Alexa Lily, gadis yang di Adopsi oleh salah satu ketua klan mafia sejak usia enam bulan. Alexa hidup di dalam kemewahan dan di kelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.
Tapi dibalik itu, Alexa tidak pernah tahu siapa orang tua kandungnya. Hingga suatu hari Alexa mendapatkan misi dari ayah angkatnya, dan misi itu berhasil ia selesaikan dengan mulus. Terlepas dari itu, Alexa mendapatkan sebuah informasi tentang siapa ayah kandungnya.
Berawal dari Informasi yang ia dapatkan, Alexa mendatangi kediaman ayah kandungnya itu.
Apakah ayah kandungnya itu akan menerima dan mengakui Alexa sebagai anak kandungnya? Atau justru ayahnya hanya menjadikannya sebagai pion untuk keuntungan pribadinya sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17 : Salah Pilih Lawan
"Cukup!"
Suasana kantor seketika hening. Assisten Lily terdiam dan menatap tajam kepada Alexa. semua karyawan yang berada di ruangan itu pun tercengang kaget.
Assisten Lily berdiri dengan memegangi pipinya yang sudah di tampar oleh Alexa. Ia membenarkan kacamatanya yang hampir terjatuh.
"Argggkk.... Kamu,,,, beraninya kamu nampar aku! Kamu belum tahu siapa aku?" Ketus Assisten Lily. Rambutnya sedikit berantakan.
Alexa mendongakkan kepalanya dan menatap datar kepada wanita itu. "Aku tidak peduli siapa kamu. Aku tidak cari masalah. Kamu yang tiba-tiba datang dan menjatuhkan kopi itu sampai membasahi sepatuku. Tamparan ku masih ringan." jelas Alexa masih terlihat sabar.
"Kau,,,," Pipih Asisten Lily merah. Wajahnya menunjukkan amarah yang sebentar lagi akan meledak.
Seorang karyawan perempuan berdiri di samping Alexa. "Alexa,, dia itu Asistennya Presdir Zayn. Di kantor dia bisa bertindak semaunya. Kami takut padanya." Jelas karyawan wanita itu.
"Gimana kalau kamu minta maaf saja sama dia? Biar dia tidak mengaduh kepada Presdir Zayn." Karyawan wanita itu meyakinkan Alexa supaya dia tidak memperpanjang masalah itu lagi. Dan supaya Asisten Lily bisa memaafkannya.
Karyawan wanita yang tidak menyukai Alexa pun ikut angkat bicara. Karyawan itu namanya Cendi. Dia selalu berpihak kepada Asisten Lily.
"Berani nampar Assisten Lily, tamat riwayatmu! Di Grup Zayn saja kamu tak mampu bertahan. Di seluruh kota London, tak ada yang berani pakai kamu." jelas Cendi dengan tatapan sinis.
Asisten Lily marah. Tatapannya semakin tajam kepada Alexa. Ia mengepalkan kedua tangannya. Amarahnya semakin memuncak.
"Hay, anak baru, kamu dengar atau tidak? Kalau kamu sekarang,,,,, kamu berlutut dan minta maaf di hadapanku. Lalu tampar wajahmu sendiri sebanyak seratus kali, aku mungkin bisa pertimbangin buat maafin kamu." jelasnya sambil menurunkan nada suaranya dan kembali tersenyum sinis. Sudut bibirnya naik. Ia membenarkan lagi kacamatanya.
Alexa memutar bola matanya malas. "Cih,,, hanya seorang Assisten rendahan. Tapi beraninya sombong banget. Sepertinya grup Zayn ini perlu dibenahi." ucapnya sambil kedua tangannya ia silangkan di depan dada. Suaranya pelan namun menusuk.
Asisten Lily membenarkan rambutnya yang tadinya berantakan. Ia mengangkat pandangannya kepada gadis yang berdiri di depannya. "Hah, Kau pikir kau bisa membenahi ku? Hahahaa!" Asisten Lily tertawa singkat. Raut wajahnya kembali menunjukkan emosi.
Asisten Lily terdiam dan memikirkan sesuatu. Pandangannya masih tidak lepas dari gadis yang berdiri di depannya dengan raut wajah menantang.
"Oke, hari ini aku akan buat kamu tahu, bagaimana hebatnya aku." ucap Asisten Lily penuh percaya diri. Ia ingin menunjukkan siapa sebenarnya dirinya dan posisinya di Grup Zayn ini.
Asisten Lily belum tahu siapa sebenarnya Alexa. Sikap sombongnya itu semakin ia tunjukkan di depan Alexa.
Asisten Lily melihat ke arah Karyawan yang dari tadi berdiri di samping Alexa. "Kamu juga, suruh dia berlutut padaku. Aku sendiri yang akan menamparnya." jelas Asisten Lily menegaskan setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya.
Cendi semakin geram melihat Alexa dengan raut wajah yang menantang Asisten Lily.
"Assisten Lily, sini biar saya bantu!" tanpa aba-aba, Cendi langsung maju hendak menghajar Alexa. Cendi melayangkan satu pukulan ke wajah Alexa. Namun, dengan kelincahan bela diri yang dimiliki gadis itu, ia berhasil menepis tangan Cendi dengan sempurna.
Alexa memutar badannya 180 derajat. Ia memutar lengan Cendi dan mendorong wanita itu sampai terjatuh berlutut di lantai.
BUG.
"Aauuu.." pekik Cendi. Lututnya memar akibat benturan yang cukup keras di lantai kantor itu.
Asisten Lily maju, wajahnya penuh amarah. Ia menunjuk gadis yang berdiri di depannya. Tatapannya tajam.
"Berani menindasnya, ku hajar kau!" ketus Asisten Lily. Asisten Lily mengepalkan kedua tangannya. Sebelah tangannya langsung melayangkan pukulan ke arah Alexa. Dan lagi-lagi Alexa berhasil menghindar. Tangan Asisten Lily berhasil ia tepis. Alexa kembali menampar wanita itu.
PLAK.
Tamparan yang cukup keras. Asisten Lily menjerit kesakitan sambil memegangi pipinya itu. Ia tidak mau menyerah. Ia kembali ingin memukul Alexa. Asisten Lily penuh amarah.
Semua karyawan yang tadinya terdiam pun sontak berdiri melihat pertengkaran antara Asisten Lily dan Alexa. Di tambah lagi Alexa sudah menampar Asisten Lily dua kali. Di kantor ini, tidak ada karyawan satu pun yang benari membantah Asisten Lily.
Alexa memasang badan di depan Asisten Lily. Satu pukulan hampir saja mendarat di wajah Alexa. Alexa langsung menunduk ia memutar tubuhnya 180 derajat. Tangan Asisten Lily berhasil ia tangkap. Dengan kemampuan luar biasa yang dimiliki Alexa, ia mendorong Asisten Lily sampai wanita itu terjatuh duduk di lantai.
BRUUKK.
Alexa menunduk. Satu tamparan ia layangkan di pipih Asisten Lily.
PLAK.
"Argggkk..." Asisten Lily menjerit kesakitan. pipinya sudah memerah akibat tamparan keras dari Alexa.
"Dasar wanita gila. Berani-beraninya ya kamu! Kamu akan menyesal!" ketus Asisten Lily. Sudut bibirnya berdarah.
Tamparan terakhir dari Alexa cukup keras. Sampai membuat Asisten Lily terpental. Rambutnya berantakan tidak beraturan lagi. Kacamatanya hampir terlepas.
"Kenapa? Masih mau ku tampar lagi kalian?" bentak Alexa dengan tatapan tajam kepada Asisten Lily dan Cendi yang masih duduk di lantai.
"Beraninya kau! Akan ku hajar kalian! Pergi sana!" Ketus Alexa dengan wajah datarnya.
Asisten Lily berdiri dan membantu Cendi untuk berdiri juga. Ia berdecak kesal sambil menunjuk Alexa lagi.
"Kamu tunggu saja, aku cari orang sekarang. Kalau tidak ku bunuh, aku bukan Lily lagi." ketusnya dan melangkah pergi meninggalkan ruangan itu.
Alexa membersihkan kedua tangannya yang habis memukul kedua wanita tadi. Semua karyawan yang tadinya kelihatan tegang pun kini terlihat tersenyum puas. Sepertinya selama mereka bekerja di perusahaan milik Grup Zayn di bawah perintah Asisten Lily, mereka begitu tertekan.
Tapi, kali ini kehadiran Alexa akan mengubah segalanya. Alexa tidak akan tunduk pada perintah siapa pun. Termasuk Asisten Lily.
Asisten Lily dan Cendi sedang berjalan di sebuah lorong sepi di kantor itu. biasanya Lorong itu sangat ramai di waktu jam istirahat kerja.
"Asisten Lily, siapa sebenarnya gadis gila itu? Kenapa dia bisa masuk di kantor kita? Siapa yang merekrutnya?" tanya Cendi dengan wajah serius.
Asisten Lily berhenti. Ia menatap Cendi. "Dia di rekrut sendiri oleh Presdir Zayn. Entah apa yang Presdir lihat dari wanita itu." jelas Asisten Lily.
Kedua wanita itu kembali berjalan menelusuri lorong sunyi itu.
Tiba-tiba saja dari belakang ada pria yang merangkul mereka berdua. Pria dengan setelan jas berwarna putih, bertubuh kekar dan berwajah tampan.
"Hay, cantik. Masuk kesini!" Ucap pria itu tiba-tiba.
Asisten Lily dan Cendi langsung kaget dan menoleh ke arah Pria itu. Belum sempat mereka mengatakan satu kata pun. Pria itu menarik paksa Asisten Lily dan Cendi masuk kesebuah ruangan kosong.
"Ah," pekik kedua wanita itu.
***
anak angkat di sayang anak kandung dibenci alur cerita begini udah basi..... aku kira menarik cih...