Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Pamit

Aku Pamit

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Arman itu sekarang makin tidak perhatian sama Ibu," tulis pesan dari Ibu Lestari dalam tangkapan layar tersebut. "Setiap bulan uang belanja selalu berkurang. Pasti uangnya dipakai untuk hal-hal yang tidak jelas. Beda sekali sama Yoga. Tapi Yoga juga sama saja, makin ke sini makin tunduk sama Isma. Apa-apa selalu Isma yang didahulukan, sampai-sampai ibunya sendiri sering dilupakan."

​Pesan berikutnya memperlihatkan balasan dari Aini yang terkesan memprovokasi, "Sabar ya, Bu. Aini sama Mas Arman selalu usahakan yang terbaik buat Ibu. Kalau Mas Yoga mungkin repot karena harus mengurus Kak Isma juga."

​Dan balasan terakhir dari Ibu Lestari membuat napas Isma tertahan: "Repot bagaimana? Anak saja belum punya sampai sekarang. Sudah lima tahun menikah tapi belum ada tanda-tanda. Ibu ini makin tua, ingin menimang cucu dari anak sulung. Tapi kalau rahimnya memang mandul, mau bagaimana lagi. Kasihan Yoga, hidupnya habis cuma buat membiayai perempuan yang tidak bisa memberikan keturunan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERTEMUAN DAN BAYANGAN YANG TERTANGKAP

​Matahari tepat berada di puncak kepala saat Isma melangkah keluar dari teras rumah. Di balik jaket tipis yang membalut gaun abu-abu elegannya, tersimpan kepercayaan diri yang selama ini tenggelam oleh tembok-tembok rumah mertuanya. Tanpa peduli pada tatapan Aini yang melongok curiga dari balik jendela ruang tamu, Isma menarik kunci dari saku tasnya dan mendekati sepeda motor matic hitam yang terparkir di sudut halaman.

​Motor matic itu adalah aset kecil yang ia beli sendiri secara tunai dari hasil royalti buku pertamanya beberapa tahun lalu—satu-satunya kendaraan yang terdaftar atas namanya sendiri dan kerap dianggap remeh oleh Ibu Lestari karena dianggap sebagai "barang murah".

​Ia menyalakan mesin motor, mengenakan helm dengan gerakan tenang, lalu melaju membelah ramainya jalanan kota di bawah terik siang. Angin siang menepuk pelan wajahnya, memberikan sensasi kebebasan yang sudah lama tidak ia rasakan. Setiap putaran roda membawanya semakin jauh dari bayang-bayang rumah yang penuh tekanan dan kejenuhan.

​Sesampainya di pelataran kafe sekaligus restoran mewah berarsitektur modern di pusat kota, Isma memarkirkan motor matic-nya dengan rapi di antara deretan kendaraan. Ia melepas helm, merapikan helai rambutnya di spion, lalu melangkah mantap memasuki pintu kaca restoran.

​Suasana sejuk pendingin udara dan alunan musik instrumental lembut menyambut kehadirannya. Seorang pelayan berseragam rapi menghampirinya dengan senyum ramah.

​"Selamat siang, Mbak. Sudah ada reservasi tempat?" tanya pelayan tersebut sopan.

​"Selamat siang. Saya ada janji dengan Pak Hendra dari pihak manajemen penerbitan di meja reservasi VIP," jawab Isma penuh percaya diri, menyebutkan nama pemilik aplikasi novel ternama yang telah menunggunya.

​Pelayan itu mengangguk patuh dan segera mengantarkan Isma menuju area privat di sudut restoran. Di sana, seorang pria paruh baya berpenampilan klimis dan elegan sudah berdiri menyambut kedatangannya dengan senyum lebar. Hari ini, Isma bukan lagi sekadar menantu yang diabaikan, melainkan bintang utama yang siap menandatangani babak baru dalam perjalanan hidupnya.

"Selamat siang, Pak Hendra. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk bertemu langsung dengan saya," ucap Isma mengawali pembicaraan dengan nada suara yang begitu tenang dan anggun. Ia menarik kursi kayu berukir itu perlahan, lalu duduk bertatap muka dengan pria paruh baya yang kini menatapnya dengan binar penuh rasa hormat.

​"Sama-sama, Mbak Isma. Justru kami dari pihak aplikasi yang sangat terhormat bisa bertemu langsung dengan penulis genius di balik karya fenomena ini," balas Pak Hendra sembari membuka map kulit tebal berisi draf dokumen kontrak eksklusif serta rencana adaptasi layar lebar. "Karya Mbak benar-benar luar biasa. Angka pembacanya menembus rekor tertinggi tahun ini."

​Isma menyunggingkan senyum tipis, mendengarkan setiap detail poin kerja sama bernilai fantastis itu dengan fokus penuh. Penjelasan demi penjelasan bergulir mulus di antara denting cangkir kopi berkualitas tinggi di atas meja VIP mereka.

​Namun, di tengah fokusnya membedah poin-poin kontrak, pandangan mata Isma secara tak sengaja terlempar melewati bahu Pak Hendra, mengarah ke area meja terbuka di sudut tengah restoran mewah tersebut.

​Jantung Isma berdesir pelan, bukan karena gugup menghadapi kontrak ratusan juta di depannya, melainkan karena sosok yang baru saja melangkah masuk.

​Di sana, di antara lalu lalang pengunjung restoran, Isma menangkap sosok Yoga. Suaminya tampak rapi dengan kemeja kerjanya. Namun yang membuat jemari Isma di atas meja sempat menegang sejenak adalah sosok wanita yang berjalan amat dekat di samping Yoga. Dialah Gladis—wanita modis yang kemarin sore mengantarkan suaminya pulang ke rumah.

​Keduanya berjalan berdampingan sembari tertawa renyah. Gladis tampak begitu leluasa menyentuh lengan kemeja Yoga saat mengarahkan tempat duduk, sementara Yoga mengumbar senyum hangat yang sudah sangat jarang Isma dapatkan di rumah beberapa minggu terakhir ini. Katanya mobilnya mogok dan berada di bengkel hingga sore, namun di tengah jam makan siang menuju sore ini, Yoga justru terlihat sangat menikmati waktunya bersama rekan kerjanya di restoran kelas atas yang tak murah.

​Pak Hendra yang menyadari perubahan kecil pada mimik wajah Isma menghentikan penjelasannya sejenak. "Mbak Isma? Ada yang salah dengan poin kontraknya?"

​Isma dengan cepat menarik kembali pandangannya, merapikan gaun abu-abu elegannya, lalu menatap Pak Hendra dengan senyuman dingin yang sangat matang.

​"Tidak ada yang salah, Pak Hendra. Semuanya sangat sempurna," sahut Isma datar. Matanya melirik sekilas ke arah meja Yoga dari kejauhan, sebelum melanjutkan, "Mari kita tanda tangani kontrak ini sekarang."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!