Kayden berada pada titik terburuk hidupnya ketika di mana ia dipecat dari perkerjaan, kekasihnya pun mengkhianatinya. Sang ibu yang juga tengah sakit kritis dan butuh biaya berobat membuat masalahnya semakin pelik.
Namun seolah Tuhan memihak padanya di waktu yang tepat, Kayden tiba-tiba melihat sebuah tampilan hologram yang menawarkan kekayaan dengan kekuatan super. Syaratnya, Kayden harus balas dendam.
Pada detik itu juga, Kayden berubah menjadi yang tak terkalahkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Beby_Rexy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Target Pertama
Beberapa saat sebelumnya Kayden tiba di Mall of Corholt, salah satu mal terbesar di Kota Corholt. Sejujurnya, ini pertama kalinya ia datang ke sini sebagai pengunjung. Ia akan membeli salah satu apel termahal di dunia!
Dia tak pernah menyangka momen ini akhirnya akan tiba. Dia datang ke tempat semewah ini sebagai orang kaya yang akan menghabiskan uangnya! Ini seperti mimpi!
Saat Kayden asyik dengan pikirannya, memikirkan apa yang akan dibelinya selanjutnya, sistem tiba-tiba memberinya pesan.
[Target ditemukan! Dia Jordy Fraser, salah satu teman sekelasmu. Mau balas dendam?]
Kayden cukup terkejut dengan pesan yang diberikan sistem kepadanya.
"Jadi, begini cara kerja sistemnya? Awalnya aku pikir aku harus menemukan targetku sendiri. Namun, sepertinya sistem ini yang membantuku," pikir Kayden.
Ia segera mengalihkan pandangannya, mencari Jordy. Dari timur, tak jauh dari sebuah toko perhiasan, Kayden bisa melihat Jordy bersama Della, melangkah ke arahnya.
Kayden mengenal mereka berdua dengan baik. Jordy adalah teman sekelasnya yang arogan. Dia berasal dari keluarga kelas menengah. Meskipun keluarganya bukan keluarga kaya, dia suka menghabiskan banyak uang untuk mendapatkan pengakuan dari orang-orang di sekitarnya. Dia seorang laki-laki munafik, tidak peduli dengan kondisi ekonomi keluarganya selama dia mendapatkan apa yang diinginkannya.
Tentu saja, hubungan Kayden dengan Jordy sangat buruk. Setiap kali ada kesempatan, ia selalu meremehkan dan mempermalukan Kayden. Ia melakukannya agar terlihat dominan dan berkuasa. Padahal, ia hanya melakukannya kepada mereka yang lemah.
Sedangkan Della, Kayden dengar Della itu perempuan yang gila uang dan kemewahan. Demi uang, dia rela melakukan apa saja, termasuk menjual tubuhnya. Dia cuma jalang!
Namun, terlepas dari semua kabar buruk tentang Della, Jordy masih tergila-gila padanya. Ini sudah menjadi rahasia umum di Universitas Corholt. Sejujurnya, hal itu tidak mengejutkan karena faktanya, Della adalah wanita yang sangat cantik dan seksi. Jika orang-orang melupakan latar belakangnya yang buruk, dia adalah wanita yang sempurna.
Tentu saja, dengan semua informasi yang dimilikinya, Kayden tahu apa yang harus dilakukannya untuk membalas dendam. Lagipula, ini adalah awal yang baik untuk memulai segalanya.
Oleh karena itu, dia berkata kepada sistem, "Ya, aku terima!"
[Semoga sukses! Ingat, semakin kejam balas dendammu, semakin besar hadiahnya!]
"Aku mengerti!" jawab Kayden dengan senyum puas.
Saat itu, Jordy dan Della mendekatinya, dan Jordy berkata dengan ekspresi meremehkan, "Sedang apa kamu di sini, Kayden? Mau mengemis? Apa akhirnya kamu sadar kalau cara terbaik menghasilkan uang adalah memohon dan merayu orang kaya?"
Sementara itu, Della hanya menunjukkan ekspresi acuh tak acuh. Baginya, laki-laki miskin tidak lebih dari sampah. Meskipun Kayden cukup tampan, itu tidak ada nilainya kalau dia tidak punya uang!
Karena itu, Della tidak mengganggu kesenangan Jordy dan memilih menunggu dengan sabar.
Sementara itu, Kayden tersenyum dan menjawab, "Kenapa kamu begitu peduli dengan apa yang kulakukan di sini? Bukankah lebih baik kamu khawatir uangmu habis setelah membeli hadiah kecil untuk Della?"
Jordy terkejut mendengar ucapan Kayden. Sejak kapan bajingan ini berani melawannya?! Bukankah biasanya dia hanya menunduk, menerima semua hinaan yang diberikan?!
“Apa dia sudah gila?! Apa otaknya rusak?!” geram Jordy dalam hati.
Hal ini tentu saja memancing amarah Jordy. Ia berteriak dengan wajah semerah tomat, "Kamu bilang ini cuma hadiah kecil, Dasar Bajingan?! Ini kalung berlian seharga 12 ribu dolar! Bahkan jika kamu bekerja setahun penuh, kamu tetap tidak mampu membelinya! Beraninya kamu bilang ini cuma hadiah kecil, dasar sampah!!"
Masih mempertahankan senyumnya, Kayden menjawab, "Aku bisa membuktikan padamu bahwa ini hanya hadiah kecil untukku. Sejujurnya, aku bisa memberikan Della sesuatu yang lebih baik. Mengingat kecantikannya yang luar biasa, dia tidak pantas memakai barang-barang murahan seperti itu!"
Tentu saja, kata-kata Kayden menarik perhatian Della. Siapakah laki-laki ini yang berani mengatakan itu?
Dilihat dari penampilannya, jelas dia hanya orang miskin. Pakaiannya yang lusuh jelas menunjukkan kondisi ekonominya. Lalu, dari mana datangnya rasa percaya diri untuk mengatakan semua itu?
Hal ini membuat Della tak kuasa menahan diri untuk bertanya, "Apa kamu yakin bisa membuktikannya? Apa kamu yakin bisa memberiku sesuatu yang lebih baik?"
"Tentu saja. Pasti ratusan kali lebih bagus daripada yang diberikan Jordy. Aku yakin kamu akan menganggap kalung itu sampah dibandingkan dengan yang akan kuberikan padamu," jawab Kayden yakin.
"Baiklah, aku akan melakukan apa pun yang kamu minta jika kamu bisa!" Della tertarik pada Kayden. Apakah Kayden benar-benar mampu melakukannya atau hanya akan mempermalukan dirinya sendiri? Dia sangat penasaran.
"Setuju!" jawab Kayden segera.
Pada titik ini, Jordy tiba-tiba menyela, "Della, apa kamu percaya bajingan ini?! Dia terkenal di kelasku sebagai orang yang sangat miskin! Dia bahkan tidak mampu membeli menu makan siang termahal di kafetaria! Lalu, bagaimana kamu bisa percaya pada orang seperti dia?! Dia jelas-jelas gila!"
Della juga bisa melihat bahwa Kayden sangat tidak bisa dipercaya. Kayden bahkan tidak mampu membeli pakaian bagus, jadi bagaimana caranya membeli perhiasan yang harganya ratusan kali lipat lebih mahal daripada yang dimilikinya saat ini?
Namun, Della masih ingin membuktikannya secara langsung. Melihat kepercayaan diri Kayden yang begitu besar, ia penasaran dengan apa yang bisa dilakukannya.
Tentu saja, ketika pada akhirnya Kayden hanya mencoba menipunya, dia tak segan-segan menamparnya keras-keras. Itulah yang pantas diterimanya!
Karena itu, Della menjawab, "Kita buktikan dulu kata-katanya, Jordy. Kalau dia cuma bohong, kuharap kamu memberinya pelajaran berharga. Buat dia menyesal pernah dilahirkan di dunia ini!"
Mendengar itu, Jordy tersenyum puas. Ia lalu menatap Kayden dengan senyum merendahkan sebelum akhirnya berkata, "Baiklah, mari kita lihat apa yang bisa kamu lakukan, Brengsek! Kalau kamu bohong, aku tak segan-segan mematahkan kedua tanganmu! Ingat itu baik-baik, Brengsek!”
"Oh? Kamu mau mematahkan kedua lenganku?! Lalu bagaimana kalau aku bisa melakukannya?" tanya Kayden dengan ekspresi dingin.
Jordy tertawa terbahak-bahak. "Kamu pikir kamu bisa beli perhiasan yang harganya ratusan kali lipat dari kalung berlian itu?! Hahaha, kamu lucu sekali! Kamu..."
Kayden langsung menyela, "Kamu harus mencium kakiku! Bagaimana?"
Mendengar itu, senyum Jordy langsung lenyap dan berubah menjadi ekspresi dingin, "Baiklah, demi Keluarga Fraser, aku bersumpah akan mencium kakimu jika kamu benar-benar mampu melakukan apa yang kamu katakan! Tapi, jika kamu tidak bisa, aku akan mematahkan kedua lenganmu dan merobek mulutmu!"
Kayden tersenyum puas. Ia menantikan ekspresi terkejut yang akan ditunjukkan bajingan itu nanti.
"Setuju! Sekarang ikut aku!" jawab Kayden sambil melangkah lebar menuju toko perhiasan sebelumnya.