Mencintai sang wanita walaupun wanita punya seseorang yang di cintai nya, tapi dia tetap mencintai sang wanita, dan sang wanita tau kalo dia di cintai, hanya saja dia mempunyai kekasih……
“Kamu selingkuh?….
PLAKK!!
Menampar sang kekasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Junita Aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9
“Dengarin tante yaa! Jangan nakal!” Lilis natap Arvin dan di balas anggukan sama Arvin
“Ehh! Ma! Kemarin aku dapat nilai paling bagus!” Liam natap mama nya karena cemburu, dulu mama nya mana ada waktu buat nemanin nya jalan-jalan
“Bagus sekali!” Mama natap Liam ngelus kepala nya
Selesai makan mereka berangkat, Lilis menatap mobil mama yang pergi membawa Arvin sama Liam ke sekolah.
“Tante mu orang baik!” Papa natap Lilis
“Aku tau!” Lilis natap papa nya
“Papa tau kamu marah masa-
“Aku harus pergi!” Potong Lilis lalu pergi ke mobil nya dan pergi meninggalkan papa di sana yang belum sempat bicara
______
“Helloo girl!” Jessi menghampiri jenisa yang baru turun dari mobil
“Ehhh ada kak Jelisa!! Apa kabar kak!” Jessi nyalam Jelisa
“Aman! Kamu gimana?” Tanya Jelisa
“Aman dong!” Jessi senyum
“Yaudah aku pergi dulu!” Jelisa natap jenisa
“Baik”
Jelisa lalu pergi
“Ehh! Ini catatan buku anak-anak yang akan dapat peringatan terakhir!” Jessi ngasih buku ke jenisa
“Baik” Jenisa ngangguk
“Gimana semua nya?” Taevin natap jenisa
“Aman! Gimana murid-murid yang akan di hukum?” Jenisa natap Taevin
“Udah di suruh datang orang tua nya!”
Sementara jiandra dia sampai dan dia melihat jessi dia senyum mau menghampiri jessi tapi tiba-tiba Juan datang
“Khemm!” Juan
“Ayokk” Juan menarik tangan jessi pergi
“Ehh!” Jessi kaget di tarik Juan
Jiandra lalu pergi masuk kelas dengan muka lesu
Lilis datang dengan mobil nya lalu turun dan natap Taevin dia lalu mengabaikan pergi gitu aja
”kamu ngapain?” Jessi natap Juan
“Aku hanya mau kasih kejutan!” Juan ngasih bingkisan
“Apa ini?” Jessi heran lalu membuka nya
“Lipstik?” Jessi lalu tertawa
Dari jauh jiandra melihat hal itu
“Dia tertawa!”
“Hmm, lipstik! Kamu pasti iri kemarin Taevin kasih jenisa lipstik! Sekarang aku yang buat orang iri!” Juan natap Jessi yang masih ketawa, lalu Juan ngelus kepala jessi yang masih ketawa
“Kamu suka?” Tanya Juan
“Oke-oke makasih!”
Bel tiba-tiba bunyi
“Ayok!” Jenisa natap Taevin
“Hmm” Taevin lalu pergi sama jenisa ke barisan
Lilis bingung kenapa rame di lapangan, dia lalu melihat Rosyi ikut baris
“Ini baris kenapa?” Tanya Lilis
“Bukan hari Senin juga!”
“Pelaporan penting! Ini sebagai peringatan penting buat para murid semua nya! Buat yang melanggar! Jika baris ini gak di hadiri di keluarkan! Mungkin masa depan nya gak akan bisa kuliah lagi kalo keluar!” Rosyi natap Lilis
“Kenapa gitu?” Tanya Lilis heran
“Owhh iya kamu murid baru!”
“Di kota ini! Cuma sekolah ini yang bisa membuat kita kuliah keluar negeri mau ke Korea,china, Inggris, cuma lulusan sekolah ini di kota ini yang bisa terdaftar, sekolah yang lain itu cuma terdata buat di kota ini aja, kalo mau kuliah di luar negeri kalo bukan lulusan sekolah ini gak akan bisa, itu pun mau kuliah di kota ini pun kalo sekolah nya bukan dari sekolah ini tes nya susah dan biaya nya mahal! Makanya murid di sini beratus-beratus, hampir seribu! Makanya asrama nya besar bagi yang rumah nya yang sangat jauh!”
“Wahhh pantas sekolah ini kaek aneh!”
“Tes tes! Khemm selamat pagi semua nya!” Jenisa berada di panggung lapangan yang mana di sana lah tempat berdiri nya kepala sekolah kalo saat upacara atau acara lain semua pada menatap ke arah nya dan mendengar nya acara ini sekali sebulan terjadi, bahkan lapangan ada 2 di depan dan di belakang semua nya penuh bagi yang gak dapat berdiri di depan kelas, speaker ada 3 di buat, biar semua nya terdengar, guru-guru hanya memantau aja
“Di sini saya akan langsung aja! Karena kita sama-sama capek berdiri di sini! Jadi saya akan langsung aja! Di sini pelaporan Ada beberapa murid
“Dia penting?” Tanya Lilis natap jenisa yang menjadi pusat perhatian ratusan murid
“Dia! Dia wakil OSIS!” Rosyi senyum
“Pacar aku!” Rosyi senyum membuat Lilis kaget
Di sisi lain
“Res!!” Jelisa memanggil Resti
“Iya kak?” Jelisa lebih tua dari Resti tua setahun
“Lo mau dengar gak masalah adek lo?” Tanya Jelisa
“Ayok!”
Jelisa sama Resti pergi ke kaffe depan gedung buat ngobrol
“Apa yang lo tau?” Resti
“Adek gue cerita
….(cerita Jelisa)
“Gue gak tau selama ini dia merasa tersakiti!” Resti menangis
“Keluarga mu hanya fokus pada mu karena kamu model! Perlu menjaga tubuh! Sementa rosyi? Aihh pantas rosyi slalu benci kalo gue bilang lo baik depan nya!” Jelisa natap Resti
“Saat jatuh dari tangga! Keluarga nolong ku karena lomba model akan di mulai, mungkin karena itu keluarga ku mementing kan ku! Tapi aku gak tau! Semua ini menyakiti rosyi sendiri!” Resti terus menangis tersedu
“Pantas dia lebih suka keluyuran di luar atau gimana” Resti natap rosyi
“Semua keluarga teman-teman nya udah tau perlakuan keluarga kamu ke dia!”
“Kamu tau! Aku dari kecil slalu sedih kenapa rosyi mengabaikan ku, Sampai sekarang ini, karena aku gak tau alasan nya!, Aku juga slalu iri sama dia! Yang bebas gak seperti Aku yang hanya terkekang di rumah dari kecil! Yang menjadi teman ku waktu kecil hanya mama sama papa, saya berteman saat saya mulai sekolah! Itu pun gak ada yang berani berteman sama ku!” Resti nangis menatap jelisa
“Saya takut rosyi merasakan hal yang sama seperti ku! Aku memberikan yang terbaik buat nya sampai aku berusaha keras sampai sekarang!, Aku gak punya teman buat support aku dalam hal apapun, aku hanya punya mama sama papa, ku pikir dengan hanya membuat rosyi bebas dengan memberikan uang yang sangat banyak buat dia bisa bebas di luar adalah hal yang tepat! Tapi semua nya salah!” Resti natap Jelisa
“Jadi sebenar nya ini semua nya perlu komunikasi keluarga! Dan juga orang tua mu seharus nya gak bersikap seperti itu, aku pikir sekeras apapun buat perbaiki akan rumit! Tapi kalo hanya diam seperti ini makin rumit sih!” Jelisa natap Resti
“Kamu benar!” Ucap Resti
“Makasih ya!” Resti nangis natap Jelisa
“Sama-sama” jelisa senyum
Sementara Di sekolah semua nya bubar kecuali murid yang bermasalah.
“Kekelas?” Jiandra natap jessi
“Ayok!” Jessi natap jiandra
“Kalian terlihat serasi!” Jiandra natap jessi
“Dia juga lucu! Menurut ku langkah ini gak salah!” Perkataan Jessi membuat langkah jiandra terhenti natap jessi yang terus jalan
Jessi heran kenapa jiandra gak bersuara dia natap ke belakang