Indonesia
NovelToon NovelToon
Di Bawah Nama Yang Di Pilih Takdir

Di Bawah Nama Yang Di Pilih Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:322
Nilai: 5
Nama Author: Yun Wangshu

" aku akan menerima ujian takdirku selagi aku mampu ,namun jika takdir tak menginginkan ku maka aku akan menyerah dan pergii " arabella ayunisa

" lakukanlah apapun yang ingin takdir lakukan,tapi ku mohon tolong jangan hapus arabella dalam garis takdirku " ludwighe staindfol


pernikahan yang diawali dengan perjodohan diantara ludwighe dan arabella membawa perubahan pada garis takdir , kehidupan yang awalnya kacau pada akhirnya menemukan sedikit harapannya ,
namun setiap kehidupan selalu memiliki ujian takdirnya sendiri ,dan itulah yang terjadi pada pernikahan Antara ludwighe dan arabella.

akankah arabella mampu membawa cinta untuk pernikahan nya ataukah pada akhirnya Bella akan menyerah pada cinta itu sendiri.

ayo baca cerita selengkapnya,dan ikuti kisah merubah takdir ludwighe dan bella

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yun Wangshu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB : 6

Di tempat lain saat ini sedang terjadi pertengkaran antara pria dan wanitanya.

" aku mau pulang ,aku tidak mau di sini" ucap dara .

" kau sudah pulang sayang ,ini rumah mu sekarang" jawab Davin dengan tenang ia berjalan mendekati dara.

" aku gak mau tinggal di sini ,ini bukan rumahku ini rumah muu" ucap dara emosi sungguh ia merasa sangat marah pada pria di depannya itu.

" dara jangan menguji kesabaran ku,aku tidak ingin membuat mu takut sayang, jika kau melihat ku marah hmm" ucap Davin pelan ,ia duduk dengan tenang di sofa yang ada di dalam kamar itu.

" kau gila Davin ,kau gila aku mau pergi dari sini " teriak dara ia terisak pelan saking emosinya.

" hehehhe" Davin terkekeh pelan .ia beranjak mendekati dara yang terus menjauh dariny**a**.

Davin merengkuh pinggang dara ke dalam pelukannya yang hangat.dara berontak? Tentu saja wanita itu bahkan menggigit dadanya dengan keras ,namun bagi Davin gigitan itu adalah Bentuk cinta untuk nya.

" lepaskan ,aku bilang lepaskan aku kau brengsek sialan .dasar kau bajingan " ucap dara sembari berontak ia memukul - mukul dada Davin ,namun bagi Davin itu tak berasa sama sekali.ia malah tersenyum gila sembari menatap lembut wajah wanitanya.

" kau benar sayang aku gila , ya aku memang gila ,aku gila karna aku terlalu mencintaimu sampai apapun akan ku lakukan untuk bisa mendapatkan mu walaupun itu berarti aku harus membuatmu terkurung di istana ku ini " ucap Davin. Tubuh dara membeku saat mendengar apa yang dikatakan Davin barusan, ia dapat merasakan hembusan nafas Davin di dekat telinganya.

" a- apa " ucap dara dengan lirih ,rasanya tubuhnya langsung tak bertenaga untung saja Davin memeluknya.

" kenapa,kenapa kau tidak mencintaiku saja hmm" ucap Davin kali ini ia menenggelamkan wajahnya di ceruk leher dara.

" kenapa kamu malah mencintai pria lain, padahal pria itu selalu membuatmu menangis tapi kenapa kau masih terus mencintainya, sedangkan aku yang slalu ada untukmu dan slalu mencintaimu kenapa kau tidak bisa mencintaiku juga" ucap Davin dengan suaranya yang lirih,ia usap lembut surai dara guna menyalurkan ketenangan dan kasih sayangnya untuk wanita itu.dar hanya mampu terisak di pelukan Davin sungguh ia tak tau harus melakukan apa dengan situasi nya sekarang ini.

dara selalu tau bahwa Davin sangat mencintainya namun,apa yang bisa dara lakukan ia tidak mencintai Davin,hatinya tak bisa berbohong bahwa kehadiran Davin membuatnya nyaman namun cintanya telah berlalu pada Justin pria dingin dan kaku yang diam- diam berhasil mencuri hati dara seutuhnya.

" maafkan aku Davin ,tapi sungguh aku tak mencintaimu. Yang aku cintai itu Justin ku mohon lepaskan aku hiks" ucap dara terisak

ia lerai pelukan Davin dengan paksa.memohon pengertian berharap Davin bisa mengerti.

" hahahhaha" Davin tertawa dengan keras hingga suara tawanya menggema di kamar itu.dara terkejut melihat Davin yang tertawa seolah pertengkaran mereka adalah lelucon yang paling lucu di dunia.

" aku tidak butuh kau mencintaiku sayang,aku hanya butuh kau ada bersamaku selalu bersama ku selamanya" ucap Davin .

wajahnya langsung berubah dingin tanpa ada kelembutan seolah dia adalah iblis bukan davin.suaranya mengandung racun yang mematikan setiap sendi tubuh dara . rahangnya mengeras dan tatapan matanya tajam hingga mampu menembus relung hati dara.

tanpa banyak bicara lagi Davin berlalu meninggalkan dara di kamar ,dan tidak lupa Davin langsung mengunci pintu kamar agar daranya tak bisa kabur kemana pun.

Klik

" Davin buka ,ku mohon jangan kunci aku " teriak dara dari dalam kamar ia menggedor pintu kamar dengan brutal hingga menghasilkan suara gaduh di dalam mansion itu ,namun Davin tak perduli ia melangkah pergi keluar tanpa menghiraukan dara yang berteriak memanggilnya.

" maaf sayang" ucap Davin lirih.

hatinya hancur saat mendengar teriakan dara namun apa yang bisa ia lakukan,Davin terlalu mencintai dara sampai ia tak ingin kehilangan daranya .

" hiks Davin ku mohon buka pintunya" Isak dara lirih

dara menenggelamkan kepalanya diantara kedua lututnya yang ia tekuk .ia menangis meringkuk di sudut kamar.

_________________

suasana di dalam ruang kerja Bagas sangat hening,sedari tadi kedua manusia itu hanya diam dan fokus pada pekerjaan nya masing-masing.

lebih tepatnya sang gadislah yang fokus ,sementara Bagas dia tak bisa fokus sama sekali.

" ekhmm" Bagas berdehem dengan keras memecah kesunyian ruangan tersebut.

Bagas melihat reaksi lani namun lani hanya menatapnya tanpa minat dan tetap diam.

" ekhmm" kali ini Bagas berdehem lebih keras agar lani memperhatikannya,dan kali ini ia berhasil.

" anda butuh minum pak" tanya lani kepada Bagas

" ah tidak ,tidak perlu" ucap Bagas yng berpura-pura sedang sibuk.

" baiklah " ucap lani mengerti dan kembali fokus pada pekerjaannya.

sementara Bagas sedari tadi ia sibuk memikirkan cara meminta maaf pada lani ,Bagas gengsi soalnya kalau langsung minta maaf.

" emm lani" panggil bagas pelan

Lani mendongakkan kepalanya menatap Bagas .

" iya pak " ucap lani.

" it- u ta- di " ucap Bagas ragu namun lani masih diam dan menatap ke arahnya.

akhi nya Bagas memberanikan diri meminta maaf pada lani sebab sudah terlanjur juga ia berbicara pada lani.

Huffff ... Bagas menghembuskan nafasnya terlebih dahulu sebelum mulai bicara dengan lani.

" saya mau minta maaf sama kamu soal yang tadi,gak seharusnya saya kasar sma kamu seperti itu walaupun kamu salah." ucap Bagas akhirnya ia bisa juga mengatakan nya.

Lani terdiam beberapa detik sebelum akhirnya ia menundukkan kepalanya

" i- ya pak gak apa-apa" ucap lani.

Bagas tersenyum senang karna lani mau memaafkannya .

" hmm gimana sebagai permintaan maaf saya ,nanti kita makan siang bareng " ucap Bagas setelah beberapa saat terdiam.

Lani terkejut bukan main rasanya ia hampir pingsan ,sungguh kejutan hari ini sangat banyak.belum reda rasa terkejutnya saat mendengar asisten bosnya itu meminta maaf padanya ,dan sekarang Bagas malah mengajaknya makan siang bareng hanya berdua.

" OMG apa kepala pak Bagas habis kepentok ulat bulu ya, kenapa pak Bagas aneh banget sii hari ini " ucap Leni dalam hati .

" lani hey" ucap Bagas membuyarkan lamunan lani .

" ah iya pak " jawab lani cepat .

" astaga kamu malah melamun ,gimana mau kan nanti saya traktir makan siang " ucap Bagas .

" ahh itu anu ta- pi pak" ucap lani yang langsung di potong Bagas .

"alah udah gak usah tapi - tapian ,pokoknya nanti saya traktir kamu makan siang titik." ucap Bagas tak bisa di bantah.

Lani langsung menepuk pelan keningnya ,sungguh ia pusing melihat tingkah aneh asisten bosnya ini .

" baiklah pak ,saya kembali ke ruangan saya dulu " ucap lani

" ehh mau ngapain kan kita di suruh bos untuk meriksa dokumen - dokumen ini " ucap Bagas sembari menunjuk dokumen yang ada di atas meja kerjanya itu.

" iya pak saya periksanya di ruangan saya aja ,sekalian ada dokumen yang harus saya selesaikan juga " jawab lani mencoba mencari alasan yang paling aman untuk kabur dari asisten bosnya yang tidak waras itu.

" ooohh yaudah pergilah ,tapi ingat nanti siang " ucap Bagas memperingati lani.

Lani hanya menganggukkan kepalanya dan segera berlalu keluar dari ruangan bagas.

di sebuah rumah sakit terbesar di ibu kota

saat ini Justin tengah beristirahat di dalam ruangannya setelah selesai melakukan operasi pada salah satu pasiennya.

" hah lelahnya" ucap Justin pelan sembari menyandarkan tubuhnya pada kursi kebesaran nya itu.

Itulah keseharian seorang Justin Pradana staindfol ,dia hanya akan menghabiskan waktunya di rumah sakit tersebut.

itulah sebabnya mommy Maria selalu mendesaknya untuk menikah agar ia tidak berlarut - larut dalam bekerja apalagi sampai memaksakan dirinya sendiri seolah dia adalah robot buka manusia yang butuh istirahat.

Di tengah lamunannya tiba - tiba ada yang mengetuk pintu ruangan Justin

Tok tok tok

" masuk " ucap Justin

Ceklek ....

Terlihat seorang wanita parubaya yang membawa nampan yang berisi segelas kopi hitam.

" ini tuan bibik buatkan kopi hitam kesukaan tuan tanpa gula " ucap bik Darmi namanya.

" hmm makasih bik" jawab Justin yang di balas anggukan kepala oleh buk Darmi

" kalau begitu saya permisi tuan " ucap bik Darmi berpamitan keluar.

Justin membiarkan bik Darmi pergi sebab wanita parubaya itu pun masih harus melanjutkan pekerjaan.

Rumah sakit itu adalah milik keluarga staindfol itulah kenapa Justin sangat di hormati di sana.

ceklek..

" dokter " ucap seorang gadis yang langsung masuk ke ruangan Justin tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

Justin menatap tajam pada gadis yang bernama Susi yang bekerja sebagai salah satu suster di rumah sakit itu.

" apa kau tidak bisa mengetuk pintu terlebih dahulu" tanya Justin dengan wajah datarnya .

Susi hanya tersenyum malu-malu tidak ada rasa takut sma sekali di wajahnya yang memerah lantaran di tatap oleh Justin.

" saya bawakan makanan untuk anda dokter Justin ,ini saya masak sendiri loh " ucap Susi tanpa tahu malunya ia melangkah mendekati Justin dan dengan lancang menyentuh tangan Justin.

" singkirkan tangan kotormu dariku " ucap Justin yang langsung menghempaskan tangan Susi dari nya.

Susi malah tersenyum semakin lebar tak ada reaksi berlebihan dari gadis itu seolah ia memang ingin melihat Justin marah.

"baiklah ,ayo makan dulu dokter ,biar Susi suapin " ucapnya dengan nada genit .bahkan Susi sengaja membuka dua kancing atas bajunya untuk memperlihatkan miliknya di depan Justin.

Justin memalingkan wajahnya ke arah lain

emosinya sudah ke ubun-ubun dan ingin meledak rasanya ia sungguh muak dengan wanita jalang di depannya ini.

" keluar dari ruangan ku sekarang sebelum aku bertindak kasar padamu" ucap Justin

" kenapa apa dokter Justin takut ,atau tergoda " ucap Susi dengan berbisik di telinga Justin.

Kali ini kesabaran Justin habis ,matanya memerah menampakkan urat - urat di kepalanya menonjol tanda emosinya sudah di ambang batas.

Dengan kasar Justin mencekik leher Susi sampai Susi terangkat ke atas ,kakinya sudah tak menapak ke lantai lagi .

Susi terkejut ia tersengal karna kehabisan nafas wajahnya memerah ,ia mencoba melepaskan tautan tangan Justin di lehernya namun tak bisa .

" dok- Ter to- long le- pa - skan " ucap Susi kesusahan sebab lehernya di cengkram dengan sangat kuat seperti akan di patahkan

air matanya menetes deras rasa beraninya hilang entah kemana di gantikan dengan ketakutan yang nyata dari wajahnya.

" berani sekali kau jalang" ucap Justin ia mencengkram kuat leher Susi hingga wajahnya membiru.

setelah melihat wajah Susi membiru dan hampir mati barulah Justin menghempaskan tubuh Susi ke lantai dengan keras .

Brughh...

" aaahhkkkk " rintih Susi memegangi lehernya yang masih sakit ia mencoba meraup udara sebanyak-banyaknya.

Justin menekan tombol merah yang ada di pinggiran mejanya dengan cepat alarm berbunyi memekakkan telinga dan tak lama kemudian datanglah beberapa pria dengan seragam serba hitam yang di yakini adalah bodyguard Justin

" bawa sampah ini keluar dari ruangan ku ,dan pastikan dia tak muncul lagi di hadapan ku" perintah Justin dengan dingin

" baik bos " jawab beberapa pria dengan serempak.lalu setelahnya mereka menyeret Susi tanpa belas kasihan sedikit pun.

"tuan tolong maaf kan saya ,saya salah tuan tolong jangan hukum saya" ucap Susi ia berteriak kesetanan memohon ampun pada Justin. namun Justin hanya menatap datar ke arahnya .

1
Anidya_i
smngat ya kakm😍
Yun Wangshu: makasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!