Indonesia
NovelToon NovelToon
5 Tahun Pasca-Cerai

5 Tahun Pasca-Cerai

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Ibu Tiri
Popularitas:19.2k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Tiga tahun menjadi istri Anugrah Pratama, Cynara hanya dianggap sebagai beban. Pernikahan mereka bahkan disembunyikan karena Anugrah mengaku lajang demi mendapatkan pekerjaan. Ketika Anugrah memilih membuka hati untuk perempuan lain, Cynara menyerah dan perceraian pun terjadi.

Dua bulan kemudian, Cynara mengetahui dirinya hamil.
Lima tahun berlalu. Cynara kembali sebagai pemimpin Narendra Group, bersama putranya, Naren. Takdir mempertemukannya kembali dengan Anugrah, kini menjadi seorang manajer di perusahaan besar. Namun, bukan Anugrah yang akan mengubah hidupnya.
Ada Alvin Mahendra, CEO dingin yang diam-diam menyimpan luka kehilangan istrinya.

Pertemuan mereka membuka kembali rahasia masa lalu yang seharusnya terkubur.

#anakrahasia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Mitra Baru

Pagi itu, suasana lantai eksekutif JM Corporation terlihat lebih sibuk dibanding biasanya.

Candra berdiri di depan pintu ruang kerja Alvin sambil membawa beberapa dokumen.

“Pak Alvin, pukul sepuluh ada pertemuan dengan pimpinan Narendra Group.”

Alvin yang sedang membaca laporan mengangkat wajah. “Bukannya kerja sama itu baru masuk tahap pembahasan?”

“Benar, Pak. Pihak Narendra Group meminta pertemuan langsung untuk membahas penawaran kerja sama sekaligus kontrak awal.”

Alvin mengangguk. “Siapa yang akan datang?”

Candra membuka berkas di tangannya. “Pimpinan sekaligus pemilik perusahaan yang akan langsung datang, Pak.”

“Namanya?”

“Cynara Rizkia Fitri.”

Gerakan tangan Alvin berhenti.

Candra tidak menyadarinya. “Pak?”

Alvin mengangkat wajah. “Jam sepuluh?”

“Iya, Pak.”

“Siapkan ruang rapat.”

“Baik.”

Candra hendak keluar, tetapi kembali berbalik. “Pak, satu lagi.”

“Apa?”

“Kalau dari namanya ...”

Alvin mengernyit. “Maksudmu?”

“Pimpinan Narendra Group sepertinya seorang perempuan.”

Alvin hanya mengangguk. “Baik.”

Candra keluar.

Alvin kembali menatap dokumen di hadapannya. Namun, nama itu membuat pikirannya sekilas kembali kepada kejadian kemarin.

Cynara.

Perempuan yang ia temui di taman namanya juga itu.

Alvin menghela napas. "Mungkin kebetulan namanya sama," gumamnya pada diri sendiri.

.

.

.

Pukul sepuluh tepat. Pintu ruang rapat terbuka.

Candra berdiri hendak melapor. “Pak Alvin, Ibu Cynara sudah datang.”

Alvin mengangkat wajah. Dan untuk sesaat... ia memilih diam mengecek apakah dia orang yang sama dengan yang ada di pikirannya?

Saat pimpinan Narendra Group masuk, Alvin tertegun dengan seketika. Perempuan yang masuk ke ruangan itu adalah orang yang sama dengan yang ditemuinya kemarin di taman.

Cynara.

Namun, kali ini penampilannya jauh lebih profesional. Setelan kerja sederhana. Rambut tertata rapi. Sebuah map berada di tangannya.

Tidak ada sedikit pun kesan perempuan yang dulu pernah ia lihat dalam keadaan lemah di pinggir jalan.

Cynara tampak terkejut juga saat melihat wajah Alvin, ternyata pria yang dulu membawanya ke rumah sakit itu, adalah atasan mantan suaminya sendiri.

Namun, rasa terkejut itu segera ia tepis dengan senyum profesional. “Selamat pagi, Pak Alvin.”

Alvin berdiri. “Selamat pagi.”

Mereka berjabat tangan. Tidak ada reaksi yang berlebihan. “Silakan duduk.”

Cynara duduk berhadapan dengannya. Candra kemudian membagikan dokumen kepada kedua pihak.

Alvin membuka berkas tersebut. “Jadi, ini proposal kerja sama dari Narendra Group?”

“Benar.” Cynara membuka presentasi.

“Seperti yang sudah kami sampaikan sebelumnya, Narendra Group memiliki jaringan pemasok yang cukup luas untuk kebutuhan distribusi produk JM Corporation di beberapa wilayah.”

Alvin mendengarkan. Cynara menjelaskan dengan tenang. Tidak terburu-buru. Setiap angka yang ditampilkan mampu ia jelaskan. Setiap pertanyaan yang diajukan Candra, bisa dijawabnya dengan baik.

Alvin memperhatikannya. Perempuan ini benar-benar berbeda. Lima tahun lalu, ia bahkan tidak tahu apakah perempuan itu mampu berdiri sendiri.

Sekarang?

Ia justru duduk di hadapannya sebagai seorang pemimpin perusahaan.

“Untuk tahap awal,” lanjut Cynara, “kami menyarankan distribusi dilakukan secara bertahap. Dengan begitu, JM Corporation tidak perlu mengambil risiko terlalu besar.”

Candra mengangguk. “Strategi ini cukup aman.”

Cynara kemudian membuka halaman berikutnya. “Selain itu, kami sudah memiliki beberapa mitra distribusi di wilayah yang menjadi target JM Corporation.”

Alvin masih diam. Namun, bukannya memperhatikan angka di layar... pikirannya justru melayang.

Ia kembali teringat lima tahun lalu. Kania berdiri di pinggir jalan. Membungkuk di depan seorang perempuan yang terlihat pucat.

“Mas, kayaknya dia sedang sakit.” Suara Kania.

Kemudian perempuan itu berkata, “Saya baru saja resmi bercerai.”

Alvin menatap Cynara.

Tiba-tiba ia teringat bagaimana Kania saat itu begitu khawatir.

Padahal mereka sama sekali tidak mengenal perempuan tersebut.

Kania memang seperti itu. Selalu mudah iba. Selalu membantu orang lain.

Dan sekarang...

Kania sudah tidak ada. Alvin menundukkan pandangan. Tangannya mengepal di bawah meja.

Cynara yang sedang menjelaskan tiba-tiba berhenti. “Maaf, Pak Alvin?”

Alvin mengangkat kepala. “Ya?”

“Bagaimana menurut Bapak?”

Alvin terdiam. Candra meliriknya.

Cynara juga menunggu reaksi pimpinan perusahaan ini.

Alvin baru sadar sejak beberapa menit terakhir dirinya tidak mendengarkan dengan baik.

Ia berdeham pelan. “Menurut saya…”

Ia melirik dokumen di depannya. “Proposal ini cukup baik.”

Cynara tersenyum kecil. “Baik dalam hal apa, Pak?”

Alvin kembali diam dan berpikir.

Candra menundukkan wajah, berusaha menyembunyikan senyum. Alvin jarang sekali kehilangan fokus dalam rapat penting seperti ini.

Akhirnya Alvin mengambil dokumen tersebut. “Struktur kerja samanya,” ucapnya asal.

Cynara mengangguk. “Baik.”

Ia kembali menjelaskan. Kali ini Alvin benar-benar memusatkan perhatian.

Namun, ada satu hal yang terus berputar dalam pikirannya.

Perempuan yang dahulu ditolong Kania kini berdiri di hadapannya sebagai seorang pengusaha.

Dan yang lebih aneh... nama perusahaan itu adalah Narendra Group.

Alvin menatap lembar proposal. “Boleh saya bertanya satu hal?”

“Tentu.”

“Kenapa nama perusahaan ini Narendra?”

Cynara tersenyum. “Karena saya mengambilnya dari nama anak saya.”

Alvin terdiam. Anak laki-laki yang kemarin ia temui. Naren. Anak yang memberikan bola kepada Keanu.

Alvin mengangguk pelan. “Oh, begitu.”

Cynara tersenyum. “Anak saya adalah alasan saya membangun semuanya sampai seperti sekarang.”

Alvin tidak menjawab.

Sekarang, pandangannya mulai berubah. Ia melihat Cynara bukan sebagai perempuan yang pernah ditolong Kania.

Melainkan sebagai seorang ibu yang membangun kehidupannya sendiri demi anaknya.

Dan entah mengapa...

kalimat sederhana itu membuat Alvin kembali teringat kepada Kania.

Istrinya yang juga pernah mengatakan hal serupa.

“Kalau nanti kita punya anak, aku ingin dia tumbuh menjadi anak yang baik.”

Alvin menunduk. Kenangan itu terasa begitu nyata. Cynara memperhatikannya.

“Pak Alvin?”

Alvin kembali tersadar. “Ya?”

“Kalau begitu, apakah kita bisa melanjutkan pembahasan mengenai kontraknya?”

Alvin mengangguk. “Tentu.”

Yang suka cerita Thriller, mampir yuk sama karya temen aku.

*bersambung*

1
Safira Aurora
semangat ya thor
Aku Rajin Membaca
yaaaahh cuman 1
sunaryati jarum
Semoga kontrak segera keluar, semangat
Esther
Semoga kontraknya segera keluar, ceritanya bagus.
SoVay: terima kasih kakakku, nanti kalau hari ini kontraknya udah keluar, aku langsung up ❤️
total 1 replies
yulithong
mulai dh pf bikin penulis stuck n reader resah...
yulithong: semangatttt kal...💪💪💪💪
total 2 replies
Aidil Kenzie Zie
apa tentang nafkah batin yang tertunda 🤭🤭🤭🤭
MomyWa
😭😭😭😭😭 mewek loh, sakit bgt jadi org yang diikat, tp malah disembunyika. dalam keadaan terikat
Safira Aurora
kamu akan kaget mngetahui status lo gadza sang pncuri suami org
MomyWa
kok malah nyalahin cynara? yg pelakor itu elooo.. terus yg ngajak nikah itu kkk lo 🤣
Safira Aurora
gimana cengonya anugrah nantinya
MomyWa
ada 3 org yg akan mainin anugrah 🤭
arielskys
aku malah nangis saat menjadi cynara 😭😭😭 harusnya membiayai keluarga di kampung, ternyata malah dpkasa berhenti
Safira Aurora
😭😭😭😭 jgn bilang cnra jtuh cnta dluan
MomyWa
oke, aku dngeeer
arielskys
kena Lo anugrah... tu mkanya
arielskys
mau ngomongin apa nihhh
yulithong
hemmm...poor gadiza🥺...lanjut kak...👍
Sri Widiyarti
lanjut thor ditunggu penasaran 🥰
Korik Kook
ayo gasss,.. penasaran
Siti Kamisah Hasnul
makjleb kan Gadiza
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!