Setelah mati di kecelakaan pesawat Shen Yu mendapatkan kehidupan kembali dan terlempar ditahun 80 sebagai orang bodoh. Tanpa sengaja dia mendapatkan keterampilan warisan keluarga yang sudah terputus dan mulai merintis usaha dari nol.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dimas upss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
Qing Yue terlihat gugup dan bertanya, "Shen Yu apa benar kau mau membelinya ?"
Shen Yu mengeluarkan uang 30 ribu dan berkata, "Ini 30 ribu aku serius."
"Baiklah ini gelang giokku." Qing Yue merasa sedih harus berpisah.
Shen Yu mengambilnya namun tiba-tiba saja meraih tangan Qing Yue, dia perlahan memasukan gelang itu dan membuat Qing Yue memakainya.
"Aku ini Pria gak cocok pakai gelang... Benda ini pasti berharga bagimu jadi untuk sekarang aku titipkan dulu kepadamu. Kedepannya jika kau punya uang kau bisa menebusnya." Shen Yu berkata dengan ramah.
"Tapi ini tidak baik bukan ?" Qing Yue merasa tidak enak.
"Aku yang beli terserah aku mau diapakan." Shen Yu melepaskan tangan Qing Yue dan terlihat cukup santai.
"Terimakasih." Qing Yue merasa bersyukur dan merasa Shen Yu sangat baik.
Mereka berdua berjalan bersama dan masuk kedalam koperasi. Shen Yu membeli banyak beras, tepung, permen dan beberapa rokok. Bahkan dia membeli sebuah sepeda dan untungnya Xiaonan sebelumnya punya kupon ini.
Shen Yu menghabiskan kurang dari 200 ribu dan jumlah belanjaan ini membuat Qing Yue terkejut, Shen Yu memanggil gerobak sapi Guan Du dan menaikan semua barang belanjaan kedalam gerobak sapi.
Guan Du tercengang, "Shen Yu dari mana semua uang ini ?"
"Tentu saja uangku sendiri... Barang bawaanku banyak ini adalah 5 ribu sebagai ongkos. Biar Qing Yue aku bonceng saja." Shen Yu memberikan 5 ribu.
"Baik." Guan Du setuju dan Qing Yue membonceng Shen Yu.
Saat hampir malam mereka akhirnya sampai di rumah Shen Yu, Guan Du dan Qing Yue membantu Shen Yu menurunkan semua barang bawaannya dan Shen Yu memberikan potongan daging babi untuk Blackie.
Shen Yu mengikat sekarung besar dibelakang dan berkata, "Kau dan Paman Guan Du beda arah... Ayo aku antar kau pulang."
"Tidak perlu repot-repot." Qing Yue merasa tidak enak.
"Gak repot... Berjalan dimalam hari sangat berbahaya." Shen Yu tahu benar kelakuan orang-orang desa ini.
"Hm." Qing Yue menurut dan jalan bersama dengan Shen Yu.
Setelah beberapa waktu mereka sampai dirumahnya dan Shen Yu melihat kolam yang terbengkalai. Lima Adik Qing Yue yang masih kecil semuanya keluar dan berlari kearah Kakak mereka.
"Kakak !"
Qing Yue memperkenalkan, "Ini Kakak Shen Yu yang sudah membantu Kakak."
"Bukankah dia si bodoh yang sering pergi ke kuil..." Qing Yue bergegas menutup mulut adiknya dan merasa tidak enak.
Shen Yu tersenyum dan mengeluarkan banyak permen, "Kau benar tapi sekarang Kakak ini sudah sembuh. Ini ada permen masing-masing dua jangan makan sekaligus nanti gigi kalian sakit."
"Terimakasih Kakak Shen." Mereka berlima memakan permen dan menyukai rasanya.
Qing Yue merasa lega dan berkata, "Maaf ya."
"Tak apa... Mereka masih anak-anak wajar saja." Shen Yu tidak mempermasalahkannya sama sekali.
Nenek Qing keluar dan terkejut, "Oh Shen Yu ya... Ayo masuk minum dulu."
"Tidak usah repot-repot kami baru saja pulang dari Kota dan aku hanya mengantar Qing Yue pulang saja. Ini ada sekarung beras tadi Qing Yue sudah membantuku menurunkan barang bawaan bersama Paman Guan Du, saya pulang dulu." Shen Yu naik sepedanya dan bergegas pergi.
Nenek Qing tersenyum, "Setelah sembuh anak itu menjadi sangat baik dan bisa diandalkan."
Shen Yu pulang ke rumahnya dan akhirnya bisa menghela nafas, dia pergi kebelakang dan terkejut melihat biji ginseng yang dia tanam sudah tumbuh secepat ini bahkan tiga daun.
"Air Spiritual didalam labu ini memang sangat hebat. Bahkan belum ada sehari sudah tumbuh secepat ini, baiklah coba tunggu seminggu lagi apa bisa berubah menjadi Raja Ginseng berusia seabad atau tidak." Shen Yu menyiramnya lagi dan mungkin harus sedikit lebih rajin.
"Shen Yu kau sudah pulang ?" Suara Fei Sie terdengar dari samping dan Shen Yu bisa melihatnya.
Shen Yu melambaikan tangannya dan berkata, "Kemari bantu aku sebentar."
"Baik." Fei Sie melihat sekelilingnya dan berjalan masuk lewat halaman belakang.
Mereka berdua masuk kedalam dan Fei Sie memeluk Shen Yu, "Aku pikir kau akan menginap dirumah Qing Yue."
"Kau cemburu ya ? Tenang saja walaupun aku tertarik dengannya aku tetap akan merawatmu dengan baik. Lihat ini aku punya hadiah untukmu krim perawatan tangan dan juga kosmetik agar kau tetap cantik." Shen Yu memberikan hadiah.
Fei Sie merasa senang dan berkata, "Kau harusnya memberikan ini kepadanya lagi pula aku hanya seorang janda."
"Omong kosong... Kau hanya dua tahun lebih tua dariku dan masih muda. Juga kau adalah wanitaku sekarang jadi cukup rawat dirimu baik-baik." Shen Yu memangku Fei Sie ditempat tidur.
Fei Sie melingkarkan tangannya ke leher Shen Yu dan mencium bibirnya, dia benar-benar haus kasih sayang dari Pria dan Shen Yu menyukai sifatnya yang terbuka.
Merawatnya sama sekali tidak rugi dan Fei Sie tidak terlalu banyak menuntut. Shen Yu membantunya melepaskan pakaian dan dadanya yang lembut membelai tubuhnya.
Shen Yu membawanya berbaring ditempat tidur dan memberikannya kenikmatan sepanjang malam. Malam yang dingin terasa begitu hangat dan Fei Sie memeluk Shen Yu sambil menahan suaranya.
Siapa yang menyangka setelah sembuh dia akan dibuat tergila-gila oleh pria nakal seperti ini, namun setidaknya dia mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang cukup.