Indonesia
NovelToon NovelToon
Batas Obsesi Cegil

Batas Obsesi Cegil

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Teen School/College / Romantis
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

Livy adalah definisi nyata dari "cegil". Selama dua tahun di SMA Wijaya, dia melakukan segala cara ekstrem untuk memenangkan hati Galang, kapten tim basket yang sedingin es. Livy menempel padanya bak perangko, membuatkan bekal setiap hari, hingga melabrak siapa saja yang mendekati Galang. Namun, Galang selalu merespons dengan tatapan sinis serta perkataan yang menyakitkan.

Puncaknya terjadi di hari ulang tahun Galang yang ke-17. Hadiah rajutan tangan Livy dibuang ke tempat sampah di depan umum. Malam itu, Livy sadar dia telah kehilangan harga dirinya. Dia memutuskan untuk berhenti mengejar Galang secara total.

Galang menyadari dia merindukan kehadiran Livy, semuanya sudah terlambat ketika teman masa kecilnya Livy datang ke sekolah sebagai murid pindahan. Livy sudah menutup hati pada Galang, dari situ giliran Galang yang harus menurunkan harga dirinya, mengejar Livy yang telanjur menjauh.

Sebuah pertanyaan, apakah Galang mampu merebut hati Livy?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyesalan Galang 27.

[Hari ini saya kirim empat bab sekaligus ya]

...Happy Reading...

......................

Suara gesekan kertas dan denting kalkulator akhirnya mereda bersamaan dengan pamitnya anak-anak kelompok fisika.

Jarum jam dinding di ruang tamu rumah Livy sudah menunjuk ke angka delapan malam. Satu per satu dari mereka keluar, hujan diluar rumah semakin deras, menambah kecanggangan yang semakin pekat.

Livy membereskan buku-buku paket yang berserakan di atas meja kayu. Ia mengira rumahnya sudah benar-benar sepi, sampai sebuah bayangan tinggi bergeming di ambang pintu menuju teras.

Itu Galang. Dia tidak ikut pulang.

"Galang? Ada yang ketinggalan?" Livy bertanya tanpa menoleh, tangannya sibuk menyusun penggaris dan pensil ke dalam kotak. Suaranya datar, tipe suara yang sengaja dipasang sebagai benteng pertahanan.

Galang tidak menjawab dengan kata-kata. Langkah kakinya terdengar mendekat, lambat namun terasa berat.

Ketika Livy mendongak, cowok itu sudah berdiri di seberang meja, menatapnya dengan tatapan yang belum pernah Livy lihat sebelumnya—tatapan penuh keputusasaan, jauh dari sosok Galang yang biasanya tenang, dingin, dan selalu memegang kendali.

"Hujan gede, saya mau disini dulu." Jawab formal Galang menghela nafas, sebelum ia bicara lagi dengan nada agak serak. "Kita perlu bicara, Liv. Berdua,"

Livy ikut menghela napas, tangannya berhenti bergerak. "Kalau soal tugas bab termodinamika tadi, besok aja di sekolah."

"Ini bukan tentang fisika," potong Galang cepat. Dia memutari meja, memperkecil jarak di antara mereka. "Ini tentang kita. Tentang buku diary kamu yang ga sengaja saya baca."

Livy terkekeh, sebuah tawa hambar yang defensif. "Kita? Bukannya dari dulu enggak pernah ada kita Lang? Kamu sendiri yang bilang kalau saya ini pengganggu. Soal buku diary itu.. Jangan dipikirin, sudah jadi sampah nanti akan saya buang"

Kata-kata itu seperti hantaman fisik bagi Galang. Galang memejamkan mata sesaat, meresapi penyesalan yang terlambat datang.

"Saya menyesal Liv, saya emang bodoh," Lirih Galang seraya melangkah maju lagi, tangannya terangkat seolah ingin menyentuh bahu Livy, namun ragu dan akhirnya menggantung di udara. "Tapi tolong... jangan seperti ini. Jangan sengaja dekat sama cowok lain di depan saya. Kamu tahu seberapa kesiksa nya saya setiap liat kamu berbincang dengan Rayhan?"

Livy menatap Galang lurus-lurus. Tidak ada lagi binar kekaguman di mata gadis itu, yang ada hanyalah ketenangan yang melelahkan. "Saya enggak sengaja bikin kamu cemburu, Lang. Saya cuma lagi menata hidup saya yang baru. Tanpa kamu. Lagi pula dia teman masa kecil saya, dekat itu wajar"

"Enggak, kamu bohong, kamu sama dia berbeda jenis kelamin. suatu saat pasti kalian ada yang namanya saling sayang" Suara Galang mulai bergetar, pertahanannya runtuh total. Ego besarnya sebagai cowok populer di sekolah menguap entah ke mana.

Galang bahkan menurunkan tubuhnya, bertumpu pada lutut di samping kursi Livy, mendongak memohon. "Balik seperti dulu, Liv. Jadi Livy yang selalu nyariin saya. Tolong... jadi 'cegil' buat saya lagi. Saya janji bakal hargai itu. Saya bakal ada buat kamu. Jangan bikin saya gila karena cemburu kayak gini."

Pemandangan di depannya sempat membuat dada Livy sesak. Ini adalah posisi yang dulu sangat ia impikan, Galang yang bertekuk lutut memohon cintanya. Namun, hati manusia bukan saklar lampu yang bisa dinyalakan lagi setelah meredup. Rasa lelah dan trauma ditolak mentah-mentah selama dua tahun terakhir telah mengubah sesuatu di dalam diri Livy.

Livy menarik napas panjang, menatap Galang dengan tatapan sarat akan kedewasaan yang dipaksakan oleh rasa sakit.

"Rasa sakit yang kamu lukis tidak akan merubah keputusan, Galang," ucap Livy lirih namun tiap katanya terdengar begitu tegas dan final. "Kamu yang membentuk saya yang sekarang. Kamu yang buat saya sadar kalau berjuang sendirian itu murah dan melelahkan. Jadi, jangan minta saya kembali ke jalan yang sengaja kamu hancurkan sendiri."

Galang terpaku. Kalimat Livy barusan mengunci seluruh argumennya. Keputusasaan di matanya berubah menjadi kehampaan yang dalam.

Sebelum Galang sempat bersuara lagi, terdengar langkah kaki santai dari pintu rumah menuju ruang tamu. Suara dehaman ringan memecah keheningan dramatis di antara mereka.

"Ekhem. Kayaknya obrolan seriusnya udah selesai, ya?"

Galang langsung berdiri tegak, menoleh dengan cepat dan defensif. Di sana, seseorang bersandar pada tembok dekat pintu masuk dengan kedua tangan dimasukkan ke saku jaket. Ya, orang itu adalah Rayhan.

"Saya bawa jas hujan Lang, mau pinjam?" Kata Rayhan seraya menatap Galang dengan senyum.

......................

...****************...

Tbc,

1
Friska Zega
👌
penggemar_Uangkecil?!
👍
aku
kapol
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
Akai
semangat kak membuat novel /Smile/👍
kucing kawai
lebih baik dengan kata "aku kamu kalo gk pakai lo gue" aja lebih keren thor
kucing kawai: siap thor, semangat terus ya thor 🫶
total 3 replies
kucing kawai
sedikit saran ya thor jangan pakai bahasa saya terlalu formal thor, baguss karya mu thor
kucing kawai: semangat ya author 🫶
total 2 replies
Queen Aisyah
astaga galang..🤣
Queen Aisyah
good
aku
diskon brp jd nya Lang?? 🤣🤣
Hesty
semnget💪💪💪
Hesty
bgus
Hesty
semanget💪
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!