Indonesia
NovelToon NovelToon
Suami Darurat: Sahabat Sendiri!

Suami Darurat: Sahabat Sendiri!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Kalau umur 30 gue belum nikah, lo wajib nikahin gue, Ka!"
​Janji konyol lima tahun lalu kini jadi bumerang untuk Nadira. Sisa waktunya tinggal menghitung hari, tapi semua perburuannya mencari pacar selalu berujung tragis—ditipu hingga nyaris jadi selingkuhan!
​Di sisi lain, ada Askara. Sahabat sejak kecil yang tampan dan mapan. Askara sengaja menolak ratusan wanita demi menanti hari ini tiba. Bagi Askara, janji umur 30 bukanlah lelucon, tapi strategi untuk memiliki Nadira seutuhnya.
​Waktu habis, Askara pun menagih janji! Nadira yang gengsi setengah mati terpaksa menikah dengan sahabat yang tahu semua kebiasaan buruknya.
​Mampukah Nadira bertahan saat Askara mulai membongkar batas friendzone dan menagih haknya sebagai suami?
​Gengsi tingkat tinggi VS Cinta tulus sahabat sendiri. Siapa yang bakal menyerah duluan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22: Pengakuan Masa Kecil dan Ciuman Cemburu

​Keheningan teras vila yang sempat menyelimuti mereka mendadak pecah oleh perubahan raut wajah Askara. Pria itu menyipitkan matanya, menatap ponsel Nadira yang masih tergeletak di atas meja. Walau panggilannya sudah dimatikan dan nomor Sagara sudah diblokir, rasa panas di dada Askara belum juga padam.

​Bagaimana mungkin anak magang bau kencur itu begitu berani menelpon Nadira berulang kali di akhir pekan?

​"Ka... lo kenapa ngeliatin HP gue kayak mau ngebakar gitu?" cicit Nadira bingung, memiringkan kepalanya.

​Tanpa mengalirkan ucapan sepatah kata pun, tangan kanan Askara bergerak cepat mencengkeram lembut tengkuk Nadira. Sebelum wanita itu sempat menyadari apa yang terjadi, Askara menarik tubuh Nadira mendekat dan langsung mendaratkan bibirnya di atas bibir Nadira dengan dominan.

​"Muuuph!"

​Nadira membelalak kaget. Kedua tangannya refleks memukul-mukul dada bidang Askara.

​"Askhara! Lhho... mmmph!" tumpah omelan Nadira yang terpotong habis di dalam mulut Askara.

​Nadira mencoba memberontak, mendorong bahu kekar pria itu dengan sisa tenaganya. Namun, usahanya sia-sia belaka. Askara justru makin mengencangkan cengkeramannya di tengkuk Nadira, mengunci pergerakan wanita itu agar tidak bisa meloloskan diri sedikit pun. Ciuman itu bukan lagi ciuman lembut seperti tadi malam, melainkan ciuman penuh rasa cemburu, penegasan kepemilikan, dan tuntutan mutlak.

​Askara menyesap bibir atas dan bawah Nadira bergantian dengan intensitas yang makin dalam. Hawa panas menyengat langsung menyebar ke sekujur tubuh Nadira, meruntuhkan pertahanan dan kepalan tangannya di dada Askara.

​Perlahan tapi pasti, pukulan di dada Askara melemah. Jemari Nadira yang tadinya mendorong kini berubah mencengkeram lipatan kaus hitam Askara. Kelopak matanya terpejam pasrah, dan atas desakan naluri yang aneh, Nadira mulai membalas pergerakan bibir Askara.

​Merasakan balasan manis dari calon istrinya, ciuman Askara melunak namun menjadi jauh lebih pekat dan menuntut. Pria itu menyelipkan jemarinya ke sela-sela rambut gelombang Nadira, menarik tubuh wanita itu hingga tak ada jarak tersisa di antara mereka di atas ayunan kayu tersebut.

​Dua menit berlalu dalam pagutan yang membakar itu. Paru-paru Nadira mendadak serasa kehabisan seluruh pasokan udara.

​"Mhnggh... As-ka... stop..." lenguh Nadira gelagapan di sela-sela ciuman, menepuk pelan bahu Askara dengan sisa napasnya yang tersengal.

​Askara akhirnya melepas peraduan bibir mereka dengan perlahan. Mengesampingkan rasa tidak relanya, ia membiarkan jarak tercipta beberapa sentimeter di antara wajah mereka.

​"Hah... hah... hah..." Nadira meraup oksigen sebanyak-banyaknya, dadanya naik turun dengan cepat. Pipinya memerah padam sampai ke telinga, sementara bibirnya tampak agak bengkak dan basah. "Lo... lo gila ya?! Bisa mati berdiri gue kalau gak bisa napas gini!"

​Askara tersenyum miring, menatap bibir merah itu dengan tatapan puas sekaligus penuh dahaga. Ia mengusap sudut bibir Nadira menggunakan ibu jarinya.

​"Itu hukuman buat lo," bisik Askara rendah.

​"Hukuman apaan?!" semprot Nadira bersungut-sungut, matanya melotot tajam. "Gue gak salah apa-apa ya! Yang nelfon kan si Gara, kenapa gue yang dihukum?!"

​"Hukuman karena lo bikin gue cemburu, Nadira," aku Askara santai tanpa rasa bersalah sedikit pun. "Lagian lo respon ciuman gue manis banget tadi. Jadi jangan nyalahin gue kalau gue gak mau lepas."

​"ASKARA!" jerit Nadira histeris, menyembunyikan wajahnya yang makin membara ke dalam kedua telapak tangannya. "Mesum! Mesum banget sih lo!"

​Askara terkekeh renyah melihat tingkah gemas Nadira. Pria itu menarik tangan Nadira dari wajahnya, lalu menggenggam jemari wanita itu rapat-rapat. Tatapan matanya yang tadi penuh gejolak cemburu kini berubah menjadi sangat lembut dan penuh nostalgia.

​"Lo tahu gak, Nad?" gumam Askara pelan, menyandarkan kepalanya di bahu Nadira.

​"Apaan lagi?" sahut Nadira judes, walau ia tidak menarik tangannya dari genggaman Askara.

​"Sebenernya gue mulai sadar kalau gue jatuh cinta setengah mati sama lo itu bukan pas kita SMA atau kuliah..." cerita Askara dengan suara rendah yang menenangkan. "Tapi jauh sebelum itu. Dari zaman kita masih SD."

​Nadira mengerutkan dahi, menoleh menatap samping wajah Askara. "Hah? Dari SD? Bukannya waktu SD kita sering berantem rebutan mainan?"

​"Iya, kita sering berantem. Tapi lo sadar gak sih betapa posesifnya lo ke gue waktu kecil dulu?" ledek Askara sambil melirik Nadira dengan senyuman jahil.

​"Posesif apaan?! Gue gak pernah posesif ya sama lo!" elak Nadira gengsi.

​"Masa gak ngaku?" Askara terkekeh pelan. "Lo ingat gak waktu kelas lima SD, ada anak cewek pindahan dari Surabaya yang ngasih gue kotak pensil gambar robot?"

​Nadira berkedip beberapa kali. Memori masa kecil yang sudah lama tertimbun mendadak muncul samar-samar di kepalanya.

​"Lo ingat kan apa yang lo lakuin ke anak itu?" cecar Askara menahan tawa. "Lo datengin meja dia pas jam istirahat, lo gebrak mejanya, terus lo bilang gini pakai suara cempreng lo: 'Askara itu cuma punya gue! Lo jangan coba-coba deketin dia atau ngasih-ngasih barang! Gue buang kotak pensil lo ke tong sampah!'"

​Mata Nadira membelalak lebar seketika. "E-eh?! Gue... gue gak pernah ngomong gitu!"

​"Gak cuma itu," lanjut Askara tanpa ampun membongkar aib masa kecil Nadira. "Waktu SMP, setiap ada cewek yang nitip surat cinta buat gue lewat lo, suratnya selalu lo robek-robek di depan muka mereka sambil lo labrak: 'Askara gak butuh surat murahan kayak gini! Dia cuma boleh jalan sama gue!' Lo selalu ngklaim ke semua cewek di sekolah kalau Askara cuma milik Nadira."

​"ASKARA PRADIPTA BOHONG!" jerit Nadira panik, berusaha menutup mulut Askara dengan telapak tangannya. Wajahnya kini tidak hanya merah, tapi sudah seperti kepiting rebus. "Gue gak se-alay itu ya waktu kecil!"

​Askara memegang pergelangan tangan Nadira, tertawa lepas melihat kepanikan calon istrinya. "Gue gak bohong, Nadira. Tanya aja sama Tante Dinan atau Nyokap gue. Mereka berdua saksi kuncinya. Dari kecil lo tuh udah nandain gue buat jadi milik lo. Cuma lo aja yang gengsi dan sok-sokan lupa pas udah gede."

​"Gue... gue tuh cuma ngelindungin lo dari cewek-cewek aneh! Bukan karena posesif!" sanggah Nadira ngotot, menyilangkan tangan di dada dan memalingkan wajahnya ke arah lain. Tapi ingatan masa kecil itu benar-benar membuat harga diri dan mentalnya runtuh seketika.

​Bagaimana mungkin ia bisa ngelabrak dan seposesif itu saat masih bocah? Membayangkan dirinya yang berteriak 'Askara cuma punya gue!' di depan anak-anak sekolah membuat Nadira ingin menghilang dari bumi detik ini juga.

​Askara merapatkan tubuhnya, merangkul pinggang Nadira dari samping dan mengecup pipi wanita itu yang masih terasa panas.

​"Gak usah malu, Sayang," bisik Askara mesra di telinganya. "Gue justru bahagia banget. Dari kecil lo udah ngklaim gue, dan sekarang... klaim lo itu bakal jadi kenyataan selamanya."

​"Diem gak lo... Gue malu banget, Aska..." cicit Nadira merengek, akhirnya menyembunyikan wajahnya di dada Askara, menolak menatap mata pria yang sudah menghafal seluruh tabiatnya sejak kecil itu.

​Askara mengusap rambut Nadira dengan rasa cinta yang membuncah. Di atas ayunan kayu yang bergoyang perlahan, di bawah langit Lembang yang cerah, Askara tahu bahwa perjuangannya selama belasan tahun untuk menjaga sang sahabat tidak pernah sia-sia.

1
Azizah az
ikutan disini Thor ☺️🤗
Fitra Sari
lanjut lagi KK 🙏🥰
N07
New reader nie Thor. Suka sama gaya berceritanya, susunan kata & tanda baca juga rapi jadi enak bacanya. Semoga ceritanya juga menarik sampe ending ga bertele2.
mak mak doyan novel
nah gini kan adem.. g ada gengsi yg tinggi lgi
mak mak doyan novel
ini mah calon suami idaman
mak mak doyan novel
udah ya nad gengsinya.. semua dukung kmu sama aska
Fitra Sari
lanjut KK sampe halal 🥰
Ariska Kamisa: terimakasih kak🙏🙏
aku jadi semangat nih...
total 1 replies
umie chaby_ba
lanjut thor
umie chaby_ba
ceritanya ringan, dan bagus...
semangat terus thor...
/Heart/
Ariska Kamisa: terimakasih banyak ya kakak♥️
total 1 replies
English Lesson
Bagus👍🏻👍🏻
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
waduh... askara serem juga...
umie chaby_ba
lah aska mah lemah banget ngambek bentaran doang... 🤣
umie chaby_ba
hayo loh ...
umie chaby_ba
nadira ngeselin ih... malah cerita lagi udah tahu suasananya lagi ga beres malah cerita
mak mak doyan novel: setuju..
ngeselin bgt dia
total 1 replies
umie chaby_ba
nah kan... bukan orang biasa aja yang ujug-ujug dateng. pasti ada maksud terselubung 🤭
umie chaby_ba
mode protektif nih🤭
umie chaby_ba
dih... bisa aja brondong... bahaya banget nih... nanti nadira tergoda lagi, kesempatan banget buat nadira malah ini mah...🤭
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
umie chaby_ba
kagak inget umur banget si nad sumpah 30 tahun masih begitu, askara lo sabarnya kebangetan ini mah !!!
umie chaby_ba
sumpah nadia ini ngeselin! main nuduh penjahat kelamin lagi🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
nah loh... kan bader banget lo nad udah tua geh🤭🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!