Indonesia
NovelToon NovelToon
Bumil Barbar Di Mansion Megah

Bumil Barbar Di Mansion Megah

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:971.8k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Aurelia baru saja akan menikmati masa mudanya sebagai gadis single yang bebas, sampai sebuah kecelakaan menyeret jiwanya ke tubuh Nadia Atmaja. Saat terbangun di ranjang rumah sakit, hal pertama yang ia rasakan bukanlah sakit kepala, melainkan beban berat di bagian perutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 12

***

Pukul dua siang. Keheningan Mansion Hadiwinata biasanya hanya diisi oleh suara detak jam besar di lobi, namun bagi Nadia, sunyi itu terasa mencekam karena perutnya sudah melakukan orkestra keroncongan yang tidak bisa diajak kompromi lagi. Bubur sumsum dari Bi Sum tadi pagi rasanya menguap begitu saja setelah maraton melelahkan yang ia alami semalam.

Jiwa Aurelia di dalam tubuh ini benar-benar meronta, menuntut asupan karbohidrat berat. Dengan napas berat, ia mencoba menggeser kakinya ke pinggir ranjang. Begitu kakinya menyentuh lantai marmer yang dingin, sensasi linu yang luar biasa menjalar dari pangkal paha hingga ke pinggang.

"Sshhh... Aduh! Mas Radit... bener-bener ya. Ini bukan lagi kram biasa, ini mah namanya penganiayaan berkedok cinta tingkat dewa!" ringis Nadia sambil memegangi sisi ranjang untuk menyeimbangkan tubuhnya yang limbung.

Nadia tidak mau terus-menerus menjadi pasien di kamar. Ia butuh udara segar, ia butuh melihat dunia bawah, dan yang paling penting ia butuh nasi putih dengan lauk melimpah. Maka, dimulailah perjuangan heroik itu.

Dengan langkah yang sangat lambat, ia merambat keluar kamar. Setiap satu langkah, ia harus berhenti untuk menarik napas. Jalannya benar-benar persis seperti pinguin kaki sedikit terbuka dan pinggul yang kaku. Ia merambat di sepanjang pegangan tangga marmer, jemarinya mencengkeram kuat beton ukiran itu.

Penampilannya saat itu benar-benar dramatis. Wajahnya pucat tanpa riasan, namun matanya terlihat sayu yang eksotis. Rambut hitamnya sengaja ia gerai menutupi sebagian bahu, namun sedikit acak-acakan alami, memberikan kesan habis dicintai dengan intensitas tinggi yang sangat kuat.

Baru saja ia mencapai pertengahan tangga, suara melengking yang sangat ia benci membelah kesunyian lobi.

"Mana menantu kurang ajar itu?! Jam segini belum turun ke bawah? Dasar wanita pemalas, mentang-mentang sedang hamil malah jadi parasit!" Nyonya Sekar melangkah masuk dengan hentakan sepatu hak tinggi yang nyaring, diikuti Siska yang mengekor dengan wajah judes yang sengaja dibuat-buat.

Langkah Nadia terhenti. Ia memegangi perutnya yang sedikit kram karena stres mendadak, lalu menarik napas panjang. Mood makannya langsung menguap, digantikan oleh adrenalin barbar yang mulai memompa.

"Eh... Mama... Siska..." suara Nadia keluar dengan nada yang sangat lirih, serak, dan terdengar sangat lemas, seolah ia baru saja selamat dari badai besar.

Nyonya Sekar mendongak ke arah tangga, matanya menyipit penuh kebencian melihat Nadia yang masih menggunakan daster satin maroon premium gaun tidur yang ia tahu adalah pemberian Raditya.

"Nadia! Kamu lihat jam berapa ini?! Baru bangun jam dua siang? Istri macam apa kamu ini, membiarkan suamimu berangkat kantor tanpa diurus bajunya, tanpa disiapkan sarapannya!" semprot Nyonya Sekar dari bawah tangga.

Siska menimpali dengan nada sinis, bibirnya mencibir. "Iya Kak Nadia, Mas Radit itu sibuk urus perusahaan, bukan urus istri yang kerjanya cuma molor. Apa Kakak nggak malu dilihatin para pelayan? Benar-benar nggak punya harga diri sebagai Nyonya rumah."

Nadia tidak membalas dengan kemarahan. Ia justru memasang wajah paling tersiksa yang pernah ada. Sambil meringis pelan, ia melanjutkan langkah pinguinnya menuruni sisa anak tangga. Bi Sum yang melihat itu langsung lari sigap menyambut dan memegangi lengan Nadia.

Begitu kakinya menginjak lantai lobi, Nadia seolah kehilangan kekuatan. Ia terduduk lemas di sofa ruang tamu, tepat di depan Nyonya Sekar dan Siska yang berdiri berkacak pinggang.

Nyonya Sekar baru saja akan menyemburkan omelan jilid dua, namun tiba-tiba lidahnya kelu. Kalimatnya tertahan di kerongkongan. Matanya yang tajam menangkap pemandangan di leher jenjang Nadia yang putih. Di sana, di bawah tulang selangka dan leher samping, terdapat beberapa tanda kemerahan dan keunguan yang sangat jelas. Tanda yang tidak bisa dimanipulasi oleh siapa pun.

Wajah Nyonya Sekar memucat, lalu berubah menjadi merah padam karena malu dan syok. "I-itu... leher kamu... Kamu! Kamu sengaja ya memamerkan itu di depan Mama?! Benar-benar murahan!"

Nadia pura-pura tersentak kaget. Ia menutup lehernya dengan tangan yang gemetar akting yang sangat sempurna namun ia justru sengaja menyisakan celah di antara jemarinya agar tanda perang itu makin terlihat kontras.

"Aduh Mama... maaf. Nadia benar-benar minta maaf kalau Mama tersinggung," ucap Nadia dengan nada bicara yang terputus-putus seolah ia sedang menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. " Mas Raditya semalam... dia benar-benar tidak bisa dikasih tahu. Nadia sudah bilang kalau Nadia sedang lemas karena hamil muda dan butuh istirahat, tapi Mama tahu sendiri kan bagaimana putra Mama kalau sudah menginginkan sesuatu? Tenaganya itu lho, Ma... Mas Raditya benar-benar... agresif. Nadia sampai tidak sanggup jalan tegak sekarang."

Deg.

Siska yang mendengar itu merasa seperti dihantam gada besi tepat di dadanya. Bayangan Raditya pria kaku, dingin, dan berwibawa yang dipujanya selama bertahun-tahun ternyata bisa bersikap seagresif dan seganas itu pada Nadia di dalam kamar. Imajinasi itu membuat dadanya sesak. Air mata mulai menggenang di pelupuk mata Siska.

"Nggak mungkin... Mas Radit nggak mungkin sebrutal itu sama perempuan kayak kamu! Kamu pasti bohong kan?!" suara Siska bergetar hebat, ia mulai menangis sesenggukan di tempat.

Nadia menatap Siska dengan pandangan prihatin yang sangat menyakitkan bagi lawan. "Siska sayang... jangan menangis. Kakak juga sebenarnya kaget. Ternyata Mas Radit yang kalian kira kulkas dua belas pintu itu, kalau di dalam kamar berubah jadi singa lapar yang nggak punya rem. Kakak sampai kewalahan, Siska... pinggang Kakak rasanya mau patah, perut juga sedikit kram karena saking... ya, begitulah Mas Radit kalau sedang rindu."

"CUKUP! TUTUP MULUTMU!" teriak Nyonya Sekar, wajahnya sudah seperti kepiting rebus.

Ia merasa harga dirinya jatuh karena membahas hal vulgar dengan menantunya.

"Kamu benar-benar tidak tahu malu, Nadia! Berani-beraninya membicarakan urusan ranjang di depan Mama!"

"Lho, bukannya Mama ke sini memang mau memberi 'nasihat' soal urusan rumah tangga?" Nadia mengerjapkan mata polosnya yang sayu, meskipun di balik itu jiwa Aurelia sedang tertawa barbar. "Nadia cuma mau jujur kenapa Nadia terlambat bangun. Nadia lemas sekali, Ma. Rasanya seluruh persendian Nadia lepas. Apa Mama punya resep jamu keluarga untuk memulihkan tenaga setelah... perang yang panjang semalam?"

Nyonya Sekar merasa tensinya naik ke ubun-ubun. Niat hati ingin memojokkan Nadia sebagai istri gagal, malah ia yang kena mental karena diperlihatkan betapa putranya sangat menginginkan menantu yang ia benci ini.

Siska sudah tidak kuat lagi menahan rasa cemburu dan sakit hatinya. Ia menutup mulutnya dengan telapak tangan dan lari keluar mansion sambil menangis kencang, suaranya meraung di pelataran. "Mas Radit jahat! Mas Radit jahat banget!"

Nadia melihat kepergian Siska dengan senyum tipis yang muncul hanya sedetik sebelum hilang kembali. Mampus lo ulat bulu! Makanya jangan suka godain suami orang kalau mental lo cuma seujung kuku! batinnya puas.

Nyonya Sekar menunjuk Nadia dengan jari yang gemetar hebat karena amarah yang tertahan. "Kamu... kamu benar-benar licik dan berbahaya, Nadia! Kamu sudah meracuni pikiran anakku!"

"Mama jangan marah-marah terus, nanti darah tingginya kumat," Nadia memegangi perutnya sambil meringis kesakitan yang tampak sangat nyata karena efek linu yang memang masih tersisa. "Aduh... Ma, sepertinya cucu Mama ini protes kalau Neneknya bicara keras-keras. Perut Nadia kram lagi, aduh..."

Nadia bersandar lemas pada Bi Sum. "Bi Sum... tolong, saya mau ke ruang makan. Saya harus makan banyak agar bayi ini kuat, dan supaya saya punya tenaga. Mas Radit tadi pagi sebelum berangkat pesan berkali-kali agar saya jangan sampai telat makan setelah dia menghajar saya habis-habisan semalam."

Nyonya Sekar hanya bisa melongo, tak mampu lagi mengeluarkan kata-kata makian. Ia melihat Nadia yang dibantu Bi Sum berjalan pelan, menyeret kakinya menuju ruang makan. Ia merasa kalah telak. Senjata moral yang ia siapkan dari rumah hancur seketika oleh kenyataan bahwa Raditya-lah yang membuat Nadia dalam keadaan mengenaskan seperti itu.

"Raditya... anak itu benar-benar sudah hilang akal karena wanita ini," gumam Nyonya Sekar dengan suara lemas. Ia menghentakkan kakinya kesal lalu berbalik pergi untuk menyusul Siska yang masih menangis di mobil.

Di ruang makan, begitu sosok Nyonya Sekar menghilang, Nadia langsung menghela napas panjang dan duduk dengan lega. "Hah... gila, capek juga akting lemes sambil nahan tawa. Tapi lihat muka Siska tadi? Puas banget gue! Worth it biarpun pinggang gue serasa mau copot!"

Bi Sum mendekat sambil membawa mangkuk sup ayam yang aromanya menggoda. "Ibu hebat sekali. Nyonya Besar sampai tidak bisa membalas satu kata pun."

Nadia menyengir lebar, menunjukkan deretan giginya yang rapi meskipun wajahnya masih terlihat lesu. "Ini namanya teknik 'Sekali Dayung, Mertua dan Ipar Hanyut ke Empang', Bi. Sekarang, mana makanannya?! Saya mau makan porsi kuli, saya butuh tenaga ekstra buat 'melawan' singa lapar itu nanti malam kalau dia mau macam-macam lagi!"

****

Bersambung...

1
Noey Aprilia
Arsen...siap2d gerebek emakmu....kl kthuan bbo bareng,bkln lngsng d sruh nikah....🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Ngalah kay....
jgn smp abangmu murka krna km nksir cwek incarannya....
partini
satu cewe jadi rebutan dua pangeran 🤭🤭🤭 ,kaya drama AI gadis cantik dan 2 alpha nikah sama ••••••
neng ade
jangan ada konflik di antara Arsen dan Kay, kasih cewek yang bisa membuat Kay tak Ter bayang² lagi pada Clara
Helen@Ellen@Len'z: benar🤣🤣🤣🤣🤣🤣bgt🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Noey Aprilia
Ancamn abangmu ga maen2 loh kay...
jd jgn coba2 godain clon kk iparmu,bsa2 km d lmpar k ktub utara...🤣🤣🤣....
tp ykin bgt kl arsen bkln bucin,posesif,plus kaku ky bpknya....
Al Bunda
ciwwciwaw...🤭🤭
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
siska ni ga punya kerjaan apa gimana sih perasaan nempel mulu sama tante nya, kayak jin aja 😌
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bude udah jd ibu tapi masa ga paham sih sama hormon ibu hamil 😒
Noey Aprilia
Kl arsen mh ykin anknya papa radit,scra sma2 kulkas....tp kay knp jd playboy????🤔🤔🤔....
hobinya tbar psona,iklan psta ggi sna sni....🤣🤣🤣...
btw,jgn brani godain cwek brusan y kay...lwanmu berat.....
Jessica Xie
adoh adoh jangan ada perpecahan persaudaraan ya thor
buat si kaysan jadi mak comblang yg menyatukan keduanya🤭
neng ade
cewek ituu calon kakak ipar mu Kay
Misti
Nambah seruuu henerasi dinasti hadiwinata
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
eh gimana siska itu anak dr ibunya raditya juga? bukannya di atas di bilang dia cuma sepupu aja ya? brati kan harusnya ibu nya raditya itu tante nya 🤔
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wkwk aku suka ke-asbun-an ini 😆
neng ade
ciee, ciee, Abang Arsen udah terkena panah asmara nihh
neng ade
Abang Arsen lagi terpesona sama gadis incaran nya, fokus putra sulung dulu, kalau Kay rada genit dia pasti mudah dapetin wanita idaman nya
Dewi Ansyari
🤣🤣🤣mertua dan Siska kasihan kalau lawan Nadia yg sudah berubah🤣🤣🤣
Dewi Ansyari
🤣🤣🤣Radit kalah sama Bumil🤣🤣🤣
Dewi Ansyari
Radit kamu salah tempat untuk marah2😡😡😡
Dewi Ansyari
🤣🤣🤣🤣Aurelin di lawan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!