Indonesia
NovelToon NovelToon
Ayo Kabur Dari Ayahmu, Nak! (Benih Rahasia Sang Mafia)

Ayo Kabur Dari Ayahmu, Nak! (Benih Rahasia Sang Mafia)

Status: tamat
Genre:Mafia / Anak Genius / Lari Saat Hamil / Tamat
Popularitas:966.5k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

"Dia seorang pria tua, Elena. Tapi dia sangat kaya dan royal. Tugasmu hanya melayaninya satu malam dengan mata tertutup."

Setelah kabur dari rumah tanpa uang dan tanpa tujuan, Elena menerima tawaran yang seharusnya tidak pernah ia ambil. Satu malam dan bayaran yang cukup untuk menyelamatkan hidupnya.

Namun malam itu meninggalkan sesuatu yang tidak pernah Elena duga.

Elena Hamil.

Demi melindungi bayinya, Elena melarikan diri ke Indonesia.

Tujuh tahun kemudian, takdir membawanya bekerja di sebuah perkebunan teh yang ternyata adalah milik Leonard—miliarder misterius yang selalu bersembunyi di balik topeng dan penampilan seorang pria tua yang rapuh.

Sementara itu, Leonard masih terus mencari keberadaan Elena, satu-satunya wanita yang sentuhannya tidak memicu penyakit alergi langka yang selama ini membuatnya menjauhi semua orang.

Saat kebenaran mulai terkuak, mampukah Elena menjaga rahasianya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 26

Sinar matahari pagi menembus jendela kaca yang tirainya hanya terbuat dari kain seprai bekas.

Di atas kasur lipat tipis yang digelar di lantai, Leonard membuka matanya perlahan.

"Ugh..." erang pria bertubuh atletis itu.

Ia mencoba duduk, namun langsung meringis tertahan saat merasakan sakit yang luar biasa di pinggang bawahnya. Lehernya kaku tidak bisa menoleh ke kiri, seolah salah satu sarafnya baru saja terjepit.

Menginap semalam di rumah sempit ini sukses membuat tubuh Leon seolah rontok seketika.

Sambil memegangi perutnya yang mendadak melilit akibat masuk angin, Leon berjalan gontai menuju kamar mandi. Begitu membuka pintu berbahan plastik murahan itu, langkahnya terhenti.

Tubuhnya mematung di tempat.

Mata biru Leon melebar menatap horor pemandangan di depannya. Ruangan itu sangat sempit. Hanya ada sebuah kloset jongkok, bak mandi keramik berukuran kecil dan sebuah benda plastik berwarna merah muda terang bergambar kucing tanpa mulut yang mengambang di atas air.

"Dimana kloset duduknya? Dimana bilik kaca shower-nya? Dan benda konyol apa itu?!" batin Leon menjerit.

"Minggir. Paman menghalangi jalan saja." Sebuah suara ketus membuyarkan lamunan Leon.

Ia menunduk dan mendapati Noah sudah berdiri di sana, menenteng sikat gigi bergambar minion dan handuk kecil yang dikalungkan di leher.

Leon menunjuk benda merah muda di dalam bak dengan jarinya yang gemetar.

"Fasilitas macam apa ini? Dimana showernya? Bagaimana caraku mandi dengan mangkuk plastik bergambar kucing cacat tanpa mulut ini?!"

Noah mendengus kesal lalu menatap Leon dari atas sampai bawah dengan tatapan meremehkan.

"Itu namanya gayung, Paman. Norak sekali. Apa pria sepertimu masa tidak tahu cara mandi pakai gayung?"

"Secara higienis, mencelupkan benda aneh itu berulang kali ke dalam bak air yang menggenang akan mendistribusikan bakteri!" protes Leon dengan gaya arogan khasnya. "Lagipula, cipratan air dari mangkuk itu tidak bagus. Kalau aku menyiram kepalaku, airnya akan menyiprat ke tembok dan memantul tak beraturan ke tubuhku!"

"Itu cuma alasan karena kamu bodoh dan tidak tahu cara mengayunkan pergelangan tanganmu! Rumus fisika gaya dorong air gayung itu sederhana Kamu cukup memiringkannya 45 derajat saat menyiram. Dasar payah!" sahut Noah tak mau kalah.

"Apa kamu bilang?! Kamu pikir aku tidak bisa—"

"Astaga! Bisa tidak kalian berdua tidak usah berdebat soal gayung pagi-pagi begini?!"

Elena tiba-tiba muncul dari arah dapur membawa spatula kayu, menatap dua laki-laki beda generasi itu dengan wajah garang.

"Ini rumah, bukan ruang sidang! Minggir, biar Noah mandi duluan! Dia harus berangkat sekolah!"

Elena menarik lengan Leon agar menyingkir dari ambang pintu, lalu mendorong Noah masuk.

"Hei! Aku yang lebih dulu di sini!" protes Leon. "Perutku sakit karena semalaman dihantam angin dari kipas berdebumu itu!"

"Tahan mulasmu sepuluh menit. Kalau tidak tahan, pergi ke toilet pom bensin depan gang!" balas Elena ketus, lalu menutup pintu kamar mandi tepat di depan wajah sang mafia.

Leon hanya bisa mendengus kesal. Sambil terus memegangi perutnya dan mengusap pinggangnya, ia berjalan ke ruang tamu dan menjatuhkan tubuh besarnya di atas sofa butut.

Wajah tampannya terlihat sedikit pucat.

Sekitar lima belas menit kemudian, Noah keluar dari kamar mandi dengan rambut basah, disusul Elena yang membawa handuk bekas pakai putranya.

Melihat Leon yang duduk meringkuk memegangi perut, raut wajah garang Elena perlahan melunak. Wanita itu menghampiri Leon dengan sedikit cemas.

"Apa alergi mu kumat lagi? Kulitmu masih gatal-gatal? Atau kamu benar-benar sakit perut?"

Mendengar nada suara Elena yang berubah lembut dan perhatian, sebuah ide licik tiba-tiba melintas di otak genius Leon.

Kenapa tidak ia manfaatkan saja situasi ini untuk membuat bocah menyebalkan itu kesal?

Seketika, raut wajah dingin Leon berubah memelas. Pria gagah itu mendongak, menatap Elena dengan tatapan sayu bak anak anjing yang kehujanan.

"Pinggangku sakit sekali. Tulang ekorku bergeser karena tidur di lantai. Perutku juga mual, kepalaku pusing. Alergiku sepertinya meradang sampai ke organ dalam," ucap Leon dengan manja.

Elena seketika panik. "Masa sih? Coba aku lihat," ucapnya khawatir sambil menempelkan punggung tangannya ke dahi Leon untuk mengecek suhu tubuh pria itu.

Leon menyeringai tipis penuh kemenangan. "Leherku juga sakit. Bisakah kanu memijatnya sedikit? Pokoknya ototku tegang semua," keluhnya, sengaja mencondongkan tubuhnya ke arah Elena.

Melihat adegan itu, mata Noah langsung melotot sempurna.

Bocah enam tahun itu berlari menghampiri mereka dan menarik tangan ibunya menjauh dari dahi Leon.

"Mama! Jangan percaya! Paman penyakitan ini cuma bohong. Tadi dia masih kuat berdebat soal gaya dorong air denganku! Dia cuma cari perhatian Mama!" teriak Noah kesal sembari menatap Leon dengan tatapan permusuhan.

"Aku benar-benar sakit, Bocah," balas Leon kalem. "Nona, tolong ambilkan aku air hangat. Kamu harus mengutamakan orang sakit, bukan?"

"Tidak! Mama harus menyiapkan seragam sekolahku. Paman urus dirimu sendiri!" Noah menarik pinggang ibunya dengan posesif.

"Aku pasien di sini. Aku butuh perhatian ibumu."

"Aku anak kandungnya! Mama harus mengutamakan aku!"

"Sudah kubilang, tulangku bergeser!"

"DIAM KALIAN BERDUA!" jerit Elena frustrasi, lalu memijat pelipisnya yang mendadak berdenyut nyeri.

Baru jam enam pagi dan rumahnya sudah terasa seperti kapal pecah.

"Satu minta dipijat, satu minta disiapkan baju. Kalian pikir aku ini gurita yang punya delapan tangan?!"

Di sudut dapur, Bella yang sedang menyeduh kopi sedari tadi hanya bisa geleng-geleng kepala melihat pemandangan di ruang tamu. Ia menyesap kopinya perlahan sambil tersenyum geli.

Melihat seorang pria asing yang tiba-tiba bertingkah manja lalu berdebat dengan bocah genius yang sama-sama memiliki gengsi selangit.

Ditambah lagi, mereka memperebutkan perhatian satu wanita yang sama.

"Kalau dilihat-lihat, mereka bertiga sudah persis seperti keluarga kecil yang bahagia," gumam Bella lirih.

****

Sub nambah tp like sepi. Ya udah aku malesan aja up nyaa

1
Rita Juwita
kereenn thor ceritanya..
Rismawati Damhoeri
kenap kamu mau aja di perassama tuh bocah, minta lah opa xander..🤭😄
Rismawati Damhoeri
kocak ya...🤣🤣 biasanya aku tak suka cerita mafia2an, lanjuuttt....
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
penyesalan mu terlambat Frank 😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bknnya Frank dan Julia tinggal di tempat padat penduduk ya kok ini beda lg jd mana yg benar 🤔😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
baguslah Julia mau ditangkap 👍👏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Frank kamu sdh memelihara ular 🐍🐍 berbisa di hidupmu 😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bener" ya si Noah 😅😅😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Frank jd misquin kah 🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
dah ku dugong kl kematian mamanya Elena pasti ulah Julia 😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mau makan Leon 😅😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
labil banget nih bumil 😂😂😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Bella puas banget ketawanya 😂😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mending Elena ngidamnya makanan yg gampang di cari tp pas waktu hamil Noah ngidam Elena bikin Bella mencak" karna pengen benda branded yg mahal" 😂😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kasihan Joni jd kena getahnya 😅😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
sabar Leon 😅😅😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Maura jngn kayak mama mu 😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
baca part Joni yg terakhir bikin ngakak 😂😂😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
untung sultan papamu kl bkn mana bisa menuhin ngidamnya Elena
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Noah" ampun dah 😂😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!