Indonesia
NovelToon NovelToon
Pembalasan Gadis Mafia

Pembalasan Gadis Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Fantasi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rahmawati18

Alexa Lily, gadis yang di Adopsi oleh salah satu ketua klan mafia sejak usia enam bulan. Alexa hidup di dalam kemewahan dan di kelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.

Tapi dibalik itu, Alexa tidak pernah tahu siapa orang tua kandungnya. Hingga suatu hari Alexa mendapatkan misi dari ayah angkatnya, dan misi itu berhasil ia selesaikan dengan mulus. Terlepas dari itu, Alexa mendapatkan sebuah informasi tentang siapa ayah kandungnya.

Berawal dari Informasi yang ia dapatkan, Alexa mendatangi kediaman ayah kandungnya itu.

Apakah ayah kandungnya itu akan menerima dan mengakui Alexa sebagai anak kandungnya? Atau justru ayahnya hanya menjadikannya sebagai pion untuk keuntungan pribadinya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 : Kebenaran

Sinar matahari masuk dari celah jendela. Tidak ada lagi suasana mencekam semalam. Addison terbangun akibat cahaya matahari pagi yang menerpa wajahnya. Ia melihat sekelilingnya dan melihat tubuhnya yang sudah di obati, kakinya juga sudah di perban tapi masih terasa sakit.

Pandangan Addison terhenti pada sosok gadis yang sedang tertidur pulas di sofa.

"Jadi semalam yang membawaku kesini adalah Nona Muda. Anak angkat Tuan Theodore memang cantik tapi ganas banget." Addison berdecak geli. Ia berusaha berdiri untuk menyiapkan sarapan sebelum membawa gadis itu pulang.

Addison meninggalkan Alexa sendirian di kamar.

Alexa terbangun. Dia mengikat rambutnya dan melihat ke arah tempat tidur.

"Kemana Tuan Addison?" tanyanya pada dirinya sendiri. Alexa berjalan keluar. Ia mendengar suara dentuman sendok dan piring dari arah dapur.

Alexa melihat Addison sedang menata sarapan di meja makan dengan kondisi kakinya yang masih pincang. Alexa mendekat. "Tuan Addison, ini semua anda yang siapkan?" tanya Alexa.

"Silahkan duduk Nona!" Addison menarik kursi dan mempersilahkan Alexa duduk untuk sarapan pagi. "Maaf saya hanya bisa membuat sarapan sederhana seperti ini." ucap Addison dengan wajah datar. Ia duduk di kursi depan Alexa.

Alexa mencoba sup buatan Addison. "Hmm, rasanya lumayan." Alexa menikmati sarapan paginya itu.

Setelah selesai sarapan, Alexa bersiap-siap untuk kembali ke rumahnya yaitu di kediaman Keluarga Bleiz. "Tuan Addison, apa anda sudah siap? Kita berangkat sekarang, biar aku yang bawa mobilnya." jelas Alexa, ia menenteng ranselnya dan memasukkannya ke dalam mobil. Addison masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi samping Alexa mengemudi.

Alexa memasang sabuk pengaman di badannya dan menghidupkan mesin mobilnya. "Tuan Addison, eratkan sabuk pengaman anda!"

"Baik Nona Muda." Addison mengeratkan sabuk pengaman di tubuhnya.

VROOOMM.

Tanpa aba-aba, Alexa langsung menancap gas mobil begitu saja. Mata Addison membulat tajam, ia berpegangan erat. Jantungnya hampir copot melihat gadis itu mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi di jalan bebatuan dan lereng gunung. "Nona Alexa, benar-benar mau ngajak aku mati." batin Addison sambil menghela nafas panjang.

Di luar, matahari benar-benar cerah. Berbeda 180 derajat dari hari-hari biasanya. Jalanan di lereng gunung cukup berdebu. Perjalanan masih sangat jauh. Tidak ada pembicaraan apapun antara Alexa dan Addison selama perjalanan.

Alexa fokus mengemudi, ia ingin tiba dengan cepat di rumah ayah angkatnya. Alexa masih penasaran dengan rahasia yang belum sempat Theodore katakan kemarin.

Perkataan Theodore kemarin masih berputar-putar di kepala Alexa. "Rahasia apa yang sebenarnya ingin ayah katakan kepadaku?" Alexa memegang kalung giok yang terpasang di lehernya itu.

Addison yang tadinya diam pun mengamati setiap gerak gerik gadis di sampingnya itu.

Lereng gunung yang mereka lewati tidak lagi sepi seperti kemarin malam. Alexa masih mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Ada sesuatu yang sudah tidak sabar ia ketahui.

Waktu terus berlalu. Mereka hampir tiba di kediaman Theodore. Rumah besar dan mewah sudah terlihat di depan. Alexa membelokkan mobilnya masuk ke area parkir di depan rumah besar itu. Alexa mematikan mesin mobilnya.

Alexa dan Addison turun dari mobil. Mereka masuk ke rumah tempat kediaman Theodore. Alexa berlari menghampiri ayahnya yang sedang duduk di ruang tamu dengan di temani oleh ketiga kakak angkatnya.

Damian, Gideon dan Leonard pun berdiri menghampiri adiknya. "Adik, kamu tidak kenapa-kenapa kan? Ada yang luka tidak? Ada yang membuatmu lecet tidak?" semua pertanyaan itu keluar dari mulut Kakak-kakaknya sambil memutar-mutar tubuh Alexa.

"Aduh kakak. Alexa tidak kenapa-kenapa. Nih, lihat Alexa masih ada di depan kalian." Alexa tersenyum ke arah kakak-kakaknya itu. "Ayah, misi di perbatasan sudah aku selesaikan dengan mulus."

Theodore mengelus pundak putri angkatnya itu dan tersenyum bangga. Theodore melihat ke arah Addison yang dari tadi jalannya pincang-pincang.

"Apa yang terjadi kepadamu?" tanya Theodore.

Addison duduk di tengah-tengah mereka dan menjelaskan semua yang terjadi di perbatasan.

"Rupanya ini ulah Geng Spider Black." batin Theodore.

Theodore melihat ke arah putrinya lagi. "Kamu memang anak kebanggaan ayah." Theodore mengelus lembut kepala Alexa. Matanya berkaca-kaca, ada air mata yang berusaha ia tahan agar tidak keluar.

Alexa yang menyadari itu pun langsung memeluk ayah angkatnya. "Aku anak ayah, wajar jika aku sehebat ayah, kan?" Alexa masih memeluk ayahnya.

"Adik kesayangan kita benar-benar hebat!" ucap Gideon yang dibalas anggukan dan senyuman oleh Damian dan Leonard.

Alexa melepas pelukannya. Ia menatap ayah angkatnya itu. "Ayah. Rahasia apa yang ingin ayah katakan?" tanya Alexa dengan tatapan serius.

Ketiga saudara angkatnya itu membulatkan matanya dan saling menatap satu sama lain. Theodore menghela nafasnya.

"Nak, begini. Sebenarnya kamu,," ucapan Theodore terhenti, ia merasa berat untuk mengatakannya. Rasa sayang dan cintanya kepada putri angkatnya itu sudah sangat besar, bahkan melebihi rasa sayangnya kepada ketiga putra kandungnya sendiri.

"Aku kenapa ayah?" tanya Alexa lagi.

Mata Theodore masih berkaca-kaca. Ia menatap langit-langit di ruang tamu itu dan kemudian melihat ke arah putri angkatnya. "Kamu sebenarnya bukan putri kandung ayah."

BUG.

Alexa terdiam mematung, matanya berkaca-kaca. Ketiga saudara angkatnya yang menyadari itu pun langsung berdiri dan berpindah duduk di dekat Alexa.

"Adik, meskipun kamu bukan saudari kandung kami. Meskipun kamu bukan putri kandung ayah dan meskipun kamu bukan keturunan keluarga Bleiz. Kami semua sangat menyayangimu." jelas Damian mengelus pundak adik angkatnya itu.

"Iya, adik. Kamu kesayangan kami semua." lanjut Gideon.

"Kami akan selalu menyayangimu." Leonard memegang erat tangan adik angkatnya itu.

Air mata Alexa pun menetes membasahi pipinya. Ia berbalik dan memeluk Theodore. "Ayah,,, meskipun ayah bukan orang tua kandungku, tapi di keluarga ini aku bisa merasakan kasih sayang yang begitu besar dari kalian semua. Aku akan selalu menjadi putri ayah dan adik kakak-kakakku." Alexa menangis. Theodore memeluk erat putrinya, air matanya ikut menetes.

"Kalung yang selalu kamu pakai ini akan membantumu menemukan orang tua kandung mu, nak." Theodore memegang kalung giok yang di kenakan Alexa. Ia mengusap air mata yang membasahi pipih putri angkatnya itu. "Kamu akan selalu jadi kesayangan ayah." jelasnya lagi dan mencium kening Alexa.

Ketiga saudara angkatnya itu pun ikut memeluk Alexa. "Kita semua tidak akan pernah terpisahkan. Kita harus selalu menjaga adik kesayangan kita dengan baik." ucap Gideon.

Addison tersenyum melihat kehangatan keluarga Bleiz.

"Berita terkini! Harry Zain, orang terkaya di London mencari putri kandungnya yang hilang sejak 19 tahun yang lalu dengan tanda lahir kalung giok berbentuk setengah lingkaran."

Alexa yang melihat berita yang di siarkan di televisi, sontak berdiri. Ia memegang kalung giok di lehernya. Theodore dan keempat pria di ruangan itu ikut berdiri.

Alexa berbalik ke arah Theodore. "Ayah, Alexa akan kembali ke keluarga kandung Alexa."

***

Bantu dukungannya teman-teman 🤗🥰

1
Elisabeth Ratna Susanti
makin seru 👍iklan 👍
Adi Sudiro
cerita yg kesekian menjijik kan
anak angkat di sayang anak kandung dibenci alur cerita begini udah basi..... aku kira menarik cih...
Elisabeth Ratna Susanti
misinya seru sekali 🥰👍
Elisabeth Ratna Susanti
keren juga ya Alexa berani melawan preman 👍
Virgo♍: mkasih sudah baca ceritaku kakak🥰
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like komen plus subscribe 🥰👍
Virgo♍: Terima kasih kakak🤗
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
membayangkannya ngeri banget ini.......seperti nonton film padahal baca.....keren Thor 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!