Indonesia
NovelToon NovelToon
Penyihir: Di Mulai Dari Korban Pinjol

Penyihir: Di Mulai Dari Korban Pinjol

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Fantasi
Popularitas:804
Nilai: 5
Nama Author: Arya Walker

[ Fantasi Barat+ Misteri+ Sistem+ Ksatria+ Penyihir+ Abad Pertengahan ]

Agus yang terlibat pinjol akhirnya mati karena kecelakaan, jiwanya terseret ke dalam dunia lain dan menjadi Simon Blake di dunia pedang dan sihir, Simon bangkit dari budak bandit hingga menjadi penyihir terkuat, dengan sistem kemahirannya ia akan mencapai puncak!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arya Walker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belajar Farmasi

Dua bilah pedang berkilat membelah kegelapan dalam gang tersebut, bilah itu mengarah tepat ke titik vital Simon.

Simon tidak menghunus pedang hitamnya, ia hanya mengunakan tangannya yang kosong.

Meskipun Simon belum membangkitkan Qi Pertempuran, namun kepadatan otot dan struktur tulangnya yang berada di tahap Fisik Tingkat 3 sudah melampaui batas manusia biasa.

Melalui Pernafasan Ular Hitam, ia merasakan aliran tenaga panas yang murni berasal dari metabolisme tubuhnya yang ekstrem.

Syuut!

Simon meliuk dengan lentur, membiarkan pedang pertama lewat hanya beberapa milimeter dari lehernya.

Di saat yang sama, ia menangkap pergelangan tangan pembunuh kedua.

"Apa?!" pembunuh itu terbelalak.

Ia merasa seolah tangannya dicengkeram oleh catokan besi yang panas.

Kekuatan fisik murni Simon jauh mengungguli mereka berdua.

[ Pernafasan Ular Hitam +3 ]

"Kalian terlalu lambat," ucap Simon dengan dingin

Simon memusatkan seluruh kekuatannya pada kepalan tangan kirinya.

Ia menarik napas dalam-dalam, memicu getaran frekuensi tinggi pada otot lengannya.

Tanpa bantuan Qi, teknik ini murni mengandalkan koordinasi saraf dan ledakan tenaga otot yang presisi.

TINJU RIAK!

Bersenandung!

Pukulan Simon menghantam dada pembunuh yang ia cengkeram.

Alih-alih ledakan cahaya, yang tercipta adalah gelombang tekanan udara transparan yang merambat masuk ke dalam zirah kulit lawan.

KRAK!

Suara tulang rusuk yang patah bergema di gang sempit itu.

Pembunuh tersebut memuntahkan darah kental dan terlempar menghantam tumpukan kayu lapuk di belakangnya.

[ Tinju Riak +2 ]

Pemimpin pembunuh bayaran yang tersisa dengan bekas luka di dagu itu gemetar melihat dua rekannya tumbang dengan begitu mudah.

"K-kau... kau bukan ksatria magang biasa! kau juga tidak punya Qi pertempuran! Bagaimana mungkin kekuatan fisikmu bisa menghancurkan zirah?!" teriaknya dengan nada paniik.

"Ini tidak masuk akal!" Ucap pemimpin pembunuh itu.

"Dunia ini luas, kawan. Ada banyak cara untuk menghancurkan serangga sepertimu," jawab Simon datar sembari melangkah maju.

Pemimpin itu menggeram putus asa, ia memacu teknik pernapasan dasarnya hingga wajahnya memerah, lalu meluncurkan tusukan pedang membabi buta.

Simon dengan tenang mengamati pola serangannya.

Baginya, gerakan ini terlihat sangat lamban, seolah-olah waktu berjalan lebih lambat di matanya.

Simon menghindar ke samping, lalu dengan gerakan telapak tangan terbuka, ia menghantam pangkal pedang lawan hingga terlepas.

Sebelum pedang itu jatuh ke tanah, Simon menghujamkan tinjunya tepat ke ulu hati sang pemimpin.

BOOM!

Riak dengan energi fisik murni itu melumat organ dalam sang pembunuh.

Ia jatuh berlutut, matanya melotot putih sebelum akhirnya tersungkur di atas lumpur gang sempit.

Simon mengatur napasnya kembali hingga stabil.

Setelah itu ia segera melakukan ritualnya yang sudah biasa dia lakukan.

"Looting Time!" Kata Simon.

Merogoh mayat mereka Simon mendapatkan 10 koin emas, serta beberapa ramuan ksatria tingkat rendah.

Simon segera menyimpan sepuluh koin emas hasil rampasannya ke dalam lipatan baju zirah kulitnya, merasakan berat logam ditubuhnya memberikan rasa aman tambahan bagi rencananya ke depan.

Dengan langkah yang santai, ia berjalan menyusuri lorong-lorong kota hingga tiba di depan toko milik Tuan Martin.

Begitu pintu toko berderit terbuka, aroma tajam dari rempah-rempah, belerang, dan bahan kimia yang menyengat langsung menyambut indra penciuman Simon.

Ia melihat Martin sedang sibuk di balik meja laboratoriumnya, mengaduk sebuah kuali kuningan kecil yang mengeluarkan uap tipis berwarna kelabu.

"Tuan Martin," sapa Simon dengan suara datar yang dingin.

"Kau lagi bocah, mau apa lagi?" Kata Martin tanpa menatap Simon.

"Aku ingin membeli ramuanmu, tapi aku juga tertarik mempelajarinya. Bisakah kau mengajariku cara membuat ramuan?"

Martin menghentikan gerakannya, menatap Simon dengan pandangan yang tajam.

Ia terdiam sejenak, menimbang-nimbang perkataan pemuda di hadapannya.

"Mengajarimu meracik ramuan adalah urusan yang sulit dan berisiko membuang banyak bahan berharga milikku, bocah," ucap Martin dengan suara yang serak.

"Ada biaya untuk pengetahuanku, tidak ada yang gratis. Berikan sepuluh koin emas, dan aku akan memberikan dasar-dasar peracikan ramuan ksatria padamu."

"Sepuluh koin emas? Kurasa itu harga yang masuk akal untuk sebuah pengetahuan," sahut Simon tanpa ragu.

Pengetahuan adalah kekuatan menurutnya, manusia tanpa pengetahuan hanyalah seekor kera di hutan.

Karena Investasi ini sangat berharga.

Ia langsung mengeluarkan kantong koin emasnya dan meletakkannya di atas meja kerja Martin yang penuh noda.

Martin menyapu koin-koin itu dengan gesit, lalu memberi isyarat agar Simon mendekat ke kuali.

"Perhatikan baik-baik, aku hanya akan menunjukkan ini sekali. Untuk membuat ramuan ksatria tingkat rendah, kau membutuhkan tiga bahan utama: Darah Babi Hutan sebagai basis energi fisik, Bubuk Tulang Hewan Buas untuk kepadatan, dan Ekstrak Akar Tanah sebagai penyeimbang," jelas Martin sembari mulai memasukkan bahan-bahannya ke dalam kuali.

Simon mendengarkan dengan konsentrasi penuh, matanya tidak melewatkan setiap detail gerakan tangan sang ahli ramuan tersebut.

"Saat cairan mulai mendidih dan muncul uap yang membubung, itulah saatnya kau mencampurkan Daun Mint," instruksi Martin.

Begitu Simon memasukkan daun tersebut, cairan di dalam kuali bergejolak dan sedikit naik ke atas, saat itu berubah warna menjadi lebih stabil.

Simon segera mengambil alih peralatan dan mencoba mempraktikkannya sendiri.

Sesuai dengan hukum realita di setiap dunia, ia tidak mendapatkan keberhasilan instan.

Percobaan pertamanya berakhir dengan cairan hitam yang gosong, percobaan kedua terlalu encer karena suhunya tidak stabil. Namun, Simon tetap tenang dan terus mencoba, mengasah pemahamannya tentang suhu panas dan waktu yang tepat.

Ketika sisa bahan terakhir miliknya dimasukkan dengan presisi dengan wajah yang pucat, cairan di dalam wadah akhirnya bereaksi sempurna, ia berubah menjadi merah muda bening yang memancarkan aroma memikat khas milik herbal yang segar!

Seketika, sebuah panel transparan melintas di depan pandangannya.

[ Farmasi +1 ]

Kesenangan tidak membuatnya sombong. Ia tidak berhenti di situ, dengan kegigihan seorang penggila latihan, ia terus mempraktikkan proses tersebut secara berulang-ulang.

Setelah waktu yang cukup lama, kemahiran farmasinya terus meningkat melalui setiap tetes keringat dan fokus yang ia curahkan.

Di akhir sesi latihannya, Simon berhasil meracik sendiri lima botol ramuan ksatria tingkat rendah yang berkualitas. Ia menyimpan hasil karyanya itu dengan puas, menyadari bahwa ia kini memiliki cara untuk membuat ramuan ksatria sendiri.

Tuan Martin mengambil salah satunya dan mengocoknya perlahan di depan cahaya lampu minyak.

Cairan merah muda bening itu memantulkan kilauan stabil, tanda bahwa kemurniannya berada di atas rata-rata untuk seorang pemula.

"Tidak buruk, bocah. Benar-benar tidak buruk," puji Martin dengan suara serak yang kini terselip sedikit kekaguman.

"Memulai dari nol dan berhasil meracik lima botol stabil dalam satu sesi... bakatmu dalam farmasi jauh lebih tajam daripada yang aku kira."

Martin meletakkan kembali botol itu, lalu menatap Simon dengan mata liciknya yang berbinar, seolah-olah ia baru saja menemukan tambang emas kecil di tengah Kota Lune

"Begini, aku punya tawaran untukmu, mau dengar?" Martin berdehem, tangannya yang keriput mengusap janggutnya yang kusam.

"Apa itu?" Tanya Simon.

"Aku butuh asisten untuk meracik ramuan ksatria guna memenuhi stok toko. Aku akan menyediakan bahan-bahannya, dan kau yang meraciknya."

"Keuntungannya akan kita bagi menjadi 20 persen untukmu, 80 persen untukku.

Mendengar angka tersebut, wajah Simon mendadak pucat dan garis-garis hitam dapat di lihat di balik topeng gagaknya.

Dulu juga dia pernah hancur oleh sistem utang dan kapitalisme di Bumi, dan sekarang ia di tawarkan hal yang serupa disini.

Simon langsung mengerti baru saat inilah ia langsung menyadari betapa "berhati hitam" dan kapitalisnya pak tua di depannya ini.

'20 persen? Pak tua ini benar-benar tidak tahu malu dalam memeras tenaga kerja,' pikir Simon dengan sinis.

Namun, mengingat ini bukan dunia sebelumnya, di dunia ini mendapatkan duit bisa dari mengalahkan penjahat yang nalang dan misi, setidaknya tidak pengangguran seperti dulu.

Simon tidak langsung menolak. Ia tahu bahwa di dunia yang keras ini, akses ke bahan-bahan ramuan yang mahal dan peralatan laboratorium resmi adalah kemewahan yang sulit didapat oleh ksatria pengembara biasa seperti dia.

Baginya, koin emas hanyalah bonus, tujuan utamanya adalah meningkatkan poin kemahiran tanpa harus mengeluarkan modal besar untuk bahan yang berisiko gagal, kan?

"Baiklah, aku setuju," ucap Simon dengan berpura-pura agak ragu.

"Aku akan membantumu meracik ramuan sebagai pekerja paruh waktu setiap kali aku berada di Kota Lune. Tapi aku ingin jaminan bahwa aku mendapatkan jatah ramuan untuk latihanku sendiri."

Martin menyeringai lebar, menampakkan deretan gigi kuningnya.

"Kesepakatan tercapai, ah! ngomong-ngomong siapa namamu?" Tanya martin

"Geralt, mohon bantuannya tuan martin" Jawab Simon.

Keduanya segera berjabat tangan di atas meja kayu yang penuh noda bahan kimia tersebut.

Simon diam-diam membuka panel pribadinya.

Nama: Simon Blake

Pekerjaan: Ksatria Magang Tingkat 3

Ketrampilan:

Pernafasan Ular Hitam ( Tinggi ) 87/400

Teknik Pedang Silang ( Menengah ) 43/300

Tinju Riak ( Pemula ) 77/100

Farmasi ( Pemula ) 10/100

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!