Indonesia
NovelToon NovelToon
Gadis Desa Kesayangan Mafia

Gadis Desa Kesayangan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:28.8k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

​“Paman, kenapa ini besar sekali?” tanya Lucia bingung.

​“Kau menyukainya?”

​“Memangnya itu apa?”

​“Jadi kau tidak tahu ini apa? Kau yang membangkitkannya dan kau tidak tahu cara menidurkannya?!”

Lucia polos hanya menggeleng lugu, membuat sang mafia paling ditakuti di seluruh Italia itu menepuk jidatnya kuat-kuat.

****

Disiksa kemiskinan di desa terpencil Calabria dan dijual oleh pamannya sendiri ke sebuah klub malam, Lucia pasrah menunggu takdir kelamnya.

Namun, sebuah penggerebekan menyelamatkannya dan membawanya bekerja sebagai pelayan di mansion megah milik Alessandro Frederick–bos mafia dingin berdarah dingin yang menderita alergi parah terhadap sentuhan manusia.

Satu sentuhan dari orang lain bisa membunuh Alessandro. Tetapi, saat jemari Lucia tak sengaja menyentuhnya, tidak ada rasa terbakar.

Bagaimana bisa seorang mafia kejam menaklukkan hati gadis lugu hingga mengira elusan in-tim adalah usapan rasa kasihan dan ciuman adalah penyembuh rasa sakit?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 17

“Tuan, saya harus melaporkan sesuatu kepada anda,” ucap Vincent seraya melangkah masuk ke dalam ruang kerja Alessandro.

Raut wajah Vincent tampak serba salah, napasnya sedikit memburu setelah setengah berlari menaiki tangga karena lift tiba-tiba rusak.

“Katakan,” sahut Alessandro singkat dan dingin.

Alessandro sama sekali tidak berpaling dari setumpuk berkas laporan persenjataan di atas meja. Tangan kanannya dengan cekatan menandatangani sebuah dokumen berlogo Klan Frederick.

“Tadi siang, saat kita sedang rapat dengan klien di pelabuhan, ada seseorang yang mencoba membawa Lucia pergi dari mansion.”

Brak!

Pena mahal di tangan Alessandro patah. Pria itu seketika beranjak dari duduknya dengan gerakan kasar.

Kursi mewahnya sampai terdorong kuat ke belakang hingga membentur dinding.

“Apa katamu?!”

Mata Alessandro seketika berkilat membunuh, menyorot Vincent tajam bak belati. Biasanya, ia selalu bersikap tenang dan tak tersentuh jika menyangkut bisnis kotor, hilangnya uang miliaran, atau ancaman musuh bebuyutan.

Namun, mendengar nama Lucia terseret ke dalam bahaya di dalam kandangnya sendiri, dadanya mendadak dipenuhi gelombang kekhawatiran dan murka yang tak terkendali.

“Seseorang menyamar sebagai petugas kebersihan kota,” lanjut Vincent pelan, mencoba menjaga suaranya tetap stabil di bawah tatapan mematikan bosnya.

“Dia menyelinap masuk ke area taman belakang saat pelayan sedang lengah, dan mencoba menarik Lucia keluar.”

”Habisi semua pengawal yang berjaga di gerbang samping! Potong tangan mereka! Tidak becus bekerja!” bentak Alessandro dengan menggelegar.

Urat-urat lehernya menonjol tegang di balik kerah kemeja hitamnya.

“Bagaimana bisa ada tikus got masuk ke mansion dan menyentuh milikku, hah?!”

“Mereka sudah dihukum, Tuan. Para pengawal lain berhasil menghentikan pria itu dan mengusirnya. Tapi, saat pengawal akan menembak kakinya, pria itu berhasil melompati tembok dan kabur ke dalam hutan.”

Tangan Alessandro terkepal amat erat di atas meja hingga buku-buku jarinya memutih. Ia menahan gejolak untuk menghancurkan apa pun di sekitarnya.

“Bagaimana bisa kabur, hah?! Kenapa tidak dihabisi saja di tempat?!” geram Alessandro dengan napas memburu dan rahang mengeras. “Bodoh sekali! Pengawal macam apa yang aku pekerjakan?! Benar-benar kumpulan sampah tidak berguna!”

“Maafkan saya, Tuan. Pria itu bergerak sangat cepat. Tapi kami akan memperketat seluruh penjagaan mulai malam ini. Lapis tiga, Tuan,” ucap Vincent mencoba menenangkan bos besarnya.

Alessandro melangkah memutar dari balik meja, memangkas jarak hingga berdiri tepat di hadapan asisten kepercayaannya itu.

Tatapannya berubah tajam, seolah sanggup menguliti Vincent hidup-hidup.

“Dari mana kau memungut Lucia, Vin?” tanya Alessandro.

“Maksud anda, Tuan?” tanya Vincent gugup.

Keringat pun dingin mulai membasahi pelipisnya.

Bisa gawat luar biasa jika bos besarnya ini tahu kejadian rinci dari mana ia membawa gadis malang itu malam tersebut.

“Jangan pura-pura amnesia. Aku tahu orang luar tidak akan berani masuk ke mansion Frederick kecuali mereka punya ikatan kuat atau urusan hutang nyawa dengan orang di dalam. Jawab aku. Dari mana kau menemukan gadis itu?”

Vincent menelan ludah dengan susah payah. Matanya bergerak gelisah.

“Klub malam milik Marco, Tuan. Saya membawanya keluar dari sana saat melihatnya menangis histeris di kamar belakang dan—”

Dor!

Satu tembakan memecah kesunyian ruang kerja. Sebuah peluru melesat hanya beberapa milimeter dari telinga kanan Vincent, menghantam telak pajangan antik di dinding belakangnya hingga hancur berantakan.

Serpihan kacanya berhamburan ke lantai karpet.

Vincent membeku kaku di tempat. Napasnya tertahan di tenggorokan, kakinya lemas bagai agar-agar.

Di hadapannya, Alessandro berdiri dengan dada naik-turun. Pria itu masih mengacungkan pistol nya ke arah dinding, tangannya tampak bergetar samar.

“Jadi maksudmu,dia gadis bayaran?” desis Alessandro dengan suara serak.

Klub malam Marco–nama itu seperti racun yang menyebar cepat ke seluruh aliran darah Alessandro.

Kekecewaan mendalam seketika melingkupi seluruh rongga dadanya, menyapu bersih rasa hangat dan nyaman yang belakangan ini mulai tumbuh sejak kehadiran gadis desa ceria itu.

Pikiran-pikiran liar nan kotor langsung memenuhi otaknya tanpa bisa dicegah.

Mungkinkah kepolosan Lucia selama ini, senyum lugunya, tawanya yang lepas dan semuanya hanya akting murahan? Mungkinkah kepura-puraan?

Mungkinkah tubuh mungil yang selalu membuat gairahnya tersiksa itu, yang reaksi sentuhannya sanggup menyembuhkan alergi mematikannya, sebenarnya sudah disentuh, dijamah dan dinikmati oleh puluhan pria hidung be-lang lain di klub kelam milik Marco?

Membayangkan kulit putih Lucia berada di bawah pria lain membuat amarah cemburu yang buta membakar akal sehat Alessandro.

“Bukan seperti itu, Tuan! Tolong dengarkan penjelasan saya dulu!” potong Vincent cepat, menyadari kesalahpahaman mematikan yang sedang berputar di kepala bosnya.

“Saya rasa Lucia bukan wanita seperti yang anda–”

“Tutup mulutmu!” potong Alessandro dengan nada dingin.

Senjata di tangannya perlahan diturunkan. Raut wajahnya yang tadi dipenuhi amarah mendadak berubah hampa, kembali membeku dan tak tersentuh bagai es abadi di kutub utara.

Alessandro merasa begitu konyol dan dibodohi. Sang penguasa paling ditakuti dan dihormati di daratan Italia ini, baru saja membiarkan dadanya berdebar, membiarkan gairahnya tersiksa siang dan malam hanya demi seorang gadis manipulatif bekas tangkapan klub malam rendahan.

“Keluar!” perintah Alessandro pelan.

“Tuan, saya mohon. Biarkan saja menjelaskan. Anda salah paham,” bantah Vincent memberanikan diri.

“Kubilang keluar!” bentak Alessandro melempar pistolnya ke atas meja hingga berbunyi nyaring. “Sebelum aku melubangi kepalamu! Biarkan aku sendiri.”

Vincent menelan kata-katanya kembali. Ia menatap Alessandro dengan rasa bersalah yang mendalam karena tidak sempat menjelaskan seluruh ceritanya.

Dengan berat hati, Vincent menunduk hormat, lalu berbalik melangkah keluar ruangan, menutup pintu rapat-rapat. Meninggalkan Alessandro yang kini duduk termenung di kursinya. Menatap nanar ke arah meja dan perlahan membiarkan sisi kejamnya bangkit menelan sisa-sisa kewarasannya.

Alessandro mengepalkan rahang. Jika gadis itu memang berani mempermainkannya, ia bersumpah akan membuat Lucia memohon ampun padanya malam ini juga.

“Sialan! Aku mendapatkan gadis bekas pria lain?” gumamnya lirih.

1
tinie
dia menyukaimu karna kamu baik
makanya sekolahkan dia
biarkan dia cerdas
dia pasti akan memilihmu ,, dalam keadaan apapun
Ita rahmawati
jgn geer kamu Alesandro,, semua yg baik SM dia pasti akan disukain 🤣
Senja: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
zhelfa_alfira
keren
Ita rahmawati
polosnya lucia lebih ke bodoh 😂
jd aku rasa perlu belajar deh dia biar pinter 🤭
tinie
yaya Alesandro datang
🇦 🇵 🇷 🇾👎
sngt keren aq sk
🇦 🇵 🇷 🇾👎
biar aq perjls... yaaaa yaaaa yaaaa yaaaa di sk kau🙂
🇦 🇵 🇷 🇾👎
😅😅😅😅😅😅😅😅ya allah mules
🇦 🇵 🇷 🇾👎
gk ada kapok" manusian durjana ni
Sri Rahayu
untung Alessandro datang dan bisa nenyelamatkan Lucia dari Jhoni dan anak buah Marco....lanjut Thorr😘😘😘
+82
ular aman 🌚
Endang Sulistiyowati
Makanya Alesandro, itulah perlunya Lucia untuk belajar. Lucia kan baik, ga bakal khianatin kamu. Biar Lucia jg tahu caranya bertahan hidup di kota, dan ga terjebak karna kepolosannya itu.
Muft Smoker
sumpah kak ,, kram perut aq tuh ,,
bnr2 saling melengkapi ni si Lucia dg Ale Ale rasa 🍌 ,, 🤭🤭🤭
kasihan Vincent yg trus nahan ketawa ,, takut kembung Dy tuh ,,
semoga Lucia selalu aman dsna jgn sampai ini cuma jebakan biar si ale2 keluar mansion sdang kn target sebenarnya Lucia ,,
Muft Smoker
undangan blum sampe k rumah aq loo kak senja ,, udh jd suami aj niih🤭🤭
Muft Smoker
hmmmm mencari kesempatan dlm kesempitan anda Ale😼😼😼😼😼😼
Ita rahmawati
ya gpp Lo dia belajar kan biar jd pinter 🤣
Ita rahmawati
aku jd kyk orang gila baca cerita ini 😂
Muft Smoker: udh paling sbar AQ tuh ,,
🤭🤭😭😭
total 4 replies
Anbu Hasna
kapan nikahnya? kok aku g diundang?
Bunda SalVa
wahhhh menang banyak dong kamu Ale 😄😄😄
Adinda
🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!