Indonesia
NovelToon NovelToon
Batas Obsesi Cegil

Batas Obsesi Cegil

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Teen School/College / Romantis
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

Livy adalah definisi nyata dari "cegil". Selama dua tahun di SMA Wijaya, dia melakukan segala cara ekstrem untuk memenangkan hati Galang, kapten tim basket yang sedingin es. Livy menempel padanya bak perangko, membuatkan bekal setiap hari, hingga melabrak siapa saja yang mendekati Galang. Namun, Galang selalu merespons dengan tatapan sinis serta perkataan yang menyakitkan.

Puncaknya terjadi di hari ulang tahun Galang yang ke-17. Hadiah rajutan tangan Livy dibuang ke tempat sampah di depan umum. Malam itu, Livy sadar dia telah kehilangan harga dirinya. Dia memutuskan untuk berhenti mengejar Galang secara total.

Galang menyadari dia merindukan kehadiran Livy, semuanya sudah terlambat ketika teman masa kecilnya Livy datang ke sekolah sebagai murid pindahan. Livy sudah menutup hati pada Galang, dari situ giliran Galang yang harus menurunkan harga dirinya, mengejar Livy yang telanjur menjauh.

Sebuah pertanyaan, apakah Galang mampu merebut hati Livy?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumor Beredar 05.

Loker nomor 114 berderit keras saat Livy menyentaknya terbuka. Bau parfum vanila bercampur aroma buku tua langsung menguar. Livy tidak memedulikannya. Ia melempar ponselnya ke dalam loker dengan kasar hingga membentur dinding besi.

Layar ponselnya masih menyala. Benda itu menampilkan grup obrolan angkatan berjudul "Anak Hitz SMA Wijaya" yang berkedip tanpa henti. Ratusan pesan baru masuk dalam hitungan menit. Semuanya membahas satu topik yang sama, Rangga dan siswi baru di sekolah ini.

“Eh, serius Rangga ngelihatin Kiara terus pas jam olahraga?”

“Saya dengar Rangga sampai nemenin dia ke ruang guru tadi pagi.”

“Fix sih, pawang baru SMA Wijaya.”

Livy menarik napas panjang. Dadanya terasa sesak. Tangannya yang memegang buku biologi gemetar kecil. Selama dua tahun di SMA Wijaya, posisinya di samping Rangga tidak pernah terusik. Semua orang tahu mereka adalah pasangan tidak resmi sekolah ini. Mereka berangkat bersama, duduk di kantin bersama, dan pulang bersama. Walau si laki-laki selalu merasa risih.

Lalu, tiba-tiba seorang gadis antah-berantah datang dan merusak semuanya dalam waktu kurang dari 48 jam.

"Liv, kamu udah lihat lambe turah sekolah?"

Suara melengking Fanya membuat Livy menoleh. Sahabatnya itu datang dengan napas terengah-engah, wajahnya penuh pasokan gosip terbaru.

"Nggak perlu lihat. Kuping saya belum budek buat dengar bisikan di koridor," sahut Livy dingin. Ia berusaha menata ekspresi wajahnya agar tetap terlihat angkuh dan tidak peduli.

"Tapi ini beda, Liv! Katanya tadi pas istirahat pertama, Rangga sengaja beliin Kiara susu kotak stroberi di kantin. Kamu tahu kan Rangga nggak pernah mau direpotin sama cewek?" Fanya menurunkan volume suaranya, mendekat ke telinga Livy. "Saya rasa ini bukan sekadar rumor biasa. Rangga kayaknya beneran tertarik."

Kata-kata Fanya seperti hantaman godam di kepala Livy. Susu stroberi. Rangga tahu betul Livy membenci stroberi. Apakah itu sebuah pernyataan perang secara tidak langsung?

"Kiara itu cewek aneh," lanjut Fanya lagi, memanaskan suasana. "Pakaiannya kedodoran, rambutnya dikuncir kuda asal-asalan, dan selalu nunduk kalau jalan. Saya nggak habis pikir kenapa cowok secemerlang Rangga bisa ngelihat cewek modelan begitu."

Livy menutup pintu lokernya dengan dentuman keras, membuat beberapa siswa yang lewat tersentak. "Saya perlu ke toilet," ujarnya pendek, meninggalkan Fanya yang terpaku.

Livy tidak pergi ke toilet. Kakinya justru melangkah lebar menuju ruang kelas XII B kelas tempat siswi baru itu ditempatkan.

Dari balik jendela kaca yang buram, Livy mengedarkan pandangannya. Kelas sudah sepi karena jam istirahat kedua sedang berlangsung, tetapi objek pencariannya ada di sana.

Kiara sedang duduk sendirian di bangku paling belakang. Benar kata Fanya, penampilannya sangat biasa. Ia memakai kacamata berbingkai hitam tebal yang melorot di hidungnya. Tangannya sibuk mencatat sesuatu di buku tebal bersampul cokelat.

Livy melangkah masuk. Ketukan sepatu pantofel mahalnya bergaung di lantai kelas yang sepi. Kiara tidak menyadarinya sampai bayangan tubuh Livy menutupi meja belajarnya.

Gadis baru itu mendongak. Matanya membulat di balik kacamata. Ada kilat ketakutan yang jelas tertangkap oleh radar Livy.

"Kiara, kan?" suara Livy terdengar ramah, namun dingin seperti es.

Kiara mengangguk perlahan. Ia menutup bukunya dengan gerakan gugup. "I-iya. Ada apa ya?"

Livy tersenyum tipis. Senyuman yang biasa ia gunakan untuk mengintimidasi lawan-lawannya di klub pemandu sorak. Ia menarik kursi di depan Kiara, memutarnya, lalu duduk menghadap gadis itu.

"Saya Livy,... teman dekat Rangga," Livy sengaja menekankan kalimat terakhir. Mata elangnya mengawasi setiap perubahan ekspresi di wajah Kiara.

Mendengar nama Rangga disebut, tubuh Kiara tampak menegang. Ia meremas ujung rok abu-abunya. "Oh, hai Livy."

"Saya cuma mau ngasih tur kecil tentang aturan main di SMA Wijaya," Livy mengetukkan kuku-kuku jarinya yang terawat di atas meja Kiara. "Di sini, gosip menyebar lebih cepat daripada Wi-Fi sekolah. Dan akhir-akhir ini, nama kamu sering banget disebut bareng nama Rangga. Agak mengganggu, tahu?"

"Saya... saya nggak ada apa-apa sama Rangga," cicit Kiara cepat. Suaranya bergetar. "Dia cuma bantu saya nunjukkin ruang guru kemarin. Nggak lebih."

Livy menatap Kiara lurus-lurus. Instingnya mengatakan ada yang disembunyikan oleh gadis ini. Ketakutan Kiara terlalu berlebihan untuk seseorang yang merasa tidak bersalah. Mengapa dia begitu gugup?

Mata Livy kemudian beralih pada buku bersampul cokelat yang tadi buru-buru ditutup oleh Kiara. Di sudut kanan bawah sampul tersebut, terdapat sebuah stiker kecil bergambar logo sekolah lama Kiara: SMA Taruna Bangsa.

Otak Livy langsung bekerja cepat. SMA Taruna Bangsa adalah sekolah elite di kota sebelah yang terkenal dengan sistem asramanya yang ketat. Mengapa seseorang pindah dari sekolah se-prestisius itu di pertengahan semester? Dan mengapa memilih SMA Wijaya yang akreditasinya masih di bawah sekolah tersebut?

Sebelum Livy sempat bertanya lebih jauh, bayangan seseorang muncul di pintu kelas.

"Livy? Kamu ngapain di sini?"

Suara berat bariton itu membuat Livy menoleh. Rangga berdiri di sana. Seragamnya dikeluarkan berantakan, tasnya disampirkan di satu bahu, dan tangannya memegang dua botol minuman dingin.

Tatapan mata Rangga langsung tertuju pada Livy, lalu beralih ke Kiara dengan gurat kecemasan yang samar.

Hati Livy mencos. Rangga cemas? Seorang Rangga yang terkenal berdarah dingin bisa cemas karena cewek baru?

Livy langsung berdiri, mengubah raut wajahnya menjadi super manis dalam sekejap. "Eh, Rangga! Nggak ngapa-ngapain kok. Cuma mau kenalan sama anak baru. Iya kan, Kiara?"

Kiara hanya bisa mengangguk kaku, tidak berani menatap Rangga ataupun Livy.

Rangga berjalan mendekat. Ia tidak menatap Livy, melainkan langsung menaruh satu botol minuman di meja Kiara. "Ini minuman kamu yang ketinggalan di lab tadi."

Tindakan kasual Rangga itu seperti tamparan keras bagi Livy. Rangga tidak pernah membawakan minuman untuk perempuan lain. Tidak pernah.

"Yuk, Liv. Bel masuk bentar lagi bunyi. Kamu bilang mau minta ditemenin ke kelas?" ajak Rangga, suaranya datar tanpa emosi. Namun, Livy tahu itu adalah perintah halus agar dia menjauh dari Kiara.

Livy mengepalkan tangannya di dalam saku rok. Ia menatap Kiara sekali lagi, memberikan pandangan peringatan yang tajam, sebelum berbalik mengikuti langkah Rangga keluar kelas.

Rangga mungkin bisa melindungi Kiara sekarang. Namun, Livy tidak akan tinggal diam. Pindahnya Kiara dari SMA Taruna Bangsa pasti menyimpan rahasia besar. Dan Livy bersumpah akan mencari tahu rahasia itu, apa pun taruhannya.

......................

...****************...

To be continue,

1
Friska Zega
👌
penggemar_Uangkecil?!
👍
aku
kapol
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
Akai
semangat kak membuat novel /Smile/👍
kucing kawai
lebih baik dengan kata "aku kamu kalo gk pakai lo gue" aja lebih keren thor
kucing kawai: siap thor, semangat terus ya thor 🫶
total 3 replies
kucing kawai
sedikit saran ya thor jangan pakai bahasa saya terlalu formal thor, baguss karya mu thor
kucing kawai: semangat ya author 🫶
total 2 replies
Queen Aisyah
astaga galang..🤣
Queen Aisyah
good
aku
diskon brp jd nya Lang?? 🤣🤣
Hesty
semnget💪💪💪
Hesty
bgus
Hesty
semanget💪
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!