Indonesia
NovelToon NovelToon
Ayo Kabur Dari Ayahmu, Nak! (Benih Rahasia Sang Mafia)

Ayo Kabur Dari Ayahmu, Nak! (Benih Rahasia Sang Mafia)

Status: tamat
Genre:Mafia / Anak Genius / Lari Saat Hamil / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Senja

"Dia seorang pria tua, Elena. Tapi dia sangat kaya dan royal. Tugasmu hanya melayaninya satu malam dengan mata tertutup."

Setelah kabur dari rumah tanpa uang dan tanpa tujuan, Elena menerima tawaran yang seharusnya tidak pernah ia ambil. Satu malam dan bayaran yang cukup untuk menyelamatkan hidupnya.

Namun malam itu meninggalkan sesuatu yang tidak pernah Elena duga.

Elena Hamil.

Demi melindungi bayinya, Elena melarikan diri ke Indonesia.

Tujuh tahun kemudian, takdir membawanya bekerja di sebuah perkebunan teh yang ternyata adalah milik Leonard—miliarder misterius yang selalu bersembunyi di balik topeng dan penampilan seorang pria tua yang rapuh.

Sementara itu, Leonard masih terus mencari keberadaan Elena, satu-satunya wanita yang sentuhannya tidak memicu penyakit alergi langka yang selama ini membuatnya menjauhi semua orang.

Saat kebenaran mulai terkuak, mampukah Elena menjaga rahasianya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 18

"Dasar pria me-sum, brengsek, kurang ajar! Matanya itu lho, benar-benar minta dico-lok pakai garpu karatan! Awas saja kalau nanti aku bertemu lagi dengannya di jalan, aku pastikan dia sujud minta ampun sambil mencium aspal!" omel Bella berapi-api, masih emosi mengingat tatapan pria berjas tadi.

Di atas sofa yang agak lusuh, Noah sudah duduk dengan sangat santai. Bocah enam tahun itu sedang membuka kotak pizza berukuran besar dengan gerakan tenang dan elegan, sama sekali tidak terpengaruh oleh aura membunuh yang dipancarkan Bella.

Noah mengambil satu potong pizza, lalu menatap Bella dengan wajah datar tanpa dosa.

"Tante Bella kejam sekali," ucap Noah setelah mengunyah gigitan pertamanya. "Tindakan Tante barusan sangat tidak proporsional. Tidak seharusnya Tante melakukan serangan fisik sefatal itu."

Bella berkacak pinggang, menatap Noah tak percaya.

"Lho, kok Tante yang disalahkan? Jelas-jelas om-om jas rapi itu yang matanya jelalatan melihat Tante!"

"Secara medis, tendangan lutut yang Tante layangkan barusan memiliki tingkat akurasi seratus persen mengenai titik vi-tal pria," lanjut Noah dengan gaya bicara layaknya seorang dokter spesialis urologi.

"Bagaimana jika nanti Paman Joni mengalami disfungsi permanen dan tidak bisa punya anak? Tante bisa dituntut pasal penghilangan garis keturunan orang lain, lho."

"Biarkan saja! Peduli amat dia mau punya anak atau tidak!" sungut Bella, mengibaskan tangannya ke udara. "Siapa suruh matanya nakal! Lagipula, wajah om-om itu sangat menyebalkan dan–"

Seketika, rentetan ucapan Bella terhenti. Mulutnya masih setengah terbuka, namun suaranya tercekat di tenggorokan.

Ia mengerutkan kening, mencoba memutar kembali memori di kepalanya dan mengingat lekuk wajah pria berjas yang baru saja ia tendang tadi.

Ada sesuatu yang familiar.

Sangat familiar.

"Tunggu dulu!" Bella menelan ludah, menatap Noah dengan perasaan was-was. "Noah, kamu bilang siapa nama paman itu tadi?"

Noah mengelap sudut bibirnya menggunakan tisu dengan anggun. "Paman Joni. Dia asisten pribadi Papa Xander."

Deg!

Jantung Bella seakan berhenti berdetak selama tiga detik penuh. Matanya melotot sempurna hingga bola matanya nyaris keluar.

"Joni? Asisten bos kaya raya? Tujuh tahun yang lalu?" pikirnya.

Kepingan-kepingan memori masa lalu tiba-tiba tersusun rapi di kepala Bella bagaikan puzzle. Ia seketika teringat saat Elena dulu sedang butuh uang dan dialah yang bertransaksi dengan seorang pria berjas rapi bernama Joni.

Kala itu, Joni sedang mencari seorang wanita bersih untuk menemani bosnya yang sudah tua di sebuah hotel mewah.

"Jangan-jangan Joni yang kutendang tadi itu sama dengan Joni si perantara tujuh tahun lalu? Kenapa aku bodoh sekali sih sampai bisa lupa dengan wajahnya?! Berarti pria tua yang ditemui Elena di kebun teh tadi memang benar-benar bosnya Joni! Tamatlah sudah kalau Joni sampai ingat wajahku!" batin Bella berteriak histeris, kakinya mendadak lemas.

Melihat Bella yang tiba-tiba mematung dengan wajah sepucat kapas, Noah menaikkan sebelah alisnya.

"Kenapa Tante diam? Apa Prosesor di otak Tante sedang macet? Atau kalian sebenarnya saling kenal di masa lalu?" selidik Noah, tatapan mata birunya menatap Bella penuh curiga.

Pertanyaan Noah yang menembus ulu hati itu membuat Bella langsung gelagapan.

Ia buru-buru tertawa canggung, mengibaskan tangannya dengan gaya berlebihan.

"Hah? Saling kenal? Ah, tidak mungkinlah! Mana Tante kenal dengan om-om nggak jelas begitu. Tante hanya seperti pernah melihatnya di... di pasar! Iya, di pasar ikan! Mukanya mirip tukang lele langganan Tante. Sudah, jangan dibahas lagi!" kilah Bella cepat.

Noah menatap Bella lekat-lekat selama beberapa detik, jelas-jelas tidak percaya dengan kebohongan murahan itu.

Namun, dasar bocah berhati es, ia memilih untuk tidak mendebatnya lebih panjang.

"Begitu ya." Noah merespon singkat. Ia lalu menyeringai tipis, sebuah senyuman jahil yang sangat jarang ia perlihatkan.

"Ya sudah. Kalau begitu, kapan-kapan aku akan ajak Paman Joni kemari lagi. Siapa tahu frekuensi kalian cocok dan ternyata kalian berjodoh. Tapi, kasihan juga sih," ucap Noah.

Bella yang baru saja mau bernapas lega kembali mengernyit bingung.

"Hah? Jodoh dari Hongkong! Lagian, kasihan kenapa?"

Noah mengangkat bahunya santai. Ia bangkit dari sofa, mengambil kotak spageti miliknya, lalu berjalan menuju kamar dengan langkah gontai.

Sebelum masuk, ia menoleh ke arah Bella dengan wajah super lempeng.

"Ya, kasihan. Kalau kalian benar-benar berjodoh, mungkin pabrik milik Paman Joni sudah rusak dan tak bisa berproduksi lagi karena ulah lutut Tante tadi. Jadi, Tante tidak akan pernah bisa punya anak dari dia," jawab Noah enteng, benar-benar tanpa dosa.

Blam!

Pintu kamar ditutup dengan rapi.

Bella berdiri mematung di ruang tamu, butuh waktu lima detik penuh untuk mencerna kalimat frontal dari bocah enam tahun tersebut.

Begitu sadar, wajah Bella langsung merah padam menahan rasa gemas, malu, dan kesal yang memuncak.

"Noah! Belajar dari mana ngomong begitu, hah?!" jerit Bella sambil mengacak-acak rambutnya sendiri sampai berantakan, benar-benar dibuat gila oleh mulut tajam anak sahabatnya itu.

*

*

"Kapan sampainya?! Kakiku sudah pegal!" rengek Leonard dengan wajah ditekuk.

Sejak tadi pria berjas mahal itu terus mengeluh bak putri keraton yang baru pertama kali menginjak tanah.

Bagaimana tidak? Hidupnya selama ini serba mewah, ke mana-mana naik mobil eksklusif, dan selalu dilayani oleh puluhan asisten. Sekarang, ia harus berjalan kaki melewati gang sempit berkerikil.

Baginya, jarak lima puluh meter itu terasa seperti sedang hiking sejauh 50 kilometer!

Sementara itu, Elena yang sudah terbiasa hidup keras hanya bisa mendengus kesal. Ia memutar bola matanya, menatap pria di sampingnya dengan pandangan meremehkan.

"Kamu ini laki-laki atau bukan sih? Manja sekali! Baru jalan sedikit saja sudah mengeluh mau putus kaki! Menghadapi jalanan kampung saja menangis, laki-laki macam apa kamu?!" ketus Elena tak tahan lagi.

Mendengar harga dirinya diinjak oleh wanita tak dikenal, rahang Leonard langsung mengeras. Dalam satu gerakan cepat, ia maju selangkah dan memojokkan Elena.

Leonard mendorong bahu wanita itu hingga punggungnya menabrak dinding tembok, lalu mengunci pergerakan Elena dengan kedua lengannya.

"Jelas saja aku laki-laki sejati. Apa kamu mau aku membuktikannya padamu di sini sekarang juga, hah?!" desis Leonard, menatap tajam langsung ke dalam bola mata Elena dengan jarak yang sangat dekat.

Elena refleks menelan ludah susah payah. Wajah Leonard kini berada sangat dekat, dan sialnya pria ini benar-benar tampan!

Sangat tampan sampai-sampai sukses membuat wajah Elena memanas dan salah tingkah.

"Tahan, Elena, tahan! Jangan sampai tergoda buaya nyasar ini! Ingat, kamu sudah punya Noah dan harus memeras kakek itu!" batin Elena menjerit panik memperingatkan dirinya sendiri.

Elena merasa seolah sedang diintimidasi oleh Noah versi dewasa.

Di saat yang bersamaan, Leonard yang niat awalnya hanya ingin menggertak justru terdiam kaku. Ia menunduk menatap telapak tangannya yang mencengkeram kuat bahu Elena.

"Kenapa aku baik-baik saja saat menyentuh wanita bar-bar ini? Kulitku tidak merah? Tidak ada bentol atau rasa gatal sama sekali? Apakah ada wanita lain di dunia ini yang bisa membuatku tidak merasakan alergi itu?!" gumamnya dalam hati.

1
Nur Hayati
ternyata Leonard LG ngidam karena benihnya sdh jadi
Zalmah Adiwi
ada part 2 nggak..?
Ellya Muchdiana
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ papa Xander dipanggil dipanggil tuh,,, biar kelihatan awet muda, bukan jadi buyut yg punya cicit
Zalmah Adiwi
smg ada part 2 novel ini..kisah NOAH remaja..kisah Cinta Bella & Jono dg kembar 3 adikx NOAH.. 👍👍👏👏🤣🤣
Zalmah Adiwi
aktor utamax justru si NOAH..smua ucapanx..sll SUKSES bikin kita🤣🤣🤣🤣ada² sj si NOAH..🤣🤣🤣🤣
Zalmah Adiwi
novel pling unik idex..pling kocak..semua tokoh²x 👍👍smua..elena..noah..leon.. jono & bella..👍👍👏👏🤣🤣🤣🤣
Zalmah Adiwi
pantas Elena ngidamx aneh²..& moodx btl² 'AJAIB' bikin Leon puyeng & si jono pusing..🤣🤣🤣🤣
kagome
sabar jon
inget bulanan gede
ya walo barusan diperes ma keturunan majikan🤭✌✌
Zalmah Adiwi
mmng btl² klrg ABSURD..🤣🤣🤣🤣🤣
Zalmah Adiwi
novel SUPER KOCAK yg prnh sy Baca dari sekian bnyk novel di noveltoon..👍👍👏👏🤣🤣🤣⭐⭐⭐⭐⭐
Senja: terima kasih kka🙏
total 1 replies
Zalmah Adiwi
si jenius Noah mmng 👍👍👍👍👏👏🤣🤣
Zalmah Adiwi
ini couple pling kocak dech..🤣🤣🤣🤣
kagome
masi di perut uda begini bel. bagemana pas lahir bel🤣🤣🤣
kuat kagak tu el bel. sabar ya bel punya temen hamil anak sultan🤣🤣🤣
Zalmah Adiwi
smg si Jojo berjodoh dg Bella..🤭😃😃
Zalmah Adiwi
bakalan seru nnt si paman singa klo bertarung dg replikax versi mini.. 🤣🤣🤣🤣
Zalmah Adiwi
🤣🤣🤣🤣seru bngt.. smg nenek Naomi dngr ini.. 🤭🤣🤣🤣🤣
aliifa afida
ya Alloh... ngakak aq thor....🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ara
Please inj lucu dan bagus bgt critanya thor🤣semangat berkarya thor👍
Abinaya Albab
sebenernya 100/200 M sih ini kok dr 100 balik 200 begitu terus
Abinaya Albab
hahhhhhh kakek² lagi 😂😂😂 dan orang yg sama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!