BANGKIT TANPA WARISAN.
Pemuda jenius terlahir tanpa dantian. di hina dan di hianati. pada suatu hidup dan mati ia baru menyadari diri nya telah merubah jantung di dada nya hingga menjadi jantung abadi. semua itu karena tekat nya hingga membuat rasa takut yang menghiasi hidup nya menjadi Entitas yang tidak berbentuk. hingga menyatu dengan jantung di dada nya. membuat jantung itu dikenal sebagai jantung dao yang tak terhancurkan,
kini jantung dao yang tak terhancurkan itu menggantikan dantian yang tidak ia miliki, dengan jantung dao yang tak terhancurkan, dia mampu bangkit dengan menginjak lautan darah musuh yang menghalangi jalan menjadi yang tak terkalahkan.
👉👉Tolong baca dulu sampai 10 bab, jika tertarik terimakasih. jika tidak pun terimakasih telah membantu karya ini meski tidak sebaik yang lain 🙏🙏🙏 Saya doakan kalian pada sehat, Amiin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarmadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 25. data intelijen klan yujin tidak sanggup mengukur kekutan yefan,
Sang wakil jenderal tertegun menyaksikan formasi tombaknya dihancurkan begitu saja. Dan Perisai pertahanan yang ia buat dipatahkan begitu mudah, serta ratusan prajurit elit gugur mengenaskan akibat serangan Yefan yang menerobos lautan prajurit tanpa sedikit pun rasa takut. Tindakan nekat itu membuatnya terkejut; Yefan bergerak seolah kehilangan akal sehat hingga tak mengenal rasa gentar di hadapan ratusan prajurit. Padahal, pasukan-pasukan itu memiliki basis kultivasi di alam Transenden puncak.
Namun, pemuda di hadapannya yang hanya berada di alam Transenden tahap tengah mampu membasmi mereka dengan begitu mudah. Bahkan, tebasan serempak prajurit dari berbagai sisi sama sekali tidak mampu menyentuh pakaian Yefan, apalagi melukainya.
Hanya dalam tiga tarikan napas, Yefan telah menyelesaikan hal yang mereka anggap mustahil. Bisa dikatakan, ratusan prajurit elit di sisi kiri telah dibantai habis. Tempo yang begitu cepat membuat sang wakil jenderal bahkan tidak sempat bereaksi untuk mencegah pembantaian tersebut.
"Pedang itu..." gumam wakil komandan sambil menyipitkan mata.
Bahkan Komandan Qiong Qi, yang sejak tadi mengamati pertempuran dari kejauhan, dibuat terperanjat oleh kekuatan Yefan.
Apakah bocah ini benar-benar telah pulih dari luka pertempurannya dengan Penatua Yan Feng? gumamnya sambil menggertakkan gigi.
Ternyata, dari awal hingga detik ini, bocah itu bertempur sama sekali tanpa menggunakan siasat apa pun dan teknik apa pun. Ia hanya mengandalkan kekuatan kasar—siapa pun yang menghalangi jalannya, tebas. Itulah satu-satunya hal yang terlintas di benak Komandan Qiong Qi setelah mengamati pertempuran yefan.
Bukankah berdasarkan laporan intelijen, bocah ini sangat licik? geramnya. menyadari bahwa informasi intelijen tidak bisa di andalkan,
Di medan pertempuran, Yefan terus membantai setiap prajurit di sekitarnya tanpa henti, tidak pernah menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Dengan satu tebasan yang tak terbendung, ia menghabisi sisa ratusan prajurit di posisi kiri sepenuhnya.
Suara benturan perlahan mereda, menyisakan teriakan dan jeritan ngeri sebelum tubuh para prajurit itu membeku lalu hancur berkeping-keping.
Yefan perlahan menoleh, mengalihkan tatapannya ke arah prajurit di sisi kanan. Penglihatan itu membuat para prajurit yang berlindung di balik perisai pertahanan gemetar ketakutan akibat kebuasan pria di hadapan mereka.
"Kurang ajar! Dengan kondisinya yang telah pulih sepenuhnya, jika dibiarkan terus begini, pasukan elit di bawah komandoku akan musnah tak tersisa!" geram sang komandan, melihat tatapan Yefan kini mengunci formasi segitiga sebelah kanan setelah formasi kirinya dihancurkan.
"Dan pedang aneh yang digunakannya itu..." Komandan Qiong Qi dibuat pusing oleh informasi intelijen klan yang sama sekali tidak akurat.
Tentu saja, sebelum pertempuran dimulai, sang komandan sama sekali tidak melirik pedang yang digenggam Yefan. Di matanya, peringkat pedang itu hanyalah kelas bawah.
Namun, yang membuat ia tak habis pikir, pedang murahan itu ternyata mampu memblokir formasi tombak gabungan dari delapan ratus prajurit miliknya—sebuah kekuatan yang setara dengan serangan kultivator di alam Roh awal—sekaligus membantai ratusan prajurit elit dalam sekejap.
Seandainya ratusan prajurit elit yang gugur itu ditempatkan di garis perbatasan medan perang, jumlah itu sudah lebih dari cukup untuk menahan musuh hingga dua hari. Waktu yang sangat berharga bagi para prajurit yang terluka untuk memulihkan diri.
Fakta inilah yang hampir membuat Komandan Qiong Qi muntah darah akibat kerugian yang terlalu besar.
"Mundur!" teriak sang komandan, suaranya sarat akan kebencian yang mendalam.
Tentu saja, setelah mengetahui bahwa Yefan telah pulih dari luka lamanya dan kini memegang senjata yang setara dengan kuas bertinta hitam, ia tidak akan membiarkan prajuritnya mati konyol.
Mendengar perintah langsung dari komandan mereka, serentak para prajurit menarik diri, merapat ke belakang Komandan Qiong Qi.
Sementara itu, Xijing Li yang menyaksikan pembantaian brutal Yefan terhadap ratusan kultivator setingkat dirinya ikut dibuat gentar. terlintas di pikirannya untuk kabur dari lingkaran pengepungan ini. apa lagi sebelum nya ia pernah menyerang yefan secara diam diam. membuat nya semakin ketakutan. saat memikirkan di waktu sebelum nya jika yefan membalas serangan diam diam nya.
Namun, ketika ia melirik 3000 kultivator di sekelilingnya yang masih memancarkan niat membunuh— sama sekali tidak gentar menghadapi kebuasan Yefan—ia mengurungkan niat tersebut-meski di landa keraguan di dalam benak nya,
Di sisi lain, ia menghela napas lega. Untung saja bukan aku yang maju menyerang lebih dulu, gumam Xijing Li dalam hati sambil melirik komandan Qiong qi yang dia anggap sebagai penyelamat nyawa.
Melihat ratusan prajurit mundur di balik punggung Komandan Qiong Qi, Yefan menyipitkan matanya tajam. Jelas, ia ingin melihat taktik apa lagi yang akan mereka mainkan selanjutnya.
"Komandan, pria bermarga Ye itu tidak sesederhana yang kita perkirakan. Data intelijen klan sepertinya sudah tidak bisa lagi kita pakai untuk menghadapi pria aneh itu," ujar wakil komandan, menyadari kemampuan tempur Yefan yang terus meningkat di setiap harinya. "Lagi pula, ia bertarung sejauh ini hanya menggunakan pedang aneh itu, tetapi sudah membuat kita kehilangan begitu banyak prajurit."
Hmm... Komandan hanya mengangguk pelan, tenggelam dalam pikiran sembari melirik sekilas ke arah kuas bertinta hitam yang terselip di sabuk pinggang Yefan yang belum ia gunakan sama sekali.
Awalnya, ia berniat menghadapi Yefan secara langsung bersama para prajuritnya. Namun, setelah melihat Yefan memiliki pusaka berupa pedang yang kekuatannya setara dengan kuas bertinta hitam itu, ia mendadak ragu.
"Sepertinya tidak ada pilihan lain," gumam sang komandan, menyadari bahwa menyerang secara frontal dengan ratusan pasukan elit yang tersisa sama saja dengan menggali liang kubur bagi mereka sendiri. Ia tidak sanggup menanggung kerugian yang lebih besar lagi.
Mendengar gumaman sang komandan yang terdengar tak berdaya, wakil komandan terkejut bukan kepalang.
"Apa... apakah Komandan hendak menggunakan teknik terlarang itu?" ujar kaget wakil komandan.
Bersambung.
aku cuma mau jelasin. ini karya hasil Kranggan ku sendiri kk, dan ga PP kalo KK ga percaya juga. dan terimakasih atas dukungan nya untuk karya ini meski tidak sebaik yang lain. 🙏🙏