Indonesia
NovelToon NovelToon
Cermin Yang Retak

Cermin Yang Retak

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Aisyah pernah percaya bahwa pernikahannya dengan Raka akan bertahan selamanya. Selama lima belas tahun, mereka membangun keluarga sederhana dari nol, melewati susah dan senang hingga dikaruniai dua anak yang menjadi sumber kebahagiaan mereka.

Sampai suatu hari, suaminya mengaku telah jatuh cinta pada Nabila, sahabat Aisyah sendiri, dan meminta izin untuk menikahinya. Dengan hati yang hancur, pada akhirnya Aisyah mengizinkannya.

Namun, Aisyah tidak ingin menjadi.lemah. Demi anak-anaknya, dia mulai menyusun strategi. Hasil keringatnya bertahun-tahun, ia tak rela dinikmati oleh wanita lain yang sama sekali tak ikut berjuang.

Setelah Aisyah pergi, barulah Raka menyadari tak ada yang lebih baik dari Aisyah. Raka menyesal dan ingin kembali.

Namun, mampukan Aisyah melupakan luka ketika lelaki yang paling ia cintai pernah memilih wanita lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

06

.

Tahun-tahun berlalu begitu cepat. Mereka tak lagi tinggal di rumah kontrakan kecil. Mereka berhasil memiliki rumah sendiri. Rumah yang sama sekali tak pernah sepi. Selalu terdengar suara kaki berlarian, tangisan, tawa, dan benda jatuh dari kamar anak-anak. Hampir setiap pagi, Aisyah harus berulang kali mengingatkan kedua buah hatinya agar tidak berebut mainan.

“Adek, jangan ambil mainanku!" seru anak pertama sambil menarik mainan itu.

"Aku duluan!" balas yang kedua tak mau kalah.

"Balikin!"

"Enggak mau!"

Aisyah yang sedang menyiapkan sarapan di dapur hanya bisa menghela napas panjang. "Ya ampun kalian ini…!"

Kedua anak yang sedang berebut mainan itu langsung terdiam mendengar suara ibunya. Beberapa detik kemudian, keduanya saling pandang lalu tertawa bersama. Aisyah menggeleng sambil tersenyum tipis. "Dasar."

Rumah itu memang tak besar, namun bagi Aisyah rasanya begitu luas. Sebab di dalamnya ada keluarganya. Ada Raka, dan dua anak yang setiap hari membuatnya lelah sekaligus bahagia.

Anak pertama lahir beberapa tahun setelah pernikahan. Tak lama kemudian, adiknya hadir melengkapi keluarga kecil mereka. Kehadiran keduanya mengubah hidup Aisyah sepenuhnya. Dulu ia hanya memikirkan dirinya dan Raka, kini hampir seluruh waktunya dihabiskan untuk mengurus anak-anak. Namun ia tak pernah menganggapnya beban. Baginya, melihat mereka tumbuh sehat sudah kebahagiaan tersendiri.

Raka juga selalu berusaha hadir. Sesibuk apa pun, ia tetap menyempatkan waktu bermain bersama mereka. Seperti hari itu, meskipun pulang malam pun ia tetap mampir ke kamar anak-anak hanya untuk memastikan mereka sudah tidur, lalu duduk sebentar di tepi tempat tidur sambil membelai rambut mereka. Aisyah sering memperhatikannya dari pintu, dan pemandangan sederhana itu selalu membuat hatinya terasa hangat.

Setelah anak-anak terlelap, Raka keluar dari kamar mereka dan melihat Aisyah sedang membereskan mainan yang berserakan di ruang tengah. Ia langsung berjalan mendekat dan ikut membantu.

"Sudah, biar aku saja," ucapnya lembut sembari mengambil mainan dari tangan istrinya.

Aisyah menoleh kearahnya. "Mas juga pasti capek kan?” tanya Aisyah memperhatikan wajah suaminya. Mengingat pria itu yang baru pulang mengurus warung.

"Capek," jawab Raka jujur, lalu tersenyum hangat. "Tapi kalau lihat kamu dan mereka, rasanya capekku hilang."

Aisyah ikut tersenyum. “Mas Raka semakin pintar menggombal,” ucap Aisyah terkekeh pelan.

"Memangnya tidak boleh?" tanyanya sambil tersenyum jenaka. "Lagipula aku berkata jujur."

Aisyah menggeleng sambil tersenyum. "Sudah, sana mandi dulu."

Raka tertawa kecil, lalu berjalan menuju kamar mandi setelah mencuri ciuman sekilas yang selalu membuat Aisyah merona.

*

*

*

Dan begitulah kehidupan mereka berjalan. Tidak sempurna, namun terasa lengkap. Warung yang dulu hanya punya beberapa meja kini bukan lagi hanya warung kecil yang menjual makanan, tapi juga lengkap dengan toko yang menjual aneka belanjaan kebutuhan pokok.

Raka mempekerjakan dua orang untuk membantunya karena kini Aisyah harus mengurus kedua anaknya di rumah hingga tak selalu bisa menemani di warung. Kondisi keuangan mereka pun semakin baik, hingga akhirnya mereka mampu memiliki rumah yang lebih besar. Tak mewah, namun cukup untuk memberi kamar sendiri bagi anak-anak dan dapur yang lebih luas bagi Aisyah.

“Terima kasih, Mas,” ucap Aisyah saat mereka berdua sudah berbaring di atas tempat tidur.

Raka menoleh mengerutkan kening. "Untuk apa?"

"Untuk semuanya," jawab Aisyah tulus.

Raka menggenggam tangan istrinya erat. "Aku yang seharusnya mengucapkan terima kasih karena kamu yang tak pernah menyerah mendampingi ku. Aku berjanji akan terus berusaha untuk bisa memberikan kehidupan yang lebih baik untukmu.”

Aisyah memiringkan tubuhnya hingga bisa menatap wajah Raka yang juga berbaring miring menatap ke arahnya.

"Selama ada Mas dan anak-anak, aku sudah hidup dengan sangat baik."

Raka menarik Aisyah ke dalam pelukannya. Dan Aisyah membenamkan wajahnya ke dada sang suami.

*

*

*

Dua tahun kemudian warung toko mereka menjadi semakin besar. Kehidupan Aisyah dan Raka terasa semakin sibuk. Aisyah menikmati kesibukan itu meski terkadang tubuhnya terasa lelah. Ia merasa bahagia melihat usaha yang dahulu mereka mulai dari nol kini mulai bisa diandalkan. Bahkan mereka kini telah berhasil memiliki sebuah mobil.

Namun, Aisyah tetaplah dirinya yang dulu. Masak sendiri, urus anak-anak, lalu kembali ikut membantu di warung saat anak-anak mereka telah mulai sekolah. Dan yang utama, tetap menjadi perempuan sederhana yang pernah dipilih Raka.

*

*

*

Aisyah menggelengkan kepalanya, menyadari kenangan itu kini seakan tak ada artinya bagi Raka. Aisyah menarik nafas lalu meletakkan sendok yang nyaris masuk ke dalam mulutnya. Menyudahi makannya karena tiba-tiba kehilangan selera makan.

Raka yang melihat itu mengernyit. Buru-buru ia memegang tangan Aisyah. “Ada apa, Syah? Kamu cuma makan sedikit, kamu lagi gak enak badan?” tanyanya terlihat khawatir.

Aisyah memandangnya beberapa detik. Tidakkah pria ini tahu? Yang sakit bukan badannya, tapi hatinya. Dan penyebabnya adalah pria ini sendiri.

“Aku tidak apa-apa, Mas. Hanya sudah kenyang saja. Mas lanjutkan saja makannya,” ucap Aisyah lalu mengangkat piring yang masih menyisakan lebih dari separuh makanan dan membawanya ke dapur.

Raka menatap punggung Aisyah yang telah menjauh dengan tatapan sendu. “Apa aku salah, Sya? Aku hanya ingin menikah dengan wanita yang ku cintai. Dan aku juga tidak melakukan itu dengan sembunyi-sembunyi di belakangmu.”

“Ibu kenapa, Yah?” Pertanyaan putra sulung mereka yang sudah duduk di kelas empat SD membuat Raka menoleh. “Apa ibu sakit? Ayah antar ibu ke rumah sakit aja, Rangga sama Fatimah bisa ke sekolah dengan mobil sekolah.”

Raka tertegun melihat putranya yang tampak begitu khawatir. “Kamu selesaikan makannya. Ayah akan bawa ibu ke rumah sakit setelah mengantar kalian.”

“Baik, Yah.” Rangga mengangguk. Begitu juga Fatimah yang sudah duduk di kelas bangku TK. mereka makan tanpa rewel, tanpa protes, tanpa memanggil ibu mereka untuk mengambilkan ini dan itu.

Raka memperhatikan semua itu. Sungguh bagus didikan Aisyah pada putra putri mereka, dan itu semakin membuatnya merasa bangga. Namun, itu tak memudarkan keinginan untuk menikahi Nabila.

“Aisyah hanya belum terbiasa. Dia hanya masih kaget. Nabila kan temannya? Nanti juga lama-lama dia bisa menerimanya.” Begitu yang ada dalam pikiran pria itu.

1
〈⎳ FT. Zira
up nya mana ini miii
Ayuk Witanto
bagus Aisyah
Patrick Khan
rangga aja sadar dan paham kelakuan bapaknya yg gila itu..apa lg ponakan q yg keluarga nya jg gitu..milih nekat😭😭😭
vania larasati
lanjut
ahs@
tunjukan,kamu mampu tanpa bantuan suamimu..wow pasti iri lagi tuch madu mu jika madumu tahu kamu membuka usaha baru 🤣🤣🤣
Ilfa Yarni
bagus aisyah ber usaha lah sendiri dgn uangmu sendiri walaupun itu kau dpt kan Dr menyisihkan Dr uang belanjamu itu adalah hak km Dan semoga usaja km sukses melebihi dua usaha yg kalian bangun bersama
〈⎳ FT. Zira
baru nyadar??
Muft Smoker
skraaang waktu ny km berdiri dg kaki mu sndri aisyah ,,
demi kedua ank mu ,,
kalo msh ngandelin raka ,, tkut nenek kebayan d sebrang sana jd tantrum🤭🤭😒😒😒😒
Muft Smoker: duuh kak si Anu lgi sibuk ,,
🤭🤭🤣🤣
total 7 replies
Hary Nengsih
semangat aisyah💪
falea sezi
cpet cerai sat set g sabar liat laki doyan selingkuh kena karma🤣🤣
ahs@
percuma Raka,kamu telah menyakiti hatinya Aisyah begitu dalam,apa mungkin Aisyah mau menerima kamu kembali seperti sebelum kamu menikah dengan Nadila...
Ayuk Witanto
Rangga sudah mengerti ayahnya tak seperti dulu lagi
vania larasati
lanjut
Ilfa Yarni
kok aku ga sabar liar raka hancur ya Dan aisyah bahagia bisa ga ya begitu ceritamya aku paling benci liat laki2 baru jadi orang kaya Udah mendua
Aditya hp/ bunda Lia: sama aku juga biasa laki2 ada uang pasti nyari yang lain
total 2 replies
Hary Nengsih
rangga dh ngerti klo ayah nya dh berubah
ahs@
ya, untuk jaga" siapa tahu nanti keuntungan rumah makan itu mengalir ke Nadila 🤣🤣
ahs@
Nadila pasti gigit jari 🤣🤣🤣
ahs@
apakah kamu akan bertahan Nadila,kalau tahu Raka tidak punya apa-apa... wkwkwk
Nabila belum tahu aja semua surat-surat berharga harta Raka selama perkawinan dengan Aisyah sudah di amankan Aisyah...
ahs@
PD banget tuch laki...sama" gak tahu dirinya sama c Nadila...
ahs@
wow luar biasa,Raka berani memakai tabungan untuk resepsi pernikahan yang ke 2 memakai uang hasil usaha bersama Aisyah..apa sich keistimewaan Nabila......
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!