Indonesia
NovelToon NovelToon
Sembilan Reinkarnasi Naga Primordial

Sembilan Reinkarnasi Naga Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Dikhianati oleh murid kepercayaannya saat mencoba menerobos batas keabadian, Kaisar Dewa Ye Xuan mati dan jiwanya terlempar melewati sungai waktu. Tiga ribu tahun kemudian, ia terbangun di tubuh seorang pemuda dengan nama yang sama—seorang "sampah" tanpa meridian kultivasi di kota terpencil. Dengan ingatan masa lalunya dan teknik terlarang Seni Sembilan Reinkarnasi Naga, Ye Xuan memulai kembali perjalanannya dari bawah untuk membelah langit, menginjak-injak para jenius sombong, dan menuntut darah dari mereka yang mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Sinar mentari pagi membelah kabut tipis yang menyelimuti Kota Awan Merah, membawa kehangatan yang mengusir hawa dingin sisa hujan semalam.

​Ye Xuan melangkah keluar dari Halaman Barat dengan langkah tenang. Pakaian kasarnya yang bersih berkibar tertiup angin pagi. Saat ia berjalan melintasi area utama Kediaman Keluarga Ye, perbedaan mencolok sangat terasa. Jika Halaman Barat adalah gubuk kumuh, maka area utama ini dipenuhi paviliun berukir, taman batu giok, dan kolam teratai yang memancarkan energi spiritual ringan.

​Sepanjang jalan, para pelayan dan murid pinggiran Keluarga Ye menatapnya dengan pandangan aneh. Bisik-bisik ejekan segera merayap layaknya serangga di telinganya.

​"Hei, bukankah itu si sampah Ye Xuan? Kudengar semalam Tuan Lin datang dan menghajarnya hingga sekarat untuk membatalkan pertunangan!"

"Benarkah? Ckck, pantas saja Tuan Lin marah. Jenius seperti Nona Lin Xue'er mana sudi disandingkan dengan katak cacat."

"Tapi lihatlah dia, dia bisa berjalan tegak? Bukankah kabarnya tulang rusuknya remuk?"

​Ye Xuan sama sekali tidak mempedulikan bisikan lalat-lalat itu. Di matanya, mereka hanyalah debu fana yang umurnya tak lebih dari sekejap mata. Langkahnya mantap menuju sebuah bangunan berlantai tiga di pusat kediaman—Paviliun Obat Keluarga Ye.

​Paviliun Obat adalah urat nadi perekonomian dan kultivasi klan. Tempat ini dijaga ketat dan selalu ramai oleh anggota klan yang menukarkan poin kontribusi atau mengambil jatah bulanan mereka.

​Begitu Ye Xuan melangkah melewati ambang pintu kayu cendana yang tebal, aroma berbagai macam herbal langsung menyergap penciumannya. Mata tajamnya menyapu rak-rak obat. Sebagai mantan Kaisar Dewa, pengetahuan alkimianya adalah yang tertinggi di alam semesta. Hanya dengan sekali cium, ia bisa mengetahui bahwa sebagian besar herbal di sini hanyalah rumput liar berkualitas rendah.

​Namun, untuk tubuh fananya saat ini, rumput liar itu adalah batu loncatan yang esensial.

​Ye Xuan berjalan mendekati konter penukaran. Di balik meja giok tersebut, seorang pria paruh baya bertubuh tambun sedang menyeruput teh dengan santai. Pria itu adalah Diaken Ye Ba, pengurus lantai pertama Paviliun Obat dan juga anjing penjilat faksi Tetua Pertama.

​Ye Xuan mengetuk meja giok itu dua kali. "Diaken Ye Ba. Berikan jatah bulananku selama tiga bulan terakhir yang kau tahan. Aku menginginkan sepuluh tangkai Ramuan Pengumpul Roh dan lima akar Rumput Tulang Besi."

​Diaken Ye Ba perlahan menurunkan cangkir tehnya, menatap Ye Xuan dari atas ke bawah, lalu meledak dalam tawa meremehkan. "Hahaha! Telingaku tidak salah dengar? Si sampah ini meminta jatah bulanan? Tuan Muda Ye Xuan, apakah pukulan Tuan Lin semalam merusak otakmu?"

​Suara tawa Ye Ba menarik perhatian belasan pemuda Keluarga Ye di dalam paviliun. Mereka segera berkerumun dengan tatapan mencemooh.

​Ye Ba mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap Ye Xuan dengan sinis. "Keluarga Ye tidak memelihara pemalas. Berdasarkan aturan klan yang baru disahkan oleh Tetua Pertama, siapa pun yang tidak bisa menembus Alam Kondensasi Qi Bintang Tiga pada usia lima belas tahun, jatah sumber dayanya akan dicabut dan dialihkan kepada murid yang lebih berbakat. Kau ini bahkan bukan Bintang Satu! Untuk apa kau butuh Ramuan Pengumpul Roh? Untuk memberi makan babi peliharaan pelayanmu?"

​Tawa ejekan dari kerumunan semakin keras.

​Di tengah gelak tawa itu, seorang pemuda jangkung berpakaian sutra biru melangkah maju dari kerumunan. Auranya memancarkan fluktuasi Alam Kondensasi Qi Bintang Tiga. Ia adalah Ye Ming, sepupu jauh Ye Xuan sekaligus pengikut setia Ye Tian, cucu kebanggaan Tetua Pertama.

​"Diaken Ye benar," ucap Ye Ming sambil melipat tangan di dada, memandang Ye Xuan dari sudut matanya. "Sumber daya klan sangat berharga. Memberikannya pada Dantianmu yang bocor itu sama saja membuang emas ke dalam selokan. Ye Xuan, lebih baik kau berlutut dan memohon padaku. Jika suasana hatiku sedang bagus, aku mungkin akan memberimu sepotong sisa akar ginseng peliharaanku."

​Mata Ye Xuan yang sedingin danau es perlahan menatap Ye Ming. "Aturan bahwa jatahku dicabut tidak pernah disetujui oleh Kepala Keluarga. Selama ayahku masih bergelar Kepala Keluarga, Tetua Pertama tidak berhak mengubah aturan sepihak. Aku tidak akan mengulanginya. Berikan jatahku."

​Wajah Ye Ming menggelap. Fakta bahwa ayah Ye Xuan, Ye Zhan, menghilang tiga tahun lalu saat menjalankan misi klan adalah topik sensitif. Ketidakhadiran ayahnya itulah yang membuat posisi Ye Xuan anjlok dari Tuan Muda Jenius menjadi sampah yang diinjak-injak.

​"Dasar sampah tidak tahu diri! Beraninya kau membawa-bawa nama Kepala Keluarga yang sudah mati entah di mana?!" Ye Ming membentak marah. "Karena kau sangat ingin dipukul, biarkan aku, sepupumu, memberimu pelajaran tentang rasa hormat!"

​Tanpa peringatan, Ye Ming menerjang maju. Tangan kanannya terkepal, dilapisi oleh cahaya Qi berwarna putih pucat. Itu adalah teknik bela diri tingkat fana, Tinju Pemecah Batu. Angin kencang berhembus mengiringi tinju itu, mengarah langsung ke dada Ye Xuan. Di mata murid-murid lain, serangan penuh dari kultivator Bintang Tiga ini pasti akan membuat Ye Xuan muntah darah dan terbaring di ranjang selama sebulan.

​Namun, di mata Ye Xuan, gerakan itu sungguh menggelikan.

​Terlalu banyak celah. Postur kuda-kudanya goyah. Aliran Qi-nya tersumbat di bahu.

​Ye Xuan tidak repot-repot menghindar. Ia hanya mengangkat tangan kanannya yang terlihat ramping dan lemah, menyongsong tinju yang datang itu dengan telapak tangan terbuka.

​Bam!

​Suara benturan tumpul bergema di paviliun. Kerumunan yang tadinya bersorak mengejek tiba-tiba terdiam seperti dicekik. Mata mereka melotot nyaris keluar dari kelopaknya.

​Tinju pemecah batu milik Ye Ming yang menggelegar itu tertahan sepenuhnya oleh satu telapak tangan Ye Xuan. Tidak ada getaran, tidak ada darah. Ye Xuan berdiri tegak tanpa bergeser setengah inci pun, wajahnya setenang air sumur kuno.

​"B-bagaimana mungkin?!" Ye Ming memucat. Ia merasa tinjunya seperti menabrak dinding baja yang tak tertembus. Energi Qi yang ia kumpulkan hancur berantakan dalam sekejap.

​"Teknik bela diri yang penuh kelemahan, digunakan oleh sampah sepertimu. Benar-benar memalukan," suara Ye Xuan terdengar datar.

​Sebelum Ye Ming bisa menarik tangannya, jari-jari Ye Xuan mencengkeram pergelangan tangan pemuda itu dengan kekuatan yang mengerikan. Aliran Qi Naga Primordial berwarna emas samar berkedip di bawah kulit Ye Xuan.

​Krek!

​"ARGGGH!" Ye Ming menjerit melengking saat tulang pergelangan tangannya remuk berkeping-keping.

​Ye Xuan tidak berhenti di situ. Dengan gerakan yang mengalir alami bagai awan, tangan kirinya terayun dan mendarat keras di wajah Ye Ming.

​PLAK!

​Tamparan itu terdengar seringan tepukan, namun memiliki tenaga ribuan kati. Tubuh Ye Ming terlempar ke udara bagai layang-layang putus, berputar dua kali sebelum menabrak pilar kayu keras di sudut paviliun. Ia memuntahkan seteguk darah segar beserta beberapa gigi yang rontok, lalu jatuh pingsan di lantai.

​Kesunyian mematikan menyelimuti lantai pertama Paviliun Obat. Jarum yang jatuh pun akan terdengar.

​Para murid pinggiran menelan ludah dengan susah payah. Diaken Ye Ba, yang tehnya tumpah membasahi celananya, menatap Ye Xuan dengan wajah seputih kertas. Apakah ini sampah yang dikabarkan cacat itu? Mengalahkan kultivator Bintang Tiga hanya dengan satu tamparan?!

​Ye Xuan menurunkan tangannya, mengeluarkan sehelai saputangan dari sakunya, dan mengelap telapak tangannya seolah baru saja menyentuh kotoran yang menjijikkan. Ia lalu menatap tajam ke arah Diaken Ye Ba yang gemetar.

​"Aku akan mengatakannya untuk yang terakhir kali," ucap Ye Xuan dengan nada yang membawa kedinginan absolut, membuat suhu di ruangan itu seolah turun belasan derajat. "Ramuan Pengumpul Roh. Rumput Tulang Besi. Serahkan sekarang, atau kau akan berakhir menemani keponakan kesayanganmu di lantai."

​Diaken Ye Ba tidak berani mengucapkan sepatah kata pun. Sambil gemetar hebat, ia buru-buru membuka lemari giok di belakangnya, mengambil kotak kayu berisi herbal yang diminta, dan menaruhnya di atas meja dengan kedua tangan yang bergetar.

​Ye Xuan mengambil kotak itu, memasukkannya ke dalam saku jubahnya, dan berbalik pergi meninggalkan paviliun tanpa menoleh lagi. Punggungnya memancarkan arogansi yang tak terbantahkan, meninggalkan kerumunan yang masih membeku dalam ketakutan.

​Begitu siluet Ye Xuan menghilang di balik pintu, barulah Diaken Ye Ba berani menarik napas panjang. Wajahnya yang gemuk berkerut penuh kebencian dan ketakutan.

​"Sialan! Monster apa yang merasukinya?!" desis Ye Ba sambil menyeka keringat dingin. "Aku harus segera melaporkan hal ini pada Tetua Pertama! Jika sampah ini benar-benar bisa berkultivasi lagi, rencana Tuan Muda Ye Tian untuk mengambil alih posisi Pewaris Klan bisa terancam!"

1
Marthen
menyerah akan selamat
meLawan maka akan ada patriark yang baru
Marthen
kebanggaan fana artinya kebanggaan dunia bawah bila baik ke dunia atas hanya dijadikan pengawal penjaga pintu gerbang
preeeeeetttttttt
Fajar Fathur rizky
bikin yexuan hancurkan kultivasi jianwuji bikin jianwuji jadi sampah
Marthen
up thor
sibaweh abduh
bagus sekali ceritanya thor
Marthen
up thor
Visitor8053
Ye Xuan mantap mendapatkan ilmu hebat
Marthen
sudah tgl 4....uo lagi thor 👍
Marthen
asyiiiik panggung dominasi.....
Marthen
hutan binatang buas bagi masyarakat awan ini adalah hutan kematian tetapi bagi mantan kaisar dewa ini adalah kebun binatang yg berisi hewan2 jinak preeeetttt
Marthen
jozzzzz
Marthen
kelinci percobaan beryjung tumbaL
Marthen
assl yg betul ye xuan...kata2mu ini kami tunggu di alam semesta atas sebagai inti cerita pembalasan dendam kepada mo yuan
ARay
nekat boleh, oon jangan coy... ngotak dikit dah
Fajar Fathur rizky
cepat bantai zhao ying beserta keluarganya dan klan zhao pajang mayat mereka di sekte itu
Fajar Fathur rizky
cepat bantai klan zhao sampai ke akar akarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!