Indonesia
NovelToon NovelToon
Bunga Untuk Keanu

Bunga Untuk Keanu

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam / Orang Disabilitas
Popularitas:22.7k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Bunga gadis belia berusia 20 tahun, seorang pelukis tunawicara akibat trauma tragedi pembunuhan orang tuanya belasan tahun yang lalu, sempat merasakan kebahagiaan bersama Azka Alexander, pria tulus yang mencintainya apa adanya. Namun, kebahagiaan itu begitu singkat. Menjelang wafat akibat sakit keras, Azka berwasiat agar kakak kandungnya, Keanu Alexander, menikahi Bunga.
Keanu pria dingin yang menyimpan trauma mendalam terhadap wanita terpaksa menerima pernikahan itu demi memenuhi permintaan terakhir sang adik. Kini, Bunga dan Keanu terjebak dalam rumah tangga tanpa cinta. Di tengah dinginnya sikap Keanu, Bunga tetap berjuang mengungkap misteri di balik kematian orang tuanya demi menuntut keadilan.
Akankah pernikahan atas dasar keterpaksaan ini mampu menyembuhkan luka masa lalu mereka dan berubah menjadi cinta sejati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11

Di kediaman keluarga Lucas yang megah, keheningan malam pecah oleh suara langkah kaki tinggi dan rengekan Clarissa. Wanita itu menghentakkan kakinya kesal di hadapan sang ayah, Tuan Lucas, yang sedang duduk di kursi kebesarannya sembari memegang sebuah tongkat kayu penyangga.

"Pah, coba Papah desak keluarga Alexander agar Keanu mau menceraikan si wanita bisu itu!" rengek Clarissa tak mau mengerti, wajahnya cemberut dipenuhi amarah.

Tuan Lucas membuang napas berat, menggelengkan kepala melihat kelakuan putrinya. "Susah, Sayang. Dulu Papah pernah dekat dengan Tuan Alexander, tapi sekarang kami tidak sedekat dulu. Papah tidak berani mengusik kembali keluarga itu!" tegas Tuan Lucas dengan nada menekan.

"Pah, please... coba Papah atur kembali hubungan kerja sama dengan perusahaan Alexander!" desak Clarissa pantang menyerah, memegang lengan sang ayah.

"Tidak, Putriku! Papah sudah tidak mau kembali lagi masuk ke dalam lingkaran keluarga itu! Papah...!" Tuan Lucas mendadak menghentikan ucapannya. Mulutnya bungkam, tak berani melanjutkan kalimatnya seolah ada rahasia kelam yang sangat ia takuti dari masa lalu.

Sikap memotong bicara itu membuat Clarissa semakin meradang. "Papah nyebelin! Lebih baik aku pakai cara sendiri untuk merebut Keanu dari wanita bisu itu!" kecam Clarissa seraya menatap kesal ke arah ayahnya.

"Jangan, Clarissa! Kau jangan mengusik keluarga itu sebelum nantinya kau menyesal, Nak... Kau jangan sampai menjadi seperti Papah!" desak pria paruh baya itu dengan nada memperingatkan. Tubuhnya yang sudah tak bisa berjalan tegap lagi tampak gemetar, dan hanya dengan sebuah tongkat di genggamannya ia berusaha mempertahankan posisinya.

Namun Clarissa seolah tak memperdulikannya. Tatapan matanya berkilat penuh obsesi, ia nekat akan melakukan cara apa pun demi menyingkirkan Bunga dari sisinya Keanu.

*

*

Sementara itu, suasana berbalik seratus delapan puluh derajat di Mansion Alexander. Momen makan malam kali ini terasa jauh lebih hangat dan cair. Bunga dan Keanu duduk berdampingan, tampak jauh lebih akrab dari hari-hari sebelumnya.

Di sela-sela makan, Bunga sibuk menorehkan tulisan di buku catatan kecilnya, menanyakan berbagai hal mengenai sistem pekerjaan di perusahaan Alexandria yang sama sekali awam baginya. Keanu membaca tulisan itu dengan tenang, lalu menyerahkan sebuah buku pedoman tebal tentang operasional perusahaan yang memang sudah ia siapkan dari kantor.

"Pelajari buku ini. Kalau ada istilah yang tidak kau mengerti, tanyakan padaku besok," ujar Keanu dengan nada bicara yang jauh melunak.

Bunga mengangguk antusias dengan mata berbinar senang. Tak lama kemudian, langkah kaki tegas bergaung di ruang makan. Tuan Alexander pulang dari urusannya, melangkah masuk seraya membawa sebuah kotak kado berbalut pita indah.

"Selamat malam," sapa Tuan Alexander hangat. Ia mendekati Bunga lalu menyerahkan kado tersebut. "Bunga, Papah bawakan sesuatu untukmu."

Matanya Bunga membulat gembira. Dengan jemari gemetar penuh rasa syukur, ia menerima kado itu lalu refleks berdiri dan memeluk Tuan Alexander erat. "Terima kasih, Pah!" isyarat Bunga penuh haru usai mengurai pelukannya, menganggap sang mertua persis seperti ayah kandungnya sendiri.

Tuan Alexander tertawa terkekeh, lalu menepuk pelan bahunya Bunga. "Ingat Bunga, jangan dibuka sekarang. Nanti saja pas kamu mau tidur di kamar!" ujar Tuan Alexander dengan senyum misterius.

Mendengar pesan aneh itu, Bunga seketika mengernyitkan keningnya bingung. Keanu yang duduk di sebelahnya pun ikut menatap sang ayah dengan kening berkerut dalam.

"Oh iya, Keanu," lanjut Tuan Alexander seraya mengeluarkan sebuah botol kecil berlabel khusus dari saku jasnya dan meletakkannya di samping cangkir Keanu. "Papah bawakan kamu obat tradisional agar kondisi fisikmu selalu prima. Papah tahu akhir-akhir ini kamu semakin sibuk dengan pekerjaanmu, apalagi kamu baru saja pindah memegang penuh perusahaan Alexandria."

Keanu menyipitkan matanya, menatap botol herbal itu lalu berganti menatap sang ayah dengan pandangan penuh selidik.

"Jamu penambah stamina? Tumben sekali Papah seperhatian ini... aneh!" batin Keanu curiga, menyadari ada maksud terselubung di balik senyuman puas sang ayah malam ini.

Malam makin melarut di Mansion Alexander. Tadinya Bunga dan Keanu mengira Tuan Alexander tidak akan pulang cepat dan berencana kembali tidur di kamar masing-masing seperti semula. Namun rencana itu gagal total saat sang ayah terus mengawasi gerak-gerik mereka dari ruang tengah. Mau tak mau, Bunga dan Keanu kembali melangkah ke kamar utama.

Bunga masuk ke dalam kamar mandi sembari membawa kotak hadiah pemberian ayah mertuanya. Di dalam benaknya, Bunga membayangkan isinya adalah pakaian tidur atau gaun anggun. Namun, saat penutup kotak dibuka, Bunga seketika membelalakkan matanya.

Di dalam sana terbaring selembar lingerie sutra hitam berpotongan minim yang dibalut jubah sutra halus. Di samping pakaian tersebut, terdapat sebuah surat kecil. Bunga meraihnya dengan jemari gemetar dan membaca bait demi bait tulisan tangan sang ayah mertua:

'Bunga, Papah harap kamu dan Keanu bisa memberikan Papah seorang cucu. Papah akan sangat bahagia sekali jika kamu mau mengabulkan permintaan Papah, karena Papah bisa mati dalam kedamaian setelah merasakan hadirnya seorang cucu yang sangat Papah dambakan.'

Bunga mematung. Hatinya bergetar hebat mengingat semua kebaikan Tuan Alexander yang selama ini selalu memanjakannya bagaikan putri kandungnya sendiri.

"Apakah aku harus memakainya malam ini? Tapi apa nanti reaksi Kak Keanu? Dia pasti berpikir aku ingin menggodanya... Tapi aku juga tidak bisa mengabaikan permintaan Papah yang begitu baik padaku," batin Bunga berkecamuk penuh kebingungan.

Sementara itu di dalam kamar, seseorang mengetuk pintu pelan. Keanu melangkah mendekat lalu membukanya. Pria itu tersentak kaget saat melihat ayahnya berdiri di ambang pintu bersama Bik Ratih yang membawakan segelas cairan berwarna pekat. Bau menyengat seketika menusuk indera penciumannya.

"Pah, bau apa ini?" tanya Keanu refleks menutup hidungnya dengan raut wajah mual.

"Ini jamu tradisional yang Papah bicarakan tadi pas di meja makan. Kau minumlah jamu ini, Keanu, agar kondisi badanmu tidak drop dan selalu prima!" tegas Tuan Alexander seraya mengambil gelas itu dari nampan Bik Ratih.

"Aku tidak mau, Pah... Baunya bikin mual!" tolak Keanu seraya melangkah mundur.

"Kau itu sudah seperti bocah saja! Papah sudah sediakan madu, ayo cepat minum!" pangkas Tuan Alexander tak menerima bantahan.

Di bawah tatapan intimidatif sang ayah, Keanu akhirnya pasrah. Pria itu menerima gelas dan meneguk cairan itu hingga tandas. Rasa pahit dan getir membakar tenggorokannya hingga ia hampir tersedak, sebelum Tuan Alexander dengan cekatan menyodorkan sendok berisi madu ke mulut putranya.

"Pahit sekali, Pah!" keluh Keanu dengan wajah meringis.

"Sudah, jangan kebanyakan protes! Ya sudah, kalian cepat tidur. Papah juga mau istirahat, hari ini sangat melelahkan," ujar Tuan Alexander sambil berpura-pura menguap lebar, melirik puas ke arah Keanu yang mulai menunjukkan reaksi mendadak, dimana wajahnya mengencang dan napasnya memberat.

Begitu Tuan Alexander berbalik, Keanu buru-buru menutup pintu kamar dan memutar kunci. Pria itu menyandarkan punggungnya di pintu, memijit pelipisnya yang mendadak terasa pusing dan panas bergejolak dari dalam dada.

Ceklek!

Pintu kamar mandi terbuka. Bunga melangkah keluar dengan ragu.

Keanu mendongak, dan seketika pandangannya terkunci rapat. Bunga berdiri di sana mengenakan lingerie hitam selutut yang dibalut kimono sutra. Rambut hitamnya tergerai indah membingkai wajah cantiknya, sementara bibirnya merona merah merekah bagaikan buah delima.

Keanu menelan ludahnya kasar, jakunnya naik turun dengan hembusan napas yang mulai tak beraturan. Ditatap seintens itu, Bunga menundukkan kepalanya dalam-dalam, menyembunyikan rona merah di pipinya.

"Bunga... apakah baju itu... pemberian dari Papah?" suara Keanu terdengar parau dan berat.

Bunga mengangguk pelan, jemarinya meremas kain kimono karena merasa teramat canggung.

Namun, beberapa detik kemudian, Keanu merasakan gejolak aneh yang membakar tubuhnya dari dalam. Rasa panas membara menjalar ke seluruh pembuluh darahnya, memicu gair4h yang membumbung tinggi hingga wajah Keanu memerah sempurna dan peluh dingin mulai menetes di keningnya.

Bunga yang mendongak dan melihat perubahan drastis pada wajah suaminya seketika diliputi rasa khawatir.

"Kak Keanu kenapa? Wajah Kakak merah... Apakah Kakak demam?" gerakan tangan Bunga memburu panik. Tanpa sadar, gerakan tangannya yang tergesa-gesa membuat ikatan kimono sutra di bagian depan terlepas dan melorot sedikit, memperlihatkan belahan dadanya yang mengepul penuh di balik busana hitam itu.

Tampak gundukan indah itu begitu menggoda di mata Keanu yang kini pandangannya mulai kabur diselimuti gair4h akibat jamu penambah stamina buatan ayahnya.

Saat Bunga melangkah mendekat untuk menyentuh keningnya, Keanu berusaha mati-matian melawan pemicu zat di dalam tubuhnya. Dengan sisa kesadarannya, Keanu mencengkeram erat kedua bahunya Bunga.

"Bunga... menjauhlah dariku... Aku takut tidak bisa mengendalikan diri!" bisik Keanu serak, berusaha mendorong Bunga menjauh.

Namun, Bunga yang terlanjur panik mengira Keanu sedang mengerang kesakitan akibat demam tinggi. Ia tak menghiraukan peringatan itu dan justru semakin mendekat, hendak memeriksa suhu tubuh suaminya.

Pertahanan Keanu pun akhirnya runtuh total.

Gair4h pekat yang membakar pikirannya mengambil alih seluruh kendali. Dengan gerakan cepat dan brutal, Keanu menarik tengkuk lehernya Bunga, memangkas jarak, lalu melum4t bibir merah merona itu secara rakus dan tanpa ampun.

Mmph!

Mata Bunga membelalak lebar tak percaya. Ia mencoba memukul dada bidangnya Keanu dan melepaskan diri, namun tenaganya sama sekali tak sebanding dengan cengkeraman Keanu yang begitu dominan. Keanu mem4gut bibirnya kian dalam, menyalurkan rasa panas yang membakar dadanya hingga dalam hitungan detik, pertahanan mereka rubuh dan keduanya ambruk di atas ranjang utama.

Keanu mengungkung tubuh mungil Bunga di bawahnya. Di bawah temaram lampu kamar, Bunga hanya bisa terisak tanpa suara, terperangkap dalam dorongan gair4h suaminya yang lepas kendali di atas tempat tidur.

Bersambung...

1
Teh Yen
ternyata itu bukan tuan Alexander yg aslinyp kembarannya
Nar Sih
sdh mulai terlihat jls mslh disini ,gila harta dan tahta mebuat saudara jdi tega dan gila mecari pesugihan korban nya saudara sendiri
fatmawati (pipit)
ternyata papa alexander punya kembar identik yang sangat terobsesi pada ritual pada dewa darun untuk kekayaannya.
untuk iblis bermuka dua seharusnya kamu saja yang menjadi tumbal ritual dewa darun itu
Mom Ilham
kejutan bgt thor👍/Casual/🤭
Nadja 🎀
Clarissa tobat bisa dpt jodoh lbh baik dr keanu semangat ya!!
vania larasati
lanjut kak
Arw
plot twist nya ini ternyata...benar2 saudara yg jahat padahal kembar indentik...
Muft Smoker
aduuuuh demi harta dn kekuasaan ,,
ma saudara pun saling menikung ,, tikung kanan ,, tikung kiri ,, main tikung ooh ,, ooh ,,




🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
waaaah apa ini ,, kejutan apa lgii ni kak eliiiii ,,
aq padamu pokokny😉😉😉
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
makiin penasaran tiap bab ny ,,
aq fikir cerita kak eli cuma seputar perjodohan pengganti ,, trnyata di balik ny ad sekte yg tersembunyi ,,
😱😱😱😱
Muft Smoker
jgn2 ni bpa ny bunga ,, msh hidup tp di sekap😱
Muft Smoker
aduuuuh jd horror begini kak ,,
dr awal emnk udh curiga aq ma tuan Alexander ,,
vania larasati
lanjut kak
Nar Sih
cerita kali ini menegang kan kak,ada drama romatis juga ada horor nya
Teh Yen
Clarisa d sekap oleh tuan Alexander lalu itu ketemu siapa yah ?
Teh Euis Tea
othorku, jujur aku takut baca cerita KK yg ini, ntah kenapa aku kurang suka baca cerita mafia atau cerita horor
tegang aku bacanya
Teh Euis Tea: di Usain ya kak🙏
total 2 replies
Oma Gavin
makin seru cerita nya
fatmawati (pipit)
cerita lebih horor dimana seorang papa yang tega menumbalkan anak kandung demi mendapatkan kekayaan yang berlimpah /Sob//Sob//Sob//Sob/
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih kak
total 1 replies
fatmawati (pipit)
ayo keanu kamu pasti bisa mengungkap kebenaran ini, untuk clarissa apa bapak tua ini ayah kandung dari bunga 🤔🤔🤔🤔🤔
apakah kematian diana juga ada kaitannya dengan papa alexander
fatmawati (pipit)
novel kk yg ini ada misteri dari sebuah perusahaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!