Alina Putri Jayashree merupakan seorang anak perempuan yang berasal dari kota Bogor. Saat ini, ia berusia 23 tahun. Ia berhasil mencapai mimpinya untuk memiliki sebuah toko buku.
Bayu Rafardhan adalah seorang anak laki laki berusia 26 tahun ini sangat menyayangi keluarganya. Ayahnya bernama Lukman baru saja meninggal dan sekarang ia tinggal bersama Bunda yang bernama Indri di Jakarta. Sebelumnya, merantau di Bandung karena pekerjaan. Namun, ia memutuskan untuk resign dan mencari pekerjaan di Jakarta agar bisa menjaga dan merawat Bunda.
Siapa sangka, niat Bayu untuk bekerja di Jakarta membuatnya dekat dengan kembali dengan masa lalu tetapi dengan versi yang berbeda. Kisah cinta tak terduga pun terjadi tidak sesuai ekspektasi, inilah yang di alami Bayu dan Alina beserta para sahabatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mega Harsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 14
Hari sudah berganti pagi, tapi mentari terhalang oleh musim hujan. Seluruh aktivitas menjadi terganggu, seperti Alina yang sedang berada di rumah Bayu. Padahal, ia harus segera membereskan masalahnya.
"Selamat pagi, Tante" sapa Alina pada Bunda.
"Selamat pagi, sayang. Sini sarapan dulu"
"Tante maaf, tapi aku harus segera pergi.
"Buru - buru banget, Nak. Ya udah, bentar Tante panggilkan Bayu dulu, biar dia yang antar kamu"
"Eh, nggak usah tante. Aku udah pesan taksi online*
"Oh gitu, kapan - kapan mampir ke sini lagi ya sayang."
"Oke, Tante" Alina mencium punggung tangan Bunda lalu pergi.
Beberapa menit kemudian, Bayu datang ke meja makan. Ia sudah rapi dengan memakai celana bahan hitam serta kemeja warna navy. Bayu tampak mengamati ke sana ke mari mencari keberadaan Alina, apakah Alina masih di kamar pikirnya. "Hayo, nyariin siapa kamu?" tanya Bunda, yang berasal dari belakang.
"Bunda, Bunda udah ketemu sama Bestie Bunda belum?"
"Udah, dia udah pergi pulang"
"Pulang?"
"Kok Bunda nggak ngasih tahu aku"
"Ih, kok kamu yang nyalahin Bunda. Kamu sendiri kan temannya, emang nggak ngabarin kamu?"
"Nggak" Jawab Bayu dengan lirih."
"Oh, kasihan sekali anak Bunda. Kamu nggak ada masalah sama dia kan?"
"hmm... Aku rasa nggak Bun."
"Masa sih, kalau gitu kamu harus cari tahu apa masalahnya. Cari tahu apa yang Alina suka dan apa yang tidak dia suka. Kamu juga harus cari tahu apa yang sedang membebani pikirannya"
"Oke, Bun
"Ini wedang jahe sama roti coklatnya. Bawa ini untuk Alina ya, dia tadi belum sempat sarapan" Bayu pun mengangguk dan berpamitan untuk pergi kerja. Sebelumnya, ia menelepon Kevin terlebih dahulu.
"Halo, mau bareng nggak?"
............................................
"Oke..."
Hari ini, Bayu berangkat kerja sendiri, karena Kevin sudah berangkat lebih dulu. Bayu sedang mengemudikan mobil, tatapannya terus fokus ke depan. Ia menepikan mobilnya karena terus saja terbayang - bayang ucapan Bunda.
Flashback On
"Masa sih, kalau gitu kamu harus cari tahu apa masalahnya. Cari tahu apa yang Alina suka dan apa yang tidak dia suka. Kamu juga harus cari tahu apa yang sedang membebani pikirannya"
Flashback Off
"Pasti gara - gara semalam, dia pergi tanpa pamit. Tapi salahnya di mana coba, Alina juga nggak jelasin apapun. Ada beberapa poin yang Bunda katakan, yaitu masalah, yang di sukai, beban pikiran dan yang tidak di sukai" ucap Bayu yang sedang bergelut dengan pikirannya sendiri. Ia menghela nafas dengan panjang dan kembali mengemudikan mobilnya.
Alina sudah sampai di kontrakan, ia sedang duduk menatap sebuah alat tes kehamilan, matanya berbinar dan ia tersenyum lebar. Akhirnya, ia sudah mendapatkan bukti untuk membela dirinya sendiri. Rencananya hari ini tidak ada jadwal ke Vin Books, sehingga ia akan langsung pergi ke Bogor. Alina menatap handphone-nya yang sudah berdering beberapa kali. Ia terpaksa menjawab panggilan telepon dari Bayu.
....................................
Aku di kontrakan, emangnya kenapa?
...................................
Nggak, aku nggak ke Vin Books hari ini
..................................
Ya udah, titipkan saja di Fara. Bentar aku ambil, nunggu hujan reda dulu.
Alina menutup panggilan telepon secara sepihak. Ia terkadang bingung harus bersikap apa terhadap Bayu. Ia berusaha menjaga jarak, agar masalah tidak semakin berkepanjangan.
...----------------...
Bayu sudah sampai di Vin Books, ia datang menghampiri Fara untuk menitipkan sarapan Alina.
"Kak, Bayu!" Sapa Fara.
"Hallo Adek! Kakak titip ini ya, buat Bu Bos kita" kata Bayu seraya tersenyum.
"Oke, kak."
Bayu bergegas pergi ke ruang kerja, disana sudah ada Acha dan Kevin.
"Hmm, indahnya pemandangan pagi ini. Meskipun cuaca tidak mendukung, sih" ucap Bayu menyindir kedua rekan kerjanya itu dengan tersenyum jahil.
"Cuaca tidak mendukung ya Bay? Tanya Kevin sambil berjalan ke meja kerja Bayu
"Yups!"
"Seperti Lho dan Bu Bos kita" Ucap Kevin yang mendapatkan tatapan tajam dari Bayu.
"hahaha... Kalian ini, hobi banget bertengkar sih. Udah, stop. Cepetan bantuin aku, kita bentar lagi live di marketplace. Bayu, gimana, udah siapkan?"
"Belumlah, kan baru datang Acha"
"Ya sudah, semangat kerja ya guys! Kurang - -kurangin bercandanya, apalagi melibatkan Bu Bos kita. Orang yang barusan kamu sebut itu bukan hanya sebagai Bu Bos kita tetapi dia juga adalah sahabat aku!" Bentak Acha kepada Kevin dengan sinis. Namun, ekspresinya kembali tersenyum. Kevin berkata, "Siap, sahabatnya Bu Bos" lalu tersenyum juga ke arah Acha. Bayu yang melihat itu hanya tersenyum sekilas, lalu kembali fokus dengan laptopnya. Tanpa sepengetahuan Bayu, Alina sudah datang ke Vin Books untuk menemui Fara.
"Ya ampun, ini kamu ke hujanan di mana?" tanya Ibu.
"Itu Bu, di kampung sebelah turun hujan ternyata. Pas di Jakarta sih, nggak ada. Udah reda hujan nya" Ucap Alina, lalu menerima handuk dan baju ganti dari Sartika.
"Ayo, cepat Alina ke kamar mandi dan gantilah baju. Biar Bibi yang bawain tas kamu" Alina pun memberikan tasnya kepada Sartika.
Setelah selesai berganti baju, Alina akan masuk ke kamarnya untuk mengambil makanan dari Bayu. Tiba - tiba Sartika datang dan memberitahukan mengenai makanan tersebut.
"Alina!" ujar sambil berlari.
"Iya, Bi. Kenapa?"
"Nggak apa - apa, Alina. Bibi cuma mau ngasih tahu, makanan dan minuman yang ada di tas kamu Bibi letakkan di meja makan. Ayo, cepat segera di makan, itu tadi kayaknya ada wedang jahe kan, pas banget minum itu apalagi kamu habis ke hujanan."
"Oh, ya udah Alina ke sana ya, Bi"
Alina sedang duduk, di hadapannya ada wedang jahe dan juga roti coklat buatan Bunda. "Ya ampun, aku lupa" ucap Alina dengan lirih. Baru saja Alina akan beranjak dari tempat duduknya, tiba - tiba Bibi datang lagi.
"Alina, ini handphone kamu."
"Wah, terima kasih. Kebetulan banget Alina akan pergi mengambilnya."
"hehe, Bibi pamit pulang dulu ya Alina. Nanti sore insyaallah Bibi ke sini lagi."
"Oke, Bi."
Alina membuka handphone-nya untuk mengirimkan satu pesan kepada Bayu. Lalu, Alina menutup handphone-nya kembali dan ia menikmati sarapan yang dibuatkan Bunda.
Bayu, tak henti - hentinya memperhatikan Kevin dan Acha yang sedang live. "Cocok banget mereka berdua" ucap Bayu dengan lirih.
Ting
Bu Bos
Titip salam buat Bunda dan terima kasih banyak untuk sarapan hari ini, aku suka banget.
Bayu tersenyum mendapatkan pesan dari Alina. Namun, ia masih tidak bisa memahami kesalahan yang ia perbuat pada Alina. "Kenapa harus di titipkan pada Fara atau mungkin itu salah satu cara agar dia bisa menghindari aku" ucap Bayu dengan lirih.