Keluarga Suamiku Adalah Masalahku

Keluarga Suamiku Adalah Masalahku

Bab 1

Rumah yang Bukan Milikku

“Mulai hari ini, kamu tinggal di rumah ini.”

Nadira tersenyum kecil sambil menatap rumah besar di hadapannya.

Rumah keluarga Arga.

Rumah yang selama ini hanya ia lihat dari luar ketika Arga mengantarnya pulang.

“Bagaimana?” tanya Arga sambil menggenggam tangannya.

“Besar sekali.”

Arga terkekeh.

“Takut?”

“Bukan takut.” Nadira menggeleng. “Aku cuma belum terbiasa.”

Arga mendekat, lalu berbisik.

“Tenang. Ada aku.”

Kalimat sederhana itu membuat hati Nadira menghangat.

Ia menatap suaminya dan tersenyum.

“Janji?”

“Janji.”

Pintu rumah terbuka.

Seorang wanita paruh baya berdiri di sana dengan wajah yang sulit ditebak.

“Ibu.”

Arga segera menghampirinya.

“Selamat datang, Bu.”

Ibunya tidak langsung menjawab. Tatapannya justru berpindah kepada Nadira dari ujung kepala sampai kaki.

Nadira tersenyum sopan.

“Assalamu'alaikum, Bu.”

“Wa'alaikumsalam.”

Hanya itu.

Tidak ada senyum.

Tidak ada ucapan selamat datang.

Nadira menelan ludah.

Arga tampaknya menyadari perubahan suasana.

“Bu, ini Nadira. Istri Arga.”

Wanita itu mengangkat alis.

“Ibu tahu.”

Nadira terdiam.

“Masuklah,” lanjutnya singkat.

Arga menyentuh punggung Nadira.

“Ayo.”

Mereka masuk ke dalam rumah.

Belum sampai beberapa langkah, suara ibunya kembali terdengar.

“Nadira.”

“Iya, Bu?”

“Di rumah ini ada aturan.”

Nadira mengangguk.

“Aturan apa, Bu?”

“Bangun sebelum subuh. Sarapan harus sudah tersedia pukul enam. Rumah harus selalu bersih. Dan jangan membiasakan diri membawa urusan rumah tangga ke luar.”

Nadira sedikit terkejut.

“Iya, Bu. Saya akan berusaha.”

“Bukan berusaha.”

Nadira menatapnya.

“Harus.”

Arga menghela napas pelan.

“Bu, Nadira baru datang.”

“Ibu hanya menjelaskan aturan.”

“Tapi jangan langsung begitu.”

Ibunya menatap Arga tajam.

“Kamu membela istrimu?”

Arga terdiam.

Nadira buru-buru menyela.

“Tidak apa-apa, Bu. Saya mengerti.”

Ibunya kembali menatap Nadira.

“Bagus kalau mengerti.”

Kemudian ia berjalan pergi.

Nadira berdiri kaku.

Arga menghampirinya.

“Jangan dipikirkan.”

Nadira tersenyum tipis.

“Tidak apa-apa.”

“Serius?”

“Iya.”

Arga menggenggam tangannya.

“Kamu tahu aku selalu ada di pihakmu.”

Nadira menatap suaminya cukup lama.

“Kalau suatu hari aku dan Ibu kamu berbeda pendapat?”

Arga tersenyum.

“Kamu terlalu banyak berpikir.”

“Aku cuma bertanya.”

“Ya sudah. Kalau itu terjadi, kita bicarakan baik-baik.”

Nadira mengangguk.

“Janji?”

“Janji.”

Malam itu, Nadira baru saja selesai merapikan pakaian ketika pintu kamar terbuka.

Arga masuk.

“Sudah selesai?”

“Sudah.”

Arga duduk di tepi ranjang.

“Capek?”

“Lumayan.”

Ia tersenyum.

“Tapi aku senang.”

“Kenapa?”

“Karena akhirnya kita tinggal bersama.”

Arga menarik tangannya.

“Mulai sekarang ini rumah kita.”

Nadira bersandar di bahunya.

“Rumah kita?”

“Iya.”

“Bukan rumah keluargamu?”

Arga terdiam sebentar.

“Rumah kita.”

Nadira tersenyum.

Namun senyum itu perlahan hilang ketika terdengar ketukan pintu.

Tok. Tok. Tok.

“Arga.”

Suara ibunya.

Arga langsung berdiri.

“Iya, Bu?”

“Besok kamu antar Ibu ke rumah Tante Mila.”

“Besok?”

“Iya.”

Arga menoleh kepada Nadira.

“Besok aku ada urusan dengan Nadira.”

“Urusan apa?”

“Kami mau membeli beberapa keperluan rumah.”

“Bisa lain hari.”

Nadira langsung berkata,

“Tidak apa-apa, Mas. Antar Ibu saja.”

Arga menatapnya.

“Benar?”

Nadira mengangguk.

“Iya.”

Dari balik pintu, ibunya berkata,

“Bagus. Kamu harus belajar memahami kewajiban suami.”

Nadira terdiam.

Pintu kemudian tertutup.

Arga kembali duduk.

“Jangan dimasukkan hati.”

Nadira tersenyum.

“Mas…”

“Hm?”

“Setelah menikah, aku ini prioritasmu, kan?”

Arga menatapnya.

“Tentu.”

“Bukan keluargamu?”

Arga terdiam.

Beberapa detik kemudian ia tersenyum dan mengusap kepala Nadira.

“Kamu istriku. Mereka keluargaku.”

“Berarti?”

“Berarti semuanya penting.”

Nadira mengangguk pelan.

“Baik.”

Ia tidak mengatakan apa-apa lagi.

Namun malam itu, untuk pertama kalinya Nadira merasa ada sesuatu yang salah.

Ia hanya belum tahu.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!