangat kuat.
Anya tertawa. "Alexa Zayn, aku tahu kamu licik. Jadi obatnya sengaja aku oles di mangkuk itu. Alexa, Alexa.... Ini namanya senjata makan tuan." Anya lagi-lagi tertawa puas di depan Alexa. "Kali ini kamu masuk ke dalam jebakanku." Ucapnya lagi dengan tatapan tajam.
Anya menoleh ke arah Zionathan yang dari tadi tertawa di sampingnya. "Kak, ikat dia. Masukin ke dalam karung." tegas Anya. "Kamu mengataiku wanita ular. Nah, lihat saja apa yang wanita ular ini akan lakukan kepadamu." jelasnya lagi dengan suara yang keras.
Alexa masih setengah sadar. Kepalanya terasa sangat pusing. Ia ingin melawan, namu tenaganya tidak cukup. Obat yang dioleskan di mangkuk itu benar-benar sangat kuat efeknya.
Zionathan sudah berdiri dengan memegang karung besar di tangannya. Karung itu bisa muat dua orang dengan ukurannya itu. Zionathan sudah pasang badan. Satu tangannya lagi memegang tali.
Zionathan kembali tertawa. "Aduh, Alexa,,,, Alexa yang malang,,, jangan salahin kami yang bersikap kejam kepadamu. Salahkan dirimu sendiri yang cari masalah. Jangan pikir kami lemah tidak bisa melawan." jelasnya dengan tatapan tajam.
Alexa masih berdiri sempoyongan, ia memegang kepalanya yang pusing. Alexa berusaha agar tubuhnya tidak terjatuh.
"Awas,, ya kalian berdua." tegas Alexa. Namun tubuhnya terlalu lemah untuk saat ini akibat pengaruh obat yang di berikan oleh Anya si wanita licik itu.
"Hahahaaa,,,, tubuhmu sudah tidak berdaya seperti ini, masih saja mau melawan." Zionathan tertawa lepas.
"Alexa, Alexa,,, ini adalah hari terakhirmu disini. Setelah ini, kami pastikan kamu tidak akan bisa kembali lagi ke keluarga ini. Kami akan menjual mu." Anya tersenyum licik.
Seketika penglihatan Alexa berubah gelap. Ia tidak lagi bisa menopang tubuhnya itu. Alexa terjatuh tidak sadarkan diri.
Zionathan dan Anya segera memasukkan gadis itu ke dalam karung dan mengikatnya.
"Kali ini kamu benar-benar akan ku singkirkan, Alexa." Gumam Anya.
Zionathan menyeret karung itu, ia memasukkannya ke dalam mobil dan membawanya pergi.
"Kakak, kali ini kita tidak hanya akan terbebas dari wanita licik ini. Tapi, kita juga akan untung besar setelah menyerahkan Alexa kepada Tuan Dore." Anya tersenyum puasa begitupun dengan Zionathan yang sedang mengemudikan mobilnya menuju ke Markas Tuan Dore itu.
***
anak angkat di sayang anak kandung dibenci alur cerita begini udah basi..... aku kira menarik cih...