Huo Li hidup sebagai murid pelayan kasta terendah di Sekte Pedang Mendalam. Diperlakukan bak sampah, dan hampir mati, ia kehilangan seluruh harapan hingga diselamatkan oleh seorang pria misterius.
Pria itu memberinya sebuah teknik kultivasi terlarang dan sebuah artefak yang mampu mengubah seluruh harta dunia menjadi sumber kekuatan. Sebagai gantinya, Huo Li menerima satu syarat yang mustahil: meruntuhkan langit.
Dengan dendam yang membara namun hati yang tetap terkendali, ia bersumpah akan bangkit dari dasar dunia kultivasi, membalaskan dendamnya dan meruntuhkan langit.
Bagaimanakah kisah Huo Li? Saksikan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 33 — Harga Sebuah Harapan
Pelelangan berlangsung dengan ritme yang cepat dan panas. Berbagai macam senjata spiritual tingkat 1, pil esensi, hingga baju zirah dari kulit monster dilelang dan berpindah tangan.
Di atas panggung, Peng Wu berusaha keras mempertahankan senyum profesionalnya sebagai Kepala Cabang. Meskipun begitu, sesekali matanya masih melirik ke arah ruang kelas atas paling kanan yang gelap gulita. Ketidakhadiran "Senior Misterius" itu terus menggerogoti kewarasannya, membuatnya memandu lelang dengan sedikit tergesa-gesa.
"Baiklah, hadirin sekalian! Kita masuk ke pertengahan acara!" seru Peng Wu, menepuk tangannya.
Seorang pelayan wanita yang cantik dan berpakaian minim berjalan gemulai ke tengah panggung, membawa sebuah kotak kaca kristal di atas nampan perak. Di dalam kotak itu, terdapat sekuntum bunga mawar yang kelopaknya tampak tembus pandang menyerupai es. Bunga itu memancarkan pendar cahaya biru pudar yang sangat lembut, dan bahkan dari jarak jauh, aroma penenangnya mampu menjernihkan pikiran siapa saja yang menghirupnya.
"Mawar Pembersih Jiwa!" teriak Peng Wu, suaranya menggema ke seluruh aula. "Herbal langka tingkat 2 berusia lima puluh tahun yang hanya tumbuh di Puncak Es dengan Yin Ekstrem! Khasiat utamanya? Membersihkan kotoran spiritual yang mengendap di 9 meridian utama, menenangkan pikiran dari gangguan iblis batin, dan... melindungi jiwa dari pengaruh energi luar yang merusak!"
Mendengar penjelasan itu, kerumunan langsung berdengung. Namun, antusiasme mereka segera surut ketika Peng Wu menyebutkan harganya.
"Harga awal, Lima Kristal Spiritual Tingkat 2! Setiap kelipatan penawaran minimal satu Kristal Spiritual Tingkat 2!"
Bagi kultivator pengembara di bangku umum, Kristal Spiritual Tingkat 2 adalah barang mewah. Lima buah kristal tingkat 2 setara dengan seratus kristal tingkat 1. Ruangan mendadak hening.
Namun, di samping Huo Li, napas Yun Bing mendadak memburu. Tangan gadis itu yang bertumpu di atas paha tampak mengepal erat hingga buku-buku jarinya memutih.
'Mawar Pembersih Jiwa...' batin Yun Bing, matanya memancarkan keputusasaan yang bercampur dengan tekad. 'Ini dia... Jika aku meminta alkemis sekte untuk meraciknya menjadi pil penenang jiwa, aku bisa memperlambat laju...'
Tanpa ragu sedikit pun, Yun Bing mengangkat tangannya ke udara. Suaranya yang dingin membelah keheningan aula.
"Sepuluh Kristal Spiritual Tingkat 2!"
Sontak, ratusan pasang mata di bangku umum menoleh ke arahnya. Seorang wanita muda yang duduk di area umum berani langsung melipatgandakan harga awal?! Siapa sebenarnya wanita muda itu?
Di bawah tudung ringannya, mata Huo Li sedikit terbelalak. Ia melirik Kakak Seperguruannya itu dengan rasa terkejut yang tak dibuat-buat.
'Sepuluh Kristal Spiritual Tingkat 2?!' batin Huo Li. Ia ingat betul bagaimana hatinya serasa diiris saat Pei Hubong memeras sisa uangnya tempo hari. 'Dari mana Saudari Senior mendapatkan uang sebanyak ini? Dan... untuk apa dia begitu menginginkan herbal itu?'
Huo Li segera memproses informasi dari khasiat bunga tersebut. Melindungi jiwa dari pengaruh energi luar. 'Ah... Apakah di dalam dantiannya juga tertanam benih parasit?...'
'Jadi dia membutuhkannya untuk menekan Benih Parasit milik Gubang,' simpul Huo Li. Hatinya sedikit berdesir melihat betapa putus asanya gadis sedingin es ini untuk bertahan hidup dari cengkeraman gurunya sendiri.
"Sepuluh Kristal Spiritual Tingkat 2 dari Nona di sana! Ada yang berani menawar lebih tinggi?!" seru Peng Wu.
"Dua belas!" teriak seorang saudagar tua dari sudut ruangan.
"Lima belas!" Yun Bing langsung membalas, suaranya tak menunjukkan keraguan.
"Tujuh belas!" sahut seorang kultivator berjubah abu-abu.
"Dua puluh lima!" desis Yun Bing tajam. Ia bahkan tidak membiarkan lawan-lawannya bernapas.
Keheningan kembali menyelimuti ruangan. Dua puluh lima Kristal Spiritual Tingkat 2 untuk sebuah herbal langka tingkat 2 adalah harga yang sangat fantastis. Saudagar tua dan kultivator tadi langsung mundur, menggelengkan kepala.
Yun Bing sedikit bernapas lega. Itu adalah hampir seluruh tabungannya yang ia kumpulkan bertahun-tahun dari menjalankan misi berbahaya di Hutan Seratus Binatang Buas. Asalkan ia bisa mendapatkan bunga itu, semuanya sepadan.
Namun, takdir seolah gemar mempermainkan mereka yang sedang putus asa.
Di balkon kelas atas bagian tengah, Qu Jin yang sejak tadi tampak bosan menyandarkan dagunya di pagar balkon. Namun, saat suara penawaran Yun Bing yang tajam dan dingin terdengar, pandangannya langsung tertuju ke bangku umum di bawah sana.
Mata Qu Jin menyipit, lalu melebar saat ia melihat wajah Yun Bing yang diterangi oleh cahaya lampion. Walaupun Yun Bing tidak berdandan, kecantikan alaminya yang memancarkan aura sedingin es—seperti teratai salju yang tak tersentuh, langsung membakar gairah di dada tuan muda Keluarga Qu tersebut.
Qu Jin menjilat bibir bawahnya. Senyum arogan dan penuh nafsu terukir di wajah tampannya yang angkuh.
"Menarik... Sangat menarik. Sesaat aku kembali kesini, kota udik ini ternyata menyembunyikan wanita secantik itu di bangku rendahan," gumam Qu Jin pelan, matanya menelanjangi sosok Yun Bing dari kejauhan.
Tanpa beranjak dari tempat duduknya, Qu Jin mengangkat sebelah tangannya dengan malas.
"Tiga puluh lima Kristal Spiritual Tingkat 2," suara Qu Jin mengalun santai dari atas balkon, dipenuhi kesombongan yang meremehkan.
Deg!
Wajah Yun Bing seketika pucat pasi. Ia mendongak, menatap tajam ke arah balkon tempat Qu Jin duduk.
Seluruh aula berdengung riuh.
"Tuan Muda Qu ikut campur!"
"Habislah wanita itu. Siapa yang berani beradu kekayaan dengan Keluarga Qu di kota ini?"
Di samping Yun Bing, Huo Li juga mendongak. Di balik tudungnya, matanya yang sedingin jurang es menatap tepat ke arah wajah tersenyum Qu Jin. Niat membunuh yang mengerikan bergolak di dalam dantian emasnya, namun teknik Napas Penenang Hati menguncinya dengan sempurna.
'Anjing ini... kebiasaannya menginjak-injak harapan orang lain tidak pernah berubah,' batin Huo Li, jari-jarinya di balik jubah mengepal erat.
Yun Bing menggigit bibir bawahnya hingga terasa anyir darah. Ia tidak boleh menyerah. Bunga itu adalah nyawanya!
"Empat puluh!" teriak Yun Bing dengan suara bergetar.
Mendengar perlawanan itu, Qu Jin justru tertawa keras. Ia berdiri dari kursinya, berjalan ke tepi balkon, dan menatap ke bawah dengan raut wajah penuh kemenangan.
"Nona cantik," ucap Qu Jin dengan suara keras agar seluruh aula mendengarnya. "Bunga es itu memang sangat cocok dengan aura dinginmu. Tapi, daripada kau menguras seluruh kantongmu yang malang itu..."
Qu Jin menyeringai lebar. "Bagaimana kalau aku membelikannya untukmu? Sebagai gantinya, kau hanya perlu menemaniku minum teh... dan 'berdiskusi' tentang kultivasi malam ini di kediaman Keluarga Qu. Lima puluh Kristal Spiritual Tingkat 2!"
Sorakan dan tawa merendahkan terdengar dari beberapa penjaga Keluarga Qu di aula.
Wajah Yun Bing memerah karena marah dan malu. Itu bukanlah sebuah tawaran, itu adalah pelecehan terang-terangan! Namun, angka lima puluh kristal spiritual tingkat 2 telah menghancurkan batas maksimal tabungannya. Ia tidak punya uang lagi.
Tangan Yun Bing yang tadinya terangkat di udara kini bergetar hebat. Ia perlahan menurunkannya, keputusasaan akhirnya menelan sorot mata dinginnya. Ia menundukkan kepala, membiarkan rambutnya menutupi wajahnya yang hancur.
Melihat lawannya terdiam, Qu Jin tertawa penuh kepuasan dari atas balkon. Ia merasa seperti raja yang baru saja menaklukkan wilayah baru. "Hahaha! Kepala Cabang Peng, tunggu apa lagi? Ketuk palumu!"
Peng Wu yang berada di atas panggung hanya bisa tersenyum canggung. Ia mengangkat palu lelangnya. "Lima puluh Kristal Spiritual Tingkat 2, satu!..."
sesuatu yg WAAAAH kah ??
hanya sebagai alat syarat sebuah kabupaten....!!
semua dkendalikan olh keluarga paling berpengaruh !!
layaknya negara konoha skrg ... wkwkwk
ngitulah kira³....🤣🤣
makn pake sumpit. minum pake pipit.. pipisnya dkloset...🤣🤣🤣