Xan Yiran adalah polisi bagian kriminal, suatu ketika dia berhadapan dengan kelompok gengster. Apesnya Yiran tertembak oleh ketua gangster itu, kemudian dia terbangun di dunia yang berbeda, dunia zaman kerajaan. Yiran reinkarnasi ke tubuh ratu bodoh yang selalu di permainkan oleh orang orang yang ada di kerajaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Reinkarnasi.
Mendapatkan kabar kalau sang istri atau ratu kerajaan Xangui meninggal, tentu saja kaisar Xen-dong yang sedang rapat dengan para menterinya dia benar-benar terkejut. "Bagaimana mungkin!" seru Kaisar Xen-dong.
"Iya Yang mulia, tadi katanya Ratu tercebur di kolam. Saat para pelayan mencoba menolong yang mulia Ratu, yang mulia Ratu sudah dalam kondisi seperti itu." kata prajurit.
Tanpa menunggu lama Kaisar Xen-dong langsung berlari menuju kediaman Chang-yu. Kasim Wang berlari di belakang sang Kaisar. dia juga terkejut karena tiba-tiba mendapatkan kabar kalau Ratu Chang-yu meninggal dunia.
*Paviliun Rembulan*
"Apa yang terjadi?" tanya Kaisar Xen-dong ketika dia sudah berada di paviliun istrinya. Ratu Chang yu sudah tidak bernafas, wajahnya sudah pucat.
Bibirnya yang biasanya berwarna merah muda itu sekarang berubah menjadi putih. Dayang Lin dan pelayan Yuran hanya bisa menangis di depan tubuh yang sudah dingin itu.
Kaisar Xen-dong terdiam di depan tubuh Chang-yu yang diletakkan di kamarnya, senyum yang biasanya merekah dan selalu meminta perhatian itu sekarang sudah sirna. Janji untuk menjaga mendiang putri dari Kaisar Xan Yu-gao kini tidak bisa dia tepati.
Semua orang menangis, semua orang antara senang dan tidak namun di depan tubuh tak bernyawa itu mereka berpura-pura bersedih. selir Xima mendekati Kaisar Xen-dong, dia menggenggam tangan sang Kaisar.
"Kamu harus tabah Yang mulia, mungkin umur Ratu sampai di sini." ucap selir Xima.
Kaisar Xen-dong menoleh menatap tajam kepada selir besarnya itu. "Tidak pantas kamu mengatakan hal itu, selir. Bagaimanapun dia adalah ratu kerajaan ini." jawab tegas sang Kaisar.
Semua orang terdiam, mereka hanya bisa melakukan akting mereka, antara senang dan tidak mereka harus terlihat bersedih di depan sang Kaisar.
Upacara pemakaman sudah dipersiapkan, sang Kaisar nampak terlihat begitu murung, dia terus menatap jenazah istrinya yang sudah tidak bernyawa. Dahulu.. dia berjanji kepada mendiang kaisar untuk selalu menjaga putrinya, di tengah keterbatasan kekuasaannya itu Kaisar Xen-dong harus tunduk kepada menteri jahat yang memiliki kekuasaan lebih besar darinya.
Menteri Wang Ji-bai, Seorang pria tua yang berkuasa di kerajaan Xangui. Dia adalah bangsawan yang sangat di segani dari era kekaisaran sebelumnya. Keluarga menteri Wang Ji-bai membuat jasa di kekaisaran sebelumnya.
"Apa yang terjadi dayang Lin?" tanya kaisar.
"Hamba tadi berada di dapur istana, Yang mulia. Hamba membuatkan makanan untuk Yang mulia Ratu." jawab dayang Lin.
"Lalu, kenapa sampai seperti ini?" apa yang terjadi dengan yang mulia Ratu?" tanya Kaisar Xen-dong.
Tadi..," perkataan dayang Lin langsung terhenti sembari menatap ke arah selir Xima.
Kaisar Xen-dong tahu apa maksud dari perkataan dayang Lin, namun apalah daya.. kaisar Xen-dong yang tidak memiliki kekuasaan apapun dia tidak mampu untuk melawan selir Xima.
"Seandainya kamu tidak seperti ini, kamu akan bisa melawan orang-orang jahat itu, Ratu. Aku tidak berdaya, aku benar-benar tidak bisa melawan orang-orang jahat itu, jika aku melakukan sesuatu aku takut semuanya tidak bisa dikendalikan." gumam Kaisar Xen-dong.
Kaisar Xen-dong hanyalah pion yang dijalankan oleh menteri Wang Ji-bai, Seorang pria yang menjabat sebagai Kaisar namun kekuasaannya terbatas, bahkan sekarang dia tidak mampu menolong istrinya. Wanita muda yang seharusnya dia lindungi kini sekarang sudah merenggang nyawa di atas ketidakberdayaannya.
"Yang mulia, pemakaman akan dilakukan." ucap dayang Lin.
Kaisar Xen-dong menganggukkan kepalanya dia menatap jasad istrinya yang sudah tak bernyawa. Seluruh istana nampak terdiam, beberapa menteri dari kalangan jahat mereka selalu berusaha untuk menyingkirkan satu-satunya penerus kerajaan Xangui.
"Akhirnya apa yang kita harapkan terjadi juga, wanita bodoh itu sekarang sudah mati, sebentar lagi selir agung Xima akan naik tahta menjadi permaisuri." ucap beberapa menteri dari kalangan sayap kiri.
"Kalian benar sekali, putriku sekarang adalah satu-satunya istri dari Kaisar Xen-dong, dia akan menjadi permaisuri kerajaan ini." ujar menteri Wang Ji-bai.
para menteri sayap kiri terlihat begitu bahagia, sedangkan menteri sayap kanan mereka hanya bisa menghela nafas begitu dalam, akhirnya satu-satunya penerus kerajaan ini sudah tiada. "Kita tidak mempunyai kekuatan untuk melawan menteri Wang Ji-bai." ucap salah satu menteri sayap kanan.
Ketika prosesi pemakaman sudah mulai dijalankan tiba-tiba peti yang hendak ditutup itu bergerak dengan sendirinya. Orang-orang yang ada di tempat itu mereka sedikit kebingungan.
"Ada apa ini?" ucap orang-orang yang ada di istana.
"Dasar sialan, beraninya kalian berbuat jahat padaku!" teriak Yiran yang sekarang berada di tubuh Ratu Chang-yu.
Chang-yu bangun dari peti mati, dia menatap beberapa orang yang ada di tempat itu, kedua matanya terbuka namun belum sepenuhnya.
"Ada apa ini? kenapa kalian ada di sini?" tanya Chang-yu yang sudah dirasuki oleh Yiran.
Semua orang yang ada di tempat itu dibuat terkejut saat Ratu Chang-yu yang sudah mati itu malah terbangun, suara teriakan histeris menggema di ruang pemakaman. Semua orang berteriak histeris termasuk selir Xima yang melihat ratu Chang-yu kembali hidup.
"Setan! setan! setan!" teriak semua orang.
"Kalian ini kenapa sih?" tanya Chang-yu, dia melihat orang-orang yang ada di tempat itu, ingatan masa lalu mengenai Ratu Chang-yu yang sudah disiksa selama beberapa tahun.
Yiran menatap tempat itu, dia kemudian tersadar dan menutup mulutnya dengan kedua tangan. "Oh my god.. aku reinkarnasi ke tubuh Ratu bodoh ini?" ucap Yiran yang kemudian menatap orang-orang yang ada di tempat itu orang-orang yang memakai pakaian kerajaan.
"Yang mulia!!" seru dayang Lin.
"Berisik banget." ucap Yiran yang kemudian keluar dari peti mati sembari menggerakkan tubuhnya, dia menguap kemudian menatap satu persatu orang-orang yang ada di tempat itu. Tiba-tiba saja kepalanya pusing, dia kemudian pingsan karena merasakan sakit di yang teramat.
"Tabib!!" seru kaisar Xen-dong.
Di dalam mimpinya Yiran bertemu dengan Ratu Chang-yu, Ratu itu tidak terlihat bodoh, dia memegang tangan Yiran. Dia menceritakan banyak hal mengenai dirinya, setelah itu Ratu Chang-yu meminta tolong kepada Yiran untuk membalaskan dendam yang selama ini dilakukan oleh selir Xima dan orang-orang kepercayaannya.
Mau tidak mau, karena Yiran sudah menempati tubuh Ratu Chang-yu akhirnya dia menerima permintaan itu, setelah mengiyakan permintaan Ratu Chang-yu, wanita itu akhirnya menghilang.
Yiran sekarang menjadi Ratu bodoh yang begitu dibenci oleh orang-orang dari menteri sayap kiri.
"Aaaaaa!!!!" teriak Chang-yu yang terbangun.
"Kamu sudah bangun, ratu?" kaisar Xen-dong membantu istrinya bangun.
"Aduh... kepalaku sakit banget." ucap Chang-yu sembari menatap orang-orang yang ada di sekitarnya, dia melihat wanita tua dan wanita muda yang menangis sambil berlutut. Dia mencoba untuk mengenali siapa sosok orang-orang yang ada di ruangan itu, satu persatu ingatan itu masuk ke dalam pikirannya.
*bersambung*