"Mo Ling'er! Kau berjanji memberiku tiga tahun!" raungnya seperti harimau yang terluka. "Sekarang baru dua tahun! Kenapa kau lakukan ini padaku! Kenapa?!"
Mo Ling'er menyeringai, tersenyum penuh penghinaan.
"Menunggumu? Hmmph!
"Kau tidak pantas!"
Kalimat itu menghantam arena seperti petir.
"Aku dulu buta karena menganggapmu istimewa," kata Mo Ling'er sengaja lantang, biar semua orang mendengar.
"Kau memang Tuan Muda Ketiga Keluarga Feng, tapi selama enam belas tahun apa yang kau raih?"
"Jiwa Bela Diriku Peringkat Enam! Aku jenius Keluarga Mo, sekaligus jenius nomor satu di antara rekan-rekan di Kota Wushuang! Sementara kau hanya Peringkat Dua, apa hakmu menyuruhku menunggu?
"Hari ini, kau juga hanya sanggup membangkitkan Jiwa Bela Diri diperingkat Dua. Perempuan saja bahkan lebih baik darimu!"
"Dasar sampah!"
Seketika hati Feng Wuchen terasa seperti ditusuk ribuan pisau.
Enam belas tahun kenangan indah mereka terlintas di benaknya. Tawa, senda gurau, janji, kebersamaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13: Jerat Mulai Mengencang
"Pengelola Zhang, segera kembali ke Paviliun Wanbao."
Yu Wanxiong tidak lagi ragu.
"Putuskan semua kerja sama dengan Keluarga Yang."
Zhang Han langsung membungkuk.
"Baik!"
Ia tahu ini kesempatan terbaik untuk memperbaiki kesalahannya di mata Feng Wuchen.
Selama masih ada harapan untuk menyelamatkan nyawanya, jangankan memutus hubungan bisnis, tugas yang jauh lebih sulit pun akan ia jalankan.
Setelah Zhang Han pergi, Yu Wanxiong kembali menatap Feng Wuchen.
"Tuan Muda Feng, tiga hari lagi?"
Feng Wuchen mengangguk.
"Tiga hari lagi aku bantu mengeluarkan racun api tahap kedua."
Wajah Yu Wanxiong langsung cerah.
"Terima kasih banyak."
Ia memberi hormat, kemudian pamit meninggalkan Keluarga Feng.
Begitu sosoknya menghilang, Feng Qianyang langsung menoleh kepada Feng Wuchen.
"Wuchen."
"Jadi sejak awal kau menginginkan hak perdagangan hanya untuk mempersulit Keluarga Yang?"
Feng Wuchen tersenyum.
"Itu salah satu alasannya."
Xiao Qingqing masih terlihat tidak puas.
"Kalau hanya demi itu, bukankah Jurus Tingkat Misterius tadi jauh lebih berharga?"
"Aku tidak membutuhkan jurus itu."
Feng Wuchen menjawab dengan tenang.
"Sedangkan hak perdagangan Paviliun Wanbao..."
Tatapannya sedikit menyempit.
"...bisa membuat Keluarga Yang kehilangan sumber penghasilan."
Feng Zhengxiong mulai memahami.
"Jadi kau ingin menyerang mereka tanpa harus bertarung?"
Feng Wuchen mengangguk.
"Keluarga Yang sudah mencoba membunuhku."
"Mereka juga lebih dulu memutus hubungan bisnis dengan kita."
"Kalau begitu, tidak ada alasan bagiku untuk membiarkan mereka hidup tenang."
Ia berdiri.
"Tanpa jalur perdagangan, tanpa pemasukan, tanpa sumber daya..."
Sudut bibirnya terangkat.
"Seberapa lama sebuah keluarga bisa bertahan?"
Suasana aula mendadak hening.
Feng Zhengxiong memandang putranya cukup lama.
Semakin hari, ia semakin merasa Feng Wuchen seperti seseorang yang telah melewati jauh lebih banyak hal dibanding pemuda seusianya.
Ling Xiaoxiao justru tersenyum.
"Paman Feng, percayalah pada Kakak Feng."
"Dia tidak akan melakukan sesuatu tanpa alasan."
Feng Wuchen meliriknya.
Gadis itu langsung tersenyum lebih manis.
Feng Zhengxiong hanya bisa tertawa kecil.
"Bocah ini makin sulit ditebak."
Tidak lama setelah kembali ke Paviliun Wanbao, Zhang Han langsung mengeluarkan perintah.
Semua transaksi dengan Keluarga Yang dihentikan.
Tanpa pengecualian.
Keputusan itu langsung membuat seisi paviliun gempar.
"Kita benar-benar memutus kerja sama dengan Keluarga Yang?"
"Kenapa?"
"Mereka menyinggung Ketua Paviliun?"
Zhang Han hanya menjawab singkat.
"Itu perintah langsung Ketua Paviliun."
Tidak ada penjelasan lain.
Namun kabar tersebut tidak membutuhkan waktu lama untuk menyebar ke seluruh Kota Wushuang.
Paviliun Wanbao memutus hubungan bisnis dengan Keluarga Yang.
Bagi warga biasa, itu bukan perkara kecil.
Selama bertahun-tahun, Paviliun Wanbao selalu menjaga hubungan dagang dengan keempat keluarga besar.
Tidak pernah ada pemutusan sepihak seperti ini.
Berbagai dugaan langsung bermunculan.
"Keluarga Yang melakukan apa?"
"Jangan-jangan mereka menipu Paviliun Wanbao?"
"Atau ada masalah besar yang sedang ditutupi?"
Keluarga Mo dan Keluarga Lin juga menerima kabar tersebut.
Namun bahkan mereka tidak mengetahui penyebab sebenarnya.
Di Aula Utama Keluarga Yang, suasana berubah semakin buruk.
Yang Qingyun menatap laporan di tangannya dengan wajah gelap.
"Paviliun Wanbao memutus semua kerja sama?"
"Ya, Patriark."
Seorang pengawal membungkuk.
"Tidak ada alasan yang diberikan."
Yang Yun mengepalkan tangan.
"Mereka gila?"
"Keluarga Yang tidak pernah menyinggung Paviliun Wanbao!"
Salah satu tetua berkata,
"Mungkinkah ini ulah Keluarga Feng?"
Yang Qingyun langsung menggeleng.
"Tidak mungkin."
"Paviliun Wanbao tidak takut kepada Keluarga Feng."
"Bahkan Keluarga Mo pun tidak bisa memaksa mereka mengambil keputusan sebesar ini."
Namun semakin dipikirkan, semakin terasa ada yang tidak beres.
Keluarga Yang baru saja bermusuhan dengan Keluarga Feng.
Tidak lama kemudian, jalur bisnis mereka diputus.
Kebetulan?
Sulit dipercaya.
Belum sempat mereka menemukan jawabannya, seorang pengawal tiba-tiba berlari masuk.
"Patriark!"
Wajahnya pucat.
Yang Qingyun langsung merasa firasat buruk.
"Apa lagi?"
"Keluarga Lin..."
Pengawal itu menelan ludah.
"...serta tiga keluarga besar Kota Taiyun memutus semua kerja sama dengan kita."
"Apa?!"
Yang Qingyun langsung berdiri.
Yang Yun juga membelalakkan mata.
"Tiga keluarga di Kota Taiyun?"
"Mereka sudah bekerja sama dengan kita bertahun-tahun!"
"Itu benar."
Pengawal tersebut gemetar.
"Mereka bahkan mengembalikan semua barang milik Keluarga Yang."
Wajah Yang Qingyun mulai berubah mengerikan.
Namun sebelum ia sempat berkata—
"Lapor!"
Pengawal lain berlari masuk.
"Apa lagi?!"
Suara Yang Qingyun nyaris meledak.
Pengawal kedua bahkan tidak berani mengangkat kepala.
"Lima keluarga besar dari Kota Luotian juga mengirim utusan."
"Mereka..."
"Katanya..."
"Cepat bicara!"
"Mereka tidak akan lagi bekerja sama dengan Keluarga Yang."
Sunyi.
Tidak ada seorang pun bergerak.
Dalam satu hari, jalur perdagangan Keluarga Yang seperti dipotong dari berbagai arah.
Paviliun Wanbao.
Keluarga Lin.
Tiga keluarga Kota Taiyun.
Lima keluarga Kota Luotian.
Jika keadaan ini terus berlanjut, pemasukan keluarga akan runtuh.
Tanpa emas, sumber daya kultivasi akan berkurang.
Tanpa sumber daya, kekuatan generasi muda akan ikut merosot.
Pada akhirnya—
Keluarga Yang akan kehilangan posisi mereka di Kota Wushuang.
"Siapa..."
Tubuh Yang Qingyun sedikit bergetar.
"Siapa yang berani mempermainkan Keluarga Yang sampai sejauh ini?!"
Boom!
Aura mengerikan meledak dari tubuhnya.
Meja di sampingnya retak.
Yang Yun menatapnya dengan wajah gelap.
"Ini Paviliun Wanbao."
Semua orang menoleh.
"Keluarga-keluarga di Kota Taiyun dan Luotian memiliki hubungan erat dengan mereka."
"Kalau Paviliun Wanbao memberi tekanan..."
Ia menggertakkan gigi.
"...mereka tidak akan berani menolak."
Yang Qingyun mengepalkan tangan.
"Yu Wanxiong."
Nama itu keluar dari mulutnya seperti desisan.
"Patriark."
Seorang tetua berkata,
"Kita harus menanyakan langsung."
Yang Qingyun sudah berdiri.
"Pergi ke Paviliun Wanbao."
Ia menatap para pengawal.
"Dan selidiki."
"Aku ingin tahu siapa yang berada di balik semua ini."
Paviliun Wanbao tetap ramai seperti biasa.
Para pedagang datang dan pergi.
Tidak ada tanda-tanda bahwa mereka baru saja memutus jalur hidup salah satu keluarga besar Kota Wushuang.
Sampai—
Boom!
Aura kuat menyapu pintu utama.
Yang Qingyun masuk bersama beberapa tetua Keluarga Yang.
Para pengunjung langsung menjauh.
"Yu Wanxiong!"
Suara Yang Qingyun menggema.
"Keluar!"
Beberapa tamu bahkan langsung memilih pergi.
Tidak ada yang ingin terseret dalam konflik dua kekuatan besar.
Zhang Han yang berada di aula depan sedikit berubah wajah.
Namun ia segera menenangkan diri.
Ini Paviliun Wanbao.
Bukan kediaman Keluarga Yang.
"Patriark Yang."
Zhang Han melangkah maju.
"Paviliun Wanbao memiliki aturan."
"Jangan berteriak dan membuat keributan."
Yang Qingyun menatapnya tajam.
"Enyah."
Niat membunuh membuat wajah Zhang Han sedikit pucat.
Namun ia tidak mundur.
Puluhan pengawal Paviliun Wanbao segera keluar dan berdiri di belakangnya.
Suasana langsung menegang.
Lalu sebuah suara tua terdengar dari dalam.
"Sudah cukup."
Yu Wanxiong berjalan keluar.
"Pengelola Zhang, mundurlah."
"Baik."
Zhang Han langsung menyingkir.
Yang Qingyun menatap Yu Wanxiong dengan amarah yang nyaris tidak bisa disembunyikan.
"Yu Wanxiong."
"Kau memutus kerja sama dengan Keluarga Yang."
"Lalu keluarga-keluarga di Kota Taiyun dan Luotian ikut melakukan hal yang sama."
Ia melangkah maju.
"Apa sebenarnya maksudmu?"
Yu Wanxiong tetap tenang.
"Patriark Yang datang kemari hanya untuk menanyakan itu?"
"Jangan berpura-pura!"
Yang Qingyun membentak.
"Kalau bukan karena Paviliun Wanbao, mereka tidak akan bertindak serempak!"
Yu Wanxiong menghela napas.
"Patriark Yang."
"Masalah yang dibuat Keluarga Yang sendiri sudah cukup besar."
"Kalian malah menyeret Paviliun Wanbao ke dalamnya."
Yang Qingyun mengernyit.
"Masalah apa?"
Yu Wanxiong tersenyum tipis.
"Kalian bahkan tidak tahu?"
"Keluarga Yang tidak pernah menyinggung Paviliun Wanbao!"
Yang Qingyun membalas dengan keras.
"Kalaupun kami memiliki masalah dengan pihak lain, apa hubungannya dengan kalian?"
Yu Wanxiong langsung tersenyum dingin.
"Kalau begitu..."
"Apa hubungan keputusan bisnis Paviliun Wanbao dengan Keluarga Yang?"
Wajah Yang Qingyun langsung membeku.
Yang Yun maju satu langkah.
"Ketua Paviliun Yu."
"Kalau memang ada seseorang yang telah kami singgung, beritahu kami secara langsung."
"Tokoh macam apa yang membuat Paviliun Wanbao sampai mengambil sikap seperti ini?"
Yu Wanxiong menatap mereka.
Lalu menggeleng.
"Maaf."
"Aku tidak punya apa pun untuk dikatakan."
Ia berbalik.
"Kalian sebaiknya pulang dan pikirkan sendiri."
"Siapa yang baru-baru ini kalian coba injak."
Yang Qingyun menyipitkan mata.
Namun Yu Wanxiong sudah mengangkat tangan.
"Antarkan tamu kita keluar."
Suasana membeku.
Untuk pertama kalinya, sebuah dugaan muncul dalam benak Yang Qingyun.
Seseorang yang baru-baru ini mereka coba injak.
Seseorang yang kini memiliki hubungan dengan Paviliun Wanbao.
Seseorang yang bahkan mampu membuat Tetua Su menundukkan kepala.
Wajah Yang Qingyun perlahan berubah.
Namun ia masih belum berani mempercayai jawabannya.
Feng Wuchen.
......................
Bersambung...