Indonesia
NovelToon NovelToon
Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Red_Purple

‎Dua tahun pernikahan yang Nara jalani bersama dengan Arga mulai terasa hambar ketika Arga memilih untuk sibuk dengan pekerjaan. Hingga suatu malam dia menyaksikan suaminya itu tengah berselingkuh dengan sekretarisnya sendiri.

‎Saat dunianya terasa gelap, sosok Aditya Narendra yang merupakan sahabat baik Arga muncul sebagai pelindungnya. Rendra selalu ada di sisi Nara, memberikan dukungan dan perhatian yang telah lama tidak dia dapatkan dari suaminya.

‎Sentuhan lembut dan kata-kata hangat Rendra menjadi obat yang menyembuhkan luka dalam hatinya, sekaligus membawanya pada permainan penuh gairah pria itu. Namun, Nara tak menyadari bahwa di balik kebaikan Rendra tersembunyi sebuah rahasia besar.

‎"Jawab pertanyaanku, Nara. Lebih puas denganku, atau dengan suamimu yang selalu meninggalkanmu sendirian?" ~ Aditya Narendra.

‎‎📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30

‎Waktu terus berjalan, acara di ballroom akhirnya usai. Para tamu mulai berhamburan keluar. Arga dan Nara pun ikut melangkah keluar menuju tempat parkir.

‎‎"Ren, kami duluan ya," pamit Arga.

‎‎Rendra mengangguk santai, wajahnya tetap tampak tenang dan dingin seolah tidak ada hal aneh yang terjadi sebelumnya. "Hati-hati di jalan, Ga. Dan juga... jaga istrimu..."

‎‎Pria itu sengaja memperlambat ucapannya, lalu matanya menatap tajam ke arah Nara yang berdiri di samping Arga.

‎‎"Jaga dia baik-baik," sambung Rendra, namun tatapannya seakan menembus jiwa Nara.

‎‎Nara hanya bisa menunduk dalam, jantungnya masih berdegup kencang. Dia tidak berani menatap mata tajam itu lebih lama. Mereka pun membalikkan badan, berjalan meninggalkan area parkir yang mulai sepi menuju mobil mereka.

‎‎Rendra tetap berdiri di tempatnya, memandangi punggung Nara yang menjauh. Senyum tipis namun penuh arti terukir di bibirnya.

‎‎- 

-

‎‎Perjalanan pulang terasa hening. Arga menyetir dengan santai, sesekali melirik istrinya yang tampak termenung di kursi penumpang.

‎‎"Kamu kenapa, Sayang? Masih capek ya?" tanya Arga lembut sambil menggenggam tangan Nara.

‎‎"Aku baik-baik saja, Mas," jawab Nara berbohong, matanya menatap jalanan gelap di luar jendela. Pikirannya kacau, bayangan kejadian tadi dan tatapan Rendra terus menghantuinya.

‎‎"Ya sudah nanti sampai rumah langsung istirahat ya," ucap Arga tanpa curiga.

‎‎Suasana kembali hening setelah obrolan singkat itu. Setelah beberapa menit perjalanan, mobil akhirnya memasuki halaman rumah yang luas itu. Lampu-lampu taman menyala terang menyambut kedatangan mereka.

‎‎"Sudah sampai," ucap Arga sambil mematikan mesin. Mereka berdua turun dari mobil.

‎‎Baru saja mereka melangkah beberapa langkah menuju teras, Nara menyadari ada mobil lain yang terparkir di sana.

‎‎"Eh, itu mobil Papa dan Mama kan?" tanya Nara kaget.

‎‎"Iya, sepertinya mereka ada disini," Arga juga tampak bingung namun tersenyum. "Mungkin mereka kangen jadi mampir."

‎‎Mereka berdua pun berjalan masuk ke dalam rumah dan melihat Bayu dan Niken yang sedang duduk diam di sofa dengan wajah serius.

‎‎"Papa, Mama, kapan kalian datang?" tanya Arga sambil meletakkan kunci mobil.

‎‎Nara yang berjalan di belakang suaminya juga ikut menyapa dengan wajah cemas. "Selamat malam, Pa, Ma..."

‎‎Namun, tidak ada sahutan hangat seperti biasanya. Suasana terasa aneh dan sangat dingin. Wajah Bayu tampak datar dan serius. Belum sempat Arga bertanya lagi, Niken berdiri dengan wajah serius dan mendekati mereka.

‎‎"Nara..." suara Niken terdengar serak dan berat. "Kamu bisa jelaskan... kenapa barang-barang kamu sebagian ada di kamar tamu?"

‎‎Suasana ruangan itu seketika membeku. Niken berdiri tegak di hadapan mereka menuntut jawaban dan penjelasan, matanya menatap tajam bergantian antara Arga dan Nara.

‎‎"Jawab Mama! Kenapa barang-barang Nara ada disana?! Apa kalian tidur terpisah? Apa kalian sedang bertengkar hebat sampai harus pisah ranjang begini?!" bentak Niken tak mampu menahan rasa khawatir dan kecewanya.

‎‎Nara gemetar, tangannya terkepal kuat di depan dada. Wajahnya pucat pasi, otaknya berputar cepat mencari alasan. Dia tidak bisa mengaku bahwa dia dan Arga memang sudah tidur terpisah selama satu minggu lebih.

‎‎Arga segera maju selangkah berdiri di depan Nara, mencoba melindunginya dan meredakan situasi.

‎‎"Ma... tenang dulu. Ini bukan seperti yang Mama dan Papa pikirkan kok," ucap Arga berusaha terdengar tenang.

‎‎"Kalau begitu sekarang coba kamu jelaskan," Niken menyilangkan kedua tangannya di depan dada. "Berikan alasan yang masuk akal kenapa barang-barang istri kamu ada di kamar tamu!"

‎‎"Begini Pa, Ma..." Arga menarik napas panjang, lalu menatap kedua orang tuanya dengan tatapan memohon pengertian. "Memang benar... beberapa hari ini kami tidur terpisah. Tapi bukan karena kami berantem atau ada masalah."

‎‎Bayu yang sejak tadi diam dengan wajah serius akhirnya angkat bicara. "Lalu alasannya apa, Arga? Menikah itu untuk bersama, bukan untuk saling menjauh."

‎‎"Karena kesehatan, Pa," jawab Arga cepat. "Akhir-akhir ini kesehatan Nara kurang baik dan dia butuh istirahat yang cukup."

‎‎"Karena aku kadang pulang sampai larut malam dan takutnya mengganggu istirahatnya, aku menyuruhnya tidur di kamar tamu dulu sementara. Supaya Nara bisa tidur nyenyak dan bisa istirahat cukup. Itu saja, Pa, Ma. Tidak ada masalah lain di antara kami."

‎‎Niken dan Bayu saling bertatapan. Wajah keduanya perlahan mulai melunak melihat penjelasan yang cukup masuk akal itu. Meskipun masih ada sedikit rasa curiga, tapi melihat putra dan menantunya tampak baik-baik saja, kekhawatiran mereka sedikit berkurang.

‎‎Niken menghela napas panjang, wajahnya yang tadi tegang kini perlahan melunak. Dia menepuk pelan bahu Nara.

‎‎"Baiklah, Mama percaya sama kalian. Mama tahu kalian pasti punya alasan yang baik," ucap Niken lembut. "Tapi ingat ya, Nara... besok pagi segera pindahkan lagi barang-barangmu ke kamar utama. Suami istri itu seharusnya tidur bersama, jangan tidur terpisah terus."

‎‎"I... Iya, Ma." jawab Nara, meskipun sebenarnya dia tidak mengerti mengapa suaminya harus berbohong segala dan tidak memberitahu alasan sebenarnya mengapa mereka harus tidur terpisah.

‎‎"Dan besok..." lanjut Niken sambil menatap Nara dan Arga bergantian. "Mama ingin mengajak Nara konsultasi ke dokter kandungan. Mama ingin kalian ikut program hamil supaya cepat punya momongan. Umur kalian juga sudah cukup, Mama sudah tidak sabar ingin menggendong cucu."

‎‎Deg!

‎‎Nara terpaku. Wajahnya mendadak pucat pasi. Kakinya terasa lemas.

‎‎Konsultasi ke dokter kandungan? Program hamil?

‎‎Dalam benaknya, hitungan waktu terasa begitu nyata dan menakutkan. Sudah lebih dari dua bulan lamanya dia tidak pernah bersentuhan dengan suaminya. Sejak Arga beralasan terlalu sibuk dengan pekerjaan, dan setiap kali dia mencoba mendekat, Arga selalu punya sejuta alasan untuk menolak atau menghindar. Dan sekarang tubuhnya sudah dingin bagi Arga.

‎‎Tapi... tubuh yang sama itu justru setiap saat hangat dan bernafsu di bawah sentuhan Rendra.

‎‎Rendra... sahabat suaminya sendiri. Pria yang telah mengisi kekosongan hatinya, memberinya kenikmatan yang tak pernah Arga berikan, dan yang paling parah... Rendra telah menanam benihnya di dalam rahimnya berkali-kali tanpa pengaman.

‎‎Dan sekarang... Mama mertuanya ingin mengajaknya ke dokter kandungan? Ingin memprogram kehamilan?

‎‎Pikirannya langsung melayang pada kejadian beberapa waktu yang lalu. Tubuhnya yang telah dinodai oleh Rendra, dan rasa takut yang luar biasa. Bagaimana jika dokter menemukan sesuatu yang janggal? Atau bagaimana jika... benih Rendra yang tertanam di dalam rahimnya?

-

-

-

Bersambung...

1
Sisca Raharjo
keren ceritanya 😍😍😍😍
dome🌬️🌀🌀🌀
ga bisa berkata kata 🤣🤣🤣🤣
dah lah sama sama selingkuh
dome🌬️🌀🌀🌀
waduhhhh kacauuu.. rendraaa... rendraaaa.. boleh cinta tapi jangan sampai membuat orng yg kau cintai ikut merasakan menjadi seseorang yg berkhianat juga. banti beebaskan dl keterikatan antara arha dan nara. baru terserah kalian mau ajeb ajek apa iya iya...
dome🌬️🌀🌀🌀
yaaahhhh,,, jd ikutan selingkuh ini mah namanya. kalu kau sudah bener2 ga ada hati dan ga bisa kasih kesempatan buat arga lebih bik cerai dl saja nara.. jadi nama baikmu pun bagus ga tercoreng dengan kata perselingkuhan.... jngn ikutan kelakuan buruk arga yaa naraa
dome🌬️🌀🌀🌀
tolol bin goblok nih si Arga 🤣🤣🤣
kebodohan yg pertama selingkuh dan jinah sama sekretaris nya sendiri. lalu memint bantuan sama pesain vintamu sendiri. fan parrahnya ngasih jalan lebar buat rendra masuh kedalam rumah tangganya dan memanfaatkan celah hati iatrimu yg sedang sakit dan dia yg mengobati. kau tunggu tinggal penyesalannya saja🤣🤣🤣🤣
harusnya berusaha gigih kalau menyesal, ini mahh mau gampangnya aja. usaha yg keras yg gigih rebuh hati istri mu kembali, bukan malah minta tolong sama laki2 lain. emang cinta arga setengah2 ihhhh...
dome🌬️🌀🌀🌀
pwnyesalami audah expired yaa arga. harus dimusnahkan dan diganti sama yg baru. sori dori mori stroberi yee.. makn noh jalangmu. nara sudah ada oengganti yg tulus menunggu dia dengan sabar
dome🌬️🌀🌀🌀
wkwkwkwkwkwk... waduh gaswattt kepergok lagi ekheemmmm.... nara juga kepo banget sihhh kan jadi tau😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
hebat bnnget si rendra mengambil kesempatan disaat nara sedang patah hati , disaat itulah dia masuk dan menggoyahkan sedikit sisa perasaan nara yg tertinggal. makk jleb langsung kena. licik dan cerdas
dome🌬️🌀🌀🌀
gile aja nara mau jodohin adeknya dan rendra. sedanggkan rendraa saja sudah menunggumu semenjak dahulu.. wazeekkkkk🤣🤣🤣 sok melakolis🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
gercep bener bang Rendra 😁😁😁, sekali dikasih selah rendra sudah mode sat set jadi pebinor. baagusss.. bagusss..... ga layak nara dengan si bekas pejinah. selingkuh saja sudah katagori erlakuan yg sangat menyakitkan dan sulit dimaafkan ini lagi sampe jinah ape Kate dunieeeee... ogah bnget balik lagi. kalau masa lalu sih bisa kita jadikan ooelajaran mmasa lalu. lahh ini masih status suami selai selingkuh jinah pula. iyyuuuhhhhhh... g oake kata balik yg ada bakik badan dan byeee😁
dome🌬️🌀🌀🌀
kok iya bener khilaf fan bikin kesalahan sampe 6bulan🤣🤣🤣.. kocak nih si bambang. khilafnya dah akut pak. harus dieriksa dokter
dome🌬️🌀🌀🌀
waahhhh,,, tidak semudah itu ferguso. burung puyuhmi sudah masuk sarang burung yg lain. jijik amat bisa dengan mudah dimaafkan.. ogaah banget aku mah
nezoooooongggg
dome🌬️🌀🌀🌀
tanyakan pada menantu laknatmu pak wira...
mantumu sudah main serokan sama sampah jalanan pak.. sudah kotor
dome🌬️🌀🌀🌀
sory.. maaf mu ga laku arga. sekarang nikmatilah hasil perbuatan burukmu kepada istrimu. nikmatilah jalangmu.... 😤😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
kucing garong disodorin ikan asin yaa langsung mangap lah😂😂😂. apa lagi ada sambel tterasi tempe gorng lalpan sama sayur asem..beuuhhhh... dunia milik sendiri yg laen pada ngekos🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
NEZOOOONGGH lu arga, cinta lu kata. tuh mulut samma burung ga sinkron yaa. mulutmu berkata cinta tapi burungmu mematok yg lain😂😂😂

heloooooo...... halo... halooo
kalau lagi sakit minum obat Arga 😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
rendra: nara sedang apa kau sendirian disini.??
Nara: sedang ngitungin mobil ren, gabut ga ada kerjaan.
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
yg sabar bu' nar pak arha sedang sibuk sibuknya.
sibuk bercocok tanam diladang tetangga🤣🤣🤣🤣
rebut aja nara dr arga yg ga bis menjaga hati fa6n imronnya😁😁😁
xixixixi xixixi
fei h
inilah kata2 Rendra yg bikin jantungku tertusuk juga
Katherina Ajawaila
keren akhirnya kebudukkan mu terbuka semua Rendra, jahat pria lucifer😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!