Chapter 3

‎Rendra langsung membuka pintu mobil dan turun dengan langkah cepat. Udara malam yang sejuk menerpa wajahnya, tapi perhatiannya tercurah pada sosok Nara yang berdiri di trotoar dengan tubuh yang sedikit gemetar dan wajah yang memucat.

‎‎"Nara, kamu menangis?" tanya Rendra dengan penuh kekhawatiran. Dia melihat air mata yang terus menetes di pipinya, pandangannya turun dan melihat tangan kanan Nara yang menggenggam erat gaun malam yang dikenakannya. "Ada apa? Kenapa kamu disini sendirian malam-malam seperti ini?"

‎‎Rendra membuka jaketnya dan memakaikannya untuk menutupi pundak Nara yang terbuka. Dia tidak ingin memaksa wanita itu untuk berbicara, tapi dia akan tetap ada di sana sebagai tempat yang bisa diandalkan

‎‎"Aku antar kamu pulang ya," ucapnya pelan sambil menatap sejenak pada jalan yang masih ramai oleh kendaraan, "Atau, kamu ingin aku antar ke kantor Arga?"

‎‎Mendengar Rendra menyebut nama Arga, Nara langsung mengangkat wajahnya cepat. Air mata yang sebelumnya hanya menetes perlahan kini mulai mengalir deras di pipinya, dia menggenggam bagian depan jaket Rendra yang menutupi pundaknya dengan erat, seolah itu adalah satu-satunya benda yang bisa dia gunakan sebagai pegangan untuk menguatkan dirinya.

‎‎"Tidak... jangan ke kantornya..." ucapnya dengan suara bergetar, "Aku ingin pulang saja."

‎‎Kata-katanya keluar pelan namun jelas. Dia menundukkan kepalanya, tidak berani menatap wajah Rendra, "Tolong antarkan aku pulang, Ren... aku mohon..."

‎‎"Baiklah, aku antar kamu pulang ya," ucap Rendra dengan nada menenangkan, tangannya menyangga punggung Nara untuk membantunya berjalan menuju mobil. Dengan hati-hati dia membantu wanita itu memasuki kursi penumpang, menutup pintunya dengan lembut sebelum berjalan ke sisi pengemudi.

‎‎Setelah masuk dan menghidupkan mesin mobil, Rendra menoleh ke arah Nara yang masih menunduk dengan bahu yang sedikit bergetar karena menangis. Tanpa banyak bicara, dia mulai mengemudikan mobilnya meninggalkan tempat tersebut.

‎Setelah beberapa menit berkendara, mobil akhirnya berhenti di depan gerbang rumah Nara. Rendra mematikan mesin dan segera turun untuk membuka pintu mobil bagi Nara.

‎‎Wanita itu mengangkat kepalanya, melihat rumah yang biasa terasa hangat kini seolah terlihat dingin dan sunyi. Dia turun dari mobil dan memaksakan sebuah senyuman diwajahnya pada Rendra.

‎‎Rendra mengangkat pandangannya ke arah halaman dalam rumah Nara dan melihat ada sebuah mobil yang terparkir disana, "Apa Arga sudah pulang?"

‎‎"Sepertinya belum," jawab Nara, matanya menatap mobil yang terparkir dengan tatapan kosong. "Tadi aku menyuruh pak Dadang untuk pulang setelah mengantarku. Dia mungkin sudah kembali dan memarkirnya di sana."

‎‎Dia menghela napas perlahan, "Rendra, terimakasih sudah mengantarku pulang."

‎‎"Tidak perlu berterima kasih, Nara," ucap Rendra. Dia melihat ke arah pintu rumah sejenak, lalu kembali menatap wajah Nara yang masih terlihat pucat dan lelah. "Sebaiknya kamu telefon Arga supaya cepat pulang dan bisa menemani kamu dirumah,"

‎‎"Ya sudah, kalau begitu aku pamit pulang. Kalau kamu butuh sesuatu, jangan sungkan untuk menghubungiku ya," lanjut Rendra dengan nada hangat, tangannya menyentuh bahu Nara sebentar sebelum menariknya kembali.

‎‎Saat Rendra hendak berbalik menuju mobilnya, Nara dengan cepat menarik tangan pria itu. Matanya yang masih sedikit merah karena menangis kini menatapnya dengan pandangan yang penuh harapan.

‎‎"Tunggu, Ren..." ucapnya dengan suara lembut namun jelas. Dia menggenggam tangan Rendra lebih erat, seolah tidak ingin melepaskannya. "Hari ini aku ulang tahun, maukah kamu menemaniku makan malam dulu didalam?"

‎‎Nara memberikan senyuman yang lebih tulus dibanding sebelumnya. "Aku sudah menyiapkan makan malam untuk merayakannya," Dia menghela napas perlahan. "Aku tidak ingin menghabiskan malam ini sendirian. Bolehkah kamu masuk dan makan malam bersamaku? Sebagai teman saja..."

‎‎Rendra melihat tangan Nara yang masih menggenggam lengannya, kemudian menatap wajah wanita itu kembali dan mengangguk. "Tentu saja, Nara. Aku akan menemanimu."

‎‎Nara menurunkan tangannya dan mengajak Rendra untuk masuk. Rendra mengikuti di belakang, pandangannya menyelimuti sosok Nara yang berjalan di depannya. Berada di dekatnya seperti ini dan sikap yang wanita itu tunjukkan sekarang justru semakin membakar hasrat yang sudah dia tahan selama dua tahun ini.

-

-

-

‎Setelah suara desahan dan jeda terakhir mereda, Arga menundukkan kepalanya dengan napas terengah-engah dengan tubuhnya masih menempel pada Alya. Setelah beberapa saat, pria itu menarik diri dan mengambil tisu dari meja untuk membersihkan diri, kemudian memberikan beberapa lembar kepada wanita di hadapannya.

‎‎"Aku harus segera pulang," ucap Arga dengan napas yang masih belum teratur, dia mulai mengenakan pakaiannya dengan tergesa-gesa. "Hari ini ulang tahun Nara. Aku sudah berjanji akan pulang lebih awal."

‎‎Alya duduk di tepi sofa setelah memakai pakaiannya kembali, merapikan rambutnya yang berantakan sambil memberikan senyuman sinis. "Sudah enam bulan kita melakukan ini, Arga. Kapan kamu akan memberitahu dia? Atau kamu akan terus menyembunyikannya seperti ini?"

‎‎Arga berhenti sejenak saat mengenakan dasi, dia menghembuskan napas kasar. "Tidak ada yang perlu dikatakan. Aku mencintai Nara, Alya. Hubungan kita ini hanya sebuah kesalahan yang terulang berkali-kali."

‎‎"Kesalahan?" Alya berdiri dan mendekati pria itu, tangannya menyentuh dadanya sedikit kasar. "Kamu tahu kan, aku tidak hanya ingin menjadi teman kerja yang kamu gunakan ketika kamu bosan dengan istri kamu. Aku mencintaimu, Arga. Dan aku tahu kamu juga merasakan hal yang sama padaku."

‎‎Arga menarik diri dari sentuhan Alya, wajahnya kini penuh dengan ketegangan. "Jangan berkata seperti itu. Aku sudah menikah dengan Nara. Dia adalah istriku, dan aku akan selalu menjaganya."

‎‎Tanpa menunggu jawaban lagi, dia mengambil jasnya dan bergegas keluar dari ruangan, menyembunyikan rasa bersalah yang mulai muncul di dalam dirinya saat memikirkan wajah Nara yang selalu penuh senyum padanya.

‎‎Di luar ruangan, Arga melihat jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul delapan malam. Dia mengambil teleponnya untuk melihat apakah ada notifikasi dari Nara, namun layar ponselnya menunjukkan tidak ada panggilan atau pesan yang terkirim dari wanita itu.

‎‎"Tumben sekali dia tidak menghubungiku," bisiknya pelan sambil berjalan cepat menuju lift.

‎‎Setelah keluar dari lift, Arga segera menuju area parkir dan masuk kedalam mobilnya meninggalkan area kantor. Saat melihat sebuah toko bunga yang masih buka di sudut jalan, dia berhenti di depan toko untuk membelikan bunga untuk Nara.

‎‎"Permisi, saya mau beli buket bunga untuk istri saya," ucapnya langsung kepada penjaga toko yang sedang membersihkan meja depan. "Hari ini ulang tahunnya, saya ingin memberinya kejutan."

‎‎Penjaga toko menunjukkan beberapa pilihan buket, dan Arga memilih buket besar berisi mawar merah muda dan putih, bunga kesukaan Nara. Dia juga meminta untuk menambahkan sebuah kartu kecil dengan pesan singkat.

‎‎[ Untuk istriku tersayang, Nara. Selamat ulang tahun. Maaf aku terlambat. ]

‎‎Setelah membayar, Arga membawa buket bunga itu dan menaruhnya di kursi penumpang mobilnya. Dia mengemudikan mobilnya kembali dengan kecepatan yang cukup supaya bisa cepat sampai di rumah dan bisa merayakan ulang tahun istrinya.

‎Saat mendekati gerbang rumahnya, dari kejauhan dia melihat sebuah mobil terparkir di depan gerbang rumahnya. Wajahnya langsung menunjukkan ekspresi bingung dan sedikit cemas.

‎‎"Siapa yang sedang bertamu kerumah? Apa mungkin itu temannya Nara?"

-

-

-

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Zuri

Zuri

gak pergi ke mana dulu aja gitu Nar? buat nenagin diri gitu maksudnya/Slight//Slight/

2026-03-25

0

dome🌬️🌀🌀🌀

dome🌬️🌀🌀🌀

NEZOOOONGGH lu arga, cinta lu kata. tuh mulut samma burung ga sinkron yaa. mulutmu berkata cinta tapi burungmu mematok yg lain😂😂😂

heloooooo...... halo... halooo
kalau lagi sakit minum obat Arga 😁😁

2026-08-26

0

🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍

🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍

Egois banget ya kamu Arga, Nara ga mau kamu lepas tapi juga sekertaris tetap kamu pertahankan.
mending Nara gugat cerai diam² saja si Arga biar kamu bebas dari suami toxic

2026-05-09

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Karya Baru
88 Promosi Karya
89 Karya Baru
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Karya Baru
88
Promosi Karya
89
Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!