Sebuah rumah yang menyimpan rahasia besar selama ratusan tahun kini mulai membuat penghuninya terganggu.
Tak hanya gangguan mistis, pemiliknya juga mulai sakit sakitan dan mulai menyadari ada yang aneh dengan rumah yang dia tinggali itu.
Akankah pemilik rumah itu berhasil memecahkan misteri di dalam rumah yang sudah puluhan tahun dia tempati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Caringin
"Mereka sedang apa?" gumam Karta yang tiba tiba saja sudah berdiri di belakang Norman.
"Sudah kalian gali?" tanya Norman
"Sedikit sulit Mbah soalnya tanahnya keras, seperti yang Mbah katakan, ada darah di dalam akar pohon ini" jawab anak buahnya.
"Ambil darah itu, Itu adalah darah makhluk bernama Caringin yang aku kurung di dalam pohon ini" perintah Norman
Karta terkejut, Caringin adalah makhluk yang selama ini mengikuti dirinya secara diam diam, apa mungkin Caringin sedang meminta tolong saat itu karena darahnya di manfaatkan Norman untuk sebuah ritual atau mungkin darahnya di gunakan untuk keuntungan Norman sendiri.
"Baik Mbah" jawab orang orang itu
Mereka segera mengambil botol botol yang mereka bawa dari rumah Norman, botol kaca berwarna putih yang merupakan botol yang sering di berikan Norman pada para pasiennya yang menginginkan ilmu pesugihan atau ketenaran, karena darah Caringin mampu menarik para makhluk yang biasa digunakan untuk pesugihan, seperti babi ngepet, tuyul, kuntilanak, monyet, pocong dan banyak lagi
"Hrrrr....."
Suara Caringin terdengar lemah saat darahnya di masukkan ke dalam botol botol kecil itu, darah yang orang orang pikir adalah getah pohon itu sebenarnya hanya bisa di lihat oleh orang orang tertentu saja. Warnanya coklat kemerahan, tapi dalam penglihatan Karta, ada warna hijau di dalamnya yang merupakan energi Caringin yang berarti sosok itu sosok baik.
"Aku akan menolongmu" ungkap Karta
"Suara siapa itu!" bentak Norman melihat sekeliling karena mendengar suara Karta
"Tidak ada suara apapun Mbah" ucap anak buahnya.
"Apa mungkin hanya perasaanku saja, atau pohon ini yang tadi bersuara" gumam Norman tapi kembali melihat ke sekeliling tempat itu, Karta sudah ditarik Caringin ke dalam kulit pohonnya agar keberadaan Karta tidak bisa di rasakan Norman
"Lanjutkan" ucap Norman
Karta sebelumya sudah mencampur sirih merah milik Kharissa ke dalam darah itu yang otomatis tercampur ke dalam botol botol yang untungnya tidak di ketahui Norman. Dan efeknya akan membuat darah darah itu kehilangan kesaktiannya dan tidak berguna untuk Norman.
"Pergilah, nanti aku akan gunakan sisa energiku untuk menemui kalian" bisik Caringin di telinga Karta yang tiba tiba tertarik ke dalam sebuah lubang hitam yang begitu gelap
######
Di rumah Karta
"Allahu Akbar!
Karta terbangun di atas kasur miliknya dengan nafas tersengal, keringat dingin juga sudah memenuhi pelipisnya yang saat itu langsung di usap Hatta, Hatta sudah merasa khawatir karena Karta pingsan cukup lama dari siang sampai sore, di tambah Karta juga meracau dalam pingsannya terus memanggil nama Caringin.
"Ini minum dulu" ucap Hatta memberikan air minum untuk Karta
"Nak, dukun itu bukan sedang buang jin, dia mengambil darah Caringin untuk sarana ritual pesugihan.
"Buang jin apa pak?" tanya Hatta
Karta lalu menceritakan tentang dia yang akan membawa koper pakaian Jessica ke rumah Tama, tapi dia melihat seorang dukun yang terkenal di kampung duku sedang menggali sesuatu di pinggir hutan dekat rumah Tama. Karta juga mengatakan kalau penjaga mengira mereka sedang membuang jin tapi Karta mengatakan kalau itu tidak benar karena dia kembali tiba tiba saja keluar dari raganya.
"Innalilahi, kamu yakin?" tanya Tama terkejut karena dia yang mengantarkan Karta pulang.
"Iya Tama, kasihan Caringin sudah mulai lemah karena akarnya terus di potong dan darahnya di ambil" jawab Karta
Karta menceritakan kalau dia bisa melihat makhluk halus pada Tama agar Tama tidak terkejut karena sepertinya Tama sedikit ragu mendengar cerita Karta, tapi setelah Hatta mengatakan Jayden juga bisa melihat makhluk halus, barulah Tama percaya karena dia juga sering melihat Jayden bicara sendiri dulu saat pertama menikah dengan Tisya.
"Ayo kita tolong dia Hatta" ucap Karta
"Dia bilang akan ke sana nanti malam dengan sisa energinya, dia ingin bicara dengan kita" ucap Karta lagi
"Tapi ini juga sudah malam" ucap Hatta
"Mungkin dia sudah menunggu di luar, ayo kita lihat" ucap Hatta
"Ayo"
"Kamu kuat berjalan?" tanya Tama
"Sedikit lemas tapi aku akan baik baik saja" jawab Karta
Mereka segera turun ke bawah dan menuju ke halaman depan, di sana memang sudah menunggu Caringin yang masih berwujud tinggi kurus, hanya saja dia terlihat lemah dan tidak bisa terlalu lama berdiri. Hatta segera menghampiri Caringin yang terlihat senang karena akhirnya dia bisa bertemu Hatta secara langsung.
Caringin adalah sosok pohon yang sering terlihat mengikuti Karta sejak tiga tahun terakhir, di tidak di ketahui oleh Karta dulu tapi sekarang Karta bisa melihatnya dan Caringin meminta pertolongan dari Karta setiap kali Karta keluar dari rumahnya.
"Kami akan menolong kamu" ungkap Hatta yang tahu dari Karta kalau Caringin begitu menyayangi Hatta yang dulu sempat memberikan air kepada Caringin saat Hatta masih SMP.
"Aku tidak ingin pertolongan biasa, sejak zaman dulu akarku selalu di manfaatkan orang orang tidak bertanggung jawab, aku hanya ingin meminta sesuatu dari kalian" jawab Caringin
"Apa itu?" tanya Karta
"Sosokku adalah satu satunya yang tersisa, tapi tunasku yang baru akan tumbuh saat gerhana bulan besok malam, kalian musnahkan aku dan ambil tunas baru milikku, tempatkan di tempat paling aman di lahan ini agar ada sisa energiku yang masih bisa tumbuh jadi sosok Caringin yang baru" jawabnya
"Tapi di mana" tanya Hatta
"Di belakang rumah ini, di sana aman dan Norman tidak akan merusak hutan di sana" jawabnya
"Tapi kamu masih bisa selamat kalau kamu mau" ucap Hatta menggenggam tangan Caringin, lebih tepatnya hari telunjuk Caringin karena tingginya yang begitu menjulang tapi tangannya begitu panjang.
"Percuma aku hidup tapi di jadikan tumbal orang orang serakah itu, aku bahkan sudah tersegel di sana dan tidak bisa pergi, gerhana besok malam Norman akan ke sana dan aku akan membuat dukun itu mati di tangan ku" ucap Caringin
"Kami akan membantu kamu, dia juga yang sudah membuat warga kampung ini banyak tersesat" ucap Hatta
"Terima kasih karena sudah membantuku, aku harus kembali karena energiku harus aku persiapkan untuk besok malam" ucap Caringin
"Aku akan menemanimu mengobrol malam ini, sambil memulihkan energi mu meski mustahil karena tubuhmu sudah rusak dan hampir kering" ucap Urfa
"Terima kasih, setidaknya di hari terakhirku aku masih punya satu teman mengobrol" ungkap Caringin
Tangannya mengusap rambut Hatta, dia begitu menyukai Hatta dari sejak Hatta menolongnya yang hampir mati dulu, bahkan Caringin sempat ingin membawa Hatta untuk dia jadikan anaknya tapi dia urungkan setelah mengingat kalau dirinya adalah jin taklukan Norman.
"Simpan ini, ini adalah sisa kenangan ku untuk kamu" ucap Caringin mengisi cincin kayu milik Hannah dengan energi miliknya agar cincin itu semakin kuat dan berkilau meski terbuat dari akar kayu.
"Hiks... Maafkan kami karena tidak mengerti arti kemunculan kamu beberapa hari ini" ungkap Hatta memeluk Caringin setelah Caringin memperlihatkan ingatan dirinya yang selalu berada di sekitar Karta.
ma'af thor mau nanya itu nyonya meneer sudah berdiri sejak taun berapa🤭🤭🤭