Beel adalah seorang siswa yang tenang dan santai.
Namun di balik sifat tenang dan santai nya ,Beel adalah seorang yang misterius dan tak terbaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19 - Dua nama
Besok paginya.
SMA Garuda Bhakti dipenuhi para siswa yang masuk ke sekolah, aktivitas pagi itu berjalan seperti biasa.
Beel juga berjalan ke dalam sekolah seperti biasa,hingga seseorang datang menyapa nya
"selamat pagi.." sapa Monic di samping Beel.
Beel menoleh ke Monic ,salah satu pemimpin perempuan dari kelas 12
"pagi.." jawab Beel santai.
Monic memperhatikan Beel
"santai seperti biasa ya.." ujar Monic sedikit tersenyum
Beel lalu melanjutkan langkahnya
"memang seharusnya seperti itu kan?" ujar Beel sambil berjalan perlahan
Monic mengikuti nya
"bagaimana sekolah ini sekarang menurutmu?" tanya Monic pada Beel,
Beel tidak menoleh ke Monic
"semakin menarik.." jawab Beel datar.
Monic sedikit mendekatkan tubuhnya ke arah Beel
"ada sesuatu yang ingin kubicarakan, kita bertemu di jam istirahat nanti" bisik Monic pelan hingga hanya Beel saja yang bisa mendengar omongan nya.
Kemudian Monic berjalan ke arah lain menuju ke sebuah tangga untuk naik ke lantai 2 tempat dimana anak kelas 12 berada.
Beel berhenti dan menatap Monic yang berjalan, sedikit rasa penasaran muncul di dalam diri Beel terhadap apa yang ingin dibicarakan Monic nanti.
Saat Beel ingin melanjutkan langkahnya, panggilan lain dari belakang terdengar,
"Beel..tunggu" suara itu nyaring terdengar yang membuat Beel menoleh ke belakang dan melihat Christi berlari kearahnya.
Christi pun sampai di samping Beel , Beel memperhatikan nya
"tidak perlu harus berlari kan?" ujar Beel sambil menatap Christi
Christi tertawa kecil
"iya juga sih..hanya saja aku memang ingin berlari" jawab Christi.
Lalu keduanya berjalan bersama ke arah kelas
"tadi kulihat kamu berbicara dengan Monic, ada apa?" tanya Christi sambil melihat Beel yang berjalan di sampingnya.
Pandangan Beel tetap lurus
"hanya sapaan biasa.." jawab Beel tanpa menghentikan langkah santai nya dengan kedua tangannya dimasukkan ke kantung celananya.
Christi lalu menggoda Beel
"menurutmu apa mungkin Monic menyukaimu?" tanya Christi lagi
Beel menoleh sebentar ke Christi, lalu kembali menatap ke arah depan
"mungkin saja.." jawab Beel santai dan tenang
Christi berhenti terdiam mulutnya terbuka hingga rahangnya seakan menyentuh tanah dibawah
"hei Beel..tunggu..apa maksudmu dengan 'mungkin saja' itu!!??" kesal Christi.
Sesampainya di kelas 10 C keduanya bertemu teman-teman yang lain, kemudian mereka semua berbincang saling sapa, hingga jam belajar pun akhirnya dimulai saat guru Lee masuk ke kelas.
Pelajaran pun berlangsung selama beberapa jam hingga sebuah bel istirahat berbunyi di tiap sudut sekolah.
"makan..makan..makan.." gumam Jason sedikit bersenandung sambil merapihkan bukunya
Sementara Beel yang ada disampingnya diam saja sambil membereskan mejanya, lalu berdiri untuk keluar kelas,
Jason melihat Beel
"oii Beel..kok lu mau jalan duluan,bareng lah" kata Jason.
Beel lalu menatap Jason
"gua mau ketemu orang dulu.." ujar Beel lalu berjalan ke arah pintu kelas
"kalian duluan aja nanti gua nyusul.." tambah Beel lalu pergi.
Christi melihat Beel lalu bertanya ke Jason
"ketemu siapa sih dia?" tanya Christi ke Jason
Jason menggelengkan kepalanya
"gua gatau.." jawabnya
Tak lama Fajar dan Bayu berjalan
"ayo lah duluan ke kantin.. Beel nyusul katanya nanti kan" ujar Fajar
Lena pun bangkit dari kursinya
"ayo makan.." ujar Lena sambil menarik tangan Irma
"sabarlah Len.." kesal Irma yang tangannya di tarik Lena
Christi dan Felicia lalu mengikuti di belakang mereka ke kantin, walaupun wajah Christi masih penasaran kemana Beel.
Beel berjalan menuju ke arah tangga yang menuju ke lantai 2, dibawah tangga tersebut terlihat Monic sudah menunggu
Beel mendekatinya
"kemana teman-teman lu itu?" tanya Beel,
Monic hanya memberi isyarat dengan jarinya yang menunjukkan ke atas, yang mengartikan teman-teman nya masih dilantai 2.
Lalu Monic melihat ke area dekat taman,
"kita kesana aja ayo.." ujar Monic lalu berjalan duluan menuju ke arah taman.
Beel mengikutinya dari belakang.
Setelah beberapa saat mereka berdua sampai di taman tersebut.
Beel bersandar di sebuah pohon disana,
"ada apa?" tanya Beel
Monic duduk di bangku yang ada disana
"kau tahu sekarang ada rumor di sekolah ini tentang obat-obatan terlarang?" tanya Monic.
Mendengar itu wajah Beel menjadi sedikit serius
"iya..kau tahu sesuatu?" tanya Beel
Monic menatap Beel
"Rob.. dia adalah pengendali yang menyebarkan obat-obatan itu" jawab Monic.
Beel langsung mengingat kejadian keributan antar sesama 'pemimpin' di taman belakang sekolah kemarin antara Rob dan Mike.
"gua pernah melihatnya memberikan sebuah bungkusan kepada anak kelas 11, awalnya gua ga peduli.." jelas Monic
"sampai gua melihat, dia menjualnya juga kepada seorang anak perempuan dari kelas 11.. itu yang membuat gua mulai kesal" tambah Monic lalu melihat Beel.
Beel pun menatap Monic
"terus kenapa lu ga kasih tau ke guru?" tanya Beel
Monic menghela nafasnya
"lu belum tau Rob.. dia anak seorang petinggi di pemerintahan kota ini" jelas Monic pada Beel tentang status dari Rob.
Beel memiringkan kepalanya menatap Monic
"terus kenapa lu cerita ke gua?" tanya Monic.
Mendengar pertanyaan itu , Monic yang tadinya menatap Beel seketika membuang pandangannya menatap dedaunan
"ya.. maksud gua kan si Rob belum kenal lu jadi mungkin lu bisa lah buat ngawasin dia atau melakukan sesuatu gitu" jelas Monic.
Beel lalu berjalan, Monic melihat Beel yang berjalan
"mau kemana?" tanya Monic
"ke kantin makan.." jawab Beel
"terus gimana soal Rob?" tanya Monic.
Beel berhenti, lalu menoleh ke Monic
"gua bakal cari tau soal dia.." jawab Beel
Lalu Beel tersenyum kepada Monic
"makasih ya infonya sama kepercayaan nya" ucap Beel kepada Monic kemudian Beel melanjutkan berjalan menuju kantin.
Sementara Monic terdiam membeku mendengar apa yang dikatakan Beel, senyuman Beel membuat wajahnya sedikit memerah..lalu Monic menundukkan kepalanya
"i..iya sama-sama" ucap Monic pelan bahkan Beel tidak mendengar apa yang diucapkan nya.
Beel berjalan menuju kantin.
Di sepanjang perjalanan nya, pikiran nya kini terbagi antara Rexy anak kelas 10D dan Rob anak kelas 12 yang menjadi 2 orang pengedar obat-obatan di sekolah nya.
Hingga Beel sampai di kantin dan duduk berkumpul dengan teman-teman yang lain, tapi pikirannya terus berkutat di kedua nama itu.