Indonesia
NovelToon NovelToon
Terjebak Duda Dan Tiga Pewaris Nakalnya

Terjebak Duda Dan Tiga Pewaris Nakalnya

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Identitas Tersembunyi / Mafia / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah Alfatih

Arabelle Vasillo kabur dari rumah demi membuktikan bahwa dirinya bisa hidup mandiri tanpa bantuan keluarga. Dengan waktu satu tahun sebagai taruhan, ia membuka warung sarapan sederhana dan berusaha menjalani hidup biasa.

Namun, hidup tenangnya berakhir saat tanpa sengaja memecahkan kaca mobil Nathan Pradipta Anderson, seorang duda kaya dan berpengaruh yang memiliki tiga anak super nakal, Elang, Theo, dan Alya.

Dari satu kesalahan kecil, Arabelle justru terjebak dalam kehidupan keluarga Anderson yang penuh kekacauan, rahasia, dan konflik. Bisakah Arabelle bertahan menghadapi duda dingin dan tiga anak nakalnya, atau justru mereka akan mengubah hidupnya selamanya?

"Menikah denganku dan jadi ibu tiri dari ketiga anakku, maka hutangmu ku anggap lunas,"

Arabelle, hanya tersenyum menanggapi ucapan Nathan, tetapi Arabelle justru tak punya pilihan lain, semenjak hidup mandiri semua kartunya dan fasilitasnya telah dia serahkan pada keluarganya.

"Oke, deal! Setahun tidak lebih!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28

Di dalam kamar yang kini ditempatinya, Ara duduk di tepi ranjang sambil memeluk lututnya. Lampu kamar hanya menyala redup. Suasana malam yang biasanya ia sukai justru terasa mengganggu. Entah kenapa ucapan Theo terus terngiang di kepalanya. Ara menghela napas panjang. Lalu menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur.

"Dasar bocah nyebelin." Gumamnya.

Namun, beberapa detik kemudian ia kembali menatap langit-langit kamar. Jujur saja, Theo tidak salah. Pernikahan ini hanyalah perjanjian. Setelah itu semuanya selesai. Ia akan kembali ke kehidupannya sendiri.

Nathan akan kembali menjadi Nathan. Dan ketiga anak itu akan kembali menjadi keluarga tanpa dirinya, seharusnya begitu. Namun, entah sejak kapan, Ara mulai menganggap mereka sebagai bagian dari hidupnya. Memang mereka bukan anak kecil lagi. Elang sudah hampir lulus kuliah, Theo sudah SMA sebentar lagi lulus. Alya bahkan sebentar lagi masuk SMA. Tetapi di mata Ara, mereka tetap saja seperti adik-adiknya sendiri. Menyebalkan, keras kepala dan suka membuat masalah. Tapi tetap membuatnya khawatir.

Ara menutup wajahnya dengan bantal.

"Aduh..." Keluhnya pelan. "Kenapa aku jadi kepikiran begitu sih?"

Di tempat lain.

Malam itu suasana sebuah arena balap liar yang cukup terkenal sedang ramai. Deru mesin motor memenuhi udara. Lampu-lampu sorot menyinari lintasan yang panjang. Tempat itu bukan arena sembarangan. Pemiliknya dikenal sebagai sosok yang disegani di kota tersebut. Itulah banyak pembalap muda datang untuk mencari nama dan uang taruhan.

Di salah satu sisi arena, Theo sedang berdiri di samping motor kesayangannya. Motor hitam yang ia juluki Si Jago. Dua temannya sudah menunggu di sana.

"Kondisi motor aman?" Tanya Theo.

"Santai." Jawab salah satu temannya. "Sudah dicek ulang."

"Mesin aman, ban juga aman. Rem juga aman."

Theo mengangguk puas. Baginya, Si Jago lebih berharga daripada sebagian besar barang yang dimilikinya. Tak lama kemudian, suara motor lain terdengar mendekat. Suara knalpotnya jauh lebih keras dibanding motor lain.

Beberapa orang langsung menoleh. Motor itu berhenti tepat di depan Theo. Pengendaranya mematikan mesin, lalu melepas helm Theo menyipitkan mata. Pemuda yang berdiri di depannya adalah Reno. Namun, Theo sama sekali tidak mengenalnya.

Begitu pula Reno, mereka berdua belum pernah bertemu sebelumnya. Reno menatap Theo dari atas ke bawah.

"Kamu Theo?"

Theo menyeringai. "Kalau iya kenapa?"

Reno tersenyum tipis. "Malam ini aku lawanmu."

Theo tertawa kecil. "Oke."

Reno lalu mengangkat dua jarinya. "Dua puluh juta."

"Hah?"

"Taruhan."

Theo langsung mengerti.

"Dua puluh juta dan motorku." Lanjut Reno.

Tatapan beberapa orang di sekitar langsung berubah. Taruhan itu cukup besar, Theo justru terlihat santai.

"Dua puluh juta?" Ulangnya.

"Iya."

Theo mengeluarkan tawa kecil. "Lumayan."

Lalu ia memasukkan kedua tangan ke saku celananya.

"Dua puluh juta dariku juga."

Reno mengangguk.

Theo belum selesai. "Kalau kamu menang..." Ia tersenyum miring.

"Aku kasih bonus sepuluh juta."

Suasana langsung ramai, beberapa orang bersiul. Yang lain tertawa, jelas sekali itu bukan bonus, itu hinaan. Seolah Theo sudah yakin akan menang.

Wajah Reno langsung mengeras. "Kamu meremehkanku?"

Theo mengangkat bahu. "Kalau merasa diremehkan, menang saja."

Reno mengepalkan tangannya. "Kalau kamu kalah..."

Theo menatapnya santai. "Kenapa?"

"Aku mau motor itu juga." Reno menunjuk Si Jago.

Tatapan Theo langsung berubah. Beberapa detik ia hanya diam, lalu tertawa.

"Kau?"

Reno tidak menjawab, Theo menepuk jok motornya pelan.

"Belum layak." Katanya santai. "Si Jago terlalu bagus buat kamu."

Reno langsung mendidih mendengar ucapan itu. Sementara orang-orang di sekitar mulai bersorak. Jelas sekali suasana semakin panas. Tak lama kemudian salah satu panitia berjalan ke tengah lintasan.

"Bersiap!" Teriaknya. Semua penonton langsung mundur ke sisi arena. Theo mengenakan helmnya, begitu pula Reno. Kedua motor mulai dinyalakan. Suara mesin meraung keras memenuhi malam. Mata keduanya saling menatap sesaat.

Sementara itu, jauh dari keramaian lintasan balap, di lantai atas bangunan utama arena, terdapat sebuah ruangan pribadi yang mewah.

Dinding kaca besar memperlihatkan seluruh arena dari atas. Dari tempat itu, setiap sudut lintasan dapat terlihat dengan jelas. Seorang pria duduk santai di kursi kulit hitam sambil memperhatikan puluhan layar CCTV di depannya.

Di tangannya terdapat segelas kopi yang masih hangat. Pria itu adalah pemilik arena balap yang namanya cukup disegani di kota tersebut.

Banyak orang datang ke arena itu setiap malam, tetapi hanya sedikit yang pernah bertemu langsung dengannya.

Pintu ruangan terbuka.

Digo sang asisten masuk sambil membawa tablet.

"Tuan..."

Pria itu, tidak mengalihkan pandangannya dari layar.

"Hm? Siapa yang menyewa arena malam ini?"

Tanya pria itu santai.

Digo segera melihat data pada tabletnya.

"Sekelompok anak SMA, Tuan."

Pria itu, mengangkat sebelah alis.

"Anak SMA?"

"Iya."

"Taruhannya?"

Digo berdeham pelan.

"Cukup besar."

Pria itu terkekeh dan tersenyum tipis.

"Dasar bocah." Ia menyandarkan tubuhnya ke kursi.

"Cuma tahu cara menghabiskan uang orang tua."

Digo menahan senyum. Komentar seperti itu sudah biasa keluar dari mulut atasannya. Padahal usia atasanya sendiri masih tergolong muda, baru berusia tiga puluh tiga tahun. Namun, caranya memandang orang lain terkadang seperti pria paruh baya yang sedang menilai tingkah anak-anak. Beberapa saat kemudian Digo kembali angkat bicara.

"Tuan Kenzo."

"Hm?"

"Tuan besar meminta Anda menghubunginya."

Mendengar itu, Kenzo akhirnya menoleh.

Ekspresinya sedikit berubah. Ayahnya jarang menghubunginya lebih dulu kecuali ada urusan penting.

"Nanti." Jawab Kenzo singkat.

Digo mengangguk. "Baik, Tuan."

Setelah itu suasana kembali hening.

Kenzo mengalihkan pandangannya ke layar CCTV. Puluhan gambar dari berbagai sudut arena memenuhi monitor besar di depannya.

Matanya bergerak santai dari satu layar ke layar lainnya.

1
frida
princess nya Alex kenapa jadi begini 😭😭
Rita Juwita
terima kasih thor ceritanya luar biasa..
Sri Wulandari
jangan² cucu sahabat omanya Alya itu Ken 🤔
Sri Wulandari
Ken sprtinya suka qm makanya dia suka ngusilin qm
Sri Wulandari
harus resepsionis itu menghubungi Mohan asisten Nathan buat konfirmasi klu ada Ara yg mengaku istrinya Nathan nah klu sdh gini siap² qm kehilangan pekerjaan mu mbk 😔
Sri Wulandari
pasti itu pelayanan yg sm pas dulu suka ngomporin Alya waktu msh blm menerima Ara jd ibu tirinya 🤔
Sri Wulandari
beruntung Nathan menjadikan Ara sbgai istrinya bagitu pula dg anak²nya memiliki ibu sambung yg peka dg kondisi & keadaan mereka yg sllu mengkhawatirkan mereka setiap saat
Sri Wulandari
ya ampun Alya Theo jahilnya g hilang² orangtua sendiri d jaili malu kan mereka 😅
knp Alya g jd dokter sj drpd jd perawat thour 🤔
atulyaas
nyonya ga sih ka harusnyaa, kan udaa nikah dokternya tau juga itu mama nya elang
Sri Wulandari
baru unboxing ayah Nathan selama 3th kerinduan yg terpendam akhirnya tersalurkan....selamat smoga segera launcing apalagi klu smpai jd 2
Sri Wulandari
klrg Vasilo sangat menyayangi anak² tiri Ara.... mereka sdh menganggap anak² itu menjadi bagian klrg Vasilo
Alya qm pasti BT ya...smua orang mengerjain mu.... tunggu sbntr lg akan ada kejutan luar biasa utk mu qm pasti d buat syok dg hadiah yg qm terima nti....
Happy Birthday Alya bahagia sllu 😍🥰🥰🤗🤗🤗🎂🍭🍭🍦🎉🎆
Sri Wulandari
walaupun tinggal d luar negeri & menjadi bagian klrg kaya tp Alya ttp menjadi pribadi yg sederhana & g sombong begitu pun dg kakaknya yg lain ayah Nathan & Ara sdh berhasil mendidik anak²nya dg sangat baik 🤗
Sri Wulandari
Theo mmng suka buat mslh tp dia sllu bertanggungjawab dg setiap pilihan & mimpinya yg g pernah hilang adalah menjadi pembalap profesional senyum sllu mengembang matanya sllu berbinar karna balapan adalah sebagian dr jiwanya yg g pernah bs dia lepas smpai kpn pun 🤗
Sri Wulandari
mm Ara mmng polos ayah Nathan.... benar² kena mental itu mantan ayah mmng ulat bulu g tau malu salah cari dia mm Ara koq d lawan🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sri Wulandari
Nathan ayah yg hebat demi demi keutuhan klrgnya & kebahagiaan ketiga anaknya dia akhirnya mendapatkan kesempatan utk bersama Ara walaupun mereka smua hrs berpisah selama 3th... waktu yg tdk sebentar tetapi ada kepastian klu mereka suatu hari bs bersama selama membangun klrg bahagia impian Nathan & anak²nya bersama Ara sbgai mama pilihan mereka 🥰🥰🤗

😍😍😍😍😍
Sri Wulandari
Elang mulai PDKT😄
mars
mafioso ga tuh punya ibu tiri😄
Sri Wulandari
Theo lebih gercep dr ayah Nathan utk membawakan Ara kembali pulang semangat Theo qm pasti bs membawa mm Ara pulang
Sri Wulandari
Theo berusaha menjadi kakak yg baik buat Alya apapun akan dia lakukan utk adiknya demi membawa mm Ara pulang.... semangat Theo bkn kemenangan yg hrs d raih tp sebuah proses & usaha yg gigih utk membuktikan klu kalian menginginkan mm Ara kembali pulang 💪💪💪🤗🤗
Sri Wulandari
Theo si pembuat onar akhirnya berpikiran dewasa & berusaha bertanggungjawab dg smua keputusannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!