Indonesia
NovelToon NovelToon
RAHASIA DI BALIK PERNIKAHAN

RAHASIA DI BALIK PERNIKAHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lullabyyy

Anjani Pitaloka Notokoesoemo terbiasa hidup serba kecukupan, apapun yang ia inginkan pasti mampu ia dapatkan, termasuk jabatan yang sekarang ia pakai.

Anjani adalah perempuan yang berpengaruh di dunia bisnis. Dia mempunyai kekuasaan, gelar dan harta melimpah.

Tidak hanya itu, Anjani juga mempunyai suami seorang CEO di perusahaan ternama. Siapapun pasti tergiur dengan kehidupan pribadinya, tentu juga menilai bahwa dia adalah perempuan yang kehidupannya sangat sempurna.

Namun, setelah lima tahun pernikahan, Anjani mengetahui Syahrul Bhaskara telah berselingkuh dengan seorang sekretaris bernama Yeshika Larasati.

Hidup Anjani seperti berhenti, dan otaknya berpikir, ternyata selama ini ia tidak pernah mendapatkan cinta dari suaminya?

Semalaman menangis, akhirnya ia memutuskan untuk diam. Alih-alih mengemis cintanya lagi, ia membiarkan mereka bermain, dan ia menyelidiki seberapa jauh mereka berselingkuh untuk ia jadikan objek balas dendam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lullabyyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ada Yang Mengawasi

Wajah Abbas seketika berubah serius setelah berhasil masuk ke ruangan Anjani. Wajah tengil yang ia perlihatkan sudah disimpan dengan bagus di belakang layar. Ia datang dengan membawa tablet.

Anjani hanya menatap kedatangan Abbas sekilas sebelum kembali menandatangani dokumen yang baru selesai ia baca.

"Ada apa?" tanya Anjani.

Dokumen yang sedang ia baca segera ditutupnya dan menumpuknya bersama dokumen lainnya. Tangannya kemudian meraih dokumen di sisi lain yang belum sempat ia tandatangani.

Tanpa menunggu aba-aba dari Anjani untuk duduk, Abbas sudah duduk terlebih dahulu dan menaruh tablet berwarna putihnya di atas meja.

"Nyonya, ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan kepada Anda siang ini," kata Abbas dengan raut wajah yang begitu serius, hingga matanya tidak berkedip sama sekali.

Tangan Anjani berhenti membalik dokumen. Pandangannya bergulir ke Abbas, menatapnya penuh tanda tanya, tetapi mulutnya masih terkunci menunggu bawahannya menjelaskan terlebih dahulu.

"CCTV di ruang tengah hanya tersisa satu rekaman awal di mana Tuan Syahrul masuk ke ruang kerja Nyonya membawa setumpuk kardus. Setelah itu tidak ada rekaman apapun. Di beberapa titik juga banyak rekaman yang sudah di hapus."

Napas Anjani berhenti untuk sesaat sebelum ia menghembuskan napas dengan kasar. Jemarinya meremas pelan sudut kertas dokumen, untuk menyalurkan ketakutannya ia harus meraih sesuatu untuk ia hancurkan pelan-pelan.

"CCTV ini tidak hanya menyambung pada server di rumah Nyonya, tetapi juga pada server lain, ada seseorang yang berusaha mengendalikan CCTV dari jarak jauh. Apa akhir-akhir ini Nyonya ada yang mengawasi?" Abbas sedikit menarik kursinya ke depan, ia ingin memastikan bahwa Anjani baik-baik saja.

Karena dilihat dari masalah yang ia tangani, dari kasus perselingkuhan hingga CCTV ini, Abbas yakin ini bukan masalah sepele.

Anjani menggeleng. Ia tidak mungkin mengatakan kalau ada kemungkinan Syahrul mencintainya diam-diam, bahkan waktu mereka berhubungan badan.

Anjani hanya bisa menggigit bibirnya berkali-kali sebelum bertanya pada Abbas, "Apa kamu sudah melihat rekaman yang lain? Atau kamu menemukan kamera tersembunyi di ruang kerjaku?"

Abbas mengerut. "Saya belum sampai melihat rekaman yang lain. Kalau di ruang kerja Nyonya di rumah itu, saya tidak menemukan apapun, sebenarnya apa yang terjadi?"

Abbas ingin Anjani berbicara dengannya. Masalah yang dihadapi perempuan itu jauh dari kata normal, dari sudut pandangnya, perkara ini seperti berlapis dan tidak mungkin Anjani menanganinya sendiri.

Namun, Abbas juga sadar, ia tak bisa membantu tanpa izin dari Anjani. Seketika tangannya mengepal di bawah meja, merasa tidak bisa bergerak bebas untuk melindungi atasannya.

Anjani kembali gelisah. Jari kukunya masuk ke dalam mulut dan giginya semakin liar memecah kukunya.

"Syahrul dapat foto itu dari mana? Foto di ruang kerjaku itu, apa dia ada di sana saat itu?"

Anjani terkejut ketika tangannya tiba-tiba ditarik paksa hingga jarinya keluar dari dalam mulut. Entah apa yang sebenarnya sedang terjadi hingga Abbas memasukkan jari telunjuknya ke dalam mulut pria itu.

"Bas?!" pekik Anjani terkejut. Ia berusaha menarik tangannya dari mulut Abbas, tetapi pergelangan tangannya dipegang bawahannya dengan sangat kuat, hingga ia meringis kesakitan.

"Sakit, Bas," rengek Anjani.

Mendengar suara Anjani, Abbas langsung tersadar dan mengeluarkan jari perempuan itu dari dalam mulutnya.

Abbas benar-benar reflek tadi. Jari Anjani tiba-tiba berdarah, ia sudah memanggil beberapa kali, tapi Anjani tetap melamun dengan terus melakukan kegiatan anehnya itu. Saat aliran darah keluar terus dari sudut bibir Anjani, ia langsung menarik tangan perempuan itu dan hanya dengan menyeruput darah dan meludahkan ke lantai adalah harapan terakhir Abbas untuk menolong Anjani.

"Maaf, Nyonya. Saya tidak bermaksud tidak sopan," kata Abbas dengan penuh rasa bersalah. Ia membawa jari Anjani ke dasinya dan membersihkannya menggunakan kain katun dasi.

Wajah Anjani berubah menjadi sangat datar. Pikiran tentang Syahrul langsung terhenti karena polah konyol Abbas.

"Nggak apa-apa. Dasimu nanti kotor." Anjani menarik tangannya dari pegangan Abbas, laku mengambil tissu basah dan membasuhnya sendiri.

"Kalau nyonya curiga ada alat tersembunyi di beberapa tempat, Nyonya bisa mencarinya, itu cara terbaik saat ini. Apa saya boleh melakukan perlindungan dari jarak jauh? Saya bisa melacak akses seseorang yang menghapus rekaman itu bila kebetulan dia memainkan server CCTV."

Anjani langsung mengangguk mantap. Setuju dengan semua kalimat Abbas. Ia tidak perlu bermain sendiri, ia hanya perlu menarik orang untuk berada di tempat yang sama dengannya dan membantunya ketika dibutuhkan.

Abbas langsung merasa lega ketika permintaannya disetujui oleh Anjani. "Saya pamit dulu Nyonya, mungkin lusa laporan soal tiga orang itu sudah bisa Nyonya baca," ucapnya kemudian sebelum benar-benar pergi dari ruangan Anjani.

Setelah Abbas pergi, Anjani langsung menyenderkan punggung ke punggung kursi, merasa tubuhnya terlalu lama mendapatkan tekanan.

"Sebenarnya, apa yang terjadi di dalam rumah tangga kami?" pikir Anjani Frustrasi.

Tiba-tiba kepala Abbas muncul lagi, dia berkata dengan senyum menawan yang mendampingi ucapannya, "Nyonya, sebentar lagi ada rapat para petinggi hotel, Anda harus segera menyiapkan materi."

Anjani menghela napas panjang. Bila ia bisa melempar batu ke kepala Abbas sudah dilakukannya sejak tadi, sayangnya di sini tidak ada batu, dan ia sudah kehabisan tenaga hanya untuk menolak ajakan rapat itu.

Anjani hanya mengangguk, lalu menyuruh Abbas pergi melalaui lambaian tangan.

Ting!

Satu pesan masuk. Dari Eve. Anjani langsung membukanya dan mendorong dokumen di depannya menuju sudut meja.

Anjani, aku ada di restoran depan kantormu. Kalau kamu senggang, turunlah.

Anjani menutup matanya rapat-rapat, ajakan Eve ini seperti ajakan setan yang menyuruhnya membolos dari pekerjaannya.

Ia langsung membalas,

Selesai rapat aku ke sana. Kamu bisa menunggu kan?

Karena yang memimpin rapat kali ini adalah dirinya, maka ia harus menyiapkan materi dan hal-hal mengangkut dengan apa saja yang dibicarakan saat rapat, jadi ia tak bisa membatalkan rapat begitu saja. Kekuasannya sebagai Majesty bisa diragukan hanya karena sering membatalkan acara.

Aku punya cukup banyak waktu untuk menunggumu datang, sobat!!!

Anjani tersenyum tipis melihat balasan dari Eve. Gadis itu memang tidak punya pekerjaan khusus, sehingga dia sangat luang walau menunggu seseorang lebih dari dua jam, dia takkan mengeluh.

Pesan Abbas masuk.

Nyonya, mereka sudah menunggu Anda untuk datang.

Tidak membalas pesan itu. Menutup ponselnya dan menghela napas. Anjani menatap dokumen-dokumen yang sangat membosankan, sayangnya itu semua sumber kekayaannya, jadi ia langsung bangkit dan membawa mereka semua dalam pelukannya untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah di dalam rapat internal para petinggi.

1
Ade Chubi
cerita nya bagus
Lullabyyy: Terimakasih kakak😍😍
total 1 replies
Almayra Aya S
mantap bget
Lullabyyy: terimakasih Kak😍😍😍
total 1 replies
ERSANN_
diganti yg kemarin?
Lullabyyy: Yoi kakkkk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!