Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM DI DUNIA KULTIVASI

SISTEM DI DUNIA KULTIVASI

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Time Travel
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Chen Yiyi adalah pelayan di Puncak Sakte. Namun nyaris tak ada satu pun murid atau Tetua Sekte yang pernah melihat wajahnya. Dia tak pernah turun ke bawah, tak pernah bergaul, tak pernah meminta apa-apa.

Selama ini dia hanya mengurung diri di gubuk tua itu, merawat taman bunga obat dan menjaga tempat ini untuk orang yang pernah memberinya tempat bernaung — Tetua Puncak Sakte.

Hingga hari itu, kabar datang bagaikan badai: Tetua Puncak telah meninggal dunia. Tanpa pelindung, tanpa nama, tanpa keluarga, Chen Yiyi merasa tak ada lagi alasan baginya untuk tetap hidup. Di tengah malam yang sunyi, di dalam gubuk tua itu, dia memilih mengakhiri hidupnya sendiri.

Darah menetes ke lantai kayu yang lapuk. Matanya perlahan tertutup. Napasnya berhenti.

Namun kematian bukanlah akhir.
Saat kesadaran asli Chen Yiyi lenyap, seketika itu juga cahaya menyelimuti ruangan. Sebuah jiwa dari dunia lain, seorang manusia dari zaman modern yang baru saja meninggal, tersentak masuk ke dalam tubuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Bertanding

Tiga hari berlalu. Arena utama Kota Pusat dipenuhi ribuan orang. Di kursi kehormatan, para tetua Sekte Awan Tinggi duduk tenang — wajah mereka penuh keyakinan.

Sudah tiga tahun berturut-turut juara berada di tangan mereka. Tahun ini pun, mereka yakin hal yang sama akan terjadi.

Di sudut arena, Lin Yue berdiri diam. Cadar putih menutupi separuh wajahnya, tak satu pun yang tahu siapa dia. Di sampingnya, ketiga murid berdiri tegak — jubah putih lis emas berkilau di bawah sinar matahari, menarik perhatian siapa pun yang lewat.

~ BABAK PERTAMA

Pertandingan dimulai. Nama pertama yang dipanggil — Xiao Tian. Lawannya seorang murid Sekte Awan Tinggi, Tahap 2 Tingkat 5.

Murid Awan Tinggi tertawa dengan tatapan mengejek "Keluarlah dari sini. Tak perlu mengotori tanganku mengalahkan orang tak dikenal.!"

Xiao Tian tidak menanggapinya, dia sudah sering melihat orang seperti itu. "Silahkan bergerak duluan.!"

Lawan itu menyerang dengan cepat. Xiao Tian tak bergerak — hingga detik terakhir, dia melangkah miring dan mengangkat satu tangan.

⭐ TEKNIK CAHAYA BINTANG — SINAR TERKONSENTRASI!

Hanya satu gerakan, satu sinar. Lawan terdorong mundur hingga jatuh ke tepi arena. Kalah. Satu jurus saja.

Penonton berteriak tak percaya "Satu jurus?! Dia kalah hanya dengan satu jurus?! Itu mustahil! Murid Awan Tinggi itu tingkatnya lebih tinggi darinya!"

Pengamat: "Dia bahkan tidak menggunakan kekuatan penuh! Teknik itu dikendalikan dengan sempurna — dia sengaja tidak melukai lawannya! Siapa mereka sebenarnya?"

~ BABAK KEDUA — HILANG DALAM SEKEJAP

Su Ling naik. Lawannya murid dari sekte besar lain, Tahap 2 Tingkat 4.

Lawan itu mengayunkan cambuk energi — tapi Su Ling sudah tidak ada di tempat.

~ TEKNIK ANGIN HUTAN — BAGIAN TANPA JEJAK!

Dalam sekejap mata, dia muncul di belakang lawan, menyentuh bahunya pelan. Lawan kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Kalah. Satu jurus.

Penonton: "Dia menghilang! Satu sentuhan saja dan menang?! Itu bukan kecepatan biasa! Sekte mana mereka ini?"

~ BABAK KETIGA

Tie Shan naik. Lawannya murid Sekte Awan Tinggi, Tahap 2 Tingkat 6 — jauh lebih tinggi tingkatannya.

Lawan itu menyerang dengan kekuatan penuh — pukulan keras mengenai dada Tie Shan. Terdengar bunyi denting logam yang nyaring. Tie Shan tak bergeser sejengkal pun.

~ TEKNIK BADAN EMAS TAK TERGOYANGKAN!

Tie Shan: "Giliranku.!"

Satu pukulan pelan ke depan — lawan itu terlempar keluar arena. Kalah. Satu jurus saja.

Penonton bergemuruh "Dia tidak bergerak sedikit pun! Serangan penuh tidak mempan! Satu pukulan dan selesai?! Mereka bertiga menang hanya dengan satu jurus setiap pertandingan!"

***

Tiga hari pertandingan berlalu. Xiao Tian, Su Ling, dan Tie Shan terus menang — setiap kemenangan diraih hanya dalam satu atau dua jurus, tak pernah lebih.

Seluruh penonton mulai menyebut nama mereka dengan kagum dan takjub. Hingga akhirnya pengumuman tiba.

Pengumuman: "Juara 1 — Xiao Tian! Juara 2 — Su Ling! Juara 3 — Tie Shan! Semua dari Sekte Surgawi Langit!"

Seluruh arena meledak dengan sorak-sorai. Tiga tempat teratas diambil oleh sekte yang tak pernah dikenal — dan setiap kemenangan diraih dengan sangat mudah, seakan mereka tidak pernah berusaha sekuat tenaga.

Di kursi kehormatan, para tetua Sekte Awan Tinggi saling berpandangan, untuk pertama kalinya, ketakutan muncul di mata mereka.

Di sudut arena, Lin Yue tersenyum tipis di balik cadarnya.

[ MISI TERCAPAI — MERAIH 3 BESAR DI PERTANDINGAN PENYULINGAN QI!]

[ MENERIMA HADIAH MISI — DISIMPAN DI PENYIMPANAN SISTEM:]

~ HADIAH:

✓ Teknik Langkah Ruang — bisa melintasi jarak jauh dalam sekejap mata

-✓ Menara Kultivasi — bangunan 9 lantai, lantai tertinggi mempercepat kultivasi hingga 3x lipat! (Akan muncul di sekte saat kembali)

✓ 2 Kartu Pemanggilan Tahap Nirmala, disimpan di penyimpanan Sistem, siap dipanggil kapan saja

-✓ 1000 Butir Pil Penawar Racun — menetralkan racun di bawah Tahap 7, tersimpan di penyimpanan Sistem

Semua hadiah tetap berada di penyimpanan Sistem — tidak ada benda yang muncul di tangan Lin Yue.

Hanya dia sendiri yang tahu, kekuatan baru itu sudah menjadi miliknya, tinggal menunggu waktu untuk digunakan.

Lin Yue berjalan ke arah ketiga muridnya yang sedang menerima hadiah. Mereka berlutut saat melihatnya mendekat — bukan karena takut, tapi karena hormat.

Juara 1 — 50 Butir Batu Spiritual Tingkat Tinggi + Pedang Pusaka Cahaya Langit

Juara 2 — 30 Butir Batu Spiritual Tingkat Tinggi + Busur Pusaka Angin Senyap

Juara 3 — 20 Butir Batu Spiritual Tingkat Tinggi + Perisai Pusaka Baja Tak Tergores

Panitia: "Batu spiritual ini bisa langsung diserap untuk mempercepat kultivasi. Dan senjata pusaka ini — telah ditempa dengan energi roh selama ratusan tahun. Hanya mereka yang berjiwa murni yang bisa menggunakannya dengan sepenuhnya.!"

Ketiga murid menerima hadiah itu dengan hormat. Batu spiritual itu bersinar terang di tangan mereka — energi murni yang terasa begitu pekat.

Dan senjata pusaka itu... seakan menyatu dengan jiwa mereka sejak pertama kali dipegang.

Xiao Tian memegang pedang — dia merasakan cahaya bintang berdenyut di dalamnya.

Su Ling memegang busur — angin berhembus pelan di sekitarnya.

Tie Shan memegang perisai — dia merasa seakan memegang gunung itu sendiri.

Lin Yue: "Kalian melakukannya dengan baik. Satu jurus setiap pertandingan... kalian tidak hanya menang, kalian juga menunjukkan bahwa kalian tidak pernah menggunakan kekuatan penuh. Itu kebijaksanaan yang lebih berharga daripada kemenangan itu sendiri. Kembali ke sekte — ada tempat baru yang menanti kalian untuk berkultivasi lebih cepat dari sebelumnya.

Xiao Tian, Su Ling, Tie Shan: "Siap, Guru!"

"Simpan semua hadiah kalian!" Pinta Lin Yue. Sistem sudah memberi banyak cincin ruang penyimpanan.

Mereka berjalan keluar arena — tiga murid berjubah putih lis emas, dan sosok misterius di depan dengan cadarnya.

Di belakang mereka, para tetua Sekte Awan Tinggi berdiri diam, wajah mereka suram. Mereka tahu — sesuatu yang besar telah berubah hari ini. Pesaing sejati akhirnya muncul. Dan kemenangan itu... baru permulaan.

...----------------...

— PARA TETUA SEKTE AWAN TINGGI

Di Aula Agung Sekte Awan Tinggi, aroma dupa menyelimuti ruangan. Tujuh Tetua tertinggi duduk melingkar, wajah mereka suram. Di tengah meja, papan berisi hasil pertandingan Kota Pusat tergeletak — tiga tempat teratas semuanya milik Sekte Surgawi Langit.

Tetua Pertama: "Sudah tiga ratus tahun tak ada yang berani menantang posisi kita. Dan sekarang... sekte yang tak pernah terdengar langsung meraih tiga tempat teratas dalam satu hari.!"

Tetua Kedua: "Setiap pertandingan hanya satu jurus. Tak satu pun lawan bertahan lebih dari tiga tarikan napas. Itu bukan kebetulan — itu kekuatan yang dikendalikan dengan sempurna.!"

Tetua Ketiga: "Aku sudah memeriksa catatan. Tidak ada sekte bernama Surgawi Langit di seluruh Wilayah Timur. Tidak ada pendaftaran, tidak ada catatan leluhur, tidak ada jejak sama sekali. Seolah mereka muncul dari udara kosong.!"

Tetua Keempat: "Murid-murid mereka bertiga saja yang terlihat. Tapi ada satu sosok lagi — berjubah putih, cadar menutupi wajah. Berdiri diam sepanjang pertandingan, tak pernah bicara, tak pernah bergerak berlebihan. Namun setiap kali muridnya mendekat... mereka tunduk hormat. Sosok itu bukan murid. Itu pemimpin mereka.!"

Tetua Pertama mengetuk meja pelan "Satu orang pemimpin, tiga murid, dan tak ada catatan sejarah. Namun kekuatan murid-muridnya... masing-masing setara dengan murid inti kita yang telah berkultivasi selama puluhan tahun. Siapa gurunya? Dari mana dia mendapatkan teknik begitu murni?"

Tetua Kelima: "Aku mengirim orang untuk mencari keberadaan mereka setelah pertandingan. Mereka menghilang. Sejak meninggalkan arena, tak ada yang melihat ke mana mereka pergi. Seakan kabut menelan mereka utuh.!"

Tetua Ketiga: "Hati-hati. Bukan sekte yang lemah bisa menghilang begitu saja. Itu kekuatan yang jauh di atas pemahaman kita.!"

Tetua Pertama: "Diamlah. Kita adalah penguasa Wilayah Timur selama ratusan tahun. Tak peduli dari mana mereka berasal — kita harus tahu. Kirim pengintai ke setiap gunung, setiap hutan, setiap kota. Cari jejak Sekte Surgawi Langit. Tapi berhati-hatilah... jangan sampai kita memancing naga yang tidur.

Semua Tetua: "Siap!" Wajah mereka terlihat begitu serius.

***

Berita itu menyebar lebih cepat dari angin. Di kedai teh, di pasar, di jalanan kota — semua orang membicarakannya.

Warga 1: "Kau lihat tadi?! Sekte Surgawi Langit! Tiga juara berturut-turut, semuanya satu sekte!"

Warga 2: "Jubah putih dengan lis emas... bersih dan berkilau seperti cahaya bulan. Belum pernah aku melihat seragam begitu indah!"

Warga 3: "Dan mereka hanya butuh satu jurus setiap kali bertanding! Tak ada yang bisa bertahan!

Warga 4: "Katanya gurunya juga ada di sana — sosok berjubah putih dengan cadar putih. Tak ada yang melihat wajahnya. Tapi siapa pun yang lewat di dekatnya, tanpa sadar merasa takut dan hormat.!"

Warga 5: "Sekte Awan Tinggi sudah berkuasa selama ratusan tahun. Tapi hari ini... aku rasa segalanya mulai berubah.!"

Penjual Makanan: "Sudah tiga generasi kakekku berjualan di sini. Selama itu, Sekte Awan Tinggi selalu menang. Tapi tahun ini... Sekte Surgawi Langit itu seperti matahari baru yang terbit.!"

Pemuda: "Aku mendengar bisik-bisik... mereka tinggal di Gunung Langit. Di puncak yang kabut selalu menutupi. Orang bilang siapa pun yang mencoba mendaki, akan tersesat dan kembali tanpa mengingat apa pun yang dilihatnya.!"

Warga 6: "Itu bukan sekte biasa. Itu pasti sekte kuno yang mengasingkan diri ribuan tahun lalu dan baru kembali!"

Warga 7: "Entah itu apa, tapi satu hal yang pasti... nama Surgawi Langit tak akan hilang begitu saja. Mereka akan kembali. Dan saat itu terjadi... seluruh Benua Langit Biru akan tahu siapa mereka sebenarnya.!"

Berita itu terus bergema, dari mulut ke mulut, dari kota ke kota. Sekte Surgawi Langit — nama yang asing, namun penuh kekuatan dan misteri.

Dan di puncak Gunung Langit, di balik Formasi Pelindung yang tak kasat mata, Lin Yue berdiri di gerbang sekte, menatap ke arah kota di kejauhan.

Cadarnya berkibar pelan. Dia tahu — bisikan itu baru permulaan. Suatu hari nanti, nama mereka akan bergema di seluruh benua, bukan lagi sebagai bisikan, melainkan sebagai legenda.

"Ini barulah permulaan.. Perjalanan kita masih panjang!"

.

.

.

1
Alia Chans
Hadirr Thor
cerita nya seru banget.... singgah juga di karya baru aku ya🤭🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!