Indonesia
NovelToon NovelToon
Bayu Dan Batu Kali Ajaib

Bayu Dan Batu Kali Ajaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Bayu hanyalah siswa SMA miskin sebatang kara yang terpaksa memancing di sungai setiap sore agar perutnya bisa diisi makanan.

Nasib malangnya berubah total saat sebuah sambaran petir misterius menyatukan tubuhnya dengan sebuah batu kali yang mendadak berubah menjadi batu giok hijau yang bercahaya.

Batu ajaib itu langsung menjejalkan ribuan pengetahuan tabib dewa dan ilmu pengobatan kuno ke dalam kepalanya, sekaligus memancarkan aura pemikat yang membuat wanita mana pun tak berdaya di dekatnya.

Kini, berbekal ilmu medis di luar nalar dan pesona mematikan, Bayu siap membungkam para murid kaya yang sering menghinanya dan membangun jalan pintas menuju puncak dunia kedokteran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 Kap Mobil yang Panas

Angin malam berhembus semakin dingin, menyapu debu jalanan di sekitar gang yang gelap dan lembap itu.

Bayu terus melangkah perlahan, meninggalkan tiga preman yang masih mengerang kesakitan di atas aspal kotor.

Fokus matanya kini sepenuhnya tertuju pada sosok wanita bergaun merah marun yang berdiri membeku di dekat mobil sedan mewah yang kap mesinnya terbuka.

Tap... tap... tap...

Setiap langkah sepatu Bayu yang mendekat terasa seperti ketukan palu yang menghantam dada Siska.

Janda cantik berusia dua puluh delapan tahun itu tidak bisa mengalihkan pandangannya sedikit pun dari wajah Bayu.

Siska adalah seorang CEO perusahaan properti yang biasa menghadapi puluhan pria hidung belang dan pengusaha kaya dengan wajah dingin.

Namun malam ini, pertahanan mental dan kesombongannya sebagai wanita dewasa elit hancur lebur hanya karena menatap seorang murid SMA yang baru saja selesai bertarung.

Aroma keringat maskulin bercampur energi murni dari giok hijau menguar kuat dari tubuh Bayu, menerpa wajah Siska tanpa ampun.

Deg! Deg! Deg!

Jantung Siska berpacu di luar batas normal.

Kedua kakinya terasa seperti jeli, membuatnya harus bersandar penuh pada bodi mobilnya agar tidak ambruk ke tanah.

Hawa panas yang tidak masuk akal meledak di dalam perut bagian bawahnya, mengalir deras ke pusat kewanitaannya hingga menciptakan sensasi basah yang sangat memalukan.

"Apa yang terjadi padaku? Kenapa tubuhku jadi begini hanya karena melihat anak sekolah?" batin Siska menjerit panik.

Siska mencoba mengatur napasnya yang tersengal, dadanya yang penuh dan sintal naik turun dengan sangat cepat di balik gaun ketatnya.

Bayu akhirnya berhenti tepat satu meter di hadapan Siska.

Pemuda itu memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana dengan santai, mengamati tubuh Siska dari ujung kaki hingga ujung rambut.

Senyum miring yang mematikan kembali terukir di bibir Bayu.

"Malam-malam begini, seorang wanita cantik sendirian di pinggir jalan sepi."

"Kau sedang mencari masalah atau sedang mencari montir?" sapa Bayu dengan suara berat yang menggetarkan udara di antara mereka.

Mendengar suara Bayu dari jarak sedekat itu, lutut Siska benar-benar menyerah.

Bruk.

Tubuh Siska merosot pelan, nyaris jatuh ke aspal jika saja tangan kanan Bayu tidak bergerak secepat kilat melingkari pinggang rampingnya.

Grep.

Tangan Bayu menarik pinggang Siska dengan kuat, merapatkan tubuh wanita dewasa itu ke dada bidangnya.

"Ah..."

Satu desahan lirih tanpa sadar lolos dari bibir merah Siska saat tubuh mereka bersentuhan.

Suhu tubuh Bayu terasa sangat panas, membakar kulit Siska bahkan dari balik gaun malamnya yang tebal.

Siska mendongak, menatap langsung ke dalam mata Bayu yang sedingin es namun memancarkan dominasi mutlak.

Kedua tangan Siska refleks bertumpu pada dada Bayu, meremas pelan seragam putih lusuh yang dikenakan pemuda itu.

"Mo-mobilku tiba-tiba mati," jawab Siska dengan suara yang sangat serak dan bergetar, sama sekali kehilangan wibawa CEO-nya.

"Aku berniat mencari bantuan ke dalam gang, tapi aku malah melihatmu menghajar orang-orang itu."

Bayu tersenyum kecil, embusan napasnya menerpa dahi Siska yang mulai dibasahi keringat dingin karena gairah.

"Kau beruntung bertemu denganku, Nona."

"Kalau orang lain yang melihatmu dengan wajah semerah ini, kau pasti sudah ditarik ke dalam gang dan dihabisi malam ini juga," bisik Bayu penuh ancaman yang menggoda.

Siska menelan ludah dengan susah payah.

Bukannya merasa takut, ancaman Bayu barusan justru membuat hawa panas di pusat tubuhnya semakin bergejolak liar.

Dia tidak peduli lagi siapa pemuda ini.

Akal sehatnya sudah lumpuh total oleh efek aura pemikat giok yang bekerja maksimal di malam hari.

"Namaku Siska," bisik wanita itu, tanpa sadar semakin merapatkan tubuhnya ke arah Bayu, mencari gesekan yang bisa meredakan siksaan di tubuh bawahnya.

"Tolong aku... dadaku sesak sekali rasanya, tubuhku aneh."

Bayu menatap bibir Siska yang sedikit terbuka mengundang.

Dia mengangkat tangan kirinya, menyelipkan rambut Siska ke belakang telinga wanita itu.

Jari-jari Bayu dengan sengaja menyapu pelan kulit leher Siska yang putih mulus.

Eugh...

Siska memejamkan mata, kepalanya sedikit mendongak menikmati sentuhan ringan yang terasa seperti aliran listrik itu.

"Tubuhmu aneh karena kau menahan sesuatu yang ingin segera dikeluarkan, Siska," ucap Bayu dengan nada memerintah.

Bayu tiba-tiba membalikkan tubuh Siska dalam satu gerakan halus namun bertenaga.

Brak.

Dia menekan punggung Siska ke atas kap mesin mobil sedan yang masih terasa hangat.

Kedua tangan Bayu mengurung tubuh Siska dari sisi kiri dan kanan, membuat wanita itu tidak memiliki ruang untuk melarikan diri.

Posisi mereka sangat intim.

Siska setengah berbaring di atas kap mobil, menatap Bayu yang mengungkungnya dari atas.

Mata wanita itu sudah sepenuhnya berkabut oleh kabut gairah.

"Bayu... namamu Bayu kan? Aku mendengar preman tadi menyebut namamu," racau Siska dengan napas yang semakin berat.

"Lakukan sesuatu... kumohon."

Tanpa menjawab, Bayu menundukkan wajahnya dan langsung meraup bibir merah Siska.

Ciuman itu tidak lembut sama sekali.

Bayu melumat bibir janda cantik itu dengan kasar dan rakus, menuntut dominasi penuh sejak detik pertama.

Mmmhhh!

Mata Siska terbelalak sesaat sebelum akhirnya terpejam rapat.

Dia membalas ciuman Bayu dengan keputusasaan yang luar biasa, seolah nyawanya bergantung pada bibir pemuda itu.

Lidah mereka saling membelit liar, bertukar air liur di tengah dinginnya angin malam pinggir jalan.

Suara decakan basah terdengar jelas, menutupi suara jangkrik dari semak-semak di dekat mereka.

Tangan kanan Bayu tidak tinggal diam.

Dia menyusuri paha Siska yang mulus dari balik belahan gaunnya yang tinggi.

Sentuhan kasar tangan Bayu pada kulit pahanya membuat Siska melengkungkan punggungnya, mengerang nikmat di sela-sela ciuman mereka.

Nghhh... Bayu...

Tangan Bayu terus bergerak naik, mengusap pinggang Siska, lalu merambat ke atas hingga berhenti di bagian dada wanita itu.

Bayu meremas pelan gundukan kenyal yang tertutup kain gaun tersebut.

Siska nyaris berteriak karena sensasi kenikmatan yang meledak di sarafnya, namun mulutnya masih terkunci oleh ciuman Bayu.

Jari jempol Bayu dengan lihai memainkan puncak dada Siska dari luar pakaian, memberikan tekanan ritmis yang membuat wanita itu nyaris gila.

Siska mencengkeram erat lengan kemeja Bayu, kuku-kuku panjangnya sedikit menancap di sana untuk menyalurkan rasa nikmat yang tak tertahankan.

Pusat tubuh Siska kini sudah benar-benar basah kuyup, membanjiri pakaian dalamnya.

Dia merapatkan kedua pahanya, tanpa sadar menggesekkannya pada paha Bayu yang berdiri tegap di antara kakinya.

"Tolong... di dalam sini gatal sekali," isak Siska tertahan, benar-benar membuang seluruh harga dirinya sebagai wanita terhormat.

Bayu melepaskan ciumannya, membiarkan benang saliva tipis terputus di antara bibir mereka.

Dia menatap wajah Siska yang berantakan, riasannya sedikit luntur, dan matanya sayu meminta belas kasihan.

Bayu menyeringai tipis, ibu jarinya mengusap bibir Siska yang membengkak karena ciumannya.

"Kau sangat menggoda, Siska."

"Tapi sayangnya, jalanan kotor ini bukan tempat yang pantas untuk menikmati tubuh mahalmu," bisik Bayu tepat di telinga wanita itu.

Siska merintih kecewa.

Dia benar-benar ingin Bayu menuntaskan siksaan ini sekarang juga, tidak peduli meskipun mereka berada di tempat terbuka.

Namun, Bayu memiliki rencana yang jauh lebih panjang dari sekadar memuaskan nafsu sesaat.

1
syarif ibrahim
👍👍👍💪
syarif ibrahim
tidak perlu jendral, karena cucumu sdh jadi milikku... 🤣🤣🤣🤣🤣
syarif ibrahim
terbalik bab nya
Yui: Terimakasih atas koreksinya kak😊😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!