Indonesia
NovelToon NovelToon
Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Red_Purple

‎Dua tahun pernikahan yang Nara jalani bersama dengan Arga mulai terasa hambar ketika Arga memilih untuk sibuk dengan pekerjaan. Hingga suatu malam dia menyaksikan suaminya itu tengah berselingkuh dengan sekretarisnya sendiri.

‎Saat dunianya terasa gelap, sosok Aditya Narendra yang merupakan sahabat baik Arga muncul sebagai pelindungnya. Rendra selalu ada di sisi Nara, memberikan dukungan dan perhatian yang telah lama tidak dia dapatkan dari suaminya.

‎Sentuhan lembut dan kata-kata hangat Rendra menjadi obat yang menyembuhkan luka dalam hatinya, sekaligus membawanya pada permainan penuh gairah pria itu. Namun, Nara tak menyadari bahwa di balik kebaikan Rendra tersembunyi sebuah rahasia besar.

‎"Jawab pertanyaanku, Nara. Lebih puas denganku, atau dengan suamimu yang selalu meninggalkanmu sendirian?" ~ Aditya Narendra.

‎‎📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13

‎"Aku mencintaimu, Nara. Sangat mencintaimu," lanjut Rendra tegas, suaranya bergetar menahan gejolak perasaan yang sudah lama terpendam. "Cinta ini bukan main-main, bukan sekadar nafsu sesaat. Tapi sudah bertahun-tahun dan aku simpan rapat-rapat. Sengaja tidak aku ungkapkan karena aku takut kehilanganmu, takut kamu akan menjauh jika mengetahui perasaanku yang sebenarnya."

‎‎Nara menatapnya terpaku, air mata terus mengalir di pipinya. Dadanya sesak, bingung, namun jantungnya berdegup begitu kencang mendengar pengakuan itu.

‎‎"Ren... tapi aku... aku istri mas Arga..." isak Nara pelan, berusaha mencari alasan agar logikanya tetap berjalan. "Kalian sahabat..."

‎‎"Arga..." Rendra berdecak dengan nada kecewa yang mendalam, matanya menatap tajam. "Arga tidak tahu caranya menjaga mutiara seindah ini, Nara. Dia menyakitimu, dia mengkhianatimu, dia menyia-nyiakan kesetiaanmu. Dan aku... aku tidak sanggup melihat wanita yang aku cintai menangis terus menerus karena ulahnya."

‎‎Rendra semakin mendekat, tubuh hangatnya yang masih basah kini hampir menyentuh tubuh Nara. Aroma maskulin yang kuat bercampur wangi sabun memabukkan indra penciuman Nara, membuat kepalanya terasa ringan.

‎‎"Biarkan aku yang memperbaiki hatimu, Nara. Biarkan aku yang mencintaimu dengan cara yang pantas untukmu. Berikan aku kesempatan..." bisik Rendra, wajahnya semakin mendekat, hidung mancungnya hampir menyentuh hidung Nara.

‎‎Nara menelan ludah, matanya tak berkedip menatap bibir tipis Rendra yang bergerak begitu memikat. Seluruh akal sehatnya berteriak untuk menolak, untuk lari, tapi tubuhnya seakan tak punya tenaga untuk melawan tarikan magnet yang begitu kuat dari pria di hadapannya ini.

‎‎"Ren... aku takut..." bisiknya lirih.

‎‎"Takut apa?" tanya Rendra lembut, jari jempolnya mengusap air mata di pipi Nara dengan penuh kasih sayang. "Takut jatuh cinta padaku? Atau takut kamu akan menikmati apa yang akan aku berikan padamu?"

‎‎Tanpa menunggu jawaban, Rendra perlahan menundukkan wajahnya, mendekatkan bibirnya ke telinga Nara.

‎‎"Kamu tahu kan... tadi saat aku didalam sana, aku membayangkan kamu yang ada di sana bersamaku. Aku membayangkan tanganmu yang halus itu yang menyentuhku..." desahnya serak, membuat bulu kuduk Nara meremang seluruhnya.

‎‎"Dan sekarang... kamu ada di sini, nyata di hadapanku. Apakah kamu mau menjadi nyata dalam pelukanku, Nara?"

‎‎Nara menatap nanar ke dalam mata tajam Rendra. Jantungnya berdegup begitu kencang, seakan hendak meledak memecah tulang rusuknya. Kata-kata Rendra, bisikan panas itu, masuk ke telinganya bagaikan mantra yang melumpuhkan seluruh akal sehatnya.

‎‎"Aku..." Nara mencoba menjawab, tapi suaranya hilang tertelan udara. Dadanya bergemuruh hebat, pertarungan antara rasa takut, rasa bersalah, dan hasrat yang tiba-tiba saja bangkit di dalam dirinya.

‎‎Rendra tidak memberinya waktu untuk berpikir lebih jauh. Dengan gerakan perlahan namun pasti, tangan bebasnya melingkar di pinggang ramping Nara, menarik tubuh wanita itu hingga menempel sempurna pada dadanya yang bidang dan masih hangat.

‎‎Nara tersentak, dia bisa merasakan otot-otot kekar di balik kulit hangat pria itu, merasakan detak jantung Rendra yang sama kencangnya dengan miliknya.

‎‎"Jangan berpikir terlalu keras, aku tidak akan memaksamu untuk menjawabnya sekarang. Tapi... biarkan aku untuk selalu ada di dekatmu, menjadi tempat bersandar untukmu, Nara. " bisik Rendra tepat di bibir Nara, napas hangatnya menyapu wajah wanita itu.

‎‎Tangan Rendra bergerak naik, menyisir helai demi helai rambut hitam Nara yang tergerai, lalu berhenti di belakang leher jenjang itu, mendekatkan wajah mereka hingga hidung mereka saling bersentuhan.

‎‎"Setelah makan siang aku antar kamu pulang ya. Sekarang kamu keluarlah dulu, aku mau pakai baju,"

‎Nara hanya mampu mengangguk pelan, seluruh tubuhnya terasa lemas dan gemetar. Matanya tak berani menatap tajam ke dalam mata Rendra, rasa canggung masih membalut hatinya erat-erat.

‎‎"Iya..." jawabnya berbisik, suaranya nyaris tak terdengar.

‎‎Dengan gerakan cepat namun kaku, Nara segera memutar tubuhnya dan melangkah keluar dari kamar itu secepat mungkin. Dia menutup pintu kamar dengan pelan namun pasti, menyisakan Rendra sendirian di dalam sana.

‎‎Begitu pintu tertutup, Nara menyandarkan punggungnya ke dinding luar kamar, tangannya menekan kuat ke dadanya yang bergemuruh kencang.

‎‎"Astaga... apa yang baru saja terjadi?" batinnya berteriak panik. "Rendra mencintaiku... dia benar-benar mencintaiku. Dan aku... aku tidak menolaknya."

-

-

-

‎‎Hari ini Arga pulang lebih awal dari jam kerjanya. Mobil hitamnya sudah terparkir rapi di halaman sejak sore, tanda bahwa pemiliknya sudah berada di dalam rumah sejak lama.

‎‎Di ruang keluarga, Arga duduk bersandar malas di sofa. Wajahnya tampak lelah namun ada aura gelisah yang tak bisa disembunyikan. Matanya sesekali melirik jam tangan, lalu menatap pintu utama seakan sedang menunggu seseorang pulang.

‎‎Sejak kejadian diruangan kantornya beberapa waktu lalu, hubungan mereka memang sedang berada di titik terendah. Nara mengunci diri dan bahkan lebih memilih untuk tidur terpisah di kamar tamu. Dan hari ini Arga berniat ingin memperbaiki keadaan, ingin berbicara baik-baik, dan berusaha meyakinkan Nara bahwa dia masih mencintainya meski di lubuk hatinya yang terdalam, dia tahu dia telah berkhianat.

‎‎"Sebenarnya Nara pergi dengan siapa, Bi?" tanya Arga lagi, kali ini nadanya terdengar lebih mendesak dan sedikit tinggi. Dia menatap tajam ke arah Bi Imah yang sedang membereskan meja makan.

‎‎Bi Imah terhenti sejenak, tangannya mengelap meja makan dengan hati-hati. Dia tahu betul suasana rumah sedang tidak baik-baik saja belakangan ini, ditambah lagi tadi Nara menyuruhnya untuk berbohong jika Arga menelpon, jadi dia harus berhati-hati menjawab supaya tidak memperkeruh suasana.

‎‎"Ehm... tadi Non Nara bilang mau pergi sebentar sama teman, Mas," jawab Bi Imah pelan, tidak berani menatap mata Arga langsung.

‎‎"Teman?" Arga mendesah panjang, "Teman yang mana Bi? Temannya Nara kan banyak, tapi Bibi pasti paham kan satu-satu temannya Nara yang biasa sering main kesini."

‎‎Bi Imah menelan ludah, merasa gugup, pasalnya dia memang tidak sempat melihat siapa yang datang menjemput istri majikannya tadi pagi.

‎‎"Ehm... Bibi... Bibi juga tidak terlalu jelas lihatnya tadi, Mas," jawab Bi Imah terbata-bata, keringat dingin mulai membasahi pelipisnya. "Non Nara cuma bilang mau pergi sebentar."

‎‎Arga menghela napas lagi, hatinya mulai tidak tenang. Dia sudah mencoba menghubungi nomor istrinya, tapi ponsel Nara mati. Sepertinya Nara lupa mengecasnya semalam.

‎‎Tiba-tiba suara langkah kaki terdengar mendekat, Nara melangkah masuk dengan langkah pelan namun terlihat terburu-buru. Wajahnya tampak sedikit pucat, dia tertegun sejenak saat mendapati suaminya sudah duduk di ruang tengah, menatapnya dengan tatapan penuh kekhawatiran. Arga yang melihatnya datang pun langsung berdiri dan mendekatinya.

‎‎"Sayang... kamu sudah pulang," ucap Arga, suaranya terdengar berat namun ada nada lega yang bercampur dengan kekhawatiran yang mendalam.

‎‎Langkahnya cepat mendekati Nara, tangannya langsung mencengkeram kedua lengan istrinya itu untuk memastikan bahwa Nara dalam keadaan baik-baik saja.

‎‎"Kamu dari mana saja sampai sore begini?" tanya Arga lagi dengan nada lembut, matanya menyapu seluruh wajah dan tubuh Nara dengan tatapan cemas. "Handphone kamu tidak bisa dihubungi sama sekali, aku sangat khawatir sayang,"

‎‎"Aku cuma pergi jalan-jalan sebentar, Mas," jawab Nara dingin, melepaskan tangannya dari genggaman Arga. "Aku lelah, ingin istirahat,"

‎‎Nara berjalan melewati Arga begitu saja, wajahnya datar tanpa ekspresi, seakan pria di hadapannya itu hanyalah orang asing. Sikap dingin dan ketidakpedulian istrinya itu bagaikan tamparan keras bagi Arga.

‎‎"Aku sudah memecat Alya!" seru Arga dengan mata berkaca-kaca, membuat langkah Nara terhenti seketika. "Aku tidak akan membiarkan dia masuk dan merusak kehidupan kita lagi. Nara... tolong beri aku kesempatan sekali lagi ya?"

-

-

-

Bersambung...

1
Sisca Raharjo
keren ceritanya 😍😍😍😍
dome🌬️🌀🌀🌀
ga bisa berkata kata 🤣🤣🤣🤣
dah lah sama sama selingkuh
dome🌬️🌀🌀🌀
waduhhhh kacauuu.. rendraaa... rendraaaa.. boleh cinta tapi jangan sampai membuat orng yg kau cintai ikut merasakan menjadi seseorang yg berkhianat juga. banti beebaskan dl keterikatan antara arha dan nara. baru terserah kalian mau ajeb ajek apa iya iya...
dome🌬️🌀🌀🌀
yaaahhhh,,, jd ikutan selingkuh ini mah namanya. kalu kau sudah bener2 ga ada hati dan ga bisa kasih kesempatan buat arga lebih bik cerai dl saja nara.. jadi nama baikmu pun bagus ga tercoreng dengan kata perselingkuhan.... jngn ikutan kelakuan buruk arga yaa naraa
dome🌬️🌀🌀🌀
tolol bin goblok nih si Arga 🤣🤣🤣
kebodohan yg pertama selingkuh dan jinah sama sekretaris nya sendiri. lalu memint bantuan sama pesain vintamu sendiri. fan parrahnya ngasih jalan lebar buat rendra masuh kedalam rumah tangganya dan memanfaatkan celah hati iatrimu yg sedang sakit dan dia yg mengobati. kau tunggu tinggal penyesalannya saja🤣🤣🤣🤣
harusnya berusaha gigih kalau menyesal, ini mahh mau gampangnya aja. usaha yg keras yg gigih rebuh hati istri mu kembali, bukan malah minta tolong sama laki2 lain. emang cinta arga setengah2 ihhhh...
dome🌬️🌀🌀🌀
pwnyesalami audah expired yaa arga. harus dimusnahkan dan diganti sama yg baru. sori dori mori stroberi yee.. makn noh jalangmu. nara sudah ada oengganti yg tulus menunggu dia dengan sabar
dome🌬️🌀🌀🌀
wkwkwkwkwkwk... waduh gaswattt kepergok lagi ekheemmmm.... nara juga kepo banget sihhh kan jadi tau😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
hebat bnnget si rendra mengambil kesempatan disaat nara sedang patah hati , disaat itulah dia masuk dan menggoyahkan sedikit sisa perasaan nara yg tertinggal. makk jleb langsung kena. licik dan cerdas
dome🌬️🌀🌀🌀
gile aja nara mau jodohin adeknya dan rendra. sedanggkan rendraa saja sudah menunggumu semenjak dahulu.. wazeekkkkk🤣🤣🤣 sok melakolis🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
gercep bener bang Rendra 😁😁😁, sekali dikasih selah rendra sudah mode sat set jadi pebinor. baagusss.. bagusss..... ga layak nara dengan si bekas pejinah. selingkuh saja sudah katagori erlakuan yg sangat menyakitkan dan sulit dimaafkan ini lagi sampe jinah ape Kate dunieeeee... ogah bnget balik lagi. kalau masa lalu sih bisa kita jadikan ooelajaran mmasa lalu. lahh ini masih status suami selai selingkuh jinah pula. iyyuuuhhhhhh... g oake kata balik yg ada bakik badan dan byeee😁
dome🌬️🌀🌀🌀
kok iya bener khilaf fan bikin kesalahan sampe 6bulan🤣🤣🤣.. kocak nih si bambang. khilafnya dah akut pak. harus dieriksa dokter
dome🌬️🌀🌀🌀
waahhhh,,, tidak semudah itu ferguso. burung puyuhmi sudah masuk sarang burung yg lain. jijik amat bisa dengan mudah dimaafkan.. ogaah banget aku mah
nezoooooongggg
dome🌬️🌀🌀🌀
tanyakan pada menantu laknatmu pak wira...
mantumu sudah main serokan sama sampah jalanan pak.. sudah kotor
dome🌬️🌀🌀🌀
sory.. maaf mu ga laku arga. sekarang nikmatilah hasil perbuatan burukmu kepada istrimu. nikmatilah jalangmu.... 😤😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
kucing garong disodorin ikan asin yaa langsung mangap lah😂😂😂. apa lagi ada sambel tterasi tempe gorng lalpan sama sayur asem..beuuhhhh... dunia milik sendiri yg laen pada ngekos🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
NEZOOOONGGH lu arga, cinta lu kata. tuh mulut samma burung ga sinkron yaa. mulutmu berkata cinta tapi burungmu mematok yg lain😂😂😂

heloooooo...... halo... halooo
kalau lagi sakit minum obat Arga 😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
rendra: nara sedang apa kau sendirian disini.??
Nara: sedang ngitungin mobil ren, gabut ga ada kerjaan.
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
yg sabar bu' nar pak arha sedang sibuk sibuknya.
sibuk bercocok tanam diladang tetangga🤣🤣🤣🤣
rebut aja nara dr arga yg ga bis menjaga hati fa6n imronnya😁😁😁
xixixixi xixixi
fei h
inilah kata2 Rendra yg bikin jantungku tertusuk juga
Katherina Ajawaila
keren akhirnya kebudukkan mu terbuka semua Rendra, jahat pria lucifer😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!