Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Wanita Karir / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

🏆🥉Juara 3 YAAW 2026 Periode 1🥉🏆

Demi cinta, Kataleya rela meninggalkan kokpit dan menyerahkan mimpinya menjadi Kapten Pilot pada suaminya, Arkana. Ia memilih menjadi istri dan ibu, mengorbankan karier yang dulu hampir berada di puncak.

Enam tahun kemudian, pengorbanan itu justru dibalas dengan pengkhianatan. Arkana berselingkuh, menghina penampilan Kataleya, dan menyebutnya wanita yang sudah tak pantas berdiri di sisinya.

Akan tetapi Arkana lupa satu hal, langit itu dulunya milik Leya. Saat wanita itu menuntut cerai dan kembali mengenakan seragam pilotnya, seluruh dunia penerbangan mulai menyadari siapa dia sebenarnya.

Di akademi pilot, ia bertemu Kaisar... pria misterius yang selalu berada di sisinya. Arkana baru sadar terlalu terlambat, wanita yang dulu ia rendahkan kini kembali terbang lebih tinggi darinya. Leya menjadi Kapten Pilot, yang tak akan pernah bisa ia miliki lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 4.

Pria yang memperhatikan Leya tadi berdiri di balkon lantai dua, dia melihat Leya berjalan keluar menuju area simulasi.

Seseorang berdiri di belakang pria itu, “Menarik, bukan? Jarang ada orang yang kembali setelah enam tahun vakum.“

“Dia bukan orang biasa,“ jawab pria bernama Kaisar itu.

Temannya menimpali. “Kau kenal?“

Kaisar menggeleng, tapi tatapannya tetap mengikuti langkah Leya di bawah sana. Lalu ia tersenyum tipis. “Aku hanya menduga satu hal, wanita itu... akan membuat tempat ini ramai.“

Area simulasi penerbangan berada di sisi belakang akademi. Gedungnya besar, dindingnya sebagian besar adalah kaca tebal yang memantulkan cahaya matahari pagi.

Beberapa trainee atau peserta latihan sudah berkumpul disana. Bagitu Leya datang, bisik-bisik langsung terdengar lagi.

“Dia benar-benar ikut tes?“

“Enam tahun tidak terbang, serius?“

“Ah! Dia pasti cuma cari perhatian!“

Leya tak menanggapi, ia berjalan tenang menuju meja instruktur. Pria tadi yang menemuinya di kantor administrasi berdiri di sana sambil memegangi tablet.

“Simulasi Airbus A320, situasi darurat.“ Kata pria itu singkat, lalu dia menatap Leya dengan ekspresi datar. “Kau masih ingat prosedurnya?“

“Masih.“ Leya menjawab tanpa ragu.

Beberapa trainee langsung tertawa kecil. “Percaya diri sekali!“

“Kalau gagal, ini selesai!“ Instruktur itu tidak tersenyum.

“Baik," jawab Leya singkat.

Ia berjalan menuju ruang simulator, begitu pintu otomatis terbuka aroma mesin dan elektronik langsung menyambutnya. Di dalam ruangan itu berdiri simulator kokpit berukuran besar, replika yang hampir sempurna dari kokpit pesawat sungguhan. Panel kontrol penuh tombol, layar digital serta lampu indikator berkedip redup.

Leya berhenti sebentar di depan pintu selama beberapa detik, tangannya menyentuh sisi simulator. Selama enam tahun ia tak menyentuh semua itu. Namun bukannya canggung, justru ada sesuatu yang bangkit dalam dadanya. Perasaan lama yang selama ini ia tekan, rasa rindu dan adrenalin.

Leya naik ke kursi pilot tanpa berkata apapun, ia mengenakan headset dan menarik kursinya sedikit ke depan. Tangannya langsung bergerak di panel, mengecek beberapa tombol secara refleks. Gerakannya terlalu cepat untuk seseorang yang sudah berhenti selama enam tahun.

Instruktur berdiri di belakang Leya sambil menyilangkan tangan.

“Oke! Simulasi dalam tiga... dua... satu...“

Layar besar di kokpit langsung berubah, landasan pacu muncul. Pesawat virtual berada di posisi siap lepas landas.

Diluar ruangan, para trainee menonton dari balik kaca.

“Paling lima menit dia panik.“

“Engine failure saja sudah cukup membuatnya menyerah.“

Namun di dalam kokpit, Leya sudah memegang throttle.

“Power set.“ Ujar Instruktur.

Mesin pesawat virtual mengaum, pesawat mulai meluncur di kandang.

“Speed alive.“

Jarum indikator bergerak naik.

“V1... rotate.“

Pesawat simulasi terangkat dari runway.

Diluar ruangan, suara bisik-bisik mulai mereda.

Gerakan Leya stabil, tangannya tidak bergetar dan tak ada gerakan panik darinya. Instruktur menekan beberapa tombol di panel kontrol belakang. Sekejap kemudian alarm berbunyi, lampu merah menyala di kokpit.

ENGINE FAILURE.

Salah satu mesin mati, pesawat simulasi langsung miring tajam ke kanan.

“Sudah di mulai! Kita lihat sekarang!“ Beberapa trainee langsung berseru.

Di dalam ruangan, Leya tidak bereaksi dengan panik. Matanya tetap fokus pada panel. “Engine one failure confirmed.“

Tangan Leya bergerak cepat, ia menyeimbangkan kontrol pesawat.

“Maintaining heading.“

Pesawat perlahan stabil kembali, Instruktur tidak berkata apa-apa tetapi matanya sedikit menyipit. Beberapa lampu peringatan menyala bersamaan.

HYDRAULIC SYSTEM WARNING.

Pesawat simulasi kembali terguncang, semua orang yang menonton tampak tegang.

Salah satu trainee yang menonton menelan ludah. “Ini kombinasi yang sulit...“

Namun di dalam kokpit, Leya justru terlihat semakin fokus.

“Switching to backup system.“

Klik... Klik... Klik...

Tangannya bergerak cepat menekan tombol, beberapa detik kemudian pesawat kembali stabil.

Ruangan kontrol menjadi sunyi. Tak ada yang tertawa lagi, bahkan tak ada yang berani mengejek. Hanya suara mesin simulasi yang terdengar. Beberapa menit kemudian, simulasi selesai. Layar kembali gelap, mesin pun berhenti.

Leya melepas headset dan berdiri dari kursinya, ia tidak terlihat lega dan juga tak terlihat bangga. Seolah semua itu adalah hal biasa.

“Kau masih ingat semuanya.“ Instruktur menatap Leya dengan pandangan baru, ekspresinya tetap datar tapi nada suaranya sedikit berubah saat bicara.

Leya turun dari kursi kokpit. “Iya, saya belum lupa.“

Ia berjalan menuju pintu keluar, tapi sebelum pintu terbuka sepenuhnya, suara tepuk tangan terdengar pelan dari sisi ruangan luar. Semua orang menoleh, disana Kaisar berdiri. Dan hanya pria itu lah, satu-satunya orang yang bertepuk tangan. Tatapannya tertuju pada Leya, begitu tenang tapi penuh rasa ingin tahu.

“Lumayan,“ ucap Kaisar dengan nada santai.

Beberapa trainee langsung saling berpandangan, setelah simulasi sulit seperti itu... Kaisar hanya berkata lumayan?

Leya ikut menoleh, alisnya terangkat. “Lumayan?“

Kaisar tersenyum tipis, “Untuk seseorang yang katanya sudah enam tahun tidak terbang.“

Leya menatap pria itu dengan tatapan dalam, lalu ia kembali bicara. “Kalau menurutmu hanya lumayan, kau boleh coba.“

Beberapa trainee seketika menahan nafas mereka, berani sekali Leya bicara seperti itu.

Namun Kaisar tidak terlihat tersinggung, ia justru tertawa pelan. “Mungkin nanti.“

Pria itu berjalan mendekat, langkahnya tenang lalu berhenti berjarak satu langkah di depan Leya.

“Namaku... Kaisar.“ Pria itu mengulurkan tangannya.

Leya tak menyambut uluran tangan Kaisar. “Aku tidak bertanya.“

Kaisar tertawa kecil lagi, ia menarik tangannya lalu memasukkannya ke dalam saku celana. “Kamu memang benar, tapi kita akan sering bertemu disini. Jadi... aku hanya bermaksud untuk saling mengenal.“

Tatapan mereka saling beradu.

“Belum tentu akan bertemu lagi,“ jawab Leya singkat.

Wanita itu lalu berbalik dan berjalan pergi dari ruangan simulasi. Namun sebelum ia pergi jauh, suara Kaisar terdengar lagi dari arah belakang.

“Ngomong-ngomong, kalau itu performa mu setelah enam tahun berhenti... aku penasaran seperti apa kau terbang saat masih aktif menjadi pilot dulu.“

Langkah Leya terhenti, ia menoleh sedikit. “Sedikit lebih baik dari sekarang.“

Setelah mengatakannya, Leya kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan ruangan.

Kaisar masih berdiri di tempatnya, tiba-tiba seseorang berdiri di samping Kaisar, temannya tadi. Ia menyilangkan tangan sambil melihat pintu tempat Leya pergi.

“Kau benar, sepertinya akademi ini akan ramai karena dia.“

Kaisar tak menjawab, dia hanya tersenyum tipis.

Sementara Leya tak sadar, jika dia baru saja menarik perhatian seorang pilot sekaligus pewaris maskapai terbesar di negeri ini. Dan langit yang pernah ditinggalkan Leya, kini akan mulai membuka jalannya kembali.

1
Tuti Tyastuti
𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘨𝘪𝘭𝘢 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘢𝘻
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘢𝘻 𝘩𝘢𝘮𝘪𝘭
Pita Loka
nasib selingkuh bagas
Pita Loka
ada s2 nasib selingkuh bagas gimna?
Pita Loka
harus ada s2 btw simpan baga gimna nasibnya atau udh punya anak haram
Tuti Tyastuti
𝘳𝘢𝘴𝘢𝘪𝘯
Tuti Tyastuti
𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘵𝘪 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘢𝘻
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵 𝘺𝘢 𝘭𝘦𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘰𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢 𝘵𝘦𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘭𝘢𝘮𝘢😂😂
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩
Tuti Tyastuti
𝘣𝘢𝘨𝘶𝘴 𝘬𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘳𝘤𝘢𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘰𝘮𝘰𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨
Tuti Tyastuti
𝘮𝘪𝘮𝘱𝘪 𝘬𝘭 𝘬𝘢𝘶 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘢𝘻
Tuti Tyastuti
𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘱 𝘬𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳👍
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯𝘢 𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘭𝘨
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘭𝘦𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘶𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘵𝘶𝘩
Tuti Tyastuti
𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯𝘢 𝘨𝘹 𝘵𝘢𝘶 𝘥𝘪 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨
santosowife
ceritanya sangat menarik..konflik ny tidak berat dan tidak menguras emosi pembaca secara berlebihan.. recommended banget buat pembaca yang suka cerita yang ringan dan menghibur..good job author..terima kasih atas usahanya membuat cerita ini .all the best for u/Rose//Rose//Rose//Rose/
Tuti Tyastuti
𝘮𝘢𝘬𝘪𝘯 𝘴𝘦𝘳𝘶 𝘢𝘫𝘫
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢 𝘬𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳 𝘱𝘦𝘸𝘢𝘳𝘪𝘴 𝘮𝘢𝘴𝘬𝘢𝘱𝘢𝘪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!