Indonesia
NovelToon NovelToon
Keluarga Suamiku Adalah Masalahku

Keluarga Suamiku Adalah Masalahku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ovelia.shin

Nadira menikah dengan Arga karena percaya bahwa laki-laki itu akan menjadi tempatnya pulang. Namun setelah menikah, ia sadar bahwa yang ia nikahi bukan hanya Arga—melainkan seluruh keluarganya.
Ibu mertua yang selalu merasa berhak mengatur kehidupan mereka. Adik ipar yang iri dan gemar mengadu domba.

Akankah Nadira tetap bersabar menghadapi sikap keluarga suaminya.Sementara Arga sang suami tak bisa bersikap tegas.Karena baginya Nadira dan keluarga sangat penting bagi hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ovelia.shin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

— JANGAN PERNAH BANDINGKAN ISTRIKU

Arga masih berdiri di dekat pintu.

Tatapannya berpindah dari Livia kepada Bu Ratih.

Kemudian kepada Nadira.

“Nadira, ikut aku.”

Nadira menggeleng pelan.

“Tidak apa-apa.”

Arga justru semakin serius.

“Aku bilang ikut aku.”

Nadira berjalan mendekat.

Namun sebelum mereka pergi, Bu Ratih berkata,

“Kenapa buru-buru? Livia baru datang.”

Arga berhenti.

“Justru itu yang ingin aku tanyakan.”

Ia menatap ibunya.

“Kenapa Livia ada di sini?”

Bu Ratih terlihat santai.

“Ibu mengundangnya.”

“Aku tahu.”

Arga menarik napas.

“Yang aku tanyakan, untuk apa?”

Bu Ratih tersenyum.

“Tidak bolehkah Ibu mengundang teman lama?”

“Kalau dia hanya teman lama, tentu boleh.”

Arga menatap Livia sebentar.

“Tapi dia mantanku.”

Livia menunduk.

Bu Ratih mulai kehilangan senyumnya.

“Lalu kenapa?”

“Karena Ibu tahu hubungan kami dulu.”

Bu Ratih diam.

Arga melanjutkan dengan suara tegas.

“Ibu juga tahu aku sudah menikah.”

“Ibu hanya ingin kalian bertemu.”

“Tidak.”

Arga menggeleng.

“Ibu ingin membandingkan Nadira dengan Livia.”

Ruangan langsung sunyi.

Nadira menunduk.

Livia terlihat tidak nyaman.

Bu Ratih akhirnya berkata,

“Ibu hanya ingin kamu melihat bahwa masih ada perempuan yang lebih cocok untukmu,Arga.”

Arga terdiam beberapa detik.

Kemudian tertawa pendek.

“Jadi benar.”

Bu Ratih tidak menjawab.

“Ibu sengaja membawa mantanku ke rumah untuk membuat istriku merasa rendah?”

“Arga!”

“Tidak, Bu.”

Nada suara Arga tetap tenang, tetapi sangat tegas.

“Jangan marah karena aku mengatakan kenyataan.”

Bu Ratih berdiri.

“Ibu hanya ingin yang terbaik untukmu.”

“Yang terbaik untukku adalah istriku.”

Jawaban itu membuat Bu Ratih terdiam.

Arga kemudian menatap Livia.

“Maaf kamu harus berada di tengah masalah keluarga kami.”

Livia menggeleng.

“Aku juga tidak tahu Ibu Ratih punya maksud seperti ini.”

“Aku percaya.”

Arga kembali menatap ibunya.

“Kalau Ibu ingin mengundang teman, silakan.”

“Tapi jangan pernah membawa mantanku ke rumah ini untuk merendahkan Nadira.”

Bu Ratih terlihat kesal.

“Kamu sekarang benar-benar berubah.”

Arga mengangguk.

“Memang.”

Ia menatap ibunya lurus.

“Karena dulu aku terlalu sering diam.”

Rani yang sejak tadi berada di ruang makan akhirnya muncul.

“Ibu tidak salah, Kak.”

Arga menoleh.

“Rani, jangan ikut campur.”

“Tapi—”

“Tidak.”

Arga memotong tegas.

“Kamu juga tahu tujuan Ibu.”

Rani terdiam.

“Kalian tidak harus menyukai Nadira.”

Arga menggenggam tangan istrinya.

“Tapi jangan pernah membuatnya merasa tidak layak menjadi istriku.”

Nadira menatap Arga.

Matanya mulai berkaca-kaca.

Bu Ratih masih belum menyerah.

“Kalau kamu memang bahagia dengan Nadira, kenapa kamu marah ketika bertemu Livia?”

Arga menatap ibunya.

“Aku marah bukan karena Livia.”

Ia menunjuk dirinya sendiri.

“Aku marah karena Ibu sengaja menggunakan masa laluku untuk menyakiti istriku.”

Livia akhirnya berdiri.

“Sebaiknya saya pulang.”

Arga mengangguk.

“Aku antar.”

Bu Ratih langsung berkata,

“Tidak perlu!”

Arga menoleh.

“Kenapa?”

Bu Ratih tidak menjawab.

Arga mengambil kunci mobil.

“Aku akan mengantar Livia.”

Kemudian ia menatap Nadira.

“Kamu tunggu di kamar.”

Nadira mengangguk.

Sebelum pergi, Arga mendekati istrinya.

“Jangan pikirkan ucapan Ibu.”

Nadira tersenyum kecil.

“Aku tidak apa-apa.”

Arga mengusap kepalanya.

“Aku yang tahu siapa istriku.”

Ia kemudian berbalik.

Namun sebelum keluar, Arga menatap Bu Ratih sekali lagi.

“Bu.”

Bu Ratih menatapnya.

“Ini terakhir kalinya.”

Nada suara Arga rendah.

“Kalau Ibu sengaja mendatangkan perempuan lain untuk membuat Nadira terluka, aku tidak akan tinggal diam lagi.”

Bu Ratih terdiam.

Arga menggenggam tangan Nadira sebentar.

Kemudian pergi.

Nadira berdiri di tempatnya.

Untuk pertama kalinya, ia tidak merasa harus bersaing dengan masa lalu Arga.

Karena Arga sendiri sudah memilihnya.

Dan pilihan itu baru saja ia tegaskan di depan semua orang.

1
tanjiro azuma
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!