Indonesia
NovelToon NovelToon
Menikah Dulu Lalu Jatuh Cinta

Menikah Dulu Lalu Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​Suara gemericik air hujan yang menabrak kaca jendela kamar menjadi satu-satunya dentang yang memecah keheningan di dalam ruangan bernuansa minimalis itu. Riana duduk di tepi tempat tidur berukuran king size, jemarinya meremas pinggiran sprei satin yang dingin. Di sudut ruangan lain, berdiri seorang pemuda berpostur jangkung yang sedang merapikan kerah kemeja hitamnya di depan cermin besar. Dialah Reza, sosok pria yang sejak dua bulan lalu secara sah menyandang status sebagai suaminya.

​Dua bulan bukan waktu yang singkat untuk hidup di bawah satu atap tanpa suara. Dua bulan berjalan seperti rentetan hari tanpa warna, di mana keberadaan satu sama lain dianggap layaknya bayangan yang tak memiliki wujud. Pernikahan ini bukanlah impian yang dianyam oleh cinta, melainkan sebuah simpul paksaan yang dijahit oleh warisan janji masa lalu.

​Nenek moyang dari kedua keluarga besar mereka pernah membuat kesepakatan tertulis puluhan tahun lalu, sebuah amanah keluarga yang tak boleh dilanggar oleh

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Deru Mobil Yang Meninggalkan Kampus

​Suara terisak yang sarat akan sakit hati memantul di dinding keramik toilet wanita gedung fakultas. Sela duduk bersandar pada pintu kubikel yang tertutup, menenggelamkan wajahnya di atas kedua lututnya yang gemetaran. Air matanya mengalir deras, merusak riasan mata dan membasahi kemeja yang mengenakan aroma rasa malu dari kantin tadi.

​"Kenapa, Jeng?! Kenapa Reza tega banget sama aku?!" seru Sela di antara senggukan napasnya yang patah-patah. "Dia bentak aku di depan semua orang cuma gara-gara cewek itu! Dia mentang-mentang ada Riana langsung buang aku gitu aja!"

​Di luar pintu kubikel, Ajeng—sahabat dekatnya—berdiri bersandar pada wastafel sembari memegang tas milik Sela. Wajahnya dipenuhi rasa prihatin sekaligus serba salah setelah menyaksikan sendiri kekacauan hebat di kantin belakang tadi.

​"Sel, udah dong... jangan nangis terus di sini. Nanti ada anak-anak lain yang dengar," bujuk Ajeng pelan, menggetok lembut pintu kayu tempat Sela mengurung diri. "Kamu keluar dulu ya? Kita cuci muka."

​"Aku gak peduli!" jerit Sela, membuka pintu kubikel dengan kasar. Matanya merah padam dan bengkak, menatap Ajeng dengan kilatan dendam yang makin menyala. "Ada yang gak beres sama mereka, Jeng! Reza gak pernah kayak gini sama aku! Tatapan Reza ke Riana tadi... itu bukan tatapan cowok ke sepupunya!"

​Ajeng menghela napas, menyodorkan beberapa lembar tisu kering pada Sela. "Tapi kan kemarin ada foto mereka belanja bareng, dan kata Reza mereka memang saudara—"

​"Bohong!" potong Sela cepat sembari mengusap kasar pipinya yang basah. "Aku kenal Reza udah berbulan-bulan. Dia gak pernah cerita punya sepupu seangkatan sama kita di fakultas ini! Mereka pasti nyembunyiin sesuatu dari kita semua."

​Sela melangkah mendekati wastafel, memutar kran air dan membasuh wajahnya yang sembap. Di dalam cermin besar toilet, pantulan matanya memperlihatkan tekad yang kian nekat.

​"Aku gak akan tinggal diam, Jeng," desis Sela dengan suara menajam. "Kalau Reza pikir dia bisa buang aku gitu aja demi Riana, dia salah besar. Aku bakal cari tahu apa hubungan sebenarnya di antara mereka berdua."

​Ajeng hanya diam, malas menanggapi sahabatnya yang keras kepala itu. Ia menyandarkan punggungnya ke dinding keramik toilet, mengamati Sela yang sibuk merapikan rambutnya di depan cermin dengan raut wajah jengkel yang tak disembunyikan.

​Sejujurnya, Ajeng sudah muak berada di posisi ini. Dari awal drama perselisihan ini mencetus di supermarket hingga insiden penyiraman air es di kantin tadi, Ajeng merasa Sela sudah sangat kelewatan dan mempermalukan diri sendiri di depan publik kampus. Namun, memberi nasihat kepada orang yang diselimuti kemarahan dan penolakan hanya akan membuang-buang energi.

​"Terserah kamu deh, Sel," sahut Ajeng akhirnya dengan nada datar, mengimbangi keheningan dingin di antara mereka. Ia menyodorkan tas milik Sela tanpa selera. "Tapi jangan ajak-ajak aku kalau kamu mau bikin ulah lagi. Aku gak mau ikut disidang dosen atau disorot anak-anak angkatan."

​Sela menyambar tasnya kasar, melirik Ajeng dengan tatapan tidak percaya. "Kamu gak belain aku, Jeng? Aku ini sahabat kamu!"

​"Justru karena aku sahabat kamu, aku gak mau kamu makin kelihatan depresi cuma gara-gara cowok yang udah terang-terangan nolak kamu di depan orang banyak," potong Ajeng tegas, lalu melangkah keluar meninggalkan toilet tanpa menunggu Sela.

Di pelataran parkiran yang berangsur sepi, deru mesin mobil Riana terdengar halus. Usai memastikan pakaiannya sudah berganti bersih dan rapi, Riana menyalakan pendingin udara kabin, berusaha mengusir sisa-sisa rasa dingin yang sempat merayapi tubuhnya.

​Ia melirik ke arah kaca spion tengah. Di belakang, beberapa meter jauhnya, sedan mewah milik Reza tampak mulai bergerak perlahan dari tempat parkirnya.

​Sesuai kesepakatan mereka di depan pintu mobil tadi, keduanya tidak melaju beriringan keluar dari pintu gerbang utama kampus. Riana membelokkan kemudinya lebih dulu ke arah kiri menuju jalan raya, sementara Reza sengaja menahan laju kendaraannya beberapa menit di pos satpam untuk menjaga jarak aman.

​Riana mengembuskan napas panjang sembari memegang kemudi rapat-rapat. Suasana hening di dalam kabin mobil membuatnya kembali teringat pada ucapan Reza di kantin tadi: Ayo masuk ke mobil, kamu ganti baju dulu sebelum masuk angin.

​Perhatian sederhana yang perlahan mengikis benteng jarak di antara mereka kini terasa makin nyata, membawanya pada kepastian bahwa setelah kejadian hari ini, hubungan mereka di rumah tidak akan pernah sama lagi.

1
Waaaaaa_
hehe gpp,selamat membacaa😍
bsjelfjbrndsabdvr
tapi suka ceritanya😍😍😍
bsjelfjbrndsabdvr
wahhh saking serius baca sampai lupa like dari awal Bab. Maafken ya Thor😂😂😍😍❤️❤️❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!