Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku, Kamu Dan Sebuah Rasa

Aku, Kamu Dan Sebuah Rasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:507
Nilai: 5
Nama Author: Madelyn_Sa

Setelah bertahun-tahun memendam perasaan tanpa kepastian, Kiara akhirnya memilih mundur dan membuka hati hingga menerima lamaran Dimas, pria dewasa yang memberinya komitmen nyata. Namun, tepat sebulan sebelum akad nikah, sebuah rahasia masa lalu terbongkar...
Rahasia apakah itu???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Madelyn_Sa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Undangan dan Langkah ke Depan

Aroma bunga melati dan tawa bahagia memenuhi ruang tamu rumah Aina sore itu. Kertas-kertas sampel undangan pernikahan dan kain seragam kebaya bertebaran di atas meja kaca.

"Aku masih nggak nyangka, Aina yang paling kalem di antara kita berempat malah yang melangkah duluan ke pelaminan!" seru Tamara sambil menyandarkan punggungnya di sofa, mengamati kain seragam warna cokelat muda yang akan ia kenakan nanti.

Aina tersenyum malu-malu, pipinya merona. "Daffa yang ngebet banget, Tam. Katanya kalau ditunda-tunda lagi ntar geng band-nya keburu bikin konser keliling kelurahan."

Kiara tertawa kecil mendengar seloroh Aina. Jemarinya merapikan potongan kain kebaya di pangkuannya.

Widya yang duduk di samping Kiara menyenggol lengan sahabat kecilnya itu pelan. "Ngomong-ngomong soal melangkah... Mas Dimas gimana, Ra? Kemarin aku liat dia nemenin kamu ke rumah Sukamaju, kan?"

Pertanyaan Widya membuat Tamara dan Aina langsung menoleh penuh minat.

Kiara mengangguk pelan, menyunggingkan senyuman yang tenang dan tanpa ragu.

"Mas Dimas udah bicara sama Bapak dan Ibu dua hari yang lalu. Dia bilang mau bawa keluarganya buat lamaran resmi bulan depan."

"Serius, Ra?!" Tamara hampir saja melonjak dari sofa. Matanya berbinar senang.

"Wah, keren banget! Itu baru namanya cowok gentle! Nggak pake acara pura-pura cuek atau nunggu belasan tahun tanpa kejelasan!"

"Tamara..." tegur Aina pelan sambil melirik Kiara, khawatir nama masa lalu itu membuat Kiara canggung.

Namun Kiara hanya tersenyum tipis. Tidak ada bayang-bayang kesedihan lagi di matanya saat nama Arga tersirat secara tak langsung.

"Nggak apa-apa, Na. Mas Dimas memang beda. Dia selalu jelas dengan apa yang dia mau, dan dia selalu bikin aku merasa dihargai. Aku merasa aman sama dia." ujar Kiara

Di tempat terpisah, di sebuah kedai kopi di tepi jalan raya utama, atmosfer geng cowok-cowok terasa emosional dengan cara yang berbeda. Daffa baru saja membagikan undangan pertunangannya dengan Aina kepada sahabat-sahabatnya.

"Selamat ya, Daf!" Bagas menepuk bahu Daffa kencang.

"Gila, dari lima personel band kita, gitaris utama yang berhasil mendarat duluan di pelaminan!"

"Selamat, Bro," timpal Dave, Galang, dan Bintang bergantian seraya menyalami Daffa.

Arga duduk di ujung meja, mengamati kertas undangan tebal berukir nama Daffa & Aina. Ia tersenyum tipis dan menyalami Daffa.

"Selamat ya, Daf. Semoga lancar sampai hari H." ucap Arga

"Makasih ya, Ga," sahut Daffa tulus.

Saat teman-teman lainnya sibuk memesan makanan tambahan di meja kasir, Daffa menggeser kursinya lebih dekat ke arah Arga. Pria itu menatap sahabat drummer-nya dengan pandangan dewasa.

"Ga," panggil Daffa pelan.

"Ya?"

"Kamu bakal dateng kan di acara tunangan aku minggu depan?" tanya Daffa. Ia jeda sejenak sebelum melanjutkan,

"Kiara bakal datang... sama Dimas." kata Daffa dengan intonasi pelan...

Jantung Arga berdesir halus. Rasa sakit yang amat tajam masih menyengat di dadanya, namun kali ini bercampur dengan rasa pasrah yang pekat. Arga menunduk menatap cangkir kopinya yang mulai dingin.

"Aku dateng, Daf. Kamu sahabat aku, nggak mungkin aku nggak dateng," jawab Arga serak.

"Aku cuma mau bilang..." Daffa menepuk pelan punggung Arga.

"Pelan-pelan lepasin perasaan kamu ke dia ya, Ga. Kiara udah menemukan bahagianya. Dan kamu juga berhak jalan terus, jangan ngurung diri kamu dalam penyesalan itu nggak akan bisa mengubah masa lalu kalian yang udah terjadi." nasehat Daffa

Hari acara pertunangan Daffa dan Aina pun tiba. Aula kecil sebuah restoran bernuansa taman dipenuhi oleh keluarga dan teman-teman dekat.

Arga datang mengenakan kemeja batik warna gelap, berdiri bersama Bagas dan personel band lainnya di sudut ruangan. Pandangan Arga secara refleks bergerak mencari satu sosok yang tak pernah berhenti singgah dalam pikirannya.

Dan di sana, di dekat meja jamuan, Kiara berdiri.

Gadis itu tampak begitu anggun dalam balutan dress tunik berwarna cokelat muda. Di sampingnya, Dimas berdiri dengan gagah. Pria itu sesekali menundukkan badan untuk mendengarkan bisikan Kiara, tertawa bersama, dan dengan sigap mengambilkan minuman untuk Kiara saat gadis itu selesai menyapa tamu.

Tidak ada lagi tatapan lelah atau canggung di mata Kiara. Yang ada hanyalah binar kebahagiaan dan ketenangan seorang wanita yang cintanya disambut dengan sempurna.

Arga memperhatikan interaksi itu dari kejauhan. Untuk pertama kalinya, Arga tidak merasakan dorongan untuk marah pada keadaan. Kebenaran yang nyata menghantamnya dengan begitu jernih-- Dimas memberikan semua hal yang tidak pernah sanggup diberikan oleh Arga selama belasan tahun—kepastian, perhatian yang transparan, dan keberanian untuk menggenggam tangan Kiara di hadapan dunia.

Saat Kiara tak sengaja menoleh dan menangkap sosok Arga di sudut ruangan, gadis itu tersenyum pelan dan menganggukkan kepalanya dengan sopan.

Arga membalas senyuman itu, sebuah senyuman keikhlasan yang teramat pahit namun tulus dari dasar hatinya.

Satu bulan kemudian, kabar yang telah diprediksi itu benar-benar terdengar hingga ke Kelurahan Damai.

Dimas secara resmi melamar Kiara di rumah orang tuanya di Sukamaju, dan tanggal pernikahan mereka sudah ditetapkan. Prosesi penataran pernikahan dan persiapan akad pun mulai hitungan mundur.

Malam itu, Arga berdiri di balkon kamarnya memandangi langit malam di atas jalan raya yang memisahkan kelurahan mereka. Ia meraba dadanya yang terasa hampa, menyadari bahwa takdir telah menggambar garis yang tegas di antara mereka berdua.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!