Punya nama Samson Perkasa Putra dan postur gagah setinggi 178 cm ternyata jadi beban berat buat Samson. Dituntut Papi jadi cowok macho penerus bengkel, Samson malah lebih paham urusan skincare dan bakat histeris tiap liat kecoa. Kehidupan Samson makin riweh saat dia harus bertahan di antara harapan keluarga yang manly abis, godaan gosip tetangga, hingga urusan asmara yang serba salah. Bisakah Samson membuktikan kalau pria "otot kawat, tulang lunak" juga punya caranya sendiri buat jadi pahlawan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PenaGabut_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesta Kemenangan
"Puncak kejayaan bukanlah saat kita merasa lebih tinggi dari orang lain, melainkan saat kebaikan karya kita bisa dinikmati oleh siapa saja tanpa terkecuali."
"Samson! Lu jangan kelamaan foto-foto di depan lampu LED Ginza itu! Piala emas dari dewan juri ini udah pegel gue pegangin terus dari tadi!" seru Bang Jarot seraya menyapu keringat di keningnya.
Suasana malam di pelataran Ginza World Trade Center masih terasa sangat riuh. Ratusan kilatan kamera wartawan internasional masih tak henti-hentinya menembus kegelapan malam, mengabadikan Momen bersejarah terpilihnya wakil Indonesia sebagai juara utama pameran estetika sejagat.
Di tengah kepungan wartawan, Samson tampil sangat mempesona. Jas wol pink pastel yang dikenakannya berpadu sempurna dengan kilau trofi emas berbentuk kelopak Bunga Wijayakusuma yang digenggamnya. Tubuh bidang setinggi 178 sentimeter itu berdiri tegap, memancarkan pesona luar biasa yang membuat para fotografer terus menekan tombol kamera mereka.
"Aduh Bang Jarot sayang, sabar sedikit dong!" balas Samson manis seraya memberikan pose terbaiknya ke arah kamera media Prancis. "Momen langka kayak begini harus diabadikan dengan sudut pencahayaan yang sempurna! Ini namanya diplomasi skincare tingkat tinggi!"
Papi Joko dan Mami yang berdiri di samping Samson tak henti-hentinya menyunggingkan senyum bangga. Mami membetulkan letak selendang batiknya seraya mengusap air mata haru yang masih tersisa di sudut matanya.
"Papi... Mami masih kagak percaya," bisik Mami lembut. "Dulu usaha kita di pelataran Pasar Subuh sering diolok-olok orang. Sekarang nama Bengkel & Auto-Beauty Lounge Perkasa Putra dicatat di papan skor tertinggi dunia!"
Papi Joko merangkul bahu Mami erat-erat. "Ini semua berkat ketulusan kita, Mami. Dan tentu saja berkat keberanian Samson, Kenanga, Bang Jarot, serta bantuan anak-anak geng motor."
Namun, di tengah suasana heboh itu, sosok Kenjiro Takahashi tampak melangkah sendirian keluar dari pintu samping gedung dengan wajah tertunduk lesu. Seluruh tim laboratorium dan pengawalnya telah pergi meninggalkannya usai kekalahan telak di panggung pengujian.
Melihat musuh lamanya berjalan lunglai, Papi Joko menghentikan langkahnya. Pria tua berkumis tebal itu melangkah mendekati Kenjiro, diikuti oleh Samson dan Kenanga.
"Kenjiro," panggil Papi Joko dengan suara tenang dan berwibawa.
Kenjiro menghentikan langkahnya, lalu menoleh perlahan. Matanya yang biasa memancarkan keangkuhan kini terlihat sangat lelah dan hampa.
"Mau apa lagi kamu, Joko? Kamu mau menertawakan kekalahanku di hadapan seluruh media dunia?"
Papi Joko menggelengkan kepalanya pelan. Dari dalam sakunya, Papi Joko mengeluarkan sebuah botol kaca ungu berisi Serum Royal Wijayakusuma murni, lalu menyodorkannya kepada Kenjiro.
"Aku tidak pernah berniat menjatuhkanmu, Kenjiro," ujar Papi Joko tulus. "Dua puluh tahun lalu kita sama-sama mencintai dunia estetika. Kamu memilih jalan teknologi sintetis, sementara aku memilih keajaiban herbal alami. Ambil ini... cobalah di kulitmu sendiri, dan ingatlah kembali mengapa dulu kita sama-sama ingin membuat orang lain tersenyum lewat perawatan wajah."
Kenjiro mematung menatap botol kaca ungu di tangan Papi Joko. Jemarinya yang gemetar menerima botol tersebut dengan rasa takjub yang mendalam.
Samson melangkah mendekat seraya merapikan bando pita pink penahan poninya. Samson mengedip-ngedipkan matanya centil dan polos, berusaha memasang raut muka paling menggemaskan yang ia miliki.
"Aduh Pak Kenjiro yang ganteng... jangan cemberut terus dong," gumam Samson dengan nada suara meliuk mewahnya. "Pakai serum ini dua kali sehari ya! Biar garis-garis stres di dahi Bapak bisa pudar, dan senyum manis Bapak balik lagi!"
Kenjiro menatap Samson, lalu menatap Papi Joko. Dinding keangkuhan yang membentenginya selama bertahun-tahun seketika runtuh. Pria berambut perak itu menundukkan badannya sembilan puluh derajat di hadapan Papi Joko dan Samson.
"Arigatou gozaimasu, Joko... Samson..." bisik Kenjiro dengan suara bergetar menahan haru. "Aku... aku telah kalah oleh kebaikan kalian."
Dua hari setelah kemenangan besar di Ginza, tim Perkasa Putra memutuskan untuk menikmati masa liburan singkat di kawasan Harajuku sebelum pulang ke Indonesia. Atas inisiatif Samson, mereka menggelar stan pop-up facial gratis di bawah rimbun pohon sakura kawasan jalanan Takeshita Street.
Suasana di Harajuku mendadak heboh luar biasa. Puluhan anak muda lokal, pemuda cosplayer, hingga wisatawan asing mengantre panjang di depan stan Perkasa Putra untuk mencoba keajaiban racikan dari Indonesia.
Ryuji dan anggota geng motor Bosozoku sibuk membagikan brosur berlogo Perkasa Putra dengan penuh semangat, sementara Bang Jarot—yang kini sudah mengenakan pakaian khas gaya Harajuku—turut membantu mengarahkan barisan antrean.
"Ayo-ayo! Yang mau mukanya glowing alami tanpa komedo, antre yang rapi!" seru Bang Jarot dalam campuran bahasa Indonesia dan bahasa Jepang seadanya. "Disponsori langsung oleh Bengkel & Auto-Beauty Lounge Perkasa Putra!"
Di meja perawatan utama, Samson dengan jemari lentiknya yang sangat mahir mengoleskan racikan krim ke wajah para anak muda Harajuku, disambut oleh decak kagum dan sorak-sorai kepuasan dari para pelanggan.
Kenanga melangkah mendekati Samson seraya menyodorkan segelas teh hijau hangat. "Sukses besar, Sam. Lu berhasil membuktikan kalau skincare lokal kita bisa diterima oleh siapa saja di seluruh dunia."
Samson menerima teh hijau itu, menyesapnya perlahan, lalu menatap langit sore kota Tokyo yang indah berhiaskan guguran kelopak bunga sakura.
"Ini baru permulaan, Mbak Ken," sahut Samson dengan senyum manis dan mata berbinar penuh tekad. "Dunia ini luas banget! Setelah Tokyo, Perkasa Putra bakal terbang lebih jauh lagi buat menyebarkan demam glowing dan kebaikan ke seluruh penjuru benua!"
Dengan piala kemenangan di tangan, Aliansi kuat keluarga, dan persahabatan internasional yang terjalin erat, perjalanan Samson dan tim Bengkel & Auto-Beauty Lounge Perkasa Putra siap melangkah menuju petualangan baru yang jauh lebih megah dan menantang!