Indonesia
NovelToon NovelToon
Trauma Ranjang

Trauma Ranjang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Serena Muna

Evita Desniati adalah seorang wanita yang sudah menikah selama 6 tahun lamanya dengan Xander Wiryawan. Kehidupan rumah tangga mereka mendadak hancur saat Evita memergoki Xander tengah bermesraan dengan seorang wanita bernama Viola Sanustika di atas ranjang yang biasa ia dan Xander gunakan! Evita menjadi trauma dengan ranjang hingga seorang pria asing dari Tiongkok bernama Ma Yong Hua muncul dan mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serena Muna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Foto AI yang Membuat Heboh

Udara pagi di kawasan komersial apartemen mewah tempat Evita tinggal terasa begitu sejuk, namun atmosfer di sudut lain area lobi justru menyimpan bara api yang siap meledak kapan saja.

​Beberapa meter dari pilar besar bercat marmer putih, tersembunyi di balik dinding penyangga koridor menuju area kafe, sepasang mata tajam menatap tajam ke arah interaksi yang sedang berlangsung. Viola Sanustika berdiri di sana dengan dada naik-turun menahan gelombang amarah yang luar biasa hebat. Jari-jari lentiknya mencengkeram erat tali tas tangan bermerek mahal hingga buku-buku jarinya memutih.

Tadinya, kedatangan Viola ke apartemen itu dilandasi oleh rasa penasaran dan sisa-sisa kepuasan atas hancurnya rumah orang tua Evita kemarin siang. Ia ingin melihat dari dekat seberapa menderitanya sang dosen kaku setelah kehilangan tempat tinggal orang tuanya. Namun, pemandangan yang tersaji di depan matanya saat ini justru merontokkan kewarasannya seketika.

​Evita Desniati—wanita membosankan yang baru saja ia injak-injak harga dirinya—kini berdiri berdampingan dengan seorang pria yang selama bertahun-tahun menjadi impian paling tinggi di dalam daftar obsesi sosialita ibu kota: Ma Yong Hua.

Sialan... Sialan kau, Evita! maki Viola dalam hati, giginya gemeretak menahan benci yang teramat sangat. Kenapa wanita kampungan itu selalu bisa mendapatkan apa yang dia mau? Kenapa dunia selalu berpihak padanya?!

​Bagi Viola, kedekatan antara Evita dan Ma Yong Hua adalah sebuah penghinaan personal yang telak. Jauh sebelum ia mengincar Xander Wiryawan untuk mengeruk harta dan status sosialnya, Viola sudah lama mendambakan Ma Yong Hua. CEO muda Ma Group yang berdarah Tionghoa itu terkenal bukan hanya karena kekayaannya yang melampaui batas kewajaran, melainkan juga karena pesona fisiknya yang luar biasa memukau—mata sipit yang tajam, kulit putih bersih tanpa cela, postur tubuh tinggi tegap berbalut setelan jas berkelas tinggi, serta pembawaannya yang dingin, misterius, dan sangat berkarisma.

****

Namun, sebesar apa pun usaha Viola untuk mendekati Ma Yong Hua di berbagai acara gala elit, pesta amal, atau peluncuran produk mewah, pria itu tidak pernah meliriknya sekali pun. Di mata sang taipan, wanita-wanita berpenampilan vulgar dan haus pujian seperti Viola hanyalah debu yang tidak layak untuk diajak bicara. Hanya pada pria-pria yang mudah dikendalikan seperti Xander Wiryawan jerat kecantikan palsu Viola bisa berhasil dengan sempurna.

​Dan sekarang, melihat Ma Yong Hua berdiri begitu dekat dengan Evita—menatap wanita itu dengan sorot mata penuh perhatian dan perlindungan yang tidak pernah ia dapatkan seumur hidupnya—membuat kewarasan Viola benar-benar runtuh.

"Kau pikir dengan berpisah dari Xander, lalu mendekati Ma Yong Hua, hidupmu akan jadi ratu, Evita?" desis Viola tertahan, seringai sadis terukir di bibirnya yang dipoles gincu merah menyala. "Kau salah besar. Aku tidak akan membiarkanmu bahagia di atas penderitaanku!"

​Di seberang sana, Evita dan Ma Yong Hua masih belum menyadari keberadaan mata-mata beracun yang sedang mengintai gerak-gerik mereka. Setelah perbincangan singkat mengenai penawaran bantuan logistik dan rencana strategis, Ma Yong Hua berpamitan untuk segera menghadiri rapat pagi di kantor pusat Ma Group, meninggalkan Evita dengan sejuta pikiran berkecamuk di dalam benaknya.

Namun, tanpa disadari oleh Evita maupun Ma Yong Hua, setiap detik momen kedekatan mereka sejak insiden di lobi tadi tidak lepas dari bidikan lensa kamera ponsel canggih milik Viola.

​Cekrek! Cekrek! Cekrek!

​Dari balik tempat persembunyiannya di balik dinding pilar, Viola terus menekan tombol rana kameranya dengan cepat. Ia mengambil beberapa sudut pengambilan gambar—saat Ma Yong Hua menahan tubuh Evita yang nyaris jatuh, saat tangan sang konglomerat menyentuh lengan Evita dengan lembut, hingga saat keduanya berdiri berhadap-hadapan dengan jarak yang sangat dekat di bawah pencahayaan lampu lobi yang temaram.

****

Setelah mendapatkan beberapa foto mentah yang cukup, Viola segera menarik diri mundur menjauh dari lobi, berjalan cepat menuju tempat mobilnya terparkir di basement. Di dalam kabin sedan mewahnya yang ber-AC dingin, Viola duduk di kursi pengemudi dengan seringai licik terkembang lebar di wajahnya.

​Ia membuka sebuah aplikasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) pengedit foto profesional beresolusi tinggi di gawai miliknya—sebuah teknologi canggih yang biasa digunakan untuk memanipulasi gambar dengan tingkat kemiripan visual yang mencapai sembilan puluh sembilan persen tanpa meninggalkan jejak digital editan kasat mata.

Dengan jemari lentiknya yang terawat, Viola mulai mengunggah foto-foto mentah tersebut ke dalam sistem AI. Ia memasukkan beberapa perintah spesifik (prompt) untuk mengubah detail pencahayaan, memperkecil jarak fisik antara kedua subjek secara digital, menambahkan efek bayangan malam hari yang romantis, hingga mengatur ekspresi wajah Evita dan Ma Yong Hua agar tampak seolah-olah mereka sedang berpelukan erat penuh kemesraan di sebuah sudut privat.

****

​Hanya dalam waktu kurang dari lima menit, proses manipulasi digital itu selesai dengan sempurna.

​Di layar ponsel Viola, kini tersaji serangkaian foto beresolusi tinggi yang tampak sangat nyata, sangat intim, dan luar biasa provokatif. Foto-foto itu memperlihatkan Evita Desniati seolah-olah sedang berada dalam debu keintiman yang mendalam dengan Ma Yong Hua—sebuah skandal perselingkuhan kelas kakap yang melibatkan istri sah seorang CEO besar dengan konglomerat paling berpengaruh di Asia Tenggara.

​Viola tertawa kecil—sebuah tawa renyah bernada psikopat yang menggema di dalam kabin mobil yang sunyi.

"Ah... hasil kerja AI memang tidak pernah mengecewakan," gumam Viola penuh kepuasan, mengagumi hasil rekayasa digital buatannya sendiri. "Kalau dunia korporat dan kampus melihat foto-foto ini, hancur sudah reputasi dosen suci itu. Dan yang paling menarik... Xander pasti akan menjadi gila karena cemburu dan merasa dikhianati!"

​Tanpa membuang waktu sedetik pun, Viola membuka aplikasi media sosial anonim—sebuah platform forum bebas di mana siapa pun dapat menyebarkan berita atau gosip tanpa harus menggunakan identitas asli. Ia membuat sebuah akun baru dengan nama samaran acak yang tidak terlacak, lalu menuliskan sebuah takarir (caption) yang sangat memprovokasi, keji, dan bernada skandal besar:

"Tertangkap kamera! Dosen terhormat Fakultas Ekonomi Universitas Pelita Bangsa, Evita Desniati, rupanya punya simpanan kelas kakap. Belum lama minta cerai pada suaminya, kini sudah berani main serong dan berpelukan mesra dengan sang taipan misterius Ma Yong Hua di lobi apartemen mewah. Istri suci atau wanita manipulatif?"

Syuuung...

​Dalam hitungan detik, unggahan tersebut meluncur bebas ke ruang publik internet, siap menyebar luas ke grup-grup WhatsApp dosen, forum diskusi mahasiswa, hingga meja kerja para petinggi korporat di seluruh penjuru ibu kota—termasuk layar ponsel Xander Wiryawan.

​Viola menyandarkan punggungnya di jok pengemudi, memejamkan mata sejenak sambil menarik napas panjang, menikmati sensasi kemenangan semu yang ia yakini akan segera menghancurkan hidup Evita berkeping-keping tanpa ampun.

​"Nikmati waktu tenangkanmu pagi ini, Evita," bisik Viola tajam dengan seringai sadis yang kembali merekah di bibirnya. "Karena sebentar lagi, dunia akan berbalik menghakimimu."

1
Ma Em
Evita balas perbuatan Xander dan jalang nya buat mereka menyesal karena sdh berani bawa selingkuhan ke rumah tempat Evita tinggal .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!