Indonesia
NovelToon NovelToon
Seorang CEO Berkerja Di Cafe

Seorang CEO Berkerja Di Cafe

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Perjodohan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: as2357zzjdj

Bryen berusia 25 tahun seorang pria pemilik cafe sederhana, memiliki karyawan untuk membantu melayani seorang pelanggan, saat sibuk melayani pelanggan ia tidak sengaja menumbuhkan Kopi ke pakaian seorang perempuan sombong, angkuh dan dingin, yg lagi asik berbincang sama teman kantor nya, hingga ia kaget langsung beranjak

"HEI KAMU... HATI - HATI DONG! INI BAJU MAHAL, LIHAT.... BAJUKU JADI KOTOR!! PAKAI MATA ENGGAK!! ". Ucapnya sentak marah
" maaf nona, saya tidak sengaja, sini saya bersihin! ". Jawab brayen sambil mengelap gaun yang kena tumpahan kopi
" TIDAK USAH!! BISA SENDIRI, DASAR LAKI-LAKI!! ". Ucapnya dengan tatap kesel melangkah melewati, temannya pun mengikuti dengan ekpresi bingung
Ini pertama kalinya bagi bryen di marahin oleh seorang wanita.

kehidupan bryen sangat suka hidup biasa saja, walaupun sang ayah selalu menjodohkan dirinya dengan seorang wanita kenalan teman ayahnya, sampai kini sang ayah masih membahas perjodohan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19 KEJADIAN DI KAMAR MANDI!!

******

******

******

    Brayen sedang menggocek segelas kopi dengan menggunakan sendok makan hari ini ia libur kerja tidak kemana-mana hanya diam di hotel sambil menyiapkan segelas kopi untuk dirinya sendiri.Sendok Bekas yang sudah menggocek kopi pun di letak wastafel, melangkah jalan ke meja makan, Duduk di kursi meletakkan di atas meja. Tidak lama Elina datang dengan rambut acak-acak sepertinya ia baru bangun tidur, padahal sudah menjelang siang. Namanya juga perempuan suka rebahan dulu dan tidak ingin bangun dari tempat tidur, sudah biasa seperti itu.

   Elina melirik suaminya yang sedang menikmati segelas kopi,

"Nih... ". Elina pun acak-acak rambut suaminya dengan kesel

" Hm! ". Brayen terkejut kenapa istrinya tiba-tiba saja mengacak-gacak rambutnya, entah apa yang terjadi pada istrinya. Dari tiga hari ini brayen merasa bingung melihat sikap istrinya bertingkah aneh seperti orang yang marah dan kesel terhadapnya.

   Tapi brayen tidak terlalu banyak ia pusing kan, tidak terlalu di pikirkan mungkin saja sedang datang bulan. makannya sikap nya seperti orang yang kesel.

******

******

******

    Kemudian sore hari nya terlihat Elina dan sanfani sedang berjalan-jalan di sebuah toko baju,

"Sanfani! ".

" iya. kenapa? ".

" aku bingung dengan suamiku sendiri. dia kenapa sih jadi beda. aku bete kesel. aku tidak suka "

"Ok, tenang dulu ok. memangnya apa yang kamu keluhkan? ".

" Dia tiba-tiba jadi pendiam kayak orang yang ah tau ah... "'.

"Gini aja. kamu rayu atau godain saja. mungkin kalau kayak gitu bisa berubah".

"mulainya dari mana dulu? "

"Pakaiannya yang sexy harus mengoda sedikit terbuka lah....pokoknya harus bisa mengodanya dengan rayuan maut mu, aku yakin kamu bisa".

" hmmm! emang harus gitu ya.. Apa tidak ada cara lain, gitu!? ". Elina merasa risih kalau harus berpakaian sexy apa lagi harus merayu

" Paling ampuh emang gitu. Cowok itu lebih suka melihat cewek sexy, tau sendiri lah kayak gimana cowok tuh... mata jelalatan..! ".Ujar Sanfani

   Elina terdiam bingung hanya menghela nafas panjang yang bingung.

    Kemudian mereka memilih baju di toko sambil melihat-lihat harga dan ukuran yang cocok untuk mencoba. Sanfani menyarankan membeli baju sexy, tapi Elina menolak dan tidak terlalu suka tampilan bajunya terlalu terbuka dan transparan.

   Tidak lama mereka berdua di dalam mobil setelah membeli beberapa baju.

"Seharusnya kamu beli baju tadi, itu cocok untuk malam pertama". Ujar sanfani

" Sanfani.... ".

" Ok, ok, ok". Sanfani pun tersenyum kekeh tidak membahas baju lagi, ia takut kena marah.

    Mobil yang mereka tumpangi jalan pergi meninggalkan gedung pembelanjaan,

Elina sampai di hotel, ia sendiri kembali ke hotel, Sanfani sudah lebih dulu pulang makannya Elina pulang ke hotel sendiri, Ia melangkah memasuki hotel sambil membawa pembelanjaan, meletakkan di atas meja sambil melihat sekeliling sudut mencari keberadaan Brayen, namun terlihat sepi dan hening membuat ia heran. Elina memutuskan untuk ke kamar untuk mandi rasanya sudah tidak enak dan tidak nyaman merasa bau keringat.

Di Dalam kamar Elina meletakkan tas kecil di perlatan tas di atas yang selama ini ia bawa. Tanpa Elina tahu brayen ada di dalam kamar mandi lagi asik mengguyur kan tubuhnya. Saat Elina melangkah masuk ke kamar mandi\_\_\_\_\_

"Aa argghhh!! ". Teriak Elina terkejut

Seketika Brayen tercengang kaget mendengar tariak Elina begitu keras, hingga membuat dirinya terdiam.

Elina bergegas keluar kamar mandi dengan wajah tersipu malu, terlihat wajah pipinya berwarna merah merona setelah melihat tubuh brayen telanjang gulita tidak sehelai apa pun yang sedang mandi.

"Ya ampun apaan tadi". Elina berkata merasa malu

Di kamar mandi brayen mematikan air manjur bergegas mengambil handuk menutupi bagian bawah pasang di pinggang, ia melangkah keluar.

Elina terus gelisah merasa malu harus melihat itu. Datang brayen dengan ekpresi bingung melihat istrinya.

"Kenapa? ". Tanya brayen

Sontak Elina kaget tiba-tiba saja Suaminya ada di belakang dirinya, ia pun langsung menoleh tercengang

" Kenapa sih... tidak kau kunci pintunya !! ". Ucap Elina kesel.

" Untuk apa aku kunci, lagian kenapa teriak, bikin aku terkejut tadi". Jawab brayen

"Wajar aku teriak, tadi aku, kaget aku pikir tidak ada orang, makanya aku teriak".

" Emang ngiranya aku ini berbentuk apa? ".

" Manusia burba!! ". Ucap Elina Sentil melangkah jalan memsuki kamar mandi.

*******

*******.

*******

Setelah selesai sehabis mandi brayen melangkah ke ruang tengah, ia tidak sengaja melihat kantong plastik di atas meja, rasa penasaran ingin rasa tahu apa isi plastik tersebut, ia pun membuka dan melihat saat ia tengok ternyata hanya pakaian baju, rasa tidak terlalu penting brayen duduk di sofa sambil mengeluarkan ponselnya.

"Arrrggghhh!! ".

Sontak brayen kaget mendengar teriakan Elina di dalam kamar mandi, ia bergegas beranjak melangkah cepat dengan panik.

Di kamar mandi terlihat Elina sudah berada di bawah lantai sambil menahan rasa sakit di kaki hingga seluruh tubuhnya dengan posisi duduk merintis perih.

"Elina!! ". Ucap brayen panik

" Tutup mata mu!! ". Sentak Elina menyuruh tutup mata

Brayen pun penjemkan mata bergegas,

" Pake tangan, jangan lihat aku, sebelum aku menyuruh buka mata".

"Iya"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!