Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Chapter 1

‎Cahaya lembut dari lampu meja sisi tempat tidur menerangi ruangan kamar yang biasanya sepi. Nara berdiri di depan cermin, matanya tak bisa lepas dari bayangan dirinya yang mengenakan lingerie merah yang memperlihatkan setiap lekukan bagian tubuhnya dengan sempurna. Siang tadi dia sengaja membeli lingerie itu untuk menggoda suaminya malam ini.

‎‎Suara tetesan air dari kamar mandi masih terdengar jelas. Tak lama kemudian Arga keluar dari kamar mandi dan langsung mendekatinya, melingkarkan tangannya di pinggangnya dan memeluknya dari belakang. Dia hanya memberikan ciuman singkat di kepala istrinya.

‎‎"Maaf ya, sayang, hari ini sangat melelahkan. Aku ingin tidur lebih awal supaya besok bisa bangun pagi." ucap Arga, perlahan dia melepaskan tangannya dan berjalan menuju ke sisi ranjang.

‎‎Senyum diwajah Nara seketika memudar, dia memutar badannya dan menghampiri suaminya yang siap berbaring di ranjang. "Sayang, sudah satu bulan kita tidak melakukannya, apa kamu tidak merindukanku?"

‎‎Arga tersenyum lembut, meraih tangan istrinya dan segera berdiri. Ciuman singkat dia sematkan di bibir Nara. "Aku merindukanmu, sayang. Selalu. Tapi sekarang aku benar-benar lelah. Akhir-akhir ini aku sedang sibuk dengan proyek baru, jadi tidak ada waktu untuk menemanimu dulu. Tidak apa-apa kan kamu cari kesibukan dengan teman-teman kamu dulu supaya tidak jenuh dirumah terus?"

‎‎Nara menatap tangan Arga yang masih menggenggam tangannya, harapan yang tadinya muncul jika malam ini dia bisa menghabiskan malam panjang dengan suaminya mulai sirna sedikit demi sedikit. Dia mengangguk pelan, mencoba menyembunyikan rasa kecewa yang muncul di dalam dadanya.

‎‎"Kamu sudah bekerja keras, aku bisa mengerti." Kata-katanya terdengar lebih lemah dari yang dia harapkan. Dia menarik tangannya dan berjalan mengitari ranjang, membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya sampai ke perut.

‎‎Arga menyusul berbaring disampingnya, matanya yang lelah mulai mengantuk. "Besok pagi aku akan sempatkan sarapan denganmu. Kamu siapkan makanan kesukaanku ya,"

‎‎Ucapan itu terdengar seperti janji yang sudah sering dia dengar sebelumnya. Setelah memastikan suaminya terlelap, Nara berdiri dan melangkahkan kakinya menuju arah balkon. Udara malam yang sejuk langsung menyapa wajahnya begitu dia membuka pintu balkon.

‎‎Nara menyandarkan tubuhnya pada rel besi balkon. Rasa kesepian yang sudah lama mengendap di dalam hatinya kembali muncul dengan kuat. Sejak proyek baru Arga dimulai tiga bulan yang lalu, malam-malam seperti ini sudah menjadi kebiasaan, dia menghabiskan waktu sendirian, menunggu suaminya pulang hanya untuk melihatnya langsung terlelap di ranjang. Bahkan janji sarapan besok pagi saja tidak lagi membuatnya merasa haru seperti dulu.

‎‎Dia menutup mata sejenak, kemudian memutar sedikit tubuhnya untuk melihat Arga yang sudah terlelap. "Besok hari ulang tahunku, apa kamu akan ingat?"

-

-

-

‎Pintu lift terbuka lembut di lantai atas gedung perkantoran milik perusahaan keluarga Arga. Sebagai Direktur Utama, ruang kerja suaminya berada di lantai paling atas dengan pandangan kota yang luas. Nara menarik napas dalam-dalam sebelum melangkah keluar, menyusuri koridor yang dihiasi lukisan-lukisan modern dengan langkah hati-hati dan senyum diwajahnya. Di tangannya ada rantang susun berisi makanan yang dia siapkan untuk makan siang suaminya.

‎‎"Selamat siang Bu Nara. Pak Arga sedang ada tamu, silakan Ibu masuk saja," ucap sekretaris dengan senyum ramah.

‎‎"Terimakasih, Alya." Nara menepuk lembut lengan Alya, kemudian melangkah ke arah ruangan kerja Arga.

‎‎Dia membuka pintu perlahan, dan langsung terdengar suara Arga yang sedang berbicara dengan seseorang. Saat Nara melangkah lebih jauh ke dalam ruangan, dua pria yang sedang duduk saling berhadapan diatas sofa itu langsung menoleh ke arahnya.

‎‎Arga segera berdiri dan menghampiri sang istri, "Sayang, kamu kenapa tidak bilang kalau mau datang kesini? Kalau begitu kan aku bisa jemput kamu."

‎‎Nara menyeringai lembut, mengangkat rantang susun di tangannya. "Aku ingin memberikan kejutan saja, sayang. Aku memasak makanan kesukaanmu dan sengaja mengantarkannya kemari karena aku tahu kamu tidak akan ada waktu untuk menjemputku jika aku bilang mau datang,"

‎‎Arga mengambil rantang itu dari tangan istrinya, kemudian mencium pipinya dengan lembut. "Makasih ya sayang, kamu adalah istri terbaik. Kebetulan aku juga sudah lapar." Dia menoleh ke arah pria yang masih duduk di sofa, wajahnya menunjukkan rasa senang. "Nara, kamu pasti sudah tahu kan siapa dia? Dia Rendra, sahabatku yang baru saja kembali dari luar negeri. Dua tahun lalu dia sempat datang ke pernikahan kita, lalu setelah itu dia menghilang dan pindah keluar negeri."

‎‎Rendra sudah berdiri, dia memberikan senyum hangat kepada Nara, tangannya sudah terulur untuk bersalaman. "Hai Nara. Sudah dua tahun tidak bertemu ya? Dan kamu tetap saja cantik seperti dulu."

‎‎Nara meraih tangan Rendra dengan senyum sedikit melebar diwajahnya. Dia memang tidak begitu mengenal Rendra dengan baik, tapi dia tahu jika Rendra adalah teman suaminya sejak SMA.

‎‎"Sayang, aku langsung pergi ya, aku ada janji ketemuan sama teman aku," ucap Nara, menoleh ke arah Arga yang berdiri di sampingnya.

‎‎"Kamu tidak mau makan bersama denganku dulu sayang? Biar sekalian Rendra cobain masakan kamu yang enak ini," ucapnya dengan nada yang sedikit kecewa.

‎Nara menggeleng pelan, "Maaf ya sayang, aku punya janji yang sudah tidak bisa ditunda lagi. Aku bawa makanan banyak, jadi kamu bisa makan sama Rendra saja ya. Dan malam ini... Malam ini kamu pulang lebih awal ya, aku punya kejutan untuk kamu."

‎‎Dia kemudian menoleh ke arah Rendra yang sedang berdiri diam dengan ekspresi yang sulit ditebak. "Maaf ya Rendra, aku tidak bisa menemani kalian makan. Semoga makanan yang aku masak sesuai dengan selera kamu ya."

‎‎Rendra memberikan senyum hangat kembali, mengangguk perlahan. "Tidak apa-apa, Nara. Kamu bisa pergi kalau ada urusan penting."

‎‎Arga mendekatkan wajahnya dan mencium keningnya dengan lembut. "Nanti aku pulang lebih cepat ya sayang, biar kita bisa makan malam bareng."

‎‎"Kalau begitu aku pergi dulu ya, nanti malam jangan lupa pulang cepat," pamit Nara.

‎‎Nara menoleh sebentar ke arah Rendra dan memberikan senyum singkat sebelum berbalik dan pergi meninggalkan ruangan. Setelah pintu ruangan tertutup, Rendra masih berdiri di tempatnya, matanya masih menatap pada pintu di mana Nara baru saja keluar. Ekspresi wajahnya yang tadinya senyum, kini perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam, campuran antara harapan dan kesedihan yang sudah lama dia sembunyikan.

‎‎Rendra menoleh ke arah Arga, kembali memberikan senyum ramah. "Kalau begitu aku sekalian pamit saja, Ga. Aku harus kembali ke perusahaan untuk mengurus beberapa berkas penting."

‎‎Arga yang baru saja duduk terlihat sedikit terkejut. "Kamu tidak mau makan dulu? Masakan istriku ini sangat enak, dijamin kamu pasti bakalan ketagihan kalau sudah mencicipinya."

‎‎Rendra menggeleng pelan dengan senyum yang tetap ramah. "Lain kali saja. Kapan-kapan aku akan datang berkunjung ke rumahmu untuk mencoba masakan istrimu,"

‎‎Arga mengangguk paham, kemudian kembali berdiri. "Baiklah kalau begitu. Jangan terlalu bekerja keras. Kamu baru saja kembali dari luar negeri, butuh istirahat juga."

‎‎"Terima kasih, Ga. Aku akan ingat itu." Rendra mengambil jasnya dari sandaran sofa dan mengenakannya kembali. Sebelum berjalan ke pintu, dia melirik sekali lagi ke arah meja dimana rantang susun yang dibawa Nara ada disana.

‎‎Seringai tipis muncul diwajahnya saat dia melangkah meninggalkan ruangan. Bukan hanya makanannya, tapi yang memasak makanan itu pun akan dia pastikan jatuh kedalam pelukannya.

-

-

-

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Deera__

Deera__

Assalamu'alaikum Thor..
Hay Salam santun lembut dariku.. 🙏👋/Smile/

2026-06-24

0

dome🌬️🌀🌀🌀

dome🌬️🌀🌀🌀

yg sabar bu' nar pak arha sedang sibuk sibuknya.
sibuk bercocok tanam diladang tetangga🤣🤣🤣🤣
rebut aja nara dr arga yg ga bis menjaga hati fa6n imronnya😁😁😁
xixixixi xixixi

2026-08-26

0

Deera__

Deera__

cinta dalm diam² TPI keduluan Arga merebut lebih cepat.. nyesekk kasian
makanya begini deh

2026-06-24

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Karya Baru
88 Promosi Karya
89 Karya Baru
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Karya Baru
88
Promosi Karya
89
Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!