Indonesia
NovelToon NovelToon
Dewa Kuno Terakhir

Dewa Kuno Terakhir

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Sistem
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: elz.

Zaman baru di mulai setelah perang langit besar berakhir. Memusnahkan dua ras terkuat di tiga dunia , darah para dewa dan iblis mengotori dunia manusia. Di tengah tengah badai petir merah dan hujan darah , suara Isak tangis anak kecil pecah di antara puing puing patung dewa yang kepalanya telah patah. Ia bernama Shen Yan , membawa kekuatan kuno mata dewa yang berbahaya. Desas desus mengatakan "Jika mata dewa terbangun sepenuhnya maka dunia akan di lahirkan kembali atau membawa dunia dalam kehancuran".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elz., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 : Kemenangan Pertama Puncak Meditasi

Bab 14 : Kemenangan Pertama Puncak Meditasi

________

Sama sama berada di ranah Pembangunan Fondasi lapisan ketiga , namun Sun Haoran tetap menjadi unggulan. Teknik pedangnya sangat cepat dan mematikan , bahkan seniornya yang berada di ranah lapisan atasnya tidak mampu seimbang dengannya.

"Dung"

Liu Feng dengan cepat memanggil petir dengan tombak miliknya , itu cukup memukau penonton. Pembukaan yang bagus , di iringi gerakan indah memainkan tombak membuat penonton bertepuk tangan.

"Badut menjijikan!" gumam Sun Haoran.

Sun Haoran masih menahan pedang di pinggangnya , ia menunggu Liu Feng menyerang terlebih dahulu. Dan tepat saat Liu Feng mulai maju , ia melesat dengan lutut yang menghantam perut Liu Feng.

"Sangat cepat!" erang Liu Feng kesakitan.

Penonton bergemuruh melihat kecepatan Sun Haoran. Tepuk tangan meriah memuji kehebatan Sun Haoran. Liu Feng berusaha bangkit dan menghunuskan mata tombaknya ke arah Sun Haoran.

"Anak ini bagus! Namun ada sedikit kebutuhan untuk mengasah sikapnya!" ujar Leluhur Wu Chen.

Tetua Jian Wu meminta maaf atas sikap yang di perlihatkan oleh muridnya , namun Leluhur Wu Chen tersenyum tenang.

"Tombak Petir : Hukuman Langit!"

Tombak hitam Liu Feng bergetar hebat , petir mulai menari di permukaannya. Sun Haoran hanya mendengus dingin , ia dengan sombong mulai mencabut pedang dari sarungnya.

"Teknik Pedang : Sayatan Cahaya!"

Keduanya saling melesat , namun kecepatan Sun Haoran terlalu tinggi. Hingga akhirnya satu tebasan pedang menghantam tubuh Liu Feng dengan kejam. Itu menyebabkan pendarahan hebat di bagian perutnya.

"Berhenti! Sun Haoran menang!"

Pemimpin pertandingan segera mengevakuasi tubuh Liu Feng yang berdarah darah di Arena Naga. Sun Haoran yang menang dengan mudah , merasa jijik melihat lawannya yang lemah. Ia berjalan dengan sombong keluar dari arena.

"Pedangnya memang cepat! Tapi masih banyak celah!" gumam Shen Yan.

Ming Yue yang melihat Liu Feng tak berdaya memerintahkan Cheng Yuan dengan isyarat tangannya , ia lalu menatap Shen Yan yang masih berada di samping arena.

"Harapan Puncak Meditasi kini ada di tanganmu , Shen Yan!" batin Ming Yue.

Setelah pertarungan Liu Feng dan Sun Haoran , beberapa pertandingan berikutnya berlangsung cukup seru. Bakat bakat muda yang merupakan jenius dari keluarganya tampil memanjakan mata semua orang. Pertandingan keenam Puncak Pedang kembali memenangkan duel sekali lagi , akhirnya tiba lah saat yang di tunggu Ming Yue.

"Pertandingan Ke 7! Puncak Meditasi Shen Yan melawan Puncak Harta Suci Qin Yun!"

Pemimpin pertandingan mempersilahkan kedua petarung untuk naik ke Arena Naga. Qin Yun merupakan andalan Puncak Harta Suci selama ini , selain penampilannya yang elegan , ia juga di gadang gadang sebagai calon juara selain Sun Haoran. Semua orang menilai bahwa pertandingan ini akan selesai dengan cepat , selain karena Qin Yun jenius yang pernah menggetarkan Arena Naga , perbedaan kultivasi keduanya terpaut 5 lapisan. Qin Yun berada di Pembangunan Fondasi lapisan ke 6 , sedangkan Shen Yan berada di lapisan pertama menurut mereka.

"Tetua Ming , apa itu anak yang belum lama ini mengambil pusaka di Pagoda Emas 9 Harta?" ucap Tetua Jin Wanshang.

Ming Yue yang mendengar itu hanya mengangguk , lalu berkata kepada Tetua Jin bahwa Shen Yan kurang beruntung bertemu dengan Jenius Qin Yun dari puncaknya. Berbeda dengan Tetua lainnya , Leluhur Wu Chen justru sedikit mengerutkan keningnya saat melihat pemuda dengan penutup mata yang ada di atas Arena Naga.

"Aura anak ini tidak bisa di tebak! Seperti ada lubang hitam di dalam tubuhnya!" batin Leluhur Wu Chen.

Ia lalu mengatakan kepada semua orang bahwa pertandingan ini akan sangat seru. Semua Tetua cukup terkejut dengan penilaian Leluhur Wu Chen , mereka sekali lagi mengamati kedua pemuda yang ada di atas panggung Arena Naga.

"Aku tidak akan menahan diri , Shen Yan! Jadi bersiaplah!" ucap Qin Yun.

Setelah genderang di bunyikan , Qin Yun lansung melesat dengan kecepatan tinggi. Itu membuat Shen Yan terkesan , namun ia masih dengan mudah menghindari setiap serangan yang datang. Semua penonton bersorak , beberapa bahkan memuji pendatang baru seperti Shen Yan yang mampu bertukar pukulan tanpa menderita kerugian melawan Qin Yun.

"Cukup sampai disini!"

Qin Yun mengeluarkan pusaka dari kantong Qian Kun miliknya , sebuah kecapi emas muncul dengan tekanan seperti terhimpit dua gunung. Orang yang berpengalaman tahu bahwa kecapi emas milik Qin Yun adalah artefak tingkat suci. Bahkan Ming Yue menghela nafasnya setelah melihat pusaka Qin Yun di keluarkan dengan cepat.

"Aku pernah melawan yang lebih mengerikan dari Kecapi Emas seperti ini!" gumam Shen Yan pelan.

Ia lalu mengeluarkan pedang usang miliknya yang menjadi bahan tertawaan semua orang. Shen Yan memerintahkan Tian Zhan untuk tidak pamer kekuatan , membatasinya berada di tingkat surgawi.

Petikan pertama , Qin Yun melesatkan gelombang tsunami yang berasal dari ribuan pedang , itu membuat seluruh arena bergemuruh. Tian Zhan menyala redup , lalu Shen Yan menebasnya dengan sekali ayunan yang membuat semua orang tak percaya. Ribuan gelombang pedang itu terlempar dan menancap ke sembarang tempat di belakangnya.

"Sepertinya pusakanya berada di tingkat surgawi!" ucap salah satu Tetua yang menyaksikannya di atas panggung.

"Aku memang meremehkan mu! Terima ini!" teriak Qin Yun.

Petikan kedua , seekor naga emas mengaum membumbung tinggi ke langit. Itu menyebabkan langit di atasnya berwarna emas , sedetik kemudian muncul celah besar di tengahnya. Kepala naga emas muncul dan melesat seperti petir yang menyambar.

"Yi Jian Po Wan Bao!" teriak Shen Yan.

Teknik yang di keluarkan oleh Shen Yan cukup mengejutkan Tetua Jin Wanshang , ia tahu benar teknik yang di keluarkan oleh Shen Yan adalah musuh alami para pengguna harta suci. Yi Jian Po Wan Bao juga di sebut satu tebasan menghancurkan 10.000 harta.

Shen Yan mengayunkan satu tebasan ke langit , itu berbenturan dengan naga emas yang melesat ke arahnya. Ledakan besar terdengar di sertai cahaya menyilaukan di langit. itu langsung membuat Qin Yun terlempar kebelakang , kecapi miliknya hancur menjadi pecahan kecil. Ia terbatuk darah , memegang dadanya yang terasa nyeri.

Shen Yan berdiri dengan tenang dengan pedang usang miliknya , pakaian merah dengan motif emasnya berkibar terkena angin yang berhembus kencang. Ia menatap Qin Yun yang mulai bangkit dan sepertinya ingin melakukan serangan lagi.

"Buk"

Sebuah lutut mendarat tepat di tengah perutnya , itu sangat cepat dan menyakitkan. Matanya sekilas melihat bayangan pemuda dengan ikat penutup mata di depannya. Tubuh Qin Yun terlempar keluar arena dengan menyedihkan , itu membuat semua orang sangat terkejut.

"Maaf!" gumam Shen Yan.

Ternyata Shen Yan tidak melewatkan peluangnya saat melihat Qin Yun yang sebelumnya mulai bangkit dari posisinya terjatuh. Ia menyerang dengan kecepatan seperti kilat menghajar Qin Yun dengan lututnya.

Sorakan penonton menggema setelah hening beberapa saat , pemimpin pertandingan menyerukan nama Shen Yan dari Puncak Meditasi keluar sebagai pemenang pertandingan ke 7.

"Murid baru mu sangat luar biasa , Tetua Ming Yue! Selamat !" ucap Tetua Jin yang berbesar hati menerima kekalahan murid andalannya.

Leluhur Wu Chen mengangguk sambil tersenyum , ia sangat puas menyaksikan Pertemuan Naga Muda kali ini. Tetua Ming Yue merasakan kebanggaan di hatinya , puncaknya kali ini memiliki wakil yang melaju ke babak selanjutnya.

"Aku tahu kau berbeda , Yan'er!" batin Ming Yue.

_________

1
Chen Xin
jangan sampai berhenti,lanjut trus ya thor🔥
elz.: siap kak , terimakasih
total 2 replies
Arinto Ario Triharyanto
bagus Thor 😎
elz.: terima kasih kak
total 1 replies
elz.
Semoga kalian suka 😊
Chen Xin
Pendukung setia 🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!