Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM FLASH SALE Rp1

SISTEM FLASH SALE Rp1

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:24.5k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Ardi, seorang pemuda miskin yang tulus, tiba-tiba dicampakkan oleh Siska, kekasihnya selama lima tahun, demi Bagas, sahabat Ardi yang baru saja naik jabatan menjadi manajer yang kaya raya. Di tengah keputusasaan dan hinaan brutal, Ardi secara tak terduga membangkitkan [Sistem Flash Sale Rp1], sebuah antarmuka misterius yang memungkinkannya membeli barang apa pun—dari mobil sport mewah, penthouse, hingga seluruh perusahaan—hanya dengan satu rupiah. Dengan kekayaan instan yang tak terbayangkan ini, Ardi mulai membalas dendam secara face-slapping kepada mereka yang meremehkannya, sembari menjelajahi kehidupan barunya sebagai miliarder muda yang paling berkuasa di negeri ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17

Pria itu langsung tersedak ludahnya sendiri, matanya memutih, dan parang di tangannya jatuh berdenting ke lantai.

Ardi mencengkeram kerah baju pria itu sebelum dia ambruk, lalu menendang bagian belakang lututnya dengan keras.

Brak!

Pemimpin pembunuh itu berlutut secara paksa di depan kaki Ardi dengan napas terengah-engah mencari udara.

"Sekarang, mari kita bicara dengan sedikit lebih beradab," ucap Ardi sambil menatap tajam ke dalam mata musuhnya yang ketakutan.

"K-kau ini iblis macam apa sebenarnya?" rintih pria bertato itu sambil memegangi perutnya yang terasa hancur.

"Aku? Aku hanyalah mimpi buruk yang baru saja dibangunkan oleh kebodohan Tuan Bramantyo kesayanganmu itu," jawab Ardi dengan suara sedingin es.

Ardi menginjak telapak tangan pria itu yang tergeletak di lantai hingga terdengar suara tulang yang bergesekan.

"Argh!

Ampun, tolong ampuni nyawaku Tuan!" jerit pria itu memohon belas kasihan.

"Tolong sampaikan pesan ini pada Bramantyo saat kau kembali ke markasmu nanti dengan tubuh hancur ini," bisik Ardi tepat di depan wajah sang pemimpin pembunuh.

"Katakan padanya, Ardi akan datang mengambil seluruh Grup Rajawali besok pagi, dan dia sebaiknya bersiap menjadi gembel di jalanan."

Setelah menyampaikan ancamannya, Ardi menendang dada pria itu hingga dia terlempar keluar dari pintu ganda yang rusak.

"Sekarang seret teman-temanmu ini dan keluar dari istanaku sebelum aku memutuskan untuk melemparkan kalian semua dari balkon lantai puncak ini!" perintah Ardi tanpa ampun.

Pria bertato itu mengangguk ketakutan dengan air mata mengucur deras.

Dia buru-buru membangunkan anak buahnya yang masih sadar dan setengah menyeret mereka masuk kembali ke dalam lift VVIP.

Pintu lift tertutup rapat, meninggalkan Ardi sendirian di tengah ruangan yang sedikit berantakan akibat pecahan kaca.

Ardi menghela napas panjang dan meregangkan otot-ototnya yang baru saja dipacu adrenalin tinggi.

"Pertarungan yang terlalu mudah, sistem MMA tingkat Grandmaster ini benar-benar gila kekuatannya," batin Ardi sambil melihat kepalan tangannya sendiri.

Tepat pada saat itu, antarmuka Sistem kembali muncul memancarkan cahaya keemasan yang sangat terang di depan Ardi.

[Notifikasi Sistem Flash Sale Rp1]

[Tuan Rumah telah berhasil selamat dari ancaman pembunuhan dan menundukkan musuh secara mutlak.]

[Sebagai respon terhadap agresi Grup Rajawali, Sistem telah menyiapkan senjata balasan yang paling mematikan untuk menghancurkan mereka hingga ke akar.]

Ardi tersenyum lebar menatap rentetan kalimat di layar itu.

Dia tahu Sistemnya tidak akan pernah membiarkan musuh yang berani mengancam nyawanya lolos begitu saja.

"Tunjukkan padaku, senjata apa yang kau siapkan untuk meratakan perusahaan keluarga sombong itu Sistem," perintah Ardi di dalam hatinya dengan sangat antusias.

[Flash Sale Serangan Balik Telah Terbuka!]

[Item: 51 Persen Saham Mayoritas Mutlak Grup Rajawali beserta Berkas Rahasia Skandal Penggelapan Pajak Mereka.]

[Harga Spesial: Rp1.]

[Waktu Tersisa: 23 Jam 59 Menit.]

Mata Ardi sedikit membesar melihat penawaran yang tertera di layar tersebut.

"Ini bukan hanya sekadar membeli perusahaan, ini adalah eksekusi mati secara legal di dunia bisnis," gumam Ardi tertawa lepas.

"Bramantyo pasti mengira dia bisa menyingkirkanku dengan kekerasan karena uangnya tidak berseri," batin Ardi sambil menggelengkan kepala.

"Dia tidak tahu bahwa di depanku, kekayaannya itu hanyalah remah-remah roti yang sangat menyedihkan," lanjutnya tersenyum sinis.

Tanpa membuang waktu sedetik pun, jari telunjuk Ardi menekan tombol beli di antarmuka sistem.

[Memproses transaksi akuisisi paksa...]

[Pembelian Berhasil. Saldo rekening Anda telah terpotong Rp1.]

[Selamat, Anda kini adalah pemilik sah dari 51 Persen Saham Grup Rajawali.]

[Seluruh berkas fisik bukti penggelapan pajak dan korupsi Grup Rajawali telah diteleportasi ke dalam brankas di ruang kerja Tuan Rumah.]

Ardi berjalan menuju ruang kerja mewahnya yang berada di sudut penthouse, memutar kode brankas yang langsung terbuka otomatis untuknya.

Di dalam sana, tergeletak setumpuk dokumen tebal berstempel merah muda yang berisi semua rahasia kelam dan kejahatan finansial ayah Bastian selama belasan tahun.

"Luar biasa, dengan dokumen ini aku bisa memenjarakan Bramantyo seumur hidup jika aku mau," ucap Ardi sambil membolak-balik halaman berkas itu.

"Namun membiarkan mereka hidup miskin dengan hutang triliunan rupiah sepertinya akan menjadi siksaan yang jauh lebih menyakitkan bagi orang-orang arogan seperti mereka," rencananya dengan matang.

Ardi meletakkan kembali dokumen itu dan mengunci brankasnya dengan perasaan sangat puas.

Malam ini, dia telah membuktikan bahwa tidak ada seorang pun di kota ini yang bisa menyentuh ujung rambutnya tanpa membayar harga yang sangat mahal.

Ardi berjalan kembali ke ruang tengah, mengabaikan pecahan kaca meja, lalu menjatuhkan tubuhnya ke atas sofa kulit yang empuk.

Dia mengambil ponselnya dan memutar nomor telepon Lidya, pelayan kelab yang baru saja dia angkat menjadi manajer beberapa jam yang lalu.

Nada sambung berbunyi dua kali sebelum suara Lidya yang terdengar sangat gugup menjawab telepon itu.

"H-halo Tuan Ardi? Selamat malam Tuan, apakah ada yang bisa saya bantu di jam selarut ini?" sapa Lidya dengan sangat sopan dan hormat.

"Lidya, apakah operasional kelab malam sudah berjalan normal setelah sampah-sampah tadi kubersihkan?" tanya Ardi dengan nada santai.

"S-sudah Tuan, semuanya berjalan sangat lancar, para tamu elit bahkan menghabiskan lebih banyak uang karena penasaran dengan Anda," lapor Lidya.

"Bagus, aku ingin kau melakukan satu tugas penting besok pagi," perintah Ardi mulai merangkai jaring perangkapnya.

"Siapkan sebuah ruangan pertemuan VVIP yang paling tertutup dan kedap suara di Klub Olympus jam sepuluh pagi besok."

"Baik Tuan, saya akan langsung mengaturnya, apakah Anda akan mengundang tamu penting?" tanya Lidya penasaran.

"Sangat penting," jawab Ardi sambil tersenyum iblis menatap pemandangan malam di luar jendela.

"Aku akan mengundang Tuan Bramantyo dari Grup Rajawali untuk melakukan serah terima perusahaannya padaku secara resmi," tutup Ardi dengan nada mutlak.

Lidya di ujung telepon sempat menahan napasnya saking terkejutnya mendengar nama besar yang baru saja diucapkan bosnya itu.

"Baik Tuan, ruangan akan siap sepenuhnya sebelum Anda tiba besok," jawab Lidya dengan sigap, sama sekali tidak berani mempertanyakan rencana mustahil itu.

Tut.

Ardi mematikan panggilan dan melemparkan ponselnya ke atas bantal sofa.

Malam ini dia bisa tidur dengan sangat nyenyak, tidak sabar menantikan pertunjukan wajah putus asa keluarga Rajawali saat matahari terbit esok hari.

1
clara
😶‍🌫️😶‍🌫️😶‍🌫️
pricilia
🥰🤩
Antoni gergio
saya suka cerita ini kak🥰🌹
sasa
🤗🥰😍🤩💘💟
nurul khusna
🥰🌹🌟⭐
Anton barly
baik dan bagus novel nya😍🤩
yani
💫🌟🌟
fitri
⭐⭐⭐⭐
yudi permana
seru kak🥰
Angel
keren kak Cherly🥳😘😘
setiawan
/Good//Good//Moon//Heart/
gofur
baik🥰😍🤩
Äï
dia terlalu mudah menguasai dunia fana co aku curiga ntar dia bakal ke dunia lain seperti abad pertengahan, alam kultivator, dunia pedang dan sihir atau kek lou feng yg menjelajah di luar angkasa dan membangun kerajaan di semesta
Shinta geol
💟🥰💋
Cherlly
baca judul nya kaka dia memliki sistem flash sale Rp1 jdi dia bisa beli apa saja dgn Rp 1
Äï
loh uang dari mana dia? saldo nya kan 10M terus pake belanja 800jt kok malah nambah jadi 50M
Cherlly
itu di gas keras kalo ferari/lambo pasti keluar api dan asap kaka,..
Äï
masa mobil baru berasap
samuel df
🌹🥰
Äï
plot klise ini sudah lama aku tidak melihat nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!