Indonesia
NovelToon NovelToon
Assassin Terkuat Di Dunia Murim

Assassin Terkuat Di Dunia Murim

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Action
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bonggiw01

Aku Assasin Terkuat yang tak terkalahkan, bahkan setelah menjadi seorang kakek tua, tidak ada yang bisa membunuh ku.
"Hidup ku bosan. aku harap... aku bisa bertemu dengan musuh yang lebih kuat dari ku..."
Tenyata keinginan ku Terkabul!

Setelah aku mati oleh serangan jantung, Aku di hidup kan kembali di dunia Murim... di dunia yang banyak sekali Petarung yang sangat kuat.

ini perjalanan ku sebagai Assasin Terkuat di dunia modern, sekarang hidup di dunia murim.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bonggiw01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Bella berjalan menghampiri Ryan, matanya berbinar penuh kekaguman.

“Ryan… kamu luar biasa! Aku tak menyangka kau sekuat ini. Pantas saja waktu itu kau bisa mengalahkan aku dan Leo,” ucap Bella sambil tersenyum manis.

Ryan menoleh singkat. “Nomor Dua, kita sedang dalam misi. Jangan pernah menyebut nama.” Suaranya datar.

“Baik, Pemimpin!” jawab Bella cepat. Senyum tadi menghilang, berganti kewaspadaan penuh.

Ryan berjalan menuju kereta kuda yang sebelumnya dijaga para pendekar Aliansi Pedang. 

Tangannya menarik pintu kayu.

Kosong.

Alis Ryan berkerut. 'Tidak ada siapa pun di dalam kereta kuda ini?' Dia berlari ke kereta satunya.

Kosong juga.

'Sial… apa ini jebakan?! Kenapa tidak ada putri dari clan Taring Naga?' pikirnya. 

Matanya menyapu ke segala arah, mencari tanda-tanda musuh.

WUUUUSSSSHHH!!

Angin terbelah, suara melesat cepat datang dari samping.

“Haha… Jadi tenyata semua informasi itu benar. Anggota Kultus Iblis benar-benar datang ke tempat ini! Padahal aku mengira semua informasi itu palsu!” Sebuah suara lantang bergema. Gilbert.

WUUSSH!

Tubuhnya bergerak seperti kilat, mempersingkat jarak dalam sekejap.

'Dia sangat cepat! Itu Terlalu cepat! Aku tak akan sempat menghindar!' pikir Bella, wajahnya memucat karena pedang mengarah ke arah nya. Namun...

TRAAAAANG!!

Sebuah suara logam beradu keras. 

Ryan menarik Bella ke pelukannya, memutar tubuh, katana-nya menahan serangan mematikan dari Gilbert.

Gilbert menyeringai. “Oh… jadi ada anak yang cukup kuat juga di Kultus Iblis? Ini sangat menarik!”

Boom!

Aura membunuh langsung menyelimuti tubuhnya. 

Dia melancarkan serangan cepat tanpa memberi celah.

TRANG! TRANG! TRANG!

Ryan menahan semua serangan itu dengan gerakan yang tampak santai, tapi matanya tidak lepas dari lawan.

“Apa kau baik-baik saja?” tanya Ryan pada Bella tanpa menoleh, suaranya tetap tenang di tengah hujan serangan.

TRANG! TRANG! TRANG!

“A-aku baik-baik saja. Terima kasih,” jawab Bella, mencoba menenangkan napasnya.

“Menjauh. Aku akan mengakhiri dia,” ucap Ryan dingin.

Bella mengangguk dan segera mundur, langkahnya cepat meninggalkan arena.

Gilbert mengubah kuda-kudanya, memegang pedang dengan dua tangan. “Teknik Pedang Langit! Dua Belas Tebasan Murni!”

TRANG! TRANG! TRANG! TRANG!

Dua belas tebasan cepat menghantam Ryan seperti badai baja. 

Tapi setiap tebasan, setiap gerakan, dipatahkan dengan sempurna. 

Katana Ryan menari dalam lintasan presisi.

“Kau lebih tangguh dari para pendekar yang kubunuh tadi. Tapi hanya sedikit lebih tangguh saja.” ucap Ryan dengan nada meremehkan.

Gilbert mendengus marah. “Jangan bercanda, bocah! Aku Kapten Gilbert! Aku akan—”

Tiba-tiba....

SRAAAK!!

Gilbert terbelalak. Tangan kiri nya terbang, darah menyembur deras.

“AAAGGRRRHHHH!!! Tangan ku!! SIALAN! AGGGGRRRRHHHH!!” teriaknya, wajahnya meringis kesakitan. 

WUUUSSSH!

Namun meski kehilangan satu tangan, dia menyerang lagi dengan tangan kanannya.

TRANG! TRANG! TRANG!

Namun lagi-lagi Ryan menahan semua serangan tanpa terguncang sedikitpun.

“Kalian menjadikan anak-anak sebagai umpan… tidak kusangka Aliansi Pedang Tujuh Langit akan berbuat hal keji seperti itu" gumam Ryan dingin.

SRAAAK!!

Tangan kanan Gilbert kini terputus, jatuh bersama pedangnya.

“AAAGGRRRRHHHHH!!! TANGANKU! Kau memotong kedua tangan ku!!!” Jeritannya memecah hutan, darah menyembur liar dari kedua bahu.

BRAAK!

Ryan menendang lutut Gilbert, mematahkan sendinya. 

"AGGGGRRRRHHHH!!" Tubuh Gilbert terjerembab ke tanah, mengerang kesakitan.

BUAK!

Kaki Ryan menginjak dada Gilbert, menekan kuat hingga terdengar suara retakan tulang.

Mata Ryan dingin, suaranya datar. “Kau tahu kami akan datang dan menyerang Kereta kuda ini. Artinya ada yang membocorkan informasi. Katakan… siapa yang memberitahu mu?”

"Oohek! Ohook!" Gilbert memuntahkan darah, lalu tersenyum sinis. “Bajingan… kau tak akan mengerti… dan aku tak akan pernah memberitahumu.”

Ryan menghela napas pendek. “Cih. Tidak ada gunanya berbicara dengan mu”

SRAAAK!!

Katana-nya menembus leher Gilbert. 

Darah muncrat deras, membasahi tanah dan kaki Ryan. 

Tubuh sang kapten terkulai, mata terbuka kosong.

Ryan menarik katana perlahan, menatap mayat di bawahnya tanpa ekspresi.

'Sepertinya ada pengkhianat di dalam Kultus. Aku harus segera melaporkan pada komandan Risman soal ini' pikirnya sambil membersihkan darah dari bilah pedang.

-------------

KOAK! KOAK! KOAK!

Burung gagak hitam pekat melayang rendah di antara pepohonan.

 Ia hinggap mulus di tangan kiri Ryan.

Dengan gerakan cepat, Ryan mengikatkan gulungan surat kecil di kaki sang gagak. 

Mata gagak itu berkilat tajam, seolah mengerti betapa pentingnya pesan itu.

“Pergi.”

Sayap hitam itu mengepak kuat. 

WUUUSSSHHH! 

Dalam sekejap, ia menghilang ke langit.

Bella melangkah mendekat. “Ryan… jika memang ada pengkhianat di generasi kita, bukankah ini masalah besar? Kita bahkan tidak tahu siapa dia. Kalau seperti ini… kepercayaan kita pada semua rekan akan runtuh.”

Ryan menatap lurus ke depan. “Kau benar, Bella. Ini akan mengacaukan seluruh pasukan kita. Begitu ada kabar bahwa pengkhianat bersembunyi di antara kita, tingkat kepercayaan akan jatuh. Mereka akan saling mencurigai, dan rasa persaudaraan akan retak.”

“Sebagai pemimpin,” tanya Bella pelan, “apa yang akan kau lakukan?”

Ryan menoleh sekilas. “Untuk saat ini… tidak ada yang bisa aku lakukan. Tapi setelah kita semua berkumpul, aku akan bergerak. Aku ingin melihat wajah semua orang sebelum mengambil langkah berikutnya.”

Bella mengangguk. “Aku mengerti.”

---------

Sementara itu…

Di kediaman Clan Taring Naga, aula utama diselimuti cahaya temaram dari lentera minyak. 

Seorang Tetua Besar bertubuh kurus, berjubah panjang ungu, duduk di kursi ukiran naga. 

Beberapa pendekar berlutut di hadapannya, tak berani mengangkat kepala.

“Tetua Besar,” ujar salah satu pendekar dengan suara penuh hormat, “kami sudah mengambil tindakan pada informasi yang kita dapatkan. Kapten Gilbert telah berangkat untuk membantai anak-anak Kultus Iblis yang baru keluar dari pelatihan. Saya yakin dia akan berhasil.”

Tetua itu menghela napas panjang. “Jangan pernah remehkan mereka. Anak-anak yang berhasil bertahan di pelatihan Kultus Iblis bukan anak-anak biasa. Mereka adalah bibit ancaman nyata. Kau harus Pastikan mereka mati. Jangan beri kesempatan satu pun untuk lolos… apalagi mengetahui bahwa ada pengkhianat di pihak mereka.”

“Baik, Tetua! Saya akan melaksanakan nya” jawab sang pendekar sebelum menghilang bagai bayangan.

Tetua itu adalah Qiwel, seorang senior dari Clan Taring Naga.

Dia memandang kosong ke arah jendela. “Dari informasi yang kudapat, pemimpin generasi saat ini bernama Ryan… dan dia dikatakan sangat kuat. firasat ku mengatakan, Gilbert akan kalah.”

---------

Di markas Wilayah 05 Kultus Iblis.

Langkah cepat menggemakan lorong batu. 

"Komandan, ada surat dari Ryan!" Seorang penjaga menyerahkan gulungan surat pada komandan Risman. 

Tangannya yang kekar membuka segel hitam di kertas itu, matanya menyapu isinya.

“Jadi… ada pengkhianat di dalam Kultus,” gumamnya dengan nada dingin.

Arga, yang berdiri di sisinya, mengepalkan tangan. “komandan! Jika ada yang berkhianat, hukumannya hanya satu, kematian! Kita harus menghukum pengkhianat itu!”

“Kau benar,” jawab Risman. “Tapi kita tak tahu siapa dia. Kalau kita sembarang menuduh, itu hanya akan menimbulkan kepanikan. Kepercayaan antar anggota akan hancur.”

Arga mengetukkan tinjunya ke dada nya. “Tapi Tuan! Jika ini dibiarkan, Kultus Iblis berada dalam bahaya. Pengkhianat itu bisa memanfaatkan kita… menghisap informasi dari dalam! Dan menyerang kita dari belakang!"

Risman menatapnya tajam. “Itulah sebabnya kita harus lebih berhati-hati. Mulai sekarang, jalur informasi diperketat. Hanya segelintir orang yang boleh tahu misi tertentu. Jika informasi itu bocor… maka di antara mereka pasti ada yang berkhianat.”

 Arga mengangguk.

Di luar, langit sore mulai menghitam. 

Angin dingin membawa pertanda bahwa bentrokan antara Kultus Iblis dan Aliansi Pedang Tujuh Langit belum akan mereda.

1
Endi Tu Endy
dari awal lagi kah
Terserah
gass thor 🍻
V.MaryGrace
lanjut thorr
Terserah
ninggalin jejak dulu
Ed Troivan
update terus💪👍
The Rizki: kenalan yuk
total 1 replies
Ed Troivan
Lumayan ceritanya thorku 💪
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
xebeck D ron
awal lagi nih?
ZAHRANI
keren mantap jiwa thor👍👍
Heroik gg
katanya season 2 bang kok balik season 1
Anonim
👍
Betesyon Betesyon
ini cerita nya di mulai dari awal lagi kah?
RR
lagi pindahan atau lagi tes ombak nih bang😁, semangat terus pokonya dahh
ZAHRANI: bang jangan sampek hiatus😭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!