Indonesia
NovelToon NovelToon
Terlalu Tinggi Untuk Kamu Gapai

Terlalu Tinggi Untuk Kamu Gapai

Status: tamat
Genre:CEO / Balas Dendam / Cintapertama / Tamat
Popularitas:963
Nilai: 5
Nama Author: Kacang atoom

Seorang pelayan yang dihina dan dikhianati bangkit sebagai CEO konglomerat misterius demi membalas dendam, namun takdir penyesalan dan pengorbanan mengubah rasa benci tersebut menjadi perjuangan cinta sejati yang mendewasakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacang atoom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Murka Danang

​Lampu-lampu sorot di ballroom utama perlahan memudar seiring berahirnya Pesta Dansa Amal Tahunan Adhitama Group. Di lorong bagian belakang gedung yang temaram, Siska melangkah ragu dengan tubuh yang lemas tak bertenaga.

Perban baru melilit rapi di lutut dan jemarinya yang sempat tergores pecahan kaca, namun rasa sakit fisik itu tak sebanding dengan horor yang merayapi benaknya. Setiap bayangan yang tercipta dari pilar-pilar beton terasa seolah siap menelannya bulat-bulat.

​Ketika Siska menyeberangi pintu pembatas menuju area parkir basement khusus VIP yang sepi dan dingin, sebuah bayangan hitam mendadak melesat dari balik tiang beton raksasa.

​Greb!

​"Aaa!" jerit Siska tertahan saat sebuah tangan kekar mencengkeram lengan atasnya dengan amat kasar, lalu menyeret tubuhnya tanpa ampun ke sudut parkiran yang paling gelap dan jauh dari jangkauan kamera pengawas.

​"Diam kamu, wanita tidak berguna!" bentak sebuah suara yang terengah-engah dan penuh oleh kebencian yang teramat sangat.

​Siska terhempas keras ke dinding beton yang dingin hingga napasnya tersengal. Saat ia mendongak dengan wajah pucat pasi, matanya menangkap sosok Danang yang kini benar-benar telah kehilangan akal sehatnya.

Urat-urat di leher dan pelipis pria itu menegang menonjol, dadanya naik turun dengan liar, dan matanya merah padam memancarkan kilatan pembunuh yang membakar.

​"Danang... le-lepaskan aku..." bisik Siska ketakutan, merapatkan tubuhnya ke dinding beton seraya mencoba menutupi wajahnya dengan kedua tangan yang gemetar.

​"Lepaskan?!" tawa Danang terdengar melengking, gila, dan bergema mengerikan di area basement yang sunyi.

"Kamu tahu apa yang sudah kamu lakukan malam ini, Siska?! Kamu sengaja menggagalkan rencanaku! Kamu sengaja menumpahkan minuman itu karena kamu masih berharap pada si gembel Rendy itu, kan?!"

​"Nggak, Danang! Bukan begitu!" jerit Siska, air mata ketakutan dan keputusasaan kembali meluncur deras membasahi pipinya.

"Rencana itu jahat! Itu jebakan kriminal! Kalau kita melakukan itu, kita tidak ada bedanya dengan iblis! Aku tidak mau makin menghancurkan hidup orang lain!"

​"Bicara apa kamu, hah?!" Danang mencengkeram rahang Siska dengan jari-jarinya yang kuat sampai Siska meringis kesakitan.

"Dengar baik-baik, Siska! Akibat kebodohan dan kesok-sucianmu malam ini, besok pagi orang-orang Gozali Capital akan menyita seluruh aset keluargaku! Ayahmu akan masuk penjara karena penggelapan dana, dan aku... aku akan membusuk di jalanan!"

​Danang mendorong Siska hingga kepala belakang wanita itu terantuk pelan ke dinding. Pria itu mundur satu langkah, dadanya membumbung oleh amarah yang sudah mencapai puncaknya. Seluruh kekalahan, keputusasaan, dan rasa terhina yang ia tumpuk selama bertahun-tahun kini diluapkan sepenuhnya kepada wanita di depannya.

​"Wanita sialan! Kamu dan keluargamu benar-benar membawa kemalangan dalam hidupku!" taring-taring amarah Danang mencengkeram udara malam.

​Dengan mata melotot gila dan rahang terkatup rapat, Danang mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi ke udara. Jemari tangannya mengepal erat menjadi tinju yang siap dihantamkan, berniat meremukkan wajah Siska demi melampiaskan seluruh murkanya yang tak tertahankan.

​"Mati kamu, Siska!" teriak Danang histeris seraya mengayunkan tangannya dengan kecepatan penuh menuju wajah Siska.

​Siska memejamkan matanya rapat-rapat, merintih dalam pasrah dan ketakutan yang mencekam. Ia menyilangkan tangannya di depan dada, bersiap menerima hantaman keras yang akan menghancurkan sisa-sisa hidupnya.

​Sret!

​Angin pukulan itu terasa begitu dekat dengan kulit wajah Siska, namun benturan yang ia bayangkan tidak pernah terjadi.

​Suasana basement mendadak hening seketika. Hanya suara embusan napas Danang yang memburu yang terdengar membelah malam.

​Siska perlahan membuka matanya dengan jemari gemetar.

​Tangan Danang terhenti di udara, hanya berjarak beberapa sentimeter saja dari pipi Siska. Di pergelangan tangan Danang yang berurat itu, sebuah jemari kokoh berbalut jam tangan kemewahan murni mencengkeramnya dengan amat kuat—sebuah cengkeraman besi yang tak bergeming sedikit pun meski Danang berusaha menghentakkannya dengan seluruh tenaga.

​Sesosok pria bertubuh tegap berdiri anggun di antara kegelapan basement. Jas hitam mewahnya memantulkan remang cahaya lampu parkiran, sementara matanya yang tajam bagaikan pedang es mengunci sosok Danang tanpa belas kasihan.

​Rendy Adhitama.

​"Menyentuh seorang wanita untuk melampiaskan kegagalanmu sendiri..." suara Rendy terdengar sangat pelan, rendah, namun memiliki gema yang sanggup membekukan darah siapa pun yang mendengarnya.

"Kamu benar-benar pria paling menjijikkan yang pernah saya lihat, Danang."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!